Jadwalkan Demo

Apa yang Dimaksud dengan Competency Mapping? Ini Penjelasannya!

Rizka Maria Merdeka | December 6, 2023 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Pengelolaan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan bagi setiap perusahaan di era perkembangan bisnis ini. Salah satu pendekatan strategis yang semakin mendapatkan perhatian adalah competency mapping. Dari pengertian dasarnya, competency mapping melibatkan identifikasi, pengukuran, dan pengembangan keterampilan serta kompetensi karyawan.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang competency mapping, mulai dari pengertian dan manfaat yang dapat diperoleh oleh perusahaan. Selain itu, artikel ini juga akan membahas tentang tahap atau proses penerapan competency mapping di perusahaan.

Baca juga: Manajemen Kompetensi: Pengertian dan Pentingnya Bagi Perusahaan

Pengertian competency mapping

Competency mapping adalah proses identifikasi, pengukuran, dan pengembangan keterampilan dan kompetensi yang diperlukan oleh individu atau kelompok dalam suatu perusahaan. Tujuan utama dari competency mapping adalah untuk mencocokkan keahlian dan kualifikasi individu dengan tuntutan pekerjaan atau peran tertentu dalam suatu perusahaan. Hal ini membantu perusahaan untuk lebih efektif mengelola sumber daya manusia, merencanakan pengembangan karyawan, dan mencapai tujuan bisnis.

Proses ini dapat membantu perusahaan untuk lebih baik dalam perekrutan, pelatihan, penilaian kinerja, dan pengembangan karir karyawan. Competency mapping ini juga membantu memastikan bahwa perusahaan memiliki sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnisnya.

Baca juga: HR Wajib Tahu! Ini Pengertian dan Jenis Core Competency yang Harus Dimiliki HR

Manfaat competency mapping

Competency mapping memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penerapan competency mapping:

1. Pemahaman Keterampilan dan Kekuatan Karyawan

Competency mapping membantu perusahaan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang keterampilan, pengetahuan, dan kekuatan individu di dalam tim.

2. Penempatan yang Efektif

Dengan mengetahui kompetensi karyawan, perusahaan dapat menempatkan mereka di posisi yang paling sesuai dengan keahlian dan minat mereka, meningkatkan efisiensi dan kinerja secara keseluruhan.

3. Perekrutan yang Tepat Sasaran

Membantu dalam proses rekrutmen dengan memberikan panduan tentang kompetensi yang diperlukan untuk sukses dalam peran tertentu, sehingga perusahaan dapat memilih kandidat yang paling cocok.

4. Pengembangan Karyawan

Melalui competency mapping, perusahaan dapat merancang program pengembangan yang sesuai untuk meningkatkan kompetensi karyawan dan mendukung perkembangan karir mereka.

5. Penilaian Kinerja yang Objektif

Memberikan kerangka kerja yang jelas untuk mengevaluasi kinerja karyawan berdasarkan kompetensi yang relevan, mengurangi subjektivitas dan meningkatkan objektivitas dalam proses penilaian.

6. Perencanaan Penggantian dan Suksesi

Perusahaan dapat mengidentifikasi bakat dan potensi kepemimpinan untuk peran kunci di masa depan, memungkinkan perencanaan suksesi yang lebih baik.

7. Motivasi dan Keterlibatan Karyawan

Mengetahui bahwa perusahaan mengakui dan menghargai kompetensi mereka dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan, karena mereka merasa diakui dan diberdayakan.

8. Fleksibilitas dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Memungkinkan perusahaan untuk lebih fleksibel dalam mengelola sumber daya manusia, dengan memahami sejauh mana karyawan dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan baru.

9. Pengembangan Budaya perusahaan

Membantu dalam membentuk dan memperkuat budaya perusahaan yang fokus pada pembelajaran, pertumbuhan, dan pengembangan berkelanjutan.

10. Peningkatan Produktivitas dan Kinerja

Dengan menempatkan karyawan sesuai dengan kompetensi dan memberikan pengembangan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja keseluruhan.

11. Penyesuaian dengan Perubahan Lingkungan Bisnis

Memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis dengan mengidentifikasi dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan.

12. Pemahaman yang Lebih Baik tentang Kebutuhan Pelatihan

Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang spesifik berdasarkan kesenjangan kompetensi, sehingga pelatihan dapat disusun secara lebih efektif dan efisien.

Dengan manfaat-manfaat ini, competency mapping tidak hanya menjadi alat strategis untuk pengelolaan sumber daya manusia, tetapi juga merupakan kontributor utama dalam menciptakan perusahaan yang adaptif, inovatif, dan berkinerja tinggi.

Baca juga: Pengertian dan Manfaat Sertifikat Kompetensi

Proses competency mapping

Proses competency mapping melibatkan serangkaian langkah yang sistematis untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola kompetensi karyawan dalam suatu perusahaan. Berikut adalah tahapan umum dalam proses competency mapping:

1. Identifikasi Kompetensi Utama

Pada tahap awal, perusahaan mengidentifikasi kompetensi utama yang dianggap kritis untuk berhasil dalam berbagai peran. Sebagai contoh, untuk peran manajerial, kompetensi seperti kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan manajemen konflik mungkin dianggap krusial.

2. Pengembangan Model Kompetensi

Sebuah model kompetensi dibangun berdasarkan kompetensi yang diidentifikasi. Misalnya, model tersebut dapat mencakup kompetensi teknis seperti keahlian dalam penggunaan perangkat lunak tertentu dan kompetensi perilaku seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.

3. Pengukuran dan Penilaian Kompetensi Karyawan

Karyawan dinilai melalui berbagai metode, seperti wawancara atau penilaian kinerja. Seorang manajer mungkin dinilai atas kemampuannya dalam memimpin tim dan menyelesaikan proyek.

4. Pencocokan dan Analisis Kesesuaian

Hasil penilaian karyawan dicocokkan dengan model kompetensi. Jika seorang karyawan memiliki keahlian teknis yang tinggi tetapi mungkin memiliki kesenjangan dalam kemampuan kepemimpinan, hal ini dicatat untuk diatasi.

Baca juga: Penting Bagi HR! Ini Pengertian dan Manfaat Program CHRP

5. Pengembangan Rencana Pengembangan

Sebuah rencana pengembangan disusun untuk membantu karyawan mengisi kesenjangan kompetensi. Mungkin mencakup pelatihan kepemimpinan, mentoring, atau proyek khusus.

6. Implementasi Pengembangan

Karyawan terlibat dalam program pengembangan mereka, mungkin dengan menghadiri pelatihan, bekerja sama dengan mentor, atau mengambil bagian dalam proyek khusus yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan tertentu.

7. Pengukuran Kemajuan

Kemajuan karyawan diukur secara berkala. Sebuah sistem pemantauan dapat mencakup evaluasi kinerja rutin dan umpan balik dari mentor atau atasan.

8. Revisi dan Pembaruan

Model kompetensi dan rencana pengembangan diperbarui sesuai kebutuhan. Misalnya, jika teknologi baru muncul, kompetensi baru mungkin ditambahkan dan program pengembangan yang relevan dapat diperkenalkan.

Proses ini berfungsi sebagai alat dinamis yang membantu perusahaan dalam mengelola dan mengembangkan potensi karyawan mereka, sehingga meningkatkan kesesuaian antara keterampilan karyawan dan kebutuhan perusahaan.

Baca juga: Kompetensi: Pengertian, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email