Serba-Serbi Bisnis Retail: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

By Rizka Maria Merdeka   |  

Di era kemajuan teknologi dan perkembangan perekonomian saat ini, bisnis retail adalah salah satu jenis bisnis dan pemasaran yang tengah populer di kalangan pengusaha. Bahkan, bisnis ini dinilai sebagai bisnis paling menjanjikan dan berpotensi mendatangkan keuntungan besar.

Melihat fakta tersebut, tidak sedikit pengusaha tertarik mencoba menjalankan bisnis retail. Bagi Anda yang berminat untuk memulai bisnis retail, artikel GreatDay HR kali ini akan memberikan beberapa informasi penting mengenai pengertian, karakteristik, hingga contoh-contoh bisnis retail yang ada di Indonesia.

Mari simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!

Baca juga: 20 Ide Bisnis di Tahun 2022 yang Menghasilkan Banyak Uang

Pengertian bisnis retail

Jika didefinisikan secara umum, arti dari retail adalah sebuah penjualan produk atau jasa dari sebuah bisnis kepada konsumen untuk dapat digunakan atau dikonsumsi oleh mereka sendiri. Dengan begitu, bisnis retail adalah sebuah upaya pemasaran barang atau jasa yang dilakukan secara eceran atau satuan langsung kepada para konsumen untuk keperluan pribadi mereka maupun rumah tangga.

Dalam bisnis retail, pembelian yang mereka lakukan bukan untuk dijual kembali. Bisnis retail ini juga sering disebut sebagai pengecer atau penjual eceran. Di mana jumlah barang yang dijual biasanya dalam jumlah yang kecil atau satuan. Sehingga jika suatu pabrik menjual produk barangnya dalam jumlah yang besar kepada pemilik bisnis lainnya.

Temukan informasi & Tips HR Terkini dengan Subscribe Blog GreatDay HR

Maka kondisi tersebut tidak termasuk ke dalam kegiatan penjualan retail. Dalam proses pelaksanaannya, setiap pemilik usaha retail akan membeli produk atau jasa dalam jumlah yang banyak dari produsen yang kemudian bisa dijual kembali kepada para konsumen secara langsung dalam bentuk satuan yang lebih sedikit.

Kelebihan bisnis retail adalah kegiatan perdagangan terkait penjualan barang secara langsung kepada konsumen terakhir. Selain itu, sistem kerja yang biasa digunakan pada bisnis retail adalah menghubungkan produsen utama (grosir besar) dengan konsumen yang melakukan pembelian barang dalam jumlah kecil maupun bentuk satuan.

Baca juga: Dampak Negatif Kenaikan Harga BBM Terhadap Bisnis di Indonesia

Karakteristik bisnis retail

Setelah memahami pengertian bisnis retail, berikutnya pahami tentang karakteristik bisnis retail secara utuh. Berikut ini beberapa karakteristik retail yang perlu diketahui sebelum memulai bisnis. Karakteristik ini bisa dijadikan acuan ketika Anda ingin melakukan perubahan atau penyesuaian demi keberlangsungan bisnis Anda.

1. Menjual barang dalam jumlah satuan

Dalam menjual barang, bisnis retail melakukannya dalam jumlah satuan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan bagaimana mempromosikan barang untuk menarik minat pembeli. Cara mempromosikan barang pun harus bisa menjelaskan fitur dan keuntungan yang dimiliki produk yang bersangkutan entah itu secara gamblang dan panjang lebar, atau secara singkat, padat, dan jelas.

Karena menjual barang dalam jumlah satuan, bisnis retail juga harus menyediakan stok barang untuk konsumen. Kunci penting dari menyediakan stok barang adalah bagaimana peretail bisa menyediakan barang kapan pun konsumen membutuhkannya.

2. Berhadapan secara langsung dengan konsumen

Sebagai akhir dari rantai persediaan barang, maka bisnis retail akan berhadapan dan berhubungan langsung dengan konsumen. Bisnis retail perlu memiliki sistem dan proses pembayaran produk yang tidak ribet, cepat, dan mudah. Terjun di bisnis retail juga berarti perlu memahami persaingan harga pasar agar bisa memberikan harga terbaik bagi konsumen dan mendapatkan profit yang maksimal. Banyak bisnis retail yang memberikan layanan lebih dalam meraih konsumen seperti menyediakan toko offline dan online, konsultasi belanja, dan banyak hal ekstra lainnya.

3. Memiliki berbagai jenis sesuai kebutuhan konsumen

Dengan karakteristik bisnis retail yang melayani konsumen dalam jumlah masif dan tak jarang melibatkan banyak produk di dalamnya, maka secara otomatis bisnis retail terbagi dalam beragam jenis. Berikut jenis-jenis bisnis retail yang perlu Anda ketahui:

Baca juga: Pahami Definisi dan Tips Bersaing dengan Kompetitor Agar Bisnis Sukses

1. Toko serba ada (Toserba)

Disebut toko serba ada (grocery store) karena jenis bisnis retail ini menyediakan banyak kategori produk yang umumnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen. Beberapa kategori produk yang tersedia antara lain makanan segar, makanan kalengan, snack, minuman, kosmetik, kebutuhan dapur, kebutuhan kamar mandi, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Contoh fisik dari toko serba ada adalah department store, supermarket, mini-market, dan lain sebagainya.

2. Toko khusus yang menjual satu jenis produk atau layanan saja

Selain toko serba ada, ada pula toko khas atau toko yang hanya menjual satu jenis produk atau layanan saja—meski kadang tidak terbatas pada satu merek produk saja. Bisnis retail model ini biasanya memiliki rentang kategori yang sempit namun fokus. Beberapa contohnya adalah bengkel, showroom mobil, restoran, toko obat, toko mainan, toko perhiasan, toko pakaian, dan masih banyak lainnya.

3. Pengecer non-toko

Kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang komunikasi dan internet, menghasilkan jenis bisnis retail baru yang terus berkembang setiap harinya yaitu pengecer non-toko. Mereka yang terjun di bisnis retail non-toko memanfaatkan email, website, aplikasi mobile, hingga telepon untuk menjual produk eceran mereka.

Baca juga: Kenali Blue Ocean Strategy: Definisi, Kelebihan, Hingga Penerapannya Dalam Bisnis

Contoh-contoh bisnis retail di Indonesia

Ada banyak toko retail tempat para konsumen tingkat akhir bisa membeli barang atau produk untuk kebutuhan sehari-hari dan memenuhi gaya hidup. Berikut contoh-contohnya:

  1. Departemen store.
  2. Toko kelontong.
  3. Warehouse retailer.
  4. Specialty Retailer (retail spesialis produk tertentu).
  5. Convenience retailer (retail yang ada di tempat pengisian bahan bakar).
  6. Mobile retailer (biasanya menggunakan platform smartphone untuk memproses transaksinya).
  7. Internet retailer (biasanya menjual situs belanja online dan mengirimkan pesanannya langsung kepada rumah atau tempat kerja konsumen).

Kemudian, di Indonesia terdapat bisnis retail yang bisa Anda temukan di seluruh penjuru kota besar maupun kecil. Contohnya antara lain: Indomaret, Alfamart, Hypermart, Carrefour, Yogya, Lion Express, Ramayana, Matahari, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengertian, Jenis, dan Fungsi Neraca Saldo Bagi Bisnis

Bantu HR kelola payroll perusahaan lebih mudah dan efektif dengan aplikasi GreatDay HR

bisnis retail adalah gdhr

Salah satu kendala dan tantangan dalam bisnis retail adalah pengelolaan payroll karyawan yang rumit dan masih menggunakan cara manual. Menyortir data absensi, menghitung pajak, tunjangan-tunjangan, belum lagi ketika ada karyawan baru atau karyawan yang masuk setelah tanggal cut off.

Penghitungan payroll memang selalu membuat sakit kepala. Bahkan, terkadang para HR dan Finance perlu melakukan lembur untuk menyelesaikan penggajian. Meskipun tetap saja kadang kala pembayaran gaji molor. Hal tersebut jika dibiarkan akan mempengaruhi tingkat turnover dan penurunan produktivitas, lho!

GreatDay HR hadir sebagai solusi kendala penghitungan payroll perusahaan. Fitur Payroll dari GreatDay HR menjamin keakuratan dan penggajian yang tepat waktu. Tinggalkan yang manual dan beralih ke pengelolaan payroll digital bersama GreatDay HR! Kelola gaji hanya dengan satu klik di satu aplikasi saja.

Yuk, segera unduh aplikasinya di Appstore atau Playstore, kunjungi websitenya dan dapatkan demo GRATIS sekarang!

Baca juga: Penerapan Software HRIS pada Pengelolaan SDM di Industri Logistik

Tags :

Related Topics