Jadwalkan Demo

Take Home Pay: Pengertian, Perbedaannya dengan Gaji Pokok, dan Cara Menghitungnya

Rizka Maria Merdeka | September 5, 2022 | Keuangan
by GreatDay HR

Take home pay adalah istilah yang merujuk pada jumlah uang atau gaji yang diterima secara bersih setelah dikurangi berbagai komponen potongan dalam penggajian. Sebagai karyawan, Anda perlu mengetahui dengan jelas apa itu THP (Take Home Pay) agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait gaji yang Anda terima.

Dengan memahami tentang THP, Anda juga akan lebih mengetahui rincian gaji Anda beserta komponen-komponennya. Hal ini untuk mencegah adanya kekhawatiran jika gaji yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian kontrak kerja awal.

Mari simak artikel berikut ini untuk ketahui informasi lebih banyak tentang pengertian, perbedaan THP dengan gaji pokok, hingga cara menghitungnya!

Baca juga: Hore Gajian! Ini Tips Mengelola Keuangan di Awal Bulan Agar Gaji Tidak Cepat Habis

Take home pay adalah

Take home pay adalah pembayaran upah yang diterima oleh karyawan di mana proses penghitungannya mempertimbangkan penambahan pendapatan rutin, pendapatan insidental serta dikurangi komponen pemotongan gaji.

Atau, take home pay merupakan jumlah pendapatan bersih yang diterima setelah dikurangi pajak, tunjangan, dan kontribusi sukarela dari gaji seperti asuransi atau iuran pokok karyawan. Take home pay juga disebut gaji bersih yang dibawa pulang oleh karyawan.

Dapat dikatakan bahwa take home pay adalah seluruh pendapatan kotor dikurangi komponen pengurangan seperti pajak penghasilan, kontribusi jaminan sosial dan kesehatan, dana pensiun, dan berbagai hal lain sesuai aturan perusahaan.

Komponen yang mempengaruhi perhitungan besaran THP adalah komponen pendapatan yang terdiri dari pendapatan rutin, pendapatan insidental, dan juga komponen potongan. Apa itu? Berikut penjelasannya:

1. Pendapatan rutin

Pendapatan rutin adalah sumber pendapatan yang didapatkan secara rutin. Biasanya memiliki perjanjian baik tertulis atau lisan. Yang termasuk ke dalam pendapatan rutin adalah: gaji pokok atau upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap. 

2. Pendapatan insidental

Pendapatan insidental adalah (pendapatan tidak tetap yang diperoleh karena alasan tertentu. Misalnya, bonus penghargaan atau lembur). 

3. Komponen pemotong

Komponen yang mengurangi jumlah take home pay karyawan, di antaranya:

  1. Pajak penghasilan/PPh
  2. Iuran BPJS
  3. Komponen potongan lainnya: potongan utang, potongan absensi, dan potongan lainnya

Baca juga: Berikut Jenis-Jenis Anggaran dalam Perusahaan dan Manfaatnya yang Wajib Diketahui

Perbedaan take home pay dengan gaji pokok

Banyak orang yang keliru beranggapan bahwa Take Home Pay (THP) sama dengan pendapatan rutin atau gaji pokok. Padahal, keduanya berbeda secara definisi maupun jumlah, meskipun sama-sama berkaitan dengan pendapatan karyawan. Menurut Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, gaji atau upah pokok merupakan besaran gaji atau upah dasar yang dibayarkan perusahaan kepada pekerja sesuai kesepakatan.

Besaran gaji pokok tercantum dan dapat Anda lihat dalam perjanjian kontrak kerja. Gaji pokok merupakan bagian dari komponen pendapatan yang Anda terima setiap bulannya. Namun, jumlah ini belum dikurangi komponen pengurang gaji.

Sedangkan THP adalah gaji bersih yang sudah dikurangi semua komponen potongan seperti iuran BPJS, asuransi kesehatan, pinjaman karyawan, dan lainnya. Nominal THP mungkin akan lebih sedikit atau lebih banyak tergantung komponen pendapatan dan komponen pemotong gaji pada setiap bulannya.

Baca juga: Fringe Benefit: Pengertian, Jenis, dan Cara Pelaksanaannya

Menghitung take home pay

Untuk memperkuat pemahaman Anda tentang take home pay, berikut rumus dan cara untuk menghitung THP pada umumnya.

Rumus penghitungan Take Home Pay (THP):

Take Home Pay = (Pendapatan rutin + pendapatan insidental) – (Komponen pemotongan gaji)

Contoh: 

Wella adalah seorang karyawan swasta yang mendapatkan gaji pokok sebesar Rp 6.000.000 per bulan. Kemudian, setiap bulan Wella mendapat uang makan (tunjangan tetap) sebesar Rp 500.000 dan kebetulan di bulan ini Wella mendapatkan bonus sebesar Rp 3.500.000.

Di samping itu, Wella juga memiliki pemotongan pinjaman kredit handphone sebesar Rp 150.000 per bulan, pemotongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Rp 200.000, serta pengurangan PPh 21 Rp 250.000. Berapa jumlah take home pay Wella bulan ini?

Pendapatan:

Gaji pokok: Rp 6.000.000

Tunjangan tetap makan: Rp 500.000

Bonus: Rp 3.500.000 

Komponen pemotongan gaji:

Cicilan kredit handphone per bulan: Rp 150.000

Iuran BPJS Kesehatan + Ketenagakerjaan:  Rp 200.000

Pajak PPh 21 Rp 250.000

Penghitungan THP:

(Pendapatan rutin + pendapatan insidental) – (Komponen pemotongan gaji) = THP

(Rp 6.000.000 + Rp 500.000 + Rp 3.500.000) – (Rp 150.000 + Rp 200.000+ Rp 250.000) = THP

(Rp 10.000.000 – Rp 600.000) = Rp 9.400.000

Jadi, jumlah take home pay yang diperoleh Wella pada bulan ini adalah sebesar Rp 9.400.000

Baca juga: Apa Itu Cost Benefit Analysis? Berikut Pengertian, Manfaat, dan Cara Penghitungan CBA

Pengelolaan payroll jadi lebih mudah dijamin akurat dengan aplikasi HRIS GreatDay HR

take home pay adalah gdhr

Pengelolaan payroll perusahaan merupakan salah satu tugas HR dan finance. Dalam prosesnya, mengelola payroll bisa cukup melelahkan dan memakan banyak waktu. Apalagi jika cara yang digunakan masih manual.

Diperlukan ketelitian dalam penghitungan payroll agar tidak ada kekeliruan yang berakibat merugikan karyawan dan perusahaan. Selain itu, proses payroll juga harus disegerakan untuk menghindari keterlambatan penggajian karyawan.

Di samping itu, HR juga memiliki pekerjaan lain yang harus diselesaikan seperti rekrutmen, mengelola data kehadiran, dan lain-lain. Hal itu seringkali menjadi kendala yang dikeluhkan oleh HR karena banyak deadline yang terbengkalai.

Selain itu, penghitungan gaji yang harus akurat dan cepat, ditambah lagi dengan jumlah karyawan yang banyak, serta aturan penghitungan pajak yang berubah-ubah membuat HR terkadang harus lembur.

Jangan khawatir! Aplikasi GreatDay HR hadir untuk membantu meringankan pekerjaan HR terutama terkait pengelolaan payroll perusahaan. Anda juga mendapatkan kemudahan pengelolaan payroll dengan akses melalui ponsel pintar Anda.

Fitur Payroll di aplikasi GreatDay HR juga secara otomatis mengupdate aturan terkait pajak. Perusahaan juga dapat melakukan penggajian multibank sehingga transfer gaji menjadi lebih praktis anti-telat.

Segera unduh aplikasi GreatDay HR di AppStore atau PlayStore di ponsel Anda, kunjungi websitenya untuk informasi lebih lengkap dan jadwalkan demonya sekarang!

Baca juga: Apa Itu Salary? Berikut Definisi, Komponen, dan Perbedaannya dengan Upah

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email