Pengertian Slip Gaji Online, Komponen, Beserta Cara Penghitungannya

By GreatDay HR   |  

Gaji adalah bentuk pembayaran karyawan yang dilakukan oleh employer secara berkala. Peraturan mengenai penggajian telah dijelaskan dalam UU No.78 Tahun 2015 Pasal 17 Ayat 2, dimana pelaku usaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian upah yang diterima oleh Pekerja/Buruh pada saat penggajian.

Gaji yang dibayarkan dimuat kedalam slip gaji agar semua upah yang didapatkan oleh karyawan terlihat dengan jelas. Ditambah dengan kemajuan teknologi, slip gaji pun berkembang menjadi slip gaji online.

Lantas, apa yang dimaksud dengan slip gaji online? Dan bagaimana cara membuatnya? Simak artikel berikut ini!

Baca Juga: 10 Pekerjaan Dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Apa Itu Slip Gaji?

Slip gaji adalah dokumen resmi yang memuat informasi jumlah pendapatan karyawan terima yang telah dipotong pajak. Sedangkan slip gaji online merupakan slip gaji yang dicetak melalui software ataupun aplikasi yang telah dihitung secara akurat dan otomatis.

Proses pembayaran upah karyawan dapat dilakukan secara manual maupun secara online. Namun, penggajian secara online akan lebih efisien dan tidak membutuhkan kertas dan energi yang banyak seperti yang ada pada metode penggajian manual.

Selain itu, slip gaji online juga memiliki beberapa keuntungan lainnya yang dapat memudahkan pekerjaan HR dalam penghitungan payroll, berikut penjelasannya!

Tujuan Pemberian Slip Gaji

Selain untuk mengetahui rincian gaji yang didapatkan, slip gaji juga bertujuan sebagai bukti tertulis yang sah bahwa perusahaan telah menjalankan kewajibannya untuk mengupah karyawannya. Slip gaji juga dapat dijadikan sebagai bukti apabila kedepannya terdapat perbedaan persepsi mengenai hak-hak yang belum dibayarkan.

Disamping itu, slip gaji juga dapat dijadikan sebagai jaminan bagi seorang karyawan yang ingin mengambil pinjaman.Slip gaji juga dapat dijadikan sebagai referensi bagi karyawan apabila ingin melamar pekerjaan baru.

Hal tersebut menandakan bahwa karyawan memiliki pengalaman kerja yang sesuai.

Keuntungan Slip Gaji Online

Dibandingkan slip gaji manual, berikut beberapa keuntungan dari slip gaji online:

Baca Juga: Contoh Slip Gaji Terbaru dan Terlengkap, Beserta Komponen!

A. Perlindungan Data Yang Aman

Slip gaji manual akan dibuat dengan menggunakan microsoft excel, dicetak, lalu didistribusikan kepada karyawan secara manual. Hal tersebut dapat menyebabkan slip gaji tercecer, rusak, atau bahkan hilang.

Oleh karena itu, slip gaji membutuhkan perlindungan data yang lebih baik seperti slip gaji online. Dengan menggunakan slip gaji online, data terkait pengupahan karyawan akan tersimpan dengan aman dan tetap dapat didistribusikan langsung kepada karyawan.

B. Transparansi dan Penghitungan yang Akurat

Pembahasan terkait pengupahan atau penggajian merupakan hal yang sensitif bagi perusahaan maupun karyawan. Namun, dengan menggunakan slip gaji online, semua penghitungan hak-hak karyawan termasuk gaji akan dihitung secara otomatis oleh mesin dan tersimpan dalam server yang terhubung langsung dengan cloud storage.

Hal tersebut mengurangi adanya salah hitung terkait upah karyawan dan semua data tersimpan aman dan rapi dalam penyimpanan slip gaji online. Dengan menggunakan slip gaji online, karyawan akan lebih mudah mengakses slip gaji kapanpun dan dimanapun.

Hal tersebut membuktikan bahwa slip gaji online bersifat lebih efisien jika dibandingkan dengan slip gaji manual. Slip gaji manual membutuhkan kertas dan waktu yang lama dalam mendapatkannya.

Hal tersebut dikarenakan pengambilan slip gaji membutuhkan persetujuan dari beberapa atasan dengan proses yang rumit.

C. Meningkatkan produktivitas

Apabila perusahaan besar menggunakan slip gaji manual, maka HR akan kewalahan dalam merekap data para karyawannya. Namun, dengan menggunakan slip gaji online, pekerjaan yang tadinya dapat memakan waktu yang lama akan selesai lebih cepat sehingga produktivitas kerja dapat meningkat.

D. Format Slip Gaji Online

Format slip gaji setiap perusahaan tidak selalu sama. Namun, isi yang tercantum didalamnya kurang lebih sama.

Berikut contoh format slip gaji pada umumnya.

  • Nama Perusahaan, logo dan alamat perusahaan.
  • Keterangan periode slip gaji karyawan.
  • Nama karyawan, nomor induk, keterangan jabatan, dan departemen karyawan.
  • NPWP, nomor rekening bank, dan masa kerja karyawan.
  • Total hari kerja, hari kerja efektif, jumlah cuti
  • Daftar terperinci dari penghasilan, bonus, tunjangan, dan pengurangan.
  • Pembayaran kotor dan pembayaran bersih.

Walaupun dibuat sesuai dengan template perusahaan, format slip gaji harus tetap mengikuti aturan komponen upah berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Cara Menghitung Gaji Prorata

Penghitungan gaji prorata atau hitung proporsional adalah penghitungan gaji yang dihitung dari waktu karyawan masuk saat pertengahan bulan. Adapun cara penghitungannya dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Berdasarkan Jumlah Hari Kerja

Metode penghitungan gaji jenis ini merupakan penghitungan gaji karyawan yang masuk di pertengahan bulan sehingga tidak dapat menerima gaji penuh. Oleh karena itu, karyawan tersebut akan menerima upah berdasarkan jumlah hari kerja yang telah dijalani.

Cara penghitungannya cukup menggunakan rumus dibawah ini;

=(jumlah hari kerja / jumlah hari kerja sebulan) x gaji satu bulan.

Contoh:

Karyawan A mulai bekerja pada tanggal 17 November di perusahaan ABC. Karyawan A menerima upah sebesar Rp3.500.000,00 dengan bekerja selama lima hari dalam seminggu.

Maka cara menghitung gaji karyawan sebagai berikut:

Pertama-tama hitung total hari kerja dalam sebulan, yaitu sebanyak 20 hari di bulan November. Lalu dari tanggal 17 sampai tanggal 30, karyawan A bekerja selama 10 hari. Maka gaji yang diterima oleh karyawan E adalah:=(10/20) x Rp3.500.000,00 = Rp1.500.000,00

Berdasarkan Jam Kerja

Jika sebelumnya penggajian dihitung berdasarkan jumlah hari kerja, kalau metode penggajian yang satu ini berdasarkan jumlah jam kerja karyawan.

Baca Juga: Profesi Akuntan: Pengertian, Jenis, Hingga Tugas dan Tanggung Jawabnya

Penghitungan gaji karyawan menggunakan metode ini sedikit rumit karena harus menghitung upah per jam, kemudian dikalikan dengan jumlah jam kerja karyawan.

=(1/173 x upah sebulan)

Contoh:

Karyawan B bekerja di perusahaan XYZ pada tanggal 11 November. Karyawan B mendapatkan upah per bulannya Rp4.000.000,00 dan bekerja selama enam hari per minggu.

Maka cara menghitung gaji karyawan B adalah:

Upah karyawan B adalah 1/173 x Rp4.000.000,00 = Rp23.121,00Dari tanggal 11 November Karyawan B bekerja selama 17 hari yang dibagi menjadi; 15 hari bekerja 8 jam/hari, dan 2 hari bekerja 7 jam/hari.Maka cara hitung gaji prorata karyawan B adalah:=(15 hari x 7 jam x Rp23.121,00) + (2 hari x 5 jam x Rp23.121,00) = Rp2.658.915,00

Kesimpulan

Setelah beberapa penjelasan diatas terkait penggajian, pembayaran upah karyawan dapat dilakukan secara manual maupun online. Namun, penggajian online memiliki banyak keunggulan dimana semua pekerjaan menjadi lebih efisien dan akurat.

Salah satu aplikasi penggajian online yang terintegrasi yaitu GreatDay HR. GreatDay HR adalah solusi bagi para HR dalam mengontrol daftar hadir, mengelola administrasi, penghitungan gaji & pajak, penghitungan tunjangan, dan masih banyak lagi di dalam satu aplikasi terintegrasi.

Semua proses dan data administrasi yang dibutuhkan dan dilakukan di GreatDay HR akan tersimpan secara otomatis. Adapun fitur penghitungan gaji dan pajak dilakukan menggunakan penghitungan payroll yang dilakukan secara akurat.

Jadi, kalian tidak perlu khawatir terjadi salah hitung dalam proses penghitungan gaji dan pajak melalui GreatDay HR. Nah tunggu apalagi? Hubungi kami untuk mendapatkan demo GreatDay HR secara gratis dan rasakan kesempatan mengatur tugas HRD kalian di aplikasi GreatDay HR.

Tags : Payslip

Related Topics