Jadwalkan Demo

Berkenalan dengan Profesi Arsitek: Pengertian, Tugas, dan Skill yang Harus Dikuasai

Rizka Maria Merdeka | February 24, 2023 | Profesi
by GreatDay HR

Sebagai seorang profesional dalam bidang arsitektur, seorang arsitek memiliki berbagai tugas yang harus dilakukan dalam proses perancangan, pengembangan, dan pembangunan bangunan. Tugas arsitek sangatlah penting dalam menentukan keselamatan, keamanan, kenyamanan, keindahan, dan keberlanjutan lingkungan dari sebuah bangunan.

Salah satu tugas utama arsitek adalah merancang desain bangunan. Tugas ini meliputi merencanakan tata letak, bentuk, fungsi, dan estetika bangunan sesuai dengan kebutuhan klien dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, seorang arsitek juga harus mempertimbangkan berbagai faktor teknis seperti kekuatan struktur, sirkulasi udara dan cahaya, serta penggunaan material yang ramah lingkungan.

Selain merancang desain bangunan, seorang arsitek juga bertanggung jawab dalam mengawasi pelaksanaan konstruksi bangunan. Arsitek juga harus memastikan bahwa pembangunan bangunan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dan mengatasi masalah atau tantangan yang muncul selama proses pembangunan.

Dalam artikel kali ini, GreatDay HR akan membahas secara lebih detail tentang tugas arsitek dan skill yang harus dikuasainya. Baca sampai habis!

Baca juga: Mengenal Profesi Surveyor: Definisi, Tugas, dan Jenisnya

Tentang profesi arsitek

Profesi arsitek adalah sebuah pekerjaan atau karir yang berkaitan dengan perancangan, pengembangan, dan pembangunan struktur bangunan, baik itu rumah, gedung, jembatan, dan lain-lain. Arsitek bertanggung jawab untuk merancang bangunan dengan mempertimbangkan aspek-aspek estetika, fungsionalitas, dan keamanan, serta memastikan bahwa bangunan tersebut memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan lingkungan yang telah ditetapkan.

Dalam melakukan tugasnya, seorang arsitek harus memiliki kemampuan dalam merancang gambar, menguasai software desain, memahami prinsip-prinsip konstruksi bangunan, serta mampu berkomunikasi dengan klien dan rekan-rekan sesama profesional seperti insinyur sipil dan kontraktor.

Profesi arsitek memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur dan lingkungan, terutama dalam menciptakan bangunan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan cocok dengan kondisi geografis dan budaya setempat. Oleh karena itu, seorang arsitek harus senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dan tren arsitektur, serta selalu memperhatikan aspek keseimbangan antara manusia dan lingkungannya.

Baca juga: Mengenal Profesi CFO Chief Financial Officer: Pengertian, Tugas, dan Skill yang Wajib Dimiliki

Tugas-tugas seorang arsitek

Seorang arsitek memiliki beberapa tugas utama yang harus dilakukan dalam proses perancangan, pengembangan, dan pembangunan suatu bangunan atau struktur. Beberapa tugas tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Konsultasi dengan klien

Arsitek harus mampu memahami kebutuhan klien dan memberikan saran-saran tentang desain yang sesuai dengan keinginan klien. Selain itu, arsitek juga harus dapat menjelaskan proses dan tahapan perancangan bangunan.

2. Merancang dan membuat gambar

Tugas utama arsitek adalah merancang dan membuat gambar bangunan yang akan dibangun, baik itu secara manual maupun menggunakan software desain. Gambar ini akan dijadikan acuan dalam pembangunan bangunan.

3. Membuat spesifikasi teknis

Arsitek harus menentukan spesifikasi teknis bangunan seperti bahan bangunan, dimensi, kualitas material, dan konstruksi bangunan. Hal ini harus dilakukan agar bangunan yang dibangun memiliki keamanan dan kualitas yang baik.

4. Mengawasi proses pembangunan

Arsitek harus mengawasi proses pembangunan dari awal hingga selesai, agar bangunan yang dibangun sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

5. Berkoordinasi dengan profesional lain

Selama proses perancangan dan pembangunan, arsitek harus berkoordinasi dengan profesional lain seperti insinyur sipil, kontraktor, pengawas, dan pemilik bangunan.

6. Menjaga standar keamanan dan kesehatan

Seorang arsitek juga harus memastikan bahwa bangunan yang dibangun memenuhi standar keamanan dan kesehatan seperti kebakaran, gempa bumi, dan penggunaan material yang aman.

7. Mengevaluasi desain

Setelah bangunan selesai dibangun, arsitek harus mengevaluasi desain dan performa bangunan agar dapat memperbaiki desain pada proyek berikutnya.

Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, seorang arsitek harus senantiasa memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, keindahan, dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: PPIC: Definisi, Tujuan, dan Manfaatnya di Perusahaan

Skill yang harus dikuasai oleh arsitek

Sama halnya dengan profesi lain, menjadi seorang arsitek juga diperlukan keahlian khusus dan skill lainnya yang harus dikuasai. Hal tersebut dibutuhkan agar arsitek dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Beberapa keahlian atau skill yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang arsitek antara lain sebagai berikut.

1. Desain

Arsitek harus memiliki kemampuan desain yang baik, baik dalam merancang desain konseptual, teknis, dan detail. Hal ini termasuk kemampuan menggambar tangan, membuat model, dan menggunakan software desain seperti AutoCAD, SketchUp, atau 3D Max.

2. Komunikasi

Arsitek harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan klien, kontraktor, dan rekan kerja lainnya. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu arsitek dalam memahami kebutuhan klien, menjelaskan konsep desain, dan menyelesaikan masalah yang muncul selama proses pembangunan.

3. Keahlian teknis

Arsitek harus memahami prinsip-prinsip konstruksi bangunan, material, dan metode pembangunan. Kemampuan teknis ini akan membantu arsitek dalam membuat spesifikasi teknis, mengawasi proses pembangunan, dan memastikan bangunan yang dibangun memiliki kualitas yang baik.

4. Manajemen proyek

Arsitek harus mampu mengelola proyek pembangunan, termasuk mengatur waktu, biaya, dan sumber daya yang tersedia. Kemampuan manajemen proyek yang baik akan membantu arsitek dalam menghindari keterlambatan dan biaya yang berlebihan.

5. Skill analitis

Arsitek harus mampu melakukan analisis yang mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi desain dan pembangunan bangunan, termasuk aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.

6. Kreativitas

Arsitek harus memiliki kemampuan kreativitas dan imajinasi yang tinggi untuk menghasilkan desain bangunan yang inovatif dan menarik.

7. Kemampuan beradaptasi

Arsitek harus mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda, termasuk dengan teknologi dan tren arsitektur yang terus berkembang.

Keterampilan-keterampilan tersebut harus terus diasah dan ditingkatkan seiring dengan perkembangan dunia arsitektur yang terus berkembang dan berubah.

Baca juga: Mengenal Profesi Asisten Manager: Tugas dan Skill yang Harus Dimilikinya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email