Jadwalkan Demo

Mengenal Profesi Auditor: Jenis, Tugas, dan Syarat Menjadi Auditor

Rizka Maria Merdeka | October 26, 2023 | Profesi
by GreatDay HR

Profesi auditor adalah salah satu bidang yang memegang peranan penting dalam menjaga transparansi dan integritas informasi keuangan serta operasional di berbagai entitas, mulai dari perusahaan swasta hingga lembaga pemerintah.

Artikel ini akan menjelaskan pengertian auditor, berbagai jenis auditor yang ada, tugas-tugas yang mereka emban, dan syarat-syarat yang diperlukan untuk memasuki dunia profesi ini. Dengan pemahaman yang mendalam tentang peran serta tanggung jawab seorang auditor, kita dapat lebih menghargai peran penting mereka dalam menjaga keandalan informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam dunia bisnis dan keuangan.

Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Baca juga: Mengapa Audit Payroll Penting Bagi Perusahaan? Ini Pengertian dan Langkah Mudah Melakukannya

Pengertian auditor

Seorang auditor adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan, penilaian, dan verifikasi terhadap catatan keuangan, laporan, proses bisnis, atau sistem pengendalian internal suatu entitas, seperti perusahaan, organisasi nirlaba, pemerintah, atau lembaga lainnya. Tujuan utama dari seorang auditor adalah untuk memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan bahwa informasi yang diaudit telah disajikan dengan benar, adil, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku serta aturan dan peraturan yang berlaku.

Peran seorang auditor sangat penting dalam menjaga integritas dan transparansi informasi keuangan suatu entitas, serta memberikan keyakinan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam entitas tersebut. Auditor dapat bekerja di berbagai lingkungan, termasuk firma akuntansi, badan pemerintah, atau sebagai auditor internal di perusahaan.

Baca juga: Mengenal Administrasi Keuangan: Definisi, Fungsi, dan Komponennya

Jenis-jenis auditor

Jenis-jenis auditor dapat dibagi berdasarkan perannya, lingkungan kerjanya, dan tujuan audit. Berikut beberapa jenis auditor yang umum:

1. Auditor Keuangan

Auditor keuangan adalah auditor yang bertanggung jawab untuk memeriksa laporan keuangan suatu entitas dan menyusun laporan audit tentang apakah laporan keuangan tersebut telah disajikan dengan benar dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

2. Auditor Internal

Auditor internal adalah auditor yang bekerja di dalam organisasi dan bertugas untuk menilai sistem pengendalian internal, kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan, serta melakukan audit kinerja departemen atau unit bisnis tertentu dalam organisasi.

3. Auditor Pemerintah

Auditor pemerintah bekerja untuk badan audit pemerintah dan bertanggung jawab untuk memeriksa pengeluaran, penerimaan, dan aktivitas keuangan pemerintah. Mereka memastikan bahwa dana publik digunakan dengan benar dan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

4. Auditor Forensik

Auditor forensik adalah auditor yang memiliki spesialisasi dalam mendeteksi dan menyelidiki kecurangan, seperti tindakan pencucian uang, korupsi, atau manipulasi keuangan. Mereka bekerja untuk mengumpulkan bukti dalam kasus hukum dan dapat menjadi saksi ahli dalam pengadilan.

5. Auditor TI (Teknologi Informasi)

Auditor TI fokus pada pemeriksaan sistem informasi dan keamanan teknologi informasi dalam suatu organisasi. Mereka memeriksa integritas data, perlindungan terhadap serangan siber, dan kepatuhan terhadap peraturan privasi data.

6. Auditor Lingkungan

Auditor lingkungan adalah auditor yang menilai dampak aktivitas organisasi terhadap lingkungan. Mereka memeriksa kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan membantu organisasi dalam mengurangi dampak negatifnya.

7. Auditor Operasional

Auditor operasional mengevaluasi efisiensi dan efektivitas operasional suatu entitas. Mereka memberikan rekomendasi untuk meningkatkan operasi organisasi.

8. Auditor Kepatuhan Pajak

Auditor kepatuhan pajak adalah auditor yang fokus pada pemeriksaan kepatuhan perpajakan suatu entitas. Mereka memeriksa apakah entitas tersebut telah membayar pajak sesuai dengan hukum pajak yang berlaku.

9. Auditor Konstruksi

Auditor konstruksi adalah auditor yang memeriksa proyek konstruksi untuk memastikan bahwa konstruksi sesuai dengan spesifikasi, anggaran, dan jadwal yang telah ditentukan.

10. Auditor Internal Mutu

Auditor internal mutu melakukan audit terhadap sistem manajemen mutu dalam organisasi dan memastikan bahwa organisasi mematuhi standar mutu yang berlaku, seperti ISO 9001.

Setiap jenis auditor memiliki peran dan tanggung jawab yang unik sesuai dengan area spesialisasinya, dan mereka berperan penting dalam menjaga transparansi, kepatuhan, dan efisiensi dalam berbagai jenis organisasi.

Baca juga: Mengenal Apa Saja Tugas Direktur Utama di Perusahaan

Tugas seorang auditor

Tugas seorang auditor bervariasi tergantung pada jenis audit yang dilakukan dan tujuan audit tersebut. Namun, secara umum, tugas seorang auditor melibatkan beberapa fungsi kunci berikut:

1. Perencanaan Audit

Auditor harus merencanakan audit dengan cermat. Ini mencakup menentukan ruang lingkup audit, tujuan audit, dan metode yang akan digunakan. Perencanaan ini juga melibatkan pengumpulan informasi awal tentang entitas yang akan diaudit.

2. Pengumpulan Bukti

Auditor mengumpulkan bukti-bukti yang relevan untuk mendukung temuan dan opini audit. Ini bisa mencakup pemeriksaan dokumen, catatan, wawancara dengan staf dan manajemen, dan pengujian lainnya.

3. Evaluasi Pengendalian Internal

Auditor mengevaluasi sistem pengendalian internal yang ada di entitas yang diaudit. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses bisnis diatur dengan baik dan risiko yang terkait dengan operasi telah dikelola dengan baik.

4. Pemeriksaan Laporan Keuangan

Jika itu adalah audit keuangan, auditor akan memeriksa laporan keuangan, neraca, laporan laba rugi, dan catatan-catatan terkait. Mereka memeriksa apakah laporan-laporan tersebut disajikan dengan benar dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

5. Penilaian Kepatuhan

Auditor menilai apakah entitas yang diaudit mematuhi aturan, peraturan, dan hukum yang berlaku. Ini mencakup penilaian terhadap kepatuhan perpajakan, peraturan industri, dan kebijakan perusahaan.

6. Analisis Risiko

Auditor melakukan analisis risiko untuk mengidentifikasi potensi risiko yang bisa memengaruhi kualitas informasi keuangan atau kinerja operasional entitas yang diaudit.

7. Komunikasi dan Laporan

Auditor berkomunikasi dengan manajemen entitas yang diaudit untuk membahas temuan dan permasalahan yang muncul selama audit. Mereka juga menyusun laporan audit yang berisi hasil audit, rekomendasi, dan opini auditor.

8. Rekomendasi dan Perbaikan

Auditor sering memberikan rekomendasi kepada manajemen entitas yang diaudit untuk meningkatkan proses bisnis, mengatasi permasalahan yang ditemukan, atau mematuhi standar dan peraturan yang lebih baik.

9. Penyusunan Laporan Audit

Auditor menyiapkan laporan audit yang merupakan hasil akhir dari proses audit. Laporan ini dapat berisi opini auditor (misalnya, “pendapat bersih” atau “pendapat tidak bersih”), serta temuan dan rekomendasi.

10. Menjaga Independensi

Salah satu tugas kritis seorang auditor adalah menjaga independensi. Auditor harus menjaga jarak dari pihak yang diaudit dan tidak membiarkan konflik kepentingan memengaruhi objektivitas dan integritas audit.

Tugas seorang auditor penting untuk memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan bahwa informasi keuangan atau operasional yang diaudit adalah akurat dan dapat dipercaya. Mereka juga membantu organisasi meningkatkan proses dan sistem mereka. Tugas auditor berperan penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan dalam berbagai jenis entitas.

Baca juga: Pentingnya Memahami Likuidasi dalam Perusahaan: Pengertian dan Faktor Penyebabnya

Syarat untuk menjadi seorang auditor

Syarat untuk menjadi seorang auditor dapat bervariasi tergantung pada negara, tipe audit, dan organisasi di mana seseorang bekerja. Namun, berikut adalah beberapa syarat umum yang biasanya diperlukan untuk menjadi seorang auditor:

1. Pendidikan

Biasanya, seorang auditor harus memiliki gelar sarjana di bidang akuntansi, keuangan, atau bidang terkait. Banyak auditor juga memegang gelar tingkat master dalam bidang seperti akuntansi, manajemen, atau audit.

2. Sertifikasi Profesional

Sertifikasi profesional adalah syarat umum bagi sebagian besar auditor. Di bidang akuntansi dan audit, sertifikasi yang umum adalah Certified Public Accountant (CPA) untuk Amerika Serikat, Chartered Accountant (CA) untuk beberapa negara, dan Certified Internal Auditor (CIA) untuk auditor internal.

3. Pengetahuan dan Keterampilan

Seorang auditor harus memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip akuntansi, standar audit, dan peraturan perpajakan yang berlaku di negaranya. Mereka juga harus memiliki keterampilan analitis, komunikasi, dan pemecahan masalah yang baik.

4. Lisensi

Di beberapa yurisdiksi, auditor mungkin perlu mendapatkan lisensi atau izin khusus untuk melakukan audit keuangan atau audit tertentu. Ini sering berhubungan dengan sertifikasi yang mereka peroleh.

5. Pengalaman

Banyak posisi auditor memerlukan pengalaman kerja sebelumnya, terutama untuk mendapatkan sertifikasi atau lisensi. Pengalaman ini dapat diperoleh melalui pekerjaan di firma akuntansi, lembaga pemerintah, atau organisasi yang memerlukan audit.

6. Etika Profesional

Auditor harus mematuhi kode etik profesi mereka. Mereka harus menjaga independensi, integritas, dan standar etika yang tinggi dalam menjalankan tugas mereka.

7. Keahlian Teknologi Informasi

Auditor, terutama auditor IT, perlu memiliki pemahaman tentang teknologi informasi dan keamanan siber. Ini semakin penting karena teknologi berperan besar dalam proses bisnis dan pengendalian internal.

8. Bahasa Asing

Terutama bagi auditor yang bekerja di firma internasional atau di lingkungan yang menggunakan bahasa lain, kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa asing dapat menjadi aset.

9. Kemampuan Berkomunikasi

Auditor harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk dapat berinteraksi dengan klien atau entitas yang diaudit, serta untuk menyampaikan temuan audit secara jelas dan efektif.

10. Pemahaman Bisnis

Memahami konteks bisnis dan industri entitas yang diaudit juga merupakan aset. Ini membantu auditor dalam mengevaluasi risiko dan menganalisis informasi dengan lebih baik.

Seringkali, persyaratan untuk menjadi seorang auditor akan berbeda sesuai dengan jenis audit yang dilakukan (misalnya, audit keuangan, audit internal, atau audit IT) dan regulasi di wilayah tertentu. Oleh karena itu, calon auditor harus memeriksa persyaratan khusus yang berlaku di negara atau organisasi di mana mereka ingin bekerja.

Baca juga:Apa Itu Dokumentasi? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Perusahaan 

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email