Jadwalkan Demo

Sama-sama untuk Mencapai Tujuan Perusahaan, Kenali Perbedaan OKR dan KPI

Rizka Maria Merdeka | January 26, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Dua kerangka kerja yang sering menjadi fokus perbincangan dalam dunia kerja adalah OKR (Objectives and Key Results) dan KPI (Key Performance Indicators). OKR dan KPI adalah alat strategis yang membantu organisasi mengukur dan meningkatkan kinerjanya.

OKR, yang diperkenalkan oleh Andy Grove di Intel dan diadopsi oleh perusahaan teknologi terkemuka seperti Google, menekankan pada penetapan tujuan ambisius dan hasil kunci terukur.Di sisi lain, KPI merupakan indikator kritis yang mengukur kinerja organisasi secara menyeluruh. 

Artikel ini akan membahas pengertian masing-masing konsep, menyoroti perbedaan antara OKR dan KPI, serta menyelidiki pertanyaan penting: manakah di antara keduanya yang lebih efektif dalam membantu perusahaan mencapai tujuannya. Dengan memahami perbedaan dan keunggulan masing-masing, pemimpin perusahaan dapat membuat keputusan yang terinformasi untuk mengoptimalkan strategi manajemen kinerja mereka.

Baca juga: Membangun Budaya Pencapaian dengan OKR: Panduan untuk Praktisi

Pengertian OKR dan KPI

OKR (Objectives and Key Results) adalah sebuah kerangka kerja manajemen kinerja yang digunakan untuk merumuskan dan mengukur tujuan serta hasil kunci dalam sebuah organisasi. Dikembangkan oleh Andy Grove di Intel dan diperkenalkan lebih lanjut oleh John Doerr di Google, OKR telah menjadi populer di kalangan perusahaan teknologi dan banyak organisasi lainnya.

Singkatnya, OKR lebih menekankan pada penetapan tujuan yang ambisius dan hasil konkret yang dapat diukur, sementara KPI lebih fokus pada indikator-indikator kritis yang mencakup berbagai aspek kinerja organisasi secara umum. Dalam prakteknya, beberapa organisasi memadukan penggunaan OKR dan KPI untuk mencapai pemantauan dan penilaian kinerja yang holistik.

[susbcribe_content]

Sedangkan KPI (Key Performance Indicator) adalah indikator kritis yang digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu organisasi, tim, atau individu telah mencapai tujuan dan sasaran kinerjanya. KPI memberikan gambaran tentang efektivitas dan efisiensi dalam mencapai hasil yang diinginkan. Indikator ini membantu dalam pemantauan kinerja dan pengambilan keputusan dengan memberikan data dan metrik yang dapat diukur.

Pemilihan KPI yang tepat sangat tergantung pada strategi dan prioritas organisasi atau tim, dan pengelolaannya memainkan peran kunci dalam manajemen kinerja dan pengambilan keputusan yang efektif. 

Baca juga: KPI 101: Panduan Awal untuk Menyusun Key Performance Indicators 

Perbedaan OKR dan KPI

Meskipun OKR (Objectives and Key Results) dan KPI (Key Performance Indicators) memiliki tujuan umum untuk mengukur dan meningkatkan kinerja organisasi, mereka memiliki perbedaan utama dalam pendekatan, fokus, dan penggunaan. Berikut adalah perbedaan antara OKR dan KPI:

1. Fokus utama

  • OKR: Lebih fokus pada penentuan tujuan ambisius yang menginspirasi dan hasil kunci konkret yang dapat diukur. OKR memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan strategis dan perubahan yang signifikan.
  • KPI: Lebih fokus pada pengukuran kinerja kontinu dan kritis dalam berbagai aspek organisasi, seperti keuangan, operasional, pemasaran, dan sumber daya manusia.

2. Jenis pengukuran

  • OKR: Lebih berorientasi pada pengukuran kualitatif dan mengukur sejauh mana tujuan telah tercapai. Hasil kunci dalam OKR dirancang untuk memberikan gambaran tentang keberhasilan pencapaian tujuan.
  • KPI: Lebih berorientasi pada pengukuran kuantitatif dan memberikan data spesifik yang menggambarkan kinerja di bidang tertentu. KPI sering kali memiliki nilai numerik yang diukur secara teratur.

3. Siklus waktu

  • OKR: Umumnya diterapkan dalam siklus waktu tertentu, seperti per kuartal. Evaluasi OKR dilakukan pada akhir periode tertentu, dan kemudian OKR baru dapat dibuat untuk siklus berikutnya.
  • KPI: Bersifat lebih kontinu dan dapat diukur secara reguler. Pemantauan KPI dapat dilakukan sepanjang waktu dan tidak terbatas pada siklus tertentu.

4. Pendekatan motivasi

  • OKR: Menekankan pada inspirasi dan motivasi. Dengan menetapkan tujuan yang menantang, OKR menciptakan fokus bersama dan arah yang jelas untuk organisasi atau tim.
  • KPI: Lebih terfokus pada pemantauan kinerja rutin dan peningkatan berkelanjutan. KPI dapat digunakan sebagai alat untuk memastikan kinerja operasional tetap di tingkat yang diharapkan.

5. Aplikasi umum

  • OKR: Lebih sering digunakan untuk perencanaan strategis dan pencapaian tujuan jangka pendek hingga menengah. OKR sering diadopsi oleh perusahaan yang ingin mencapai perubahan besar dan cepat.
  • KPI: Dapat digunakan di berbagai tingkatan dan fungsi organisasi. KPI sering digunakan sebagai alat untuk memantau kinerja operasional sehari-hari dan pencapaian tujuan jangka panjang.

Meskipun memiliki perbedaan ini, OKR dan KPI tidak selalu saling eksklusif, dan banyak organisasi memilih untuk menggabungkan keduanya dalam rangkaian praktik manajemen kinerja mereka untuk mencapai pemantauan kinerja yang holistik.

Baca juga: Apa Itu KPI? dan Bagaimana Penerapannya?

Mana yang lebih efektif, OKR atau KPI?

Pertanyaan mengenai apakah OKR atau KPI lebih efektif untuk mencapai tujuan perusahaan tidak memiliki jawaban yang satu ukuran untuk semua, karena keduanya dapat memberikan nilai tambah tergantung pada kebutuhan, konteks, dan tujuan spesifik perusahaan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih antara OKR dan KPI adalah:

1. Tujuan dan fokus perusahaan

  • Jika perusahaan lebih membutuhkan pendekatan yang berorientasi pada tujuan yang ambisius, pendorong perubahan, dan pengukuran hasil kunci, maka OKR mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
  • Jika fokus utama perusahaan adalah pada pengukuran kinerja rutin, pemantauan metrik yang terus-menerus, dan mencapai target yang spesifik, KPI mungkin lebih cocok.

2. Siklus waktu dan fleksibilitas

  • Jika perusahaan beroperasi dengan siklus waktu yang jelas dan ingin mencapai tujuan dalam periode waktu tertentu, OKR dengan siklus perencanaan yang terbatas mungkin cocok.
  • Jika perusahaan memerlukan pemantauan kinerja yang berkelanjutan tanpa batasan siklus waktu dan ingin memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menetapkan dan mengubah indikator kinerja, KPI dapat lebih sesuai.

3. Motivasi dan keterlibatan karyawan

  • Jika perusahaan ingin meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan dengan menetapkan tujuan yang menginspirasi, OKR dapat membantu menciptakan fokus bersama dan arah yang jelas.
  • Jika motivasi dan keterlibatan karyawan dapat ditingkatkan melalui pengukuran kinerja yang kontinu dan jelas, KPI mungkin lebih sesuai.

4. Struktur organisasi dan kebutuhan bisnis

  • OKR mungkin lebih sesuai untuk organisasi yang sedang berada dalam fase perubahan besar atau yang ingin berfokus pada inovasi dan pertumbuhan.
  • KPI dapat lebih cocok untuk organisasi yang membutuhkan pemantauan kinerja yang stabil, terutama dalam bisnis yang bersifat rutin atau stabil.

5. Kombinasi OKR dan KPI

Beberapa organisasi memilih untuk menggabungkan kedua kerangka kerja ini, menggunakan OKR untuk tujuan strategis dan KPI untuk pemantauan kinerja rutin.

Penting untuk mencatat bahwa efektivitas suatu kerangka kerja bergantung pada implementasi yang baik, komunikasi yang efektif, dan keterlibatan aktif dari seluruh tim dan organisasi. Perusahaan dapat menguji dan menyesuaikan pendekatan mereka seiring waktu berdasarkan pengalaman dan perubahan dalam konteks bisnis.

Baca juga: Plan-Do-Check-Act, Metode PDCA untuk Pemecahan Masalah dan Perbaikan yang Berkelanjutan

Ukur perkembangan KPI karyawan lebih efisien dengan GreatDay HR

perbedaan okr dan kpi gdhr

Mengukur produktivitas di perusahaan adalah hal yang penting untuk pengembangan karir dan peningkatan kinerja karyawan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu merumuskan sistem KPI dan komponen lain yang nantinya dinilai demi hasil yang terukur. Dengan begitu, baik atasan maupun perusahaan dapat melihat perkembangan atau progres performa setiap karyawan yang bekerja.

GreatDay HR mengembangkan fitur Performance yang dapat menjadi solusi pengelolaan performa karyawan di perusahaan. Penyusunan KPI, memberikan feedback dan penilaian, hingga merencanakan tugas semua bisa dilakukan melalui satu aplikasi di mana saja dan kapan saja. Tidak perlu repot lagi menggunakan banyak tools untuk mengelola komponen performa karyawan.

Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR sekarang juga! Dapatkan informasi lebih lengkap dan jadwalkan demo gratis dengan klik di sini!

Baca juga: Konsep Balanced Scorecard, Fungsi, dan Contohnya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email