Perlu Diperhatikan! Berikut 10 Kesalahan yang Menjadi Alasan CV Ditolak HRD

By Rizka Maria Merdeka   |  

Surat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae (CV) merupakan dokumen wajib yang dibutuhkan saat akan melamar kerja. Dokumen tersebut berisi informasi terkait identitas diri dan beberapa komponen lain seperti pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, dan lain-lain.

Meski terkesan banyak yang perlu dituliskan di dalam CV, namun nyatanya ada aturan tidak tertulis tentang apa-apa saja yang perlu dan tidak perlu dicantumkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat surat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae, misalnya gaya bahasa, informasi kontak, dll.

Hal-hal tersebut perlu diperhatikan untuk menghindari kesalahan dalam CV yang dapat membuat CV ditolak karena terkesan asal dan tidak profesional. Sebab, CV yang baik adalah CV yang menarik dan efektif, serta tentunya harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilamar.

Apa saja kesalahan yang membuat CV ditolak bahkan diabaikan oleh HRD? Artikel kali ini akan mengulas 10 kesalahan pada CV yang seolah sepele namun dapat berakibat CV ditolak. Yuk, simak ulasannya dalam artikel berikut ini!

Baca juga: Pasti Dilirik HRD! 12 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Menarik dan Efektif!

1. Surat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae yang berlembar-lembar

Terkadang perusahaan mencantumkan aturan terkait berapa halaman atau besar ukuran file dokumen CV yang dilampirkan. Namun, beberapa juga tidak mencantumkan aturan khusus terkait CV. Meskipun demikian, jumlah halaman CV standar adalah tidak lebih dari dua halaman.

Jika CV yang Anda buat berlembar-lembar, HRD biasanya sudah dapat menilai bahwa CV tersebut tidak efektif sehingga akhirnya tidak dibaca sama sekali karena melihat jumlah halaman. HRD juga perlu meringkas waktu karena tidak hanya sedikit CV yang masuk.

Bayangkan jika HRD harus membaca satu per satu CV yang masuk dengan jumlah halaman yang banyak, namun isinya tidak sesuai yang diharapkan.

2. Terlalu banyak kesalahan penulisan atau typo

Kesalahan dalam penulisan merupakan hal yang wajar jika hanya satu atau dua kata saja. Namun, bagaimana jika kesalahan penulisan banyak? Bisa berakibat CV Anda ditolak dan dianggap tidak bisa menulis atau tidak teliti.

Kesalahan satu huruf saja pada sebuah kata dapat mengganggu pembaca bahkan mengubah makna katanya. Misalnya kesalahan dalam penulisan nama perusahaan, satu saja huruf yang salah dalam penulisannya akan berakibat fatal atau dianggap salah kirim.

HRD tentu saja tidak ingin membuang-buang waktu untuk membaca surat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae yang penulisan perusahaan tujuan saja salah. Akibatnya, CV Anda diabaikan.

3. CV warna-warni atau ramai secara visual

Salah satu ciri CV yang baik adalah menarik secara visual, terutama bagi yang ingin melamar pekerjaan di bidang desain atau seni. Dalam hal ini, kreatifitas seseorang dibutuhkan. Namun, bukan berarti Anda bisa “mendandani” CV Anda terlalu berlebihan.

Visual sebuah CV juga harus disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang akan dilamar. Jika Anda melamar pekerjaan sebagai Staff Finance dan CV Anda berwarna-warni dengan design yang “ramai”, CV Anda sudah pasti akan ditolak.

Penggunaan warna-warna yang terlalu mencolok, terlalu gelap, atau banyak “tempelan” gambar kartun yang kekanak-kanakan juga dapat menjadi penyebab HRD mengabaikan CV Anda.

4. Penjelasan tidak spesifik

Saat membuat CV, Anda perlu mencantumkan informasi yang spesifik namun tidak berbelit-belit. Spesifik dalam hal ini yaitu misalnya terkait pengalaman bekerja. Ketika menulis penjelasan tentang job desk atau pengalaman pekerjaan yang pernah dilakukan secara umum. Contohnya, “Bekerja sebagai kasir di supermarket.”

Penjelasan tersebut terlalu umum dan luas. Bandingkan dengan, “Menulis dan mengedit artikel untuk diposting di blog perusahaan sebanyak 2 artikel/hari per 1000 kata.” HRD akan lebih memperhatikan penjelasan yang kedua.

Sebab, penjelasan terkait jobdesk pengalaman kerja tersebut lebih spesifik dan menggambarkan keahlian.

5. Menuliskan hal yang bersifat privasi

Menuliskan hal yang bersifat terlalu privasi juga dapat membuat CV Anda diabaikan oleh HRD. Meskipun di dalam CV atau surat lamaran kerja harus mencantumkan identitas pribadi, pengalaman kerja, dan riwayat pendidikan, tidak semua hal harus secara detail disampaikan.

Misalnya saja terkait gaji yang diterima sebelumnya, makanan favorit, film favorit, atau bahkan warna favorit tidak perlu dicantumkan dalam CV. Sebab, biasanya hal tersebut ditanyakan pada saat interview sebagai intermezzo atau pencair suasana.

Menuliskan hal yang bersifat privasi yang berkaitan tentang cerita saat bekerja di perusahaan juga tidak penting dicantumkan. Alih-alih membaca, HRD akan langsung mengembalikan CV Anda ke dalam tumpukan dokumen lain.

Baca juga: Jobseeker Wajib Tahu! Ini Cara Membuat CV ATS Friendly

6. Foto yang terlampir dalam CV berupa selfie

Salah satu yang perlu dilampirkan dalam CV adalah foto pribadi, tentunya yang profesional dan sesuai dengan ketentuan. Beberapa perusahaan mengharuskan pelamar untuk menempelkan atau menyertakan foto diri yang berupa pas foto resmi dan close-up.

Namun, saat ini juga telah banyak perusahaan yang menyarankan untuk pelamarnya melampirkan foto “bebas” asalkan profesional. Tidak jarang orang yang melamar pekerjaan menyalah-artikan penggunaan foto pada CV dan melampirkan foto selfie.

Melampirkan foto selfie akan memberikan kesan bahwa Anda bermain-main dan tidak profesional. Tentu saja, HRD akan langsung meng-skip lamaran Anda.

7. Pencantuman informasi kontak yang tidak tepat

Informasi kontak di dalam CV merupakan salah satu hal yang krusial. Sebab, melalui kontak tersebutlah nantinya HRD akan menghubungi Anda terkait kelanjutan dari lamaran pekerjaan yang dikirimkan. Oleh karena itu, Anda harus mencantumkan informasi kontak yang valid dan profesional, serta tidak menyulitkan.

Banyak HRD yang mengabaikan CV dengan informasi kontak yang ambigu dan tidak profesional. Misalnya nama alamat email pelamar terlalu rumit dan tidak profesional seperti: v1n4CaaanTiqq12345@gmail.com, aku_bukan_boneka@yahoo.com, atau wellaaaaayolllyeyeye@gmail.com.

Untuk nomor telepon, jangan cantumkan lebih dari satu nomor untuk dihubungi karena itu akan membingungkan. Meskipun Anda memiliki banyak ponsel, sebaiknya Anda mencantumkan salah satu nomor saja yang sering Anda gunakan atau nomor khusus bekerja.

8. Melamar banyak posisi di perusahaan

Memiliki semangat untuk bergabung dengan sebuah perusahaan memang bagus. Namun, jangan sampai hal itu menjadikan Anda terkesan serakah atau terlalu ambisius terhadap satu perusahaan dengan melamar ke banyak posisi.

Jangan sampai semangat Anda untuk bekerja berubah menjadi “yang penting kerja”. Melamar banyak posisi di sebuah perusahaan alih-alih membuka kesempatan yang lebih besar, malah akan menjadi bumerang untuk Anda.

Pasalnya, HRD malah akan merasa tidak tentang passion dan skill kamu jika kamu melamar ke beberapa posisi di suatu perusahaan. Terutama jika posisi yang dilamar bidangnya berseberangan.

9. CV yang tidak update

Jika CV Anda tidak diupdate secara berkala dan mengikuti tren yang ada, sudah pasti HRD akan mengabaikan CV Anda karena terkesan tidak ada kemajuan atau tidak berkembang.

Mengupdate CV atau surat lamaran pekerjaan adalah hal yang penting. Sebab, selain tren yang berubah, pengalaman kerja dan kualifikasi yang perlu tercantum di dalam CV juga mengalami pembaharuan.

Misalnya saja terkait lampiran foto diri yang telah mengalami pembaharuan dari pas foto menjadi foto profesional, atau terkait dengan penggunaan bahasa di mana sekarang CV berbahasa Inggris lebih diminati dibandingkan dengan yang berbahasa Indonesia.

Update terkait desain CV juga semakin sederhana namun rapi. Selain itu, di era digital seperti sekarang, pengumpulan CV tidak dalam bentuk kertas atau tulis tangan, melainkan bentuk pdf, canva, dan format digital lainnya.

10. CV terlalu panjang atau terlalu pendek

CV yang terlalu panjang akan membuat HRD malas membaca karena berasumsi bahwa isinya akan bertele-tele dan membuang waktu. Sedangkan CV yang terlalu pendek akan membuat HRD bertanya-tanya dan menilai bahwa pelamar tidak niat untuk melamar kerja.

Mencantumkan informasi yang terlalu sedikit akan membuat CV tersebut terkesan menggantung dan tidak jelas. Sebaliknya, CV mencantumkan terlalu banyak informasi bahkan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar akan membuat CV Anda kehilangan poin pentingnya.

Baca juga: 14 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat Interview Kerja yang Baik dan Benar

Lakukan proses rekrutmen karyawan lebih efektif dan efisien dengan aplikasi HRIS GreatDay HR

surat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae gdhr

Salah satu tanggung jawab HR adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat Anda kewalahan.

Selain itu prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan pekerjaan lainnya terkadang terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan tidak beraturan.

Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

Terlebih lagi, GreatDay HR menyediakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi mobile yang dapat diakses melalui ponsel pintar Anda. Segera unduh aplikasinya sekarang di AppStore dan PlayStore atau kunjungi lamannya dan jadwalkan demonya, gratis!

Baca juga: Kenali DiSC Personality Test: Tes Kepribadian yang Sering Digunakan Dalam Proses Rekrutmen Karyawan

Tags :

Related Topics