Jadwalkan Demo

Pahami Pengertian, Jenis-Jenis, Hingga Perbedaan Bisnis Grosir dengan Retail

Rizka Maria Merdeka | May 5, 2023 | Bisnis
by GreatDay HR

Bisnis grosir dan bisnis retail merupakan dua jenis bisnis yang berbeda dalam banyak hal. Bisnis grosir merupakan jenis bisnis yang fokus pada penjualan barang dalam jumlah besar kepada bisnis lain atau pengecer, sedangkan bisnis retail fokus pada penjualan barang dalam jumlah kecil langsung kepada konsumen akhir.

Dalam artikel ini, GreatDay HR akan membahas pengertian bisnis grosir, jenis-jenisnya, dan perbedaannya dengan bisnis retail secara lebih detail. Dengan memahami perbedaan kedua jenis bisnis ini, diharapkan pembaca dapat memilih jenis bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi bisnis yang dimiliki.

Selain itu, pemahaman tentang perbedaan bisnis grosir dan bisnis retail juga dapat membantu dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan keuntungan dalam jangka panjang.

Baca juga: Pengusaha Importir Wajib Tahu! Memahami Konsep Dasar CIF dan Perbedaannya dengan FOB

Apa itu bisnis grosir?

Bisnis grosir adalah bisnis yang menjual barang dalam jumlah besar kepada pedagang atau pihak lain yang kemudian menjualnya kembali kepada konsumen akhir. Bisnis grosir biasanya membeli barang langsung dari pabrik atau distributor dengan harga yang lebih murah daripada harga eceran.

Sementara itu, pedagang grosir adalah perantara yang membeli barang dari bisnis grosir atau pabrik dan menjualnya kembali ke pengecer atau konsumen akhir. Pedagang grosir biasanya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas tentang pasar lokal, sehingga dapat membantu bisnis grosir dalam memasarkan produk mereka ke konsumen.

Pedagang grosir seringkali memiliki hubungan yang erat dengan pelanggan mereka dan dapat memberikan saran tentang jenis produk yang harus dibeli untuk memenuhi kebutuhan pasar. Mereka juga dapat membantu dalam proses pengiriman dan distribusi barang, termasuk penanganan persyaratan pengiriman khusus seperti penanganan barang yang mudah rusak atau berbahaya.

Karena bisnis grosir dan pedagang grosir bekerja sama untuk memasarkan produk, hubungan yang baik dan saling menguntungkan antara keduanya sangat penting untuk kesuksesan bisnis.

Baca juga: Dampak Turnover Karyawan pada Bisnis dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis bisnis grosir

Berikut adalah beberapa jenis bisnis grosir yang umum:

1. Grosir Jenis Umum

Bisnis grosir jenis ini menawarkan berbagai jenis produk umum seperti makanan, minuman, pakaian, peralatan rumah tangga, dan barang-barang elektronik. Biasanya, bisnis grosir jenis ini membeli produk dari berbagai pabrik dan merek untuk menawarkan berbagai pilihan kepada pelanggan mereka.

2. Grosir Spesialis

Bisnis grosir jenis ini fokus pada satu jenis produk atau industri tertentu. Misalnya, ada grosir yang hanya menjual produk-produk olahraga atau grosir yang hanya menjual produk-produk kecantikan. Dengan fokus pada satu jenis produk, bisnis grosir spesialis dapat mengembangkan keahlian dan pengetahuan yang lebih dalam tentang produk mereka.

3. Grosir Barang Dagangan Jadi

Bisnis grosir jenis ini menjual barang dagangan jadi, atau produk yang siap dijual ke konsumen akhir. Produk-produk ini biasanya telah melalui proses produksi dan siap untuk dipasarkan kepada konsumen. Contoh bisnis grosir jenis ini adalah grosir pakaian yang menjual pakaian siap pakai kepada pengecer.

4. Grosir Barang Modal

Bisnis grosir jenis ini menawarkan produk yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis atau industri, seperti mesin, peralatan, dan bahan baku. Biasanya, bisnis grosir barang modal hanya menjual kepada bisnis atau perusahaan dan bukan kepada konsumen akhir.

5. Grosir Barang Baru atau Rekondisi

Bisnis grosir jenis ini menjual produk baru atau rekondisi yang sudah digunakan sebelumnya. Produk yang dijual mungkin berasal dari toko-toko retail yang berhenti beroperasi, produk yang sudah pernah digunakan sebelumnya, atau barang-barang baru yang disimpan terlalu lama di gudang pabrik.

Setiap jenis bisnis grosir memiliki keuntungan dan tantangan yang berbeda. Penting untuk mempertimbangkan faktor seperti modal awal, sumber daya yang tersedia, pasar yang dituju, dan keahlian bisnis sebelum memilih jenis bisnis grosir yang tepat.

Baca juga: Memahami Pentingnya Brand Positioning Bagi Perusahaan: Pengertian dan Jenis Strategi dalam Membangunnya

Perbedaan bisnis grosir dengan retail

Bisnis grosir dan bisnis retail adalah dua jenis bisnis yang berbeda dalam hal model bisnis dan target pasar. Meskipun keduanya berada dalam rantai pasokan yang sama dan berkaitan satu sama lain, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam berbagai aspek. Berikut adalah penjelasan yang lebih panjang dan lengkap mengenai perbedaan bisnis grosir dan bisnis retail:

1. Model Bisnis

Bisnis grosir dan bisnis retail memiliki model bisnis yang berbeda. Bisnis grosir membeli barang dalam jumlah besar dari produsen atau distributor, kemudian menjualnya dalam jumlah besar kepada pengecer atau bisnis lain yang memerlukan stok barang dalam jumlah besar. Sedangkan bisnis retail membeli barang dari grosir atau distributor, kemudian menjualnya dalam jumlah kecil langsung kepada konsumen akhir.

2. Harga

Harga produk yang dijual oleh bisnis grosir biasanya lebih murah daripada bisnis retail. Hal ini karena bisnis grosir membeli produk dalam jumlah besar dan dapat memperoleh diskon yang lebih besar dari produsen atau distributor. Sedangkan bisnis retail membeli produk dalam jumlah kecil dan tidak mendapatkan diskon yang besar. Harga yang lebih murah inilah yang membuat bisnis grosir lebih menarik bagi bisnis lain atau pengecer yang ingin membeli barang dalam jumlah besar.

3. Jumlah Barang

Bisnis grosir biasanya menjual barang dalam jumlah besar kepada pengecer atau bisnis lain, sedangkan bisnis retail menjual barang dalam jumlah kecil langsung kepada konsumen akhir. Oleh karena itu, bisnis grosir memiliki stok barang yang lebih besar dan beragam dibandingkan dengan bisnis retail. Pada umumnya, bisnis grosir memiliki stok barang dalam jumlah besar yang disimpan di gudang atau depo mereka, dan menawarkan berbagai macam produk dalam berbagai ukuran dan varian yang memenuhi kebutuhan bisnis lain atau pengecer.

4. Target Pasar

Bisnis grosir dan bisnis retail memiliki target pasar yang berbeda. Bisnis grosir menjual produknya kepada pengecer atau bisnis lain sebagai target pasar, sedangkan bisnis retail menjual produknya langsung kepada konsumen akhir sebagai target pasar. Oleh karena itu, strategi pemasaran dan penjualan yang digunakan oleh bisnis grosir dan bisnis retail juga berbeda. Bisnis grosir lebih fokus pada menjalin hubungan bisnis dengan bisnis lain atau pengecer, sedangkan bisnis retail lebih fokus pada memperoleh konsumen akhir.

Baca juga: Tertarik Jadi Pengusaha? Kenali Tujuan, Jenis, Hingga Konsep Kewirausahaan

5. Lokasi

Bisnis grosir biasanya berlokasi di daerah industri atau gudang besar yang berjarak jauh dari pusat kota, sedangkan bisnis retail biasanya berlokasi di pusat kota atau area yang mudah diakses oleh konsumen. Lokasi bisnis grosir dipilih berdasarkan pertimbangan aksesibilitas untuk pengiriman dan distribusi barang, sementara lokasi bisnis retail dipilih berdasarkan aksesibilitas untuk konsumen akhir.

6. Kemasan

Produk yang dijual oleh bisnis grosir biasanya dikemas dalam ukuran besar atau kemasan industri, sedangkan produk yang dijual oleh bisnis retail dikemas dalam ukuran kecil dan praktis untuk dibeli oleh konsumen akhir. Kemasan produk yang digunakan oleh bisnis grosir bertujuan untuk memudahkan dalam transportasi dan penyimpanan, serta mengurangi biaya kemasan. Sedangkan kemasan produk yang digunakan oleh bisnis retail lebih menarik dan eye-catching, agar lebih menarik perhatian konsumen dan memudahkan dalam pemilihan produk.

7. Peran dalam Rantai Pasokan

Bisnis grosir dan bisnis retail memiliki peran yang berbeda dalam rantai pasokan. Bisnis grosir merupakan bagian dari bagian upstream, sedangkan bisnis retail merupakan bagian dari bagian downstream dalam rantai pasokan. Bisnis grosir bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan bisnis lain atau pengecer dalam hal stok barang, sementara bisnis retail bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan konsumen akhir dalam hal produk dan layanan.

8. Skala Bisnis

Bisnis grosir umumnya memiliki skala bisnis yang lebih besar daripada bisnis retail. Hal ini dikarenakan bisnis grosir memenuhi kebutuhan banyak bisnis lain atau pengecer yang membutuhkan stok barang dalam jumlah besar. Oleh karena itu, bisnis grosir membutuhkan infrastruktur yang lebih besar dan kompleks untuk menyimpan dan mengelola stok barang yang besar. Sedangkan bisnis retail memiliki skala bisnis yang lebih kecil dan lebih fokus pada memenuhi kebutuhan konsumen akhir dalam jumlah kecil.

Baca juga: Berikut Pengertian dan Cara Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan!

Dalam kesimpulannya, bisnis grosir dan bisnis retail memiliki perbedaan dalam berbagai aspek, seperti model bisnis, harga, jumlah barang, target pasar, lokasi, kemasan, peran dalam rantai pasokan, dan skala bisnis. Perbedaan ini penting untuk dipahami oleh pengusaha atau calon pengusaha yang ingin memulai bisnis di salah satu dari kedua jenis bisnis tersebut. Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis, sebaiknya lakukan riset pasar yang cukup dan pertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi jenis bisnis yang ingin dijalankan.

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email