Penting! Inilah Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Serta Syaratnya!

By Rifqi Renanda   |  

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan kebanggan tersendiri. Sehingga tidak heran jika saat dibuka lowongan kerja untuk menjadi CPNS maka akan banyak orang untuk mendaftar. Hal-hal seperti pangkat dan golongan PNS yang tinggi memiliki nilai pamor tersendiri.

Karena bukan hal baru lagi, jika menjadi pelayan negara, seorang Pegawai negeri mendapatkan berbagai fasilitas dan tunjangan yang diberikan oleh negara maupun pengembangan karir yang baik. Sebutkan saja selain gaji yang tetap, setelah pensiun PNS juga akan memperoleh uang penghargaan dan jaminan masa tua. 

Jika Anda ingin menjadi PNS dan ingin mencari tahu berbagai hal mengenai PNS, maka Anda datang ke artikel yang tepat. Dalam artikel ini, GreatDay HR akan membahas tuntas mengenai serba-serbi pegawai negeri sipil (PNS), dari arti pegawai negeri sipil sebenarnya hingga pangkat dan golongan PNS serta jenjang karirnya.

Simak ulasan berikut ini untuk informasi lebih lengkap mengenai pangkat golongan PNS!

Baca juga: Penjelasan Tentang Definisi dan Jenis-Jenis Tunjangan Karyawan

Apa itu Pegawai Negeri Sipil (PNS)?

Awalnya pokok-pokok kepegawaian dan pengertian PNS telah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1974, namun pada 2014 sudah diperbaharui dalam UU Nomor 5 terkait tentang Aparatur Sipil Negara atau ASN. 

Dalam UU ini dijelaskan jika Aparatur Sipil Negara terbagi dua, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pemerintah telah menetapkan bahwa pengertian PNS terdapat dalam butir 3, berbunyi:

Jika Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat menjadi PNS, merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Baca juga: Lakukan Langkah Ini Saat Menghitung Bonus Karyawan

Kewajiban PNS 

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pegawai negeri sipil (PNS) memiliki beberapa kewajiban yang harus dilakukan.

Berikut adalah beberapa kewajiban PNS: 

  1. Wajib memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  2. Akan diangkat oleh pejabat yang berwenang
  3. Menerima tugas tugas dalam jabatan negeri atau jabatan negara lainnya
  4. Penggajian akan dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Pangkat Golongan PNS

Terdapat empat pangkat golongan CPNS yang dibedakan dengan nama. Keempat golongan PNS berikut adalah:

  1. Golongan I: Juru
  2. Golongan II: Pengatur 
  3. Golongan III: Penata
  4. Golongan IV: Pembina

Dalam struktur birokrasi PNS, Golongan I adalah golongan PNS paling rendah, sedangkan golongan IV adalah golongan tertinggi. Golongan IV ini umum dikatakan menjadi puncak karir seorang PNS.

Golongan-golongan tersebut lalu dibagi lagi menjadi empat golongan ruang kerja— A,B,C, dan D. Contohnya, golongan ruang kerja yang ada di golongan I adalah golongan IA, IB, IC, dan ID. 

Namun, golongan IV menjadi pengecualian. karena terdapat lima golongan. Jadi, golongan IV terdiri dariI VA, IVB, IVC, IVD, dan IVE. Tabel di bawah ini adalah pembagian-pembagian pangkat golongan PNS secara lengkap.

Golongan Nama Pangkat
GOLONGAN I (Juru)  
I A Juru Muda
I B Juru Muda Tingkat 1
I C Juru
I D Juru Tingkat 1
GOLONGAN II (Pengatur)  
II A Pengatur Muda
II B Pengatur Muda Tingkat 1
II C Pengatur
II D Pengatur Tingkat 1
GOLONGAN III (Penata)  
III A Penata Muda
III B Penata Muda Tingkat 1
III C Penata
III D Penata Tingkat 1
GOLONGAN IV (Pembina)  
IV A Pembina
IV B Pembina Tingkat 1
IV C Pembina Utama Muda
IV D Pembina Utama Madya
IV E Pembina Utama

Golongan yang sudah disebutkan di atas biasanya disesuaikan dengan jabatan masing-masing individu, prestasi ataupun masa kerja yang telah ditempuh.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Uang Penghargaan Masa Kerja?

Jenjang Karir PNS

pangkat golongan pns2

 

Jenjang karir PNS sendiri jelas telah diatur dalam peraturan kepegawaian, yang diberikan berupa pelatihan dan pendidikan; promosi jabatan, dan kenaikan pangkat. 

Ketiganya saling berhubungan dan menguntungkan jika sebagai individu yang dipercaya sebagai pegawai negeri dapat mendisiplinkan diri dan menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Kenaikan Pangkat PNS

Mendapat promosi atau kenaikan pangkat dalam pekerjaan merupakan keinginan semua pegawai. Sama halnya dengan karyawan swasta, PNS juga dapat mengajukan untuk kenaikan pangkat. Terdapat tiga jenis kenaikan pangkat yang dapat diajukan oleh PNS, antara lain sebagai berikut.

  1. Kenaikan pangkat reguler
  2. Kenaikan pangkat pilihan jabatan fungsional tertentu
  3. Kenaikan pangkat pilihan jabatan struktural

Baca juga: 9 Jenis Tes Psikologi dalam Proses Rekrutmen Karyawan

Syarat Kenaikan Pangkat PNS

Agar PNS dapat naik pangkat, mereka perlu memenuhi beberapa syarat-syarat wajib. Berikut adalah syarat wajib dari setiap kenaikan pangkat.

1. Kenaikan pangkat reguler

  • Berada di pangkat terakhir selama paling tidak 4 tahun.
  • Fotokopi SK terakhir yang sudah di legalisir.
  • Pencapaian SKP dalam dua tahun terakhir bernilai baik.

2. Kenaikan pangkat pilihan jabatan fungsional tertentu

  • Fotokopi SK terakhir (legalisir).
  • Fotokopi SK jabatan fungsional tertentu yang sudah dilegalisir.
  • Pencapaian SKP dua tahun terakhir bernilai baik.
  • Penilaian angka kredit (PAK)

3. Kenaikan pangkat pilihan jabatan struktural

  • Sudah berada di pangkat terakhir paling tidak selama 4 tahun.
  • Fotokopi SK terakhir dan jabatan yang sudah dilegalisir.
  • Fotokopi SK pelantikan.
  • Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT)
  • Pencapaian SKP selama dua tahun terakhir bernilai baik.

Baca juga: Cara Menghitung THR Karyawan 2022

Tingkat Pendidikan CPNS

Seperti banyak pekerjaan pada umumnya, pendidikan juga berhubungan erat dengan penggolongan di PNS. Misalnya, jika Anda memiliki ijazah SMA, maka saat Anda mau memulai karir sebagai PNS, Anda akan masuk dalam golongan IIA. Anda dapat naik pangkat secara bertahap dalam waktu empat tahun sekali menjadi IIB, IIC, IID hingga golongan III.

Untuk naik pangkat lebih tinggi dari golongan III, Anda dapat kembali sekolah dan mendapatkan ijazah yang lebih tinggi. Ijazah tersebut nantinya dapat Anda ajukan kepada atasan Anda untuk pangkat yang lebih tinggi.

Berikut adalah persyaratan kenaikan setiap golongan PNS dan golongan ruang tertingginya.

 

Ijazah Golongan Ruang Permulaan Golongan Ruang Tertinggi
SD 1/a II/a
SMP I/c II/c
SMP/Kejuruan I/c II/d
SMA, SMA Kejuruan, Diploma I II/a III/b
Diploma II II/b III/b
Sarjana Muda, DIII, Akademi II/c III/c
Sarjana (S1), Diploma IV III/a III/d
Dokter, Apoteker, Magister (S2), Spesialis, Pendidikan Profesi III/b IV/a
Doktor (S3) III/c IV/b

Baca juga: Perlu Tahu! Ini Contoh dan Fungsi Surat Keterangan Penghasilan

Gaji PNS Berdasarkan Pangkat dan Golongan

Setelah mengetahui tingkat pendidikan dari setiap golongan PNS, selanjutnya kami akan membahas tentang penghasilan atau gaji dari seorang PNS.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Peraturan Gaji PNS, gaji PNS sesuai dengan golongan dan lama kerja, atau yang biasa dikenal dengan masa kerja golongan (MKG). 

Agar Anda dapat memahami dengan lebih jelas, berikut adalah daftar gaji PNS terbaru dari masa kerja kurang dari 1 tahun hingga maksimal 27 tahun.

Golongan Kisaran Gaji
I/a Rp1.560.800 – Rp2.335.800
I/b Rp1.704.500 – Rp2.472.900
I/c Rp1.776.600 – Rp2.577.500 
I/d Rp1.851.800 – Rp2.686.500
II/a Rp2.022.200 – Rp3.373.600
II/b Rp.2.208.400 – Rp3.516.300
II/c Rp2.301.800 – Rp3.665.000
II/d Rp2.399.200 – Rp3.820.000
III/a Rp2.579.400 – Rp4.236.400
III/b Rp2.688.500 – Rp4.415.600
III/c Rp2.802.300 – Rp4.602.600
III/d Rp2.920.800 – Rp4.797.000
IV/a Rp3.044.300 – Rp5.000.000
IV/b Rp3.173.100 – Rp5.211.500
IV/c Rp3.307.300 – Rp5.431.900
IV/d Rp3.447.200 – Rp5.661.700
IV/e Rp3.593.100 – Rp5.901.200

Seperti yang disebutkan sebelumnya, perhitungan kisaran gaji diatas berdasarkan masa kerja golongan atau MKG. Contohnya, kisaran gaji golongan IV/d adalah Rp3.447.200 – Rp5.661.700. Ini berarti bahwa gaji golongan IV/d pada MKG 0 tahun adalah sebesar Rp3.447.200 sedangkan pada MKG 27 tahun gajinya mengalami peningkatan hingga sebesar Rp5.661.700.

Peningkatan gaji ini diharapkan untuk memotivasi para PNS untuk dapat mengerjakan tugasnya dengan lebih baik lagi dan mempertahankan profesionalitas. Jika para PNS berhasil melakukan hal tersebut maka kesejahteraan juga dapat meningkat.

Baca juga: HSE: Pengertian, Penerapan, dan Peran HRD

Tunjangan PNS

pangkat golongan pns1

 

Salah satu daya tarik banyak orang untuk menjadi PNS adalah banyaknya tunjangan yang didapat. Tunjangan ini berbeda-beda dan disesuaikan dengan masa kerja, instansi, dan jabatan yang sedang mereka pegang, baik secara struktural dan fungsional.

Berikut adalah beberapa tunjangan yang dapat Anda peroleh jika Anda menjadi PNS.

1. Tunjangan Kinerja

Tunjangan kinerja adalah tunjangan paling besar yang dapat Anda terima dan bergantung pangkat golongan dan instansi, maupun di pusat atau daerah. 

Tunjangan kinerja tertinggi saat ini diterima oleh PNS yang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementrian Keuangan. Tunjangan tersebut diatur dalam Perpres Nomor 32 Tahun 2015.

2. Tunjangan Jabatan

Tunjangan jabatan hanya akan didapatkan oleh PNS yang menjabat di posisi eselon. Eselon adalah jabatan struktural yang diberikan kepada PNS jika mereka telah memenuhi berbagai syaratnya dan PNS tersebut nantinyaakan dimasukan kedalam eselon  I, II, III, atau IV.‍

3. Tunjangan Suami/Istri

Tunjangan suami/istri diatur dalam PP Nomor 7 Tahun 1977 dan tiap PNS yang memiliki suami atau istri berhak menerima tunjangan sebesar 5 persen dari gaji pokok. 

Namun, jika suami dan istri bekerja sebagai PNS, maka tunjangan hanya diberikan kepada yang memiliki gaji yang lebih tinggi. Dalam kata lain, hanya salah satu yang akan menerima tunjangan suami/istri tersebut.

4. Tunjangan Anak

Berbeda dengan tunjangan suami/istri yang memberikan tunjangan sebesar 5 persen dari gaji pokok, besaran tunjangan anak adalah 2 persen dari gaji pokok.

Terdapat beberapa syarat untuk mendapatkan tunjangan anak, yaitu:

  • Umur anak dibawah 18 tahun
  • Belum pernah kawin
  • Tidak memiliki penghasilan sendiri
  • Tanggungan PNS

5. Tunjangan Makan

PNS juga diberikan tunjangan makan dimana jumlah tunjangan yang diberikan tergantung dari golongan mereka. Berikut adalah besaran uang makan PNS yang diberikan yang sesuai dengan golongan: 

  • Golongan I: Rp 35.000 per hari
  • Golongan II: Rp 35.000 per hari
  • Golongan III: Rp 37.000 per hari 
  • Golongan IV: Rp 41.000 per hari

Besaran tunjangan makan yang telah disebutkan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 32/PMK.02/2018 mengenai Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2019 yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan pada tanggal 29 Maret 2018 lalu.

6. Perjalanan Dinas

Umum diketahui bahwa PNS kerap melakukan perjalanan dinas, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Untuk mendukung perjalanan dinas tersebut, maka mereka akan diberikan uang saku melalui Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

Baca juga: Pelajari Pengertian dan Cara Meningkatkan Kemampuan Leadership

GreatDay HR, aplikasi HRIS yang mempermudah proses penggajian karyawan

pangkat golongan pns3

Melakukan pengelolaan proses penggajian karyawan merupakan salah satu tanggung jawab pekerjaan HR di perusahaan. Data kehadiran, pajak, bonus, dan potongan-potongan merupakan elemen-elemen yang ada di dalam penggajian yang pengelolaannya cukup menguras tenaga dan waktu jika dilakukan manual. Terlebih lagi dalam hal penghitungan pajak yang cukup rumit karena peraturan dan kebijakannya yang sering mengalami pembaharuan.

Selain itu, payroll atau penggajian harus dilakukan dengan akurat dan presisi. Hal tersebutlah yang terkadang membuat pengelolaan penggajian memakan waktu lama, bahkan berhari-hari. Data-data absensi yang harus disortir, potongan-potongan, kebijakan pajak yang berlaku, dan data lain yang harus diolah dalam penghitungan penggajian terkadang membuat HR harus lembur.

Padahal masih banyak pekerjaan HR lain yang juga harus diselesaikan. Pasalnya, karyawan di perusahaan harus memperoleh gaji atau salary sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, sehingga proses penggajian biasanya dijadikan prioritas oleh HR. Untuk mengatasi kendala dan meringankan tugas HR terutama dalam pengelolaan gaji karyawan dan penghitungan pajak, GreatDay HR hadir dengan fitur-fitur canggih dalam satu aplikasi HRIS yang ramah lingkungan.

Tinggalkan pengerjaan penggajian secara manual yang memakan waktu lama. Melalui aplikasi GreatDay HR, proses penggajian dan pajak dilakukan secara otomatis sehingga dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Selain itu, Anda tidak perlu ribet menghitung absensi secara terpisah karena seluruhnya telah terintegrasi dengan payroll.

Lakukan penghitungan gaji, pajak, dan pekerjaan HR lainnya melalui satu aplikasi HRIS saja di ponsel pintar Anda. Anda juga dapat mengakses seluruh data yang berkaitan dengan HR lebih praktis di mana saja dan kapan saja. Segera unduh aplikasinya di AppStore dan PlayStore melalui ponsel pintar Anda atau kunjungi laman greatdayhr.com/id-id/ dan dapatkan demonya secara gratis!

Baca juga: Mengenal UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan 

Tags : PNS

Related Topics