Apa Itu Budaya Kerja? Berikut Pengertian dan Jenis Budaya Kerja yang Perlu Diketahui

By Rizka Maria Merdeka   |  

Budaya kerja merupakan salah satu hal yang menjadi pembeda atau ciri khas antara perusahaan satu dan perusahaan lainnya. Bahkan, banyak orang yang tertarik dan melamar kerja ke suatu perusahaan karena budaya kerja yang diterapkan. Semakin baik budaya kerja suatu perusahaan, semakin produktif karyawannya.

Budaya kerja juga berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan. Meskipun demikian, membangun budaya kerja di perusahaan tidak bisa dilakukan secara serampangan dan instan. Perlu ada pembiasaan intens di dalamnya sehingga budaya tersebut terbentuk.

Selain itu, budaya kerja juga menjadi acuan bagi karyawan yang bekerja di dalamnya, dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Jadi, sebelum melamar kerja, cari tahu dulu budaya kerja di perusahaan tujuan. Jangan sampai menyesal nantinya.

Artikel kali ini akan membahas tentang pengertian dan jenis-jenis budaya kerja yang perlu diketahui, terutama bagi para pencari kerja. Yuk, simak pembahasan lengkapnya untuk ketahui lebih banyak!

Baca juga: Penting! 4 Jenis Budaya Kerja yang Dapat Mempengaruhi Perusahannya

Pengertian budaya kerja menurut para ahli

Budaya kerja adalah kombinasi sikap, keyakinan, dan perilaku yang membentuk suasana yang mengakar dalam suatu lingkungan kerja. Budaya di tempat kerja yang sehat akan menyelaraskan perilaku karyawan dan kebijakan perusahaan dengan apa yang menjadi tujuan perusahaan secara keseluruhan, tanpa menyampingkan kesejahteraan setiap individu yang berada di dalamnya.

Pengertian budaya kerja lainnya yakni, budaya hipotesis, nilai dan norma yang diterapkan berulang kali oleh karyawan atau budaya yang dikembangkan dalam organisasi, yang tercermin dalam sikap terhadap perilaku, keyakinan, cita-cita, pendapat, di mana budaya tersebut tercermin.

Temukan informasi & Tips HR Terkini dengan Subscribe Blog GreatDay HR

Selain itu, terdapat juga pengertian budaya kerja berdasarkan para ahli/tokoh. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Nawawi (2003), budaya kerja adalah kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh pegawai dalam suatu organisasi, pelanggaran terhadap kebiasaan ini memang tidak ada sanksi tegas, namun dari pelaku organisasi secara moral telah menyepakati bahwa kebiasaan tersebut merupakan kebiasaan yang harus ditaati dalam rangka pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai tujuan.
  2. Triguno (2003), budaya kerja adalah suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi, kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja.
    • Ndraha (2004), budaya kerja merupakan sekelompok pikiran dasar atau program mental yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kerja sama manusia yang dimiliki oleh suatu golongan masyarakat.
    • Mangkunegara (2005), budaya kerja adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal.
    • Hartanto (2009), budaya kerja adalah perwujudan dari kehidupan yang dijumpai di tempat kerja. Budaya kerja adalah suatu sistem makna yang terkait dengan kerja, pekerjaan, interaksi kerja, yang disepakati bersama, dan digunakan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

    Baca juga: Kenali Penyebab dan Dampak Hustle Culture, Budaya Gila Kerja yang Berbahaya

    Jenis-jenis budaya kerja

    Setelah memahami pengertian budaya kerja secara keseluruhan dan menurut para ahli, Anda juga wajib mengetahui jenis budaya kerja apa saja yang ada di dunia kerja. Namun secara garis besar, terdapat empat jenis budaya kerja yang diterapkan di perusahaan-perusahaan di dunia. Keempat jenis budaya kerja tersebut antara lain sebagai berikut.

    Adhocracy culture 

    Budaya adhokrasi berakar pada inovasi. Budaya ini sangat cocok pada industri 4.0 karena perusahaan-perusahaan ini akan saling berlomba untuk membuat inovasi dan perbaikan struktur hidup manusia di masa depan. Untuk melakukannya, perusahaan ini perlu mengambil risiko. Budaya adhocracy menghargai individualitas dalam arti bahwa karyawan didorong untuk berpikir kreatif dan membawa ide-ide mereka sebagai inovasi baru perusahaan. Adhocracy culture cocok untuk berbagai perusahaan startup sampai dengan level unicorn.

    Clan culture 

    Clan culture memiliki penekanan yang kuat pada budaya kolaborasi. Setiap karyawan memiliki kesamaan dan melihat diri mereka adalah bagian dari satu keluarga besar yang dinamis, aktif dan saling terkait satu sama lain. Kepemimpinan menggunakan bentuk mentorship, dan organisasi terikat oleh komitmen serta tradisi. Nilai-nilai utama berakar pada kerjasama tim, komunikasi dan konsensus. Budaya klan ini cocok untuk perusahaan dengan pegawai tidak lebih dari lima puluh orang

    Hierarchy culture 

    Budaya ini dibangun di atas struktur dan kontrol yang bersifat dari atas ke bawah. Lingkungan kerjanya cenderung kaku, formal, dengan prosedur kelembagaan yang ketat sebagai pedoman. Kepemimpinan didasarkan pada koordinasi dan pemantauan yang terorganisir oleh atasan, dengan budaya yang menekankan efisiensi dan hal-hal yang cenderung repetisi. Contohnya adalah budaya yang diterapkan pada bidang militer.

    Market culture 

    Market culture dibangun di atas dinamika persaingan serta trend yang terjadi pada masa kini. Fokusnya berorientasi pada penempatan di papan teratas penjualan, dengan pemimpin yang tangguh dan mengharapkan hasil yang selalu baik. Tipe perusahaan seperti ini memiliki tujuan utama untuk menjadi perusahaan nomor satu di bidangnya. Penggerak nilai utama adalah pangsa pasar dan profit yang tinggi. Market culture ini cocok untuk jenis perusahaan multinasional dengan ribuan pekerja yang tersebar di berbagai negara bahkan benua. 

    Baca juga: WFA: Tren Bekerja yang Akan Menggantikan WFH Pasca Pandemi

    Produktivitas karyawan saat WFA dan WFH tetap terkontrol dengan aplikasi GreatDay HR

    pengertian budaya kerja gdhr

    Sebagaimana diketahui, bahwa budaya kerja di setiap perusahaan pasti berbeda-beda. Selain budaya kerja, sistem kerja di perusahaan juga berbeda. Semuanya sah-sah saja, asalkan produktivitas karyawan tetap terjaga dan termonitor dengan baik.

    Namun nyatanya, mengawasi kinerja karyawan tidaklah mudah. Apalagi jika perusahaan menerapkan sistem kerja WFH, WFA, dan Hybrid working di mana karyawan tidak selalu berada di kantor. Itu tentu akan semakin menyulitkan HR dan atasan untuk mengawasi kinerja dan produktivitas karyawannya selama jam kerja.

    Jangan khawatir! GreatDay HR hadir sebagai aplikasi HRIS terbaik dengan fitur Activity Recording yang dapat memudahkan pekerjaan HR di perusahaan, khususnya dalam mengawasi produktivitas dan kegiatan kerja karyawan. Dijamin cocok dengan budaya kerja dan sistem kerja jenis apa pun!

    Dengan Activity Recording, Anda dapat mengawasi produktivitas karyawan bahkan saat bekerja jarak jauh. Karyawan tidak perlu melaporkan setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukannya secara melalui pesan singkat lagi. Mereka hanya tinggal memotret pekerjaan yang dilakukan selama jam kerja dan deskripsi tentang pekerjaan mereka. Jadi, HR dan atasan dapat memonitor pekerjaan apa saja yang dikerjakan oleh karyawan.

    Dapatkan kemudahan memonitor kinerja karyawan dengan segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR! Kunjungi websitenya dan jadwalkan demo! Gratis!

    Baca juga: Ingin Kerja di Negara Lain? Ketahui Tips Cara Kerja di Luar Negeri Berikut Ini!

    Tags :

    Related Topics