Begini Konsekuensi Jika Resign Tanpa One Month Notice

By Rizka Maria Merdeka   |  

Setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing perihal resign, namun yang paling umum adalah aturan one month notice. Peraturan one month notice merupakan aturan dasar yang perlu diketahui bagi karyawan yang ingin mengundurkan diri.

Aturan ini mewajibkan karyawan untuk mengajukan surat pengunduran diri atau paling tidak memberitahukan pada pihak-pihak terkait maksimal satu bulan sebelum karyawan tersebut resign. Sebab, ketika ada karyawan yang mengundurkan diri, artinya perusahaan harus mencari pengganti untuk mengisi posisi tersebut.

Selebihnya, artikel kali ini akan mengulas tentang konsekuensi jika karyawan resign tanpa one month notice. Simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Employee Turnover – Sebab Akibat dan Cara Mengendalikannya

Aturan resign menurut Undang-Undang

Ketentuan mengenai pengunduran diri dengan one month notice didukung oleh dasar hukum yang tertera di Undang-Undang. UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang secara teknis juga diatur dalam Peraturan-Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.

Pasal 36 huruf (i) PP 35/2021, menyatakan bahwa pekerja/buruh mengundurkan diri harus berdasarkan atas kemauan sendiri dan harus memenuhi syarat, antara lain sebagai berikut.

  1. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri
  2. Tidak terikat dalam ikatan dinas
  3. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri

Pada dasarnya, tujuan one month notice adalah salah satunya untuk proses rekrutmen dan waktu untuk karyawan bersangkutan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebelum resign.

Oleh sebab itu, ketika ada karyawan yang resign mendadak, perusahaan akan kewalahan karena tidak memiliki cukup waktu untuk mencari penggantinya.

Baca juga: 12 Alasan Karyawan Terkena PHK yang Dilarang Digunakan Berdasarkan Undang-Undang

Konsekuensi resign tanpa one month notice

Berikut adalah beberapa konsekuensi jika karyawan mengundurkan diri tanpa one month notice.

1. Tidak mendapatkan pesangon

Umumnya, uang pesangon dan bonus hanya diberikan jika karyawan berhenti kerja secara formal dan sesuai aturan. Misalnya, karena karyawan sudah memasuki usia pensiun sehingga diberhentikan, atau diberhentikan secara hormat.

Jika seorang karyawan diberhentikan secara tidak hormat atau non-formal karena melakukan kesalahan yang berdampak merugikan perusahaan dan melanggar hukum, maka karyawan kehilangan hak tersebut.

Resign tanpa one month notice dikategorikan pada pelanggaran aturan yang menyebabkan kerugian pada perusahaan, meskipun pengunduran diri tersebut dilakukan oleh karyawan itu sendiri. Resign yang demikian dapat dikatakan tidak formal, sehingga karyawan tersebut tidak berhak memperoleh pesangon.

2. Tidak diberi surat referensi atau paklaring

Hak lain yang dimiliki karyawan, meskipun tidak tercantum di kontrak kerja, adalah surat referensi kerja atau paklaring.

Jika Anda berhenti atau pindah kerja, surat referensi penting sebagai bukti prestasi di perusahaan sebelumnya. Sama halnya seperti tunjangan dan bonus, surat referensi hanya diberikan pada karyawan yang berhenti atau diberhentikan secara hormat dan sesuai prosedur.

3. Catatan buruk untuk CV/resume

Meskipun Anda rahasiakan, HRD akan segera mengetahui bahwa Anda bermasalah saat tidak ada surat referensi dari perusahaan sebelumnya. Kemudian, CV Anda akan ditandai ‘resign tanpa one month notice’ selamanya oleh HRD dan perusahaan. Hal tersebut akan menyulitkan Anda dalam mencari pekerjaan baru.

4. Kehilangan koneksi

Keuntungan lain dari pegawai yang resign sesuai dengan prosedur adalah koneksi. Selain surat referensi, usaha keras Anda selama bekerja di perusahaan didukung oleh testimoni karyawan lain dan atasan.

Selain itu, mereka juga tidak akan segan membantu Anda untuk mencari dan memperoleh pekerjaan baru atau bahkan kembali bekerja di perusahaan tersebut.

Namun, jika Anda resign mendadak, mereka akan memiliki kesan buruk akibat tindakan egois Anda dan enggan merekomendasikan Anda. Lebih buruk lagi, mereka tidak mau lagi terhubung dengan Anda karena Anda dianggap bermasalah.

5. Sanksi hukum

Dikarenakan terdapat banyak kasus karyawan resign secara tiba-tiba, perusahaan mulai membuat aturan baru di kontrak kerja. Salah satunya adalah karyawan tidak diperkenankan untuk resign tanpa one month notice.

Jika Anda tetap melakukannya, Anda bahkan bisa dikenai denda atau dituntut karena melakukan pelanggaran perjanjian yang merugikan perusahaan.

Baca juga: 7 Contoh Surat Pengunduran Diri yang Baik dan Benar

Ajukan cuti lebih praktis tanpa ribet dengan aplikasi GreatDay HR

one month notice gdhr

Pengajuan cuti bagi karyawan di perusahaan dilakukan melalui tahapan-tahapan untuk kemudian mendapatkan izin. Umumnya, pengajuan cuti dilakukan melalui surel atau surat tertulis yang ditujukan kepada bagian personalia atau HR dan pimpinan.

Akibatnya, dokumen atau surel (surat elektronik) pengajuan cuti menumpuk dan pihak yang bertanggung jawab untuk mengelolanya terbatas. Sehingga pengajuan cuti karyawan terkadang banyak yang tertunda atau terlewat.

Pencarian data dan dokumen-dokumen tersebut memakan dapat waktu yang cukup lama jika tidak dikelola dengan baik. Hal tersebut tentunya menjadi kendala tertentu bagi HR dan karyawan yang mengajukan cuti. 

Tapi jangan khawatir, aplikasi mobile GreatDay HR dapat menjadi solusi untuk pekerjaan HR Anda, terutama pengajuan cuti. Dengan fitur Leave/Cuti di GreatDay HR karyawan dapat dengan mudah mengajukan cuti melalui aplikasi mobile tanpa ribet.

Anda juga dapat mengelola dan mengakses data dengan lebih praktis melalui ponsel pintar Anda di mana saja dan kapan saja. Dapatkan kemudahan dalam pengelolaan pengajuan cuti karyawan dengan software HRIS GreatDay HR sekarang juga!

Unduh aplikasinya di AppStore dan PlayStore atau kunjungi laman webnya untuk informasi lebih lengkap, lalu jadwalkan demo!

Baca juga: Penjelasan Tentang Definisi dan Jenis-Jenis Tunjangan Karyawan

Tags :

Related Topics