Profesi Akuntan: Pengertian, Jenis, Hingga Tugas dan Tanggung Jawabnya

By Nabila Choirunnisa   |  

Setiap perusahaan memiliki paling tidak satu seorang akuntan. Akuntan mempunyai peranan yang besar dalam sebuah perusahaan. Seorang akuntan akan berkaitan langsung dengan keuangan perusahaan.

Apabila terdapat sebuah kesalahan dalam pencatatan keuangan, perusahaan bisa saja mengalami kerugian yang besar. Untuk itu seorang akuntan diharuskan memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas serta keahlian tertentu dalam mencatat keuangan perusahaan.

Namun, permasalahan yang seringkali terjadi ialah adanya tumpang tindih beban pekerjaan seorang akuntan. Salah satunya adalah ketidakjelasan jobdesk yang dibebankan oleh perusahaan terhadap akuntansi.

Oleh karena itu, berikut penjelasan terkait pengertian hingga tugas dan tanggung jawab seorang akuntan!

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Perbedaan Biaya dan Beban Dalam Akuntansi

Pengertian Akuntan

Akuntan atau accounting berasal dari kata serapan bahasa Inggris account yang berarti menghitung atau penghitungan. Maka secara harfiah, akuntan adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam pencatatan dan penghitungan keuangan perusahaan/lembaga.

Semua transaksi pemasukan dan pengeluaran perusahaan harus diverifikasi penggunaannya oleh akuntan agar menghindari dampak yang dapat merugikan perusahaan. Bentuk pencatatan dan perekapan keuangan perusahaan disimpan dalam sebuah laporan keuangan yang dibuat secara runut dan teliti.

Dalam pembuatan laporan keuangan, seorang akuntan diharapkan teliti dalam mengakumulasi keuangan perusahaan agar tidak terjadi salah hitung yang dapat memberikan kerugian pada perusahaan.

Di Indonesia, terdapat sebuah organisasi yang menaungi para akuntan-akuntan Indonesia yang bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). IAI yang didirikan pada tahun 1957 ini bertujuan untuk membimbing para akuntan indonesia untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.

Jenis-Jenis Akuntan

Setelah memahami pengertiannya, akuntan dibagi menjadi 6 jenis, yaitu:

A. Publik

Akuntan publik adalah seorang akuntan yang bekerja untuk siapa saja dan memiliki firma tersendiri. Akuntan jenis ini biasanya merupakan bisnis swasta yang menawarkan jasa pemeriksaan laporan keuangan, penyusunan sistem akuntansi, dan jasa independen lainnya.

B. Pemerintah

Akuntan pemerintah merupakan akuntan yang bekerja dibawah naungan pemerintah. Biasanya akuntan pemerintah ini bekerja pada perusahaan pemerintah seperti Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

C. Pendidik

Seorang akuntan yang mengajar dan menyusun kurikulum akuntansi di sebuah sekolah maupun perguruan tinggi disebut dengan akuntan pendidik. Akuntan pendidik juga biasanya melakukan beberapa penelitian terkait pengembangan ilmu akuntansi yang dapat digunakan oleh para calon akuntan.

D. Internal

Akuntan internal adalah seorang akuntan yang bekerja pada sebuah perusahaan. Akuntan internal biasanya bertanggung jawab terhadap laporan keuangan perusahaan hingga penyusunan anggaran perusahaan.

E. Syariah

Untuk jenis akuntan yang satu ini merupakan hal yang baru di Indonesia. Seorang akuntan syariah biasanya bekerja pada perusahaan yang berpatokan dengan hukum syariah islam, standar akuntansi syariah, serta keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: Akuntansi Biaya dan Mengapa Perusahaan Anda Membutuhkannya

F. Pajak

Salah satu yang mulai diterapkan oleh sebagian perusahaan di Indonesia adalah akuntan pajak. Akuntan pajak bertanggung jawab atas pencatatan pembukuan pajak dan keuangan yang akan dilaporkan pada Direktorat Jenderal Pajak.

Tugas dan Tanggung Jawab Akuntan

Bagi kalian yang ingin bekerja sebagai seorang akuntan, tentu saja harus mengetahui beberapa tugas dan tanggung jawab seorang akuntan, berikut penjelasannya!

  • Mengelola dan menyusun laporan keuangan, catatan/nota/faktur, serta akun.
  • Melakukan proses tagihan dan penagihan, seperti sewa, pajak, dan pendapatan.
  • Mengelola dan mencatat setiap transaksi keuangan ke dalam buku besar.
  • Memelihara dan memperbaiki catatan dan file yang berkaitan dengan keuangan perusahaan.
  • Membuat laporan keuangan dan menganalisis anggaran yang bertujuan untuk mencegah pengeluaran yang banyak
  • Menghitung dan membuat laporan keuangan pajak sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku.
  • Menganalisis transaksi dengan stakeholder.
  • Melakukan tutup buku akhir bulan dan akhir tahun.
  • Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dalam audit laporan keuangan.
  • Bertanggung jawab kepada manajer akuntansi dan melaporkan apa yang dikerjakan kepada manajer.

Keahlian Yang Harus Dimiliki Seorang Akuntan

Karena akuntan berkaitan langsung dengan keuangan perusahaan, maka diperlukan keahlian tertentu dalam menangani pekerjaan tersebut. Pertama, seorang akuntan diharuskan memiliki kemampuan dasar matematika.

Dengan menghitung pengeluaran dan pemasukan perusahaan, mereka harus berhadapan dengan angka. Kedua, seorang akuntan juga harus memiliki keahlian literatur, seperti membaca, menulis, dan mendengar.

Ketiga, seorang akuntan juga harus memiliki beberapa technical skill atau teknologi dan perkembangannya yang berkaitan dengan dunia akuntansi. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pekerjaan akuntan dalam penggunaan teknologi di zaman modern seperti saat ini.

Sedangkan dari segi soft skills, seorang akuntan diharapkan memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, jujur, dan teliti. Disamping itu, seorang akuntan juga diharapkan memiliki kemampuan problem solving.

Kemampuan problem solving merupakan keahlian yang penting bagi seorang akuntan. Hal tersebut dapat digunakan ketika seorang akuntan dihadapkan pada sejumlah permasalahan numerik yang harus diselesaikan secara logika.

Gaji Akuntan di Berbagai Perusahaan di Indonesia

Profesi seorang akuntan akan memberikan prospek kerja yang baik dengan gaji yang tinggi. Namun hal tersebut tergantung dari kualifikasi dan keahlian yang anda miliki.

Seorang akuntan memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar, oleh karena itu tak heran jika mereka mendapat gaji yang juga cukup tinggi. Gaji seorang accounting di awal masa karirnya dapat mencapai Rp 3.000.000 – Rp 4.500.000.

Baca Juga: Keuntungan Menggunakan Software Payroll Indonesia Bagi Sebuah Perusahaan

Selain keahlian dan kualifikasi, beberapa faktor eksternal lainnya juga dapat memengaruhi besaran gaji seorang akuntan. Hal tersebut dapat dilihat dari lokasi kantor, status kantor, skala perusahaan, dan juga durasi kerja.

Kesimpulan

Menjadi akuntan, seseorang diharuskan memiliki keahlian tertentu yang dapat mengelola keuangan yang masuk dan keluar termasuk gaji karyawan. Seorang akuntan juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar karena berkaitan langsung dengan finansial perusahaan.

Dengan demikian, prospek kerja dan gaji seorang akuntan juga cukup tinggi. Selain itu, dalam mengelola keuangan perusahaan dan juga gaji karyawan, akuntan diharapkan memiliki sifat ramah, jujur, dan teliti.

Apabila akuntan menghitung keuangan perusahaan dan gaji karyawannya dengan tidak teliti, maka dapat memberikan dampak yang dapat merugikan perusahaan. Oleh karena itu GreatDay HR hadir dengan fitur canggih payroll yang mampu menjadi solusi bagi para HR dalam mengelola SDM perusahaan.

GreatDay HR adalah solusi bagi para HR dalam mengontrol daftar hadir, mengelola administrasi, penghitungan gaji & pajak, penghitungan tunjangan, dan masih banyak lagi di dalam satu aplikasi terintegrasi. Semua proses dan data administrasi yang dibutuhkan dan dilakukan di GreatDay HR akan tersimpan secara otomatis.

Adapun fitur penghitungan gaji dan pajak dilakukan menggunakan penghitungan payroll yang dilakukan secara akurat. Jadi, kalian tidak perlu khawatir terjadi salah hitung dalam proses penghitungan gaji dan pajak melalui GreatDay HR. 

Nah tunggu apalagi? Hubungi kami untuk mendapatkan demo GreatDay HR secara gratis dan rasakan kesempatan mengatur tugas HRD kalian di aplikasi GreatDay HR.

Tags : akuntan, Aplikasi Payroll

Related Topics