Jadwalkan Demo

Talent Acquisition: Pengertian Tugas dan Perannya di Perusahaan

Rizka Maria Merdeka | July 11, 2023 | Profesi
by GreatDay HR

Dalam era global yang semakin kompetitif, perusahaan perlu menghadapi tantangan dalam mencari dan merekrut bakat terbaik. Dalam upaya mengisi posisi kosong dengan karyawan berkualitas, peran talent acquisition menjadi sangat penting. Talent acquisition tidak lagi hanya tentang mencari kandidat yang cocok untuk pekerjaan, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang dengan sumber bakat, menganalisis tren rekrutmen, dan mengembangkan strategi yang efektif.

Artikel ini akan mengulas peran krusial yang dimainkan oleh talent acquisition dalam memenangkan pertempuran untuk merekrut bakat terbaik. Dengan pemahaman yang mendalam tentang peran dan pentingnya talent acquisition, perusahaan akan mampu menghadapi persaingan pasar dengan lebih baik, mengidentifikasi bakat yang sesuai, dan membangun tim yang kuat.

Baca juga: Headhunter: Pengertian dan Cara Kerjanya

Pengertian talent acquisition

Talent acquisition adalah proses mengidentifikasi, menarik, merekrut, dan mempekerjakan individu yang memiliki potensi dan keterampilan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam mencapai tujuan bisnisnya. Profesi talent acquisition melibatkan pengelolaan seluruh siklus perekrutan, mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja hingga pengambilan keputusan untuk mempekerjakan calon karyawan yang tepat.

Seorang profesional talent acquisition, yang juga dikenal sebagai recruiter atau talent sourcer, bertanggung jawab untuk menemukan kandidat yang berkualitas, melakukan seleksi, dan memfasilitasi proses wawancara serta evaluasi calon karyawan. Mereka berkolaborasi dengan manajer dan tim internal lainnya untuk memahami kebutuhan pekerjaan, menentukan strategi pencarian bakat yang efektif, serta membangun jaringan dengan sumber bakat potensial.

Baca juga: Pentingnya Talent Management bagi Perusahaan dan Karyawan

Skill yang harus dikuasai

Untuk menjadi seorang profesional talent acquisition yang sukses, ada beberapa keterampilan yang sangat penting. Berikut adalah beberapa skill yang dibutuhkan:

1. Pemahaman Mendalam tentang Pekerjaan dan Industri

Seorang profesional talent acquisition harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang posisi kerja yang sedang direkrut. Ini mencakup pengetahuan tentang tanggung jawab, kualifikasi, keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Memahami tren industri juga penting agar dapat memahami kebutuhan bisnis perusahaan dan mencari kandidat yang sesuai dengan budaya dan tujuan organisasi.

2. Komunikasi Efektif

Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dalam talent acquisition. Seorang talent acquisition professional harus dapat berkomunikasi dengan jelas dan efektif dalam berbagai situasi. Ini meliputi kemampuan untuk menulis deskripsi pekerjaan yang menarik dan jelas, mengomunikasikan harapan kepada calon karyawan, dan menyampaikan umpan balik yang konstruktif kepada kandidat yang tidak berhasil. Kemampuan mendengarkan yang baik juga penting untuk memahami kebutuhan dan preferensi kandidat.

3. Keterampilan Jaringan dan Sourcing

Sebagai seorang talent acquisition professional, Anda harus memiliki kemampuan untuk mencari dan menarik kandidat berkualitas. Ini melibatkan penggunaan berbagai sumber seperti job boards, media sosial, acara karier, dan jaringan pribadi. Kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat dengan profesional industri, universitas, dan lembaga pendidikan juga penting untuk mendapatkan akses ke bakat potensial. Selain itu, Anda juga perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan alat dan teknologi yang relevan untuk mengidentifikasi dan menjangkau calon karyawan yang potensial.

4. Pemahaman tentang Teknologi Rekrutmen

Dalam dunia rekrutmen yang semakin didukung oleh teknologi, pemahaman tentang alat-alat dan platform rekrutmen merupakan keterampilan penting. Ini termasuk penggunaan aplikasi pelacakan kandidat (ATS) untuk mengelola proses rekrutmen, memanfaatkan platform pencarian bakat yang canggih, dan menggunakan alat analisis data untuk menggali wawasan tentang efektivitas strategi rekrutmen. Kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara efektif akan meningkatkan efisiensi dan keberhasilan dalam talent acquisition.

5. Penilaian Kandidat

Seorang profesional talent acquisition harus memiliki kemampuan untuk mengevaluasi kandidat secara obyektif. Ini melibatkan kemampuan untuk menginterpretasikan pengalaman kerja, kualifikasi, dan keterampilan kandidat dengan benar. Mampu menggunakan metode evaluasi yang tepat, seperti wawancara kompetensi, tes penilaian, dan referensi, juga penting untuk mengidentifikasi calon terbaik. Kemampuan untuk memperkirakan potensi dan kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan juga merupakan keterampilan yang berharga.

6. Keterampilan Negosiasi

Dalam talent acquisition, sering kali diperlukan kemampuan negosiasi dalam hal kompensasi, manfaat, dan kondisi kerja. Seorang profesional talent acquisition yang baik harus dapat bernegosiasi dengan baik dengan kandidat yang terpilih serta memiliki pemahaman tentang praktik industri dan tren kompensasi. Kemampuan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak merupakan keterampilan yang penting dalam talent acquisition.

7. Kemampuan Manajemen Waktu dan Organisasi

Seorang talent acquisition professional seringkali memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dikelola secara bersamaan. Kemampuan manajemen waktu yang baik dan kemampuan untuk mengatur jadwal wawancara, koordinasi dengan kandidat dan tim internal, serta menjaga agar proses rekrutmen berjalan dengan lancar adalah keterampilan yang krusial. Organisasi yang efisien membantu meningkatkan produktivitas dan memastikan tidak ada keterlambatan atau kehilangan kandidat yang berpotensi.

8. Kepatuhan dan Etika Kerja

Sebagai seorang profesional talent acquisition, penting untuk memahami dan mengikuti kebijakan, prosedur, dan praktik yang berkaitan dengan etika rekrutmen. Anda harus memahami hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan persyaratan perusahaan. Etika kerja yang baik melibatkan menghormati kerahasiaan informasi kandidat, menjaga keadilan dan kesetaraan dalam proses seleksi, dan bertindak dengan integritas dalam semua aspek rekrutmen.

Selain keterampilan ini, memiliki kemampuan analitis untuk menginterpretasikan data rekrutmen, kepemimpinan yang efektif dalam berkolaborasi dengan tim dan manajemen, serta kemampuan untuk bekerja secara tim dan beradaptasi dengan perubahan juga akan sangat berharga dalam profesi talent acquisition.

Baca juga: Kenali Pengertian, Tujuan, dan 8 Jenis Aptitude Test Dalam Proses Rekrutmen

Tugas dan peran talent acquisition di perusahaan

Peran dan tugas seorang talent acquisition di perusahaan melibatkan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menarik, merekrut, dan mempekerjakan kandidat yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Berikut ini adalah beberapa peran dan tugas utama seorang talent acquisition:

1. Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kerja

Seorang talent acquisition professional bekerja sama dengan manajemen dan tim internal untuk memahami kebutuhan tenaga kerja jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Mereka akan mengidentifikasi peran yang harus diisi, menentukan kriteria pencarian, dan membuat rencana rekrutmen yang efektif.

2. Pemasaran Pekerjaan

Talent acquisition professional bertanggung jawab untuk menulis deskripsi pekerjaan yang menarik dan menjelaskannya dengan jelas kepada calon karyawan. Mereka menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti job boards, media sosial, dan situs karier perusahaan untuk mempromosikan posisi yang sedang dibuka.

3. Sourcing dan Pencarian Bakat

Salah satu tugas utama seorang talent acquisition professional adalah mencari kandidat potensial yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Mereka menggunakan berbagai metode sourcing seperti pencarian online, acara karier, dan jaringan pribadi untuk menemukan kandidat yang berkualitas. Selain itu, mereka juga dapat memanfaatkan database internal perusahaan atau bekerja sama dengan agen pencarian eksternal.

4. Seleksi dan Wawancara

Setelah mengidentifikasi kandidat potensial, talent acquisition professional akan melakukan proses seleksi yang komprehensif. Mereka akan mengevaluasi resume dan aplikasi, melakukan wawancara yang mendalam, dan mungkin juga mengadakan tes atau latihan khusus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa calon karyawan memiliki kualifikasi, keterampilan, dan kepribadian yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Baca juga: Mengenal Profesi HR Generalist: Pengertian, Tugas, dan Skill yang Harus Dimilikinya

5. Kerjasama dengan Tim Internal

Seorang talent acquisition professional bekerja sama dengan manajer departemen yang membutuhkan rekrutmen untuk memahami persyaratan pekerjaan dengan lebih baik. Mereka berkolaborasi dengan tim internal, seperti tim sumber daya manusia (HR) dan tim operasional, untuk memastikan bahwa kebutuhan pekerjaan dipahami dengan baik dan proses rekrutmen berjalan lancar.

6. Penawaran Kerja dan Negosiasi

Jika seorang kandidat terpilih, talent acquisition professional akan membuat penawaran kerja yang kompetitif. Mereka akan membahas kompensasi, manfaat, kondisi kerja, dan detail lainnya dengan kandidat yang terpilih. Kemampuan negosiasi yang baik diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

7. Pengembangan Relasi dan Branding Pemberi Kerja

Seorang talent acquisition professional juga berperan dalam membangun dan memelihara hubungan dengan sumber bakat potensial. Mereka dapat berpartisipasi dalam acara-acara karier, mengunjungi universitas, dan terlibat dalam komunitas profesional untuk memperluas jaringan mereka. Selain itu, mereka juga dapat berkontribusi dalam upaya branding pemberi kerja untuk memastikan citra perusahaan yang positif di mata kandidat.

8. Analisis Data dan Pelaporan

Talent acquisition professional menggunakan data rekrutmen untuk menganalisis efektivitas strategi rekrutmen. Mereka mengumpulkan dan menganalisis data tentang jumlah pelamar, sumber bakat, kualifikasi, tingkat keberhasilan, dan lainnya untuk mengidentifikasi tren, kesenjangan, dan peluang perbaikan. Informasi ini digunakan untuk membuat laporan dan memberikan wawasan kepada manajemen perusahaan.

Peran dan tugas seorang talent acquisition dapat bervariasi tergantung pada ukuran perusahaan dan industri yang terlibat. Namun, fokus utamanya tetap pada menemukan dan merekrut kandidat berkualitas yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya.

Baca juga: Talent Engagement: Definisi dan Hubungannya dengan Employee Turnover

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email