Jadwalkan Demo

Apa Itu Return of Investment (ROI) dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Rizka Maria Merdeka | December 20, 2021 | Others
by GreatDay HR

Return of investment (ROI) merupakan sebuah pengukuran yang digunakan untuk membantu Anda memahami berapa banyak keuntungan atau kerugian yang Anda peroleh dari modal yang Anda investasikan. Semakin tinggi presentase yang dihasilkan, semakin besar keuntungan yang diperoleh. 

ROI sangat berguna untuk mengukur kesuksesan dari waktu ke waktu dan dapat membantu Anda untuk memahami nilai investasi atau bisnis yang dapat membantu saat melakukan pembelian saham, teknologi, bisnis, dan lainnya. Kemampuan untuk menghitung laba atas investasi sangat berharga untuk bisnis apa pun, terlepas dari ukuran atau industrinya.

ROI merupakan rumus yang mudah untuk dioperasikan dan dapat diterapkan hampir ke semua departemen dalam bisnis. 

Baca juga: Perpanjangan Insentif Pajak 2021, Benefit Apa Saja Yang Didapatkan Badan Usaha?

Cara Menghitung ROI 

ROI bisa dihitung dengan rumus: 

Misalnya, Anda menginvestasikan Rp1.000.000 di perusahaan X dan minggu ini Anda berhasil menjual saham Anda sebesar Rp1.500.000.  Dari data ini, didapatkan ROI sebesar: 

ROI Anda adalah sebesar 50% dan bernilai positif,  maka bisa disimpulkan bahwa investasi yang Anda lakukan menunjukkan keuntungan. 

Contoh lain adalah ketika suatu kampanye pemasaran membutuhkan biaya Rp1.000.000 kemudian dari hasil kampanye tersebut didapatkan hasil penjualan sebanyak Rp500.000, maka didapatkan ROI sebesar: 

ROI Anda adalah sebesar -50% dan bernilai negatif, maka kampanye yang Anda lakukan tidak menghasilkan keuntungan dari segi finansial.

Perhitungan ROI dapat digunakan untuk berbagai hal, di antaranya: 

1. Investor

ROI dapat digunakan ketika investor mencoba untuk menentukan apakah mereka harus berinvestasi dalam bisnis atau peluang investasi lainnya. Biasanya akan terdapat dua hal yang dipertimbangkan, yaitu: persentase ROI dan waktu yang diperlukan untuk menerima pengembalian investasi. Biasanya, jika investasi memiliki persentase ROI yang tinggi, itu akan memakan waktu lebih lama sebelum investor menerima uang kembali, dan untuk investasi dengan persentase ROI yang lebih rendah, investor dapat mengharapkan untuk melihat pengembalian segera. Hal ini terkadang dapat mengarahkan investor untuk menemukan atau menegosiasikan keseimbangan antara ROI yang layak dan waktu penyelesaian yang cepat.

2. Usaha Kecil 

Usaha Kecil sering kali harus menghitung persentase ROI saat menentukan apakah mereka harus berinvestasi untuk peralatan atau teknologi baru. Saat membuat keputusan ini, usaha kecil akan melakukan riset pasar untuk menentukan kemungkinan pengembalian investasi. Mereka dapat menghitung pengembalian ini dengan menggunakan nilai perusahaan mereka sebagai nilai investasi, dan biaya peralatan atau teknologi sebagai biaya investasi.

Terkadang, pembelian peralatan atau teknologi baru akan meningkatkan nilai bisnis secara keseluruhan, tetapi mungkin menambah banyak pengeluaran bisnis. Dalam kasus ini, akan sangat membantu bagi usaha kecil untuk mencari vendor lain untuk peralatan dan teknologi dan melihat apakah mereka dapat membelinya dengan biaya lebih rendah. Ini dapat membantu bisnis menemukan persentase ROI terbaik yang dapat menguntungkan perusahaan mereka, atau membantu mereka menentukan apakah mereka harus melakukan pembelian pada waktu lain. 

Baca juga: Sistem HRD Tepat untuk Usaha Kecil Menengah

3. Marketing

Perusahaan dan departemen marketing sering menggunakan ROI untuk membantu mereka mengetahui apakah kampanye pemasaran atau pembelian iklan akan menguntungkan pendapatan perusahaan atau klien mereka. Ketika departemen marketing memutuskan untuk meluncurkan kampanye, karena biaya pemasaran yang tinggi, mereka sering kali membutuhkan penelitian yang baik dan indikasi bahwa kampanye tersebut akan meningkatkan jangkauan dan pendapatan pelanggan mereka. Jika ROI tidak cukup tinggi, departemen marketing akan sering mencoba meningkatkan ide kampanye mereka menggunakan konsultan atau riset pasar lebih lanjut, atau mereka mungkin memutuskan untuk memulai kampanye baru yang mungkin memiliki hasil yang lebih baik.

4. Human Resources 

ROI dapat digunakan untuk menganalisis nilai dari hampir semua fungsi dari departemen HR, selama digunakan biaya untuk fungsi tersebut. Misalnya, jika SDM memperkenalkan program kesehatan dan keselamatan, efektivitasnya dapat diukur dengan pengurangan biaya terkait cedera yang terjadi saat bekerja. Nilai dari program orientasi karyawan baru dapat diukur ROI-nya dengan menilai biaya yang bisa dihemat melalui berkurangnya turnover. Program diversity, Human Resources Information System (HRIS), training, pengembangan, dan pendampingan adalah contoh program lain dari HR yang dapat diukur dengan perhitungan ROI.

Baca juga: Apa Itu HRD? Berikut Pengertian, Fungsi, Tugas Dan Tanggung Jawabnya

Satu hal yang perlu diingat adalah ROI tidak dapat menghilangkan risiko atau ketidakpastian. Ketika Anda menggunakan ROI untuk memutuskan investasi masa depan, Anda masih perlu memperhitungkan risiko bahwa proyeksi laba bersih Anda bisa terlalu optimis atau bahkan terlalu pesimis. Dan, seperti halnya semua investasi, kinerja historis bukanlah jaminan kesuksesan di masa depan.

Kriteria ROI yang Baik

ROI yang baik adalah ketika hasil investasi Anda melebihi pengeluaran Anda. Jika nilai pengeluaran melebihi nilai yang Anda dapatkan, kemungkinan besar Anda mengalami kerugian. 

Jadi, bagaimana Anda menentukan apakah sesuatu akan memberi Anda ROI yang besar? 

Hal ini akan tergantung pada industri Anda. Beberapa industri cenderung lebih menguntungkan daripada yang lain. Di beberapa industri, ROI positif bisa mencapai 10 hingga 15%. Bagi yang lain, ROI sebesar 1 hingga 2% sudah cukup. Sekali lagi, ROI akan sangat tergantung pada target pasar serta industri Anda. 

Baca juga: Pitch Deck: Pengertian, Cara Membuat, dan Tips Memikat Investor melalui Pitch Deck

Keunggulan Serta Limitasi Dari ROI 

ROI merupakan rumus yang cukup sederhana dan mudah dihitung. ROI juga merupakan istilah yang sudah dipahami secara universal. Jika Anda menggunakan ROI dalam percakapan, maka orang akan tahu apa yang Anda bicarakan. 

Selain itu, ROI juga dapat membantu dalam membuat perbandingan antara unit bisnis yang berbeda dalam hal profit dan pemanfaatan aset. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbandingan antar perusahaan, asalkan ukuran yang digunakan sama. 

Limitasi dari ROI adalah tidak memperhitungkan waktu. Jika satu investasi menghasilkan ROI sebesar 10% dalam waktu lima tahun dan investasi lainnya menghasilkan ROI 15% dalam kurun waktu dua tahun, perhitungan ROI dasar tidak dapat membantu Anda menentukan investasi mana yang terbaik. 

Kesimpulan 

ROI merupakan sebuah pengukuran yang digunakan untuk membantu Anda memahami berapa banyak keuntungan atau kerugian yang Anda peroleh dari modal yang Anda investasikan. 

ROI relatif mudah untuk digunakan dan sudah dipahami secara universal. Kelemahan dari ROI adalah tidak dipertimbangkannya waktu dalam perhitungannya. 

ROI sendiri biasanya digunakan oleh berbagai macam orang, mulai dari investor, pemilik usaha kecil, departemen marketing, hingga departemen human resources. 

Dalam departemen human resources sendiri, ROI kerap digunakan untuk menghitung efektivitas pengelolaan sumber daya manusia. Untuk mempermudah proses pengelolaan sumber daya manusia, Anad bisa menggunakan software GreatDay HR

GreatDay HR menyediakan solusi yang  efisien dan dapat membantu Anda dalam mengelola semua aspek siklus hidup karyawan dengan mudah, mulai dari penghitungan penggajian dan pajak, pencatatan kehadiran, permintaan cuti, dan reimbursement. 

Baca juga: Optimalkan Efisiensi Biaya Administratif dengan Analisis ROI dari Investasi HRIS

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email