Jadwalkan Demo

Apa Bedanya Hardskill dan Softskill? Begini Penjelasan dan Cara Meningkatkan Keduanya!

Rizka Maria Merdeka | October 16, 2023 | Tips Bekerja
by GreatDay HR

Dalam dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif, penting untuk memahami peran yang dimainkan oleh hard skills (keterampilan teknis) dan soft skills (keterampilan interpersonal). Hard skills membantu individu untuk memenuhi persyaratan pekerjaan dan menjadi produktif dalam tugas-tugas teknis, sementara soft skills memfasilitasi interaksi yang efektif, memelihara hubungan yang sehat di tempat kerja, dan mendukung perkembangan pribadi.

Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan secara rinci mengenai perbedaan kedua jenis keterampilan ini (hard skill dan soft skill) dan mengapa keduanya sama-sama penting dalam mencapai keberhasilan di dunia kerja yang kompleks dan beragam. Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Baca juga: Mengatasi Skill Gap: Panduan Lengkap untuk Mengembangkan Kemampuan yang Dibutuhkan di Era Modern

Perbedaan hardskill vs softskill

Hard skills (keterampilan teknis) dan soft skills (keterampilan interpersonal) adalah dua jenis keterampilan yang berbeda dalam konteks kemampuan seseorang. Berikut adalah 10 perbedaan utama antara keduanya:

1. Definisi

  • Hard Skills: Ini adalah keterampilan yang terkait dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat diukur dan diukur secara konkrit. Mereka seringkali spesifik untuk suatu pekerjaan atau industri dan dapat diajarkan melalui pendidikan formal atau pelatihan. Contoh hard skills mencakup hal-hal seperti kemampuan pemrograman, bahasa asing, keahlian matematika, atau penggunaan perangkat lunak khusus.
  • Soft Skills: Keterampilan ini lebih bersifat abstrak dan terkait dengan cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dan situasi sosial. Mereka melibatkan keterampilan kepribadian dan emosi serta seringkali tidak dapat diukur dengan cara yang sama seperti hard skills. Contoh soft skills mencakup kemampuan komunikasi, kepemimpinan, empati, atau keterampilan manajemen waktu.

2. Pengukuran

  • Hard Skills: Keterampilan teknis dapat diukur dengan cara yang relatif obyektif. Misalnya, seorang programmer dapat diukur berdasarkan seberapa baik mereka dapat menulis kode yang berfungsi.
  • Soft Skills: Soft skills lebih sulit diukur secara langsung. Penilaian sering kali bergantung pada persepsi, dan mereka cenderung dievaluasi melalui pengamatan perilaku, wawancara, atau tinjauan dari orang lain.

3. Pemahaman

  • Hard Skills: Keterampilan teknis dapat diajarkan dengan cara yang lebih terstruktur melalui pendidikan formal, kursus, buku, dan pelatihan. Mereka seringkali mengikuti pola kurikulum yang jelas.
  • Soft Skills: Soft skills cenderung berkembang melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, dan refleksi pribadi. Meskipun pelatihan dapat membantu memperkuat keterampilan ini, seringkali mereka lebih ditentukan oleh pengalaman dan situasi sehari-hari.

4. Spesifik vs. Universal

  • Hard Skills: Mereka seringkali sangat spesifik untuk pekerjaan atau industri tertentu. Sebagai contoh, kemampuan untuk mengoperasikan mesin tertentu mungkin hanya relevan dalam industri manufaktur.
  • Soft Skills: Soft skills adalah keterampilan yang lebih universal dan dapat diterapkan di berbagai konteks dan pekerjaan. Kemampuan berkomunikasi dengan efektif atau bekerja dalam tim, misalnya, berguna di hampir semua jenis pekerjaan.

5. Perubahan seiring waktu

  • Hard Skills: Keterampilan teknis cenderung berubah seiring perkembangan teknologi dan perubahan di industri. Sehingga, seseorang mungkin perlu memperbarui atau memperluas keterampilan mereka sepanjang karier mereka.
  • Soft Skills: Soft skills cenderung lebih stabil dan tidak mengalami perubahan dramatis seiring waktu. Mereka sering menjadi aset yang berharga dalam jangka panjang dalam berbagai pekerjaan dan situasi.

6. Keterlibatan dalam tugas

  • Hard Skills: Hard skills langsung terlibat dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan teknis. Misalnya, seorang insinyur memerlukan keterampilan teknis khusus untuk merancang struktur bangunan.
  • Soft Skills: Soft skills terlibat dalam interaksi sosial, manajemen konflik, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi, yang semua sangat penting untuk berfungsi dengan baik dalam situasi sosial dan tim.

7. Tangible vs. Intangible

  • Hard Skills: Keterampilan teknis seringkali lebih mudah diamati secara fisik dan dapat dibuktikan melalui hasil konkrit, seperti produk yang dibuat atau kode yang ditulis.
  • Soft Skills: Soft skills cenderung lebih sulit diamati secara fisik, dan dampaknya seringkali bersifat abstrak. Contohnya, kualitas kepemimpinan atau kemampuan berkolaborasi sulit diukur secara langsung.

8. Pelatihan

  • Hard Skills: Keterampilan teknis dapat diajarkan melalui pelatihan formal, kursus, dan sertifikasi yang berstruktur.
  • Soft Skills: Soft skills juga dapat diperkuat melalui pelatihan, tetapi pengembangan yang lebih besar sering kali terjadi melalui pengalaman dan refleksi pribadi, seperti belajar dari kesalahan atau mencoba berbagai pendekatan dalam interaksi sosial.

9. Meningkatkan Kerja Tim

  • Hard Skills: Meskipun hard skills penting dalam pekerjaan individu, mereka biasanya tidak langsung berkontribusi pada kemampuan seseorang untuk bekerja dalam tim atau berinteraksi dengan rekan kerja.
  • Soft Skills: Soft skills sangat penting dalam meningkatkan kemampuan untuk bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan efektif, dan memecahkan masalah dalam konteks kerja sama.

10. Peran dalam Karier

  • Hard Skills: Hard skills biasanya penting untuk memenuhi persyaratan pekerjaan tertentu, dan pekerja sering kali dinilai berdasarkan tingkat kemahiran teknis yang dimiliki.
  • Soft Skills: Soft skills juga penting untuk keberhasilan jangka panjang dalam karier. Mereka dapat berperan dalam promosi, pengembangan kepemimpinan, dan kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan kerja.

Baca juga: Skill Problem Solving: Bagaimana Menjadi Problem Solver yang Bisa Diandalkan?

Cara meningkatkan hardskill dan softskill

Meningkatkan hard skills (keterampilan teknis) dan soft skills (keterampilan interpersonal) memerlukan upaya, komitmen, dan metode yang berbeda. Berikut adalah cara-cara untuk meningkatkan kedua jenis keterampilan tersebut:

Meningkatkan Hard Skills

  1. Pendidikan Formal: Ambil kursus, ikuti pelatihan, atau dapatkan gelar pendidikan formal dalam bidang yang Anda minati. Ini dapat membantu Anda memperoleh dasar hard skills yang kuat.
  2. Praktik dan Proyek Mandiri: Terapkan hard skills Anda dalam situasi nyata. Buat proyek-proyek mandiri atau bergabung dengan proyek-proyek terbuka untuk memperkuat kemampuan Anda.
  3. Baca Materi Relevan: Baca buku, artikel, dan materi online yang berhubungan dengan hard skills yang ingin Anda tingkatkan. Jangan berhenti belajar.
  4. Kursus Online: Manfaatkan platform pembelajaran online seperti Coursera, edX, Udemy, atau Khan Academy untuk mengakses kursus dan pelatihan dalam berbagai bidang.
  5. Praktek Terus-Menerus: Praktik secara teratur untuk menjaga kemampuan Anda tetap tajam. Ini terutama berlaku untuk keterampilan teknis seperti pemrograman atau bahasa asing.
  6. Mentor dan Kolaborasi: Berkolaborasi dengan orang yang lebih berpengalaman atau teman sebaya dalam proyek-proyek yang melibatkan hard skills. Mentoring dapat membantu Anda memahami aplikasi praktis dari keterampilan tersebut.
  7. Sertifikasi dan Lisensi: Jika ada sertifikasi atau lisensi yang relevan dengan bidang Anda, pertimbangkan untuk mengikuti ujian untuk mendapatkannya.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Skill Karyawan di Era Digital

Meningkatkan Soft Skills

  1. Kesadaran Diri: Pahami kekuatan dan kelemahan Anda. Ini adalah langkah pertama dalam meningkatkan soft skills Anda.
  2. Kemampuan Komunikasi: Latih kemampuan komunikasi Anda dengan berbicara secara terbuka, mendengarkan dengan seksama, dan memahami cara berkomunikasi dengan orang lain.
  3. Latihan Empati: Tingkatkan empati Anda dengan berusaha memahami sudut pandang dan perasaan orang lain. Ini akan membantu Anda berinteraksi dengan lebih baik.
  4. Pelatihan Manajemen Waktu: Manajemen waktu yang baik adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan organisasi.
  5. Pemecahan Masalah: Latih keterampilan pemecahan masalah dengan menghadapi tantangan yang kompleks dan mengembangkan rencana solusi.
  6. Kepemimpinan: Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan kepemimpinan, pertimbangkan untuk mengambil peran kepemimpinan dalam proyek atau tim.
  7. Mengikuti Pelatihan Soft Skills: Ada banyak kursus dan pelatihan yang difokuskan pada pengembangan soft skills, termasuk pelatihan dalam komunikasi, manajemen konflik, dan kepemimpinan.
  8. Pengalaman Sosial: Luangkan waktu untuk berinteraksi dengan berbagai orang dan kelompok, karena pengalaman sosial dapat memperkuat banyak soft skills.
  9. Evaluasi Diri: Terus evaluasi perkembangan Anda. Mintalah umpan balik dari rekan kerja atau mentor, dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri.
  10. Baca dan Pelajari: Baca buku, artikel, atau materi yang relevan dengan pengembangan soft skills. Belajar dari pengalaman orang lain juga dapat memberikan wawasan berharga.

Ingatlah bahwa baik hard skills maupun soft skills memerlukan waktu dan upaya untuk ditingkatkan. Penting untuk memahami tujuan Anda dalam pengembangan keterampilan ini dan konsisten dalam upaya Anda untuk mencapainya. Juga, jangan ragu untuk mencari bantuan atau nasihat dari mentor atau ahli di bidang yang Anda minati.

Baca juga: Simak 10 Cara Meningkatkan Interpersonal Skill Bagi Karyawan Berikut Ini!

Pentingnya hardskill dan softskill dalam dunia kerja

Hard skills dan soft skills memiliki peran kunci di dunia kerja. Hard skills, yang mencakup keterampilan teknis dan pengetahuan spesifik, membantu individu memenuhi persyaratan pekerjaan dan menjadi produktif dalam tugas-tugas teknis. Mereka juga diperlukan untuk inovasi dan pengembangan teknologi, dan dapat meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Di sisi lain, soft skills, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen konflik, memfasilitasi kolaborasi yang efektif, mendukung hubungan yang sehat di tempat kerja, dan memungkinkan individu untuk beradaptasi dengan perubahan. Keduanya saling melengkapi dan membentuk dasar untuk kesuksesan karier yang holistik, dengan keseimbangan yang baik antara keterampilan teknis dan interpersonal yang menjadi kunci penting bagi individu dalam mencapai prestasi di berbagai sektor pekerjaan.

Baca juga: Anda Tipe Otak Kiri? Berikut Pekerjaan yang Cocok untuk Otak Kiri

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email