Jadwalkan Demo

Tarif Pajak Terbaru Sudah Berlaku! Ini Penjelasan Mengenai TER PPh 21 Sesuai PP 58/2023

Rizka Maria Merdeka | January 22, 2024 | Pajak
by GreatDay HR

Adanya perubahan terkait tarif pajak baru dalam PP 58/2023 yang diumumkan oleh Pemerintah di akhir tahun 2023 lalu membuat masyarakat, utamanya perusahaan, harus melakukan penyesuaian terhadap penghitungan gaji karyawannya. Pasalnya, perubahan aturan tersebut langsung diberlakukan di 1 Januari 2024.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 kemudian menjadi sorotan utama dengan memperkenalkan perubahan signifikan terkait Tarif Efektif Rata-Rata (TER) pada pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Adanya pembagian TER harian dan bulanan menimbulkan asumsi bahwa ada beban pajak baru selain pajak tahunan. Benarkah demikian?

Artikel ini akan membahas tentang perubahan aturan perpajakan yang dalam hal ini termasuk tarif dan cara penghitungannya. Akan dipaparkan juga terkait besaran TER pajak berdasarkan kategori wajib pajak, serta pengertian TER sendiri. Simak selengkapnya!

Baca juga: Mekanisme Payroll #2: Penghitungan Komponen Pajak PPh 21 dalam Penggajian di Perusahaan Secara Digital

Tentang Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023

Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023, yang berlaku mulai 1 Januari 2024, didasari oleh dua prinsip utama, yaitu kemudahan administrasi dan kesederhanaan. Ketentuan yang baru diberlakukan ini memberikan sejumlah manfaat bagi Wajib Pajak (WP), terutama pemberi kerja yang bertindak sebagai pemotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 terkait dengan pembayaran atas Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan.

Selain itu, regulasi ini juga dapat mempermudah pengawasan terhadap kepatuhan di Kantor-kantor Pelayanan Pajak (KPP). Meskipun terlihat rumit karena memiliki berbagai klasifikasi Tarif Efektif Rata-rata (TER), seperti 44 TER untuk kategori A, 40 TER untuk kategori B, dan 41 TER untuk kategori C, pada dasarnya aturan ini dapat mempermudah perhitungan pemotongan PPh 21 setiap bulannya.

Dengan diberlakukannya peraturan ini, pemberi kerja hanya perlu mengalikan TER dengan penghasilan bruto bulanan yang diterima atau diperoleh oleh penerima penghasilan untuk melakukan pemotongan PPh Pasal 21. Hal ini memberikan kesederhanaan dalam perhitungan PPh Pasal 21 yang harus dibayarkan.

Sebagai tambahan informasi, Pasal 2 ayat (4) PP 58/2023 mengklasifikasikan kategori A, B, dan C berdasarkan Tarif Efektif Rata-rata (TER), dengan merujuk pada kelompok Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan rincian sebagai berikut:

Kategori A:

  • Tidak kawin tanpa tanggungan;
  • Kawin dengan tanggungan 1 orang; atau
  • Kawin tanpa tanggungan.

Kategori B:

  • Tidak kawin dengan tanggungan 2 orang;
  • Tidak kawin dengan tanggungan 3 orang;
  • Kawin dengan tanggungan 1 orang; atau
  • Kawin dengan tanggungan 2 orang.

Kategori C:

  • Kawin dengan tanggungan 3 orang.

Baca juga: Objek Pemotongan PPh 21: Apa yang Harus Diketahui oleh Setiap Karyawan

Jadi apa itu TER?

Tarif Efektif Rata-rata (TER) adalah suatu perhitungan yang digunakan untuk menentukan tarif pajak efektif yang diterapkan pada pendapatan kena pajak. Dalam konteks peraturan pajak, TER seringkali digunakan untuk mengukur atau menyederhanakan tarif pajak yang kompleks menjadi suatu angka yang mencerminkan tarif rata-rata yang sebenarnya diterapkan pada suatu kelompok atau kategori tertentu.

Dalam konteks ini, TER digunakan dalam pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 terkait dengan penghasilan yang dibayarkan atas Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan. Aturan tersebut membagi TER ke dalam berbagai kategori, seperti kategori A, B, dan C, yang masing-masing memiliki nilai TER sendiri. Pemberi kerja dapat mengalikan TER dengan penghasilan bruto bulanan penerima penghasilan untuk menentukan jumlah pajak yang harus dipotong.

Dengan menggunakan konsep TER, peraturan pajak dapat menjadi lebih mudah dimengerti dan diterapkan, sekaligus memberikan kesederhanaan dalam perhitungan pajak untuk meningkatkan kemudahan administrasi. Dengan kata lain, TER membantu menyederhanakan struktur tarif pajak agar lebih mudah diimplementasikan oleh pemotong pajak.

Sebagaimana dinyatakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), bahwa penerapan Tarif Efektif Rata-Rata (TER) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 tidak menimbulkan beban tambahan bagi Wajib Pajak. Selain itu, Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, menegaskan bahwa TER bukan merupakan pajak atau beban baru, melainkan merupakan upaya Pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam perhitungan PPh Pasal 21.

Baca juga: Mau Lapor Pajak? Ini Cara Daftar Antrean Online Kunjung Pajak Praktis Tanpa Ribet

Perubahan tarif pemotongan pajak penghasilan di 2024

Pemerintah telah secara resmi menerapkan peraturan baru mengenai perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Perubahan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023 dan mulai berlaku efektif sejak 1 Januari 2024.

Perubahan utama dalam peraturan ini mencakup pengenalan tarif efektif yang diterapkan pada penghasilan bruto, baik bulanan maupun harian, kecuali pada masa pajak terakhir.

Tarif efektif bulanan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu A, B, dan C. Kategori A mencakup karyawan yang tidak kawin tanpa tanggungan, tidak kawin dengan satu tanggungan, atau kawin tanpa tanggungan.

Dalam kategori ini, karyawan dengan penghasilan hingga Rp5,4 juta per bulan dikenakan tarif PPh 21 sebesar 0%. Tarif tertinggi, yaitu 34%, diterapkan pada karyawan dengan penghasilan lebih dari Rp1,4 miliar.

Selanjutnya, kategori B mencakup karyawan yang tidak kawin dengan dua atau tiga tanggungan, kawin dengan satu atau dua tanggungan. Karyawan dalam kategori ini dengan penghasilan hingga Rp6,2 juta per bulan tidak dikenakan tarif PPh 21. Tarif tertinggi, 34%, dikenakan pada karyawan dengan penghasilan lebih dari Rp1,405 miliar per bulan.

Sementara itu, kategori C mencakup karyawan yang kawin dengan tiga tanggungan. Dalam kategori ini, karyawan dengan penghasilan hingga Rp6,6 juta per bulan bebas dari PPh 21. Tarif tertinggi, 34%, diterapkan pada karyawan dengan penghasilan lebih dari Rp1,419 miliar per bulan.

Pekerja yang menerima penghasilan harian akan dikenakan tarif efektif harian, dengan perhitungan sesuai dengan besaran penghasilan bruto harian.

Baca juga: Kenali 4 Fungsi Pajak dan Manfaatnya di Indonesia

Tarif PPh 21 per kategori berdasarkan besaran penghasilan 2024

Berikut besaran tarif efektif rata-rata (TER) PPh 21 tahun 2024 berdasarkan PP 58/2023:

1. Kategori TER A

PTKP: Tidak Kawin dan Tak Ada Tanggungan (TK/0); TK/1; K/0 dengan penghasilan bruto:

  • Rp5.400.001 s.d. 5.650.000 tarifnya 0,25%
  • Rp5.650.001 s.d. 5.950.000 tarifnya 0,50%
  • Rp5.950.001 s.d. 6.300.000 tarifnya 0,75%
  • Rp6.300.001 s.d. 6.750.000 tarifnya 1,00%
  • Rp6.750.001 s.d. 7.500.000 tarifnya 1,25%
  • Rp7.500.001 s.d. 8.550.000 tarifnya 1,50%
  • Rp8.550.001 s.d. 9.650.000 tarifnya 1,75%
  • Rp9.650.001 s.d. 10.050.000 tarifnya 2,00%
  • Rp10.050.001 s.d. 10.350.000 tarifnya 2,25%
  • Rp10.350.001 s.d. 10.700.000 tarifnya 2,50%
  • Rp10.700.001 s.d. 11.050.000 tarifnya 3,00%
  • Rp11.050.001 s.d. 11.600.000 tarifnya 3,50%
  • Rp11.600.001 s.d. 12.500.000 tarifnya 4,00%
  • Rp12.500.001 s.d. 13.750.000 tarifnya 5,00%
  • Rp13.750.001 s.d. 15.100.000 tarifnya 6,00%
  • Rp15.100.001 s.d. 16.950.000 tarifnya 7,00%
  • Rp16.950.001 s.d. 19.750.000 tarifnya 8,00%
  • Rp19.750.001 s.d. 24.150.000 tarifnya 9,00%
  • Rp24.150.001 s.d. 26.450.000 tarifnya 10,00%
  • Rp26.450.001 s.d. 28.000.000 tarifnya 11,00%
  • Rp28.000.001 s.d. 30.050.000 tarifnya 12,00%
  • Rp30.050.001 s.d. 32.400.000 tarifnya 13,00%
  • Rp32.400.001 s.d. 35.400.000 tarifnya 14,00%
  • Rp35.400.001 s.d. 39.100.000 tarifnya 15,00%
  • Rp39.100.001 s.d. 43.850.000 tarifnya 16,00%
  • Rp43.850.001 s.d. 47.800.000 tarifnya 17,00%
  • Rp47.800.001 s.d. 51.400.000 tarifnya 18,00%
  • Rp51.400.001 s.d. 56.300.000 tarifnya 19,00%
  • Rp56.300.001 s.d. 62.200.000 tarifnya 20,00%
  • Rp62.200.001 s.d. 68.600.000 tarifnya 21,00%
  • Rp68.600.001 s.d. 77.500.000 tarifnya 22,00%
  • Rp77.500.001 s.d. 89.000.000 tarifnya 23,00%
  • Rp89.000.001 s.d. 103.000.000 tarifnya 24,00%
  • Rp103.000.001 s.d. 125.000.000 tarifnya 25,00%
  • Rp125.000.001 s.d. 157.000.000 tarifnya 26,00%
  • Rp157.000.001 s.d. 206.000.000 tarifnya 27,00%
  • Rp206.000.001 s.d. 337.000.000 tarifnya 28,00%
  • Rp337.000.001 s.d. 454.000.000 tarifnya 29,00%
  • Rp454.000.001 s.d. 550.000.000 tarifnya 30,00%
  • Rp550.000.001 s.d. 695.000.000 tarifnya 31,00%
  • Rp695.000.001 s.d. 910.000.000 tarifnya 32,00%
  • Rp910.000.001 s.d. 1.400.000.000 tarifnya 33,00%
  • lebih Rp1.400.000.000 tarifnya 34,00%

2. Kategori TER B

PTKP: TK/2 dan K/1; TK/3 dan K/2

  • sampai dengan Rp6.200.000 tarifnya 0,00%
  • Rp6.200.001 s.d. 6.500.000 tarifnya 0,25%
  • Rp6.500.001 s.d. 6.850.000 tarifnya 0,50%
  • Rp6.850.001 s.d. 7.300.000 tarifnya 0,75%
  • Rp7.300.001 s.d. 9.200.000 tarifnya 1,00%
  • Rp9.200.001 s.d. 10.750.000 tarifnya 1,50%
  • Rp10.750.001 s.d. 11.250.000 tarifnya 2,00%
  • Rp11.250.001 s.d. 11.600.000 tarifnya 2,50%
  • Rp11.600.001 s.d. 12.600.000 tarifnya 3,00%
  • Rp12.600.001 s.d. 13.600.000 tarifnya 4,00%
  • Rp13.600.001 s.d. 14.950.000 tarifnya 5,00%
  • Rp14.950.001 s.d. 16.400.000 tarifnya 6,00%
  • Rp16.400.001 s.d. 18.450.000 tarifnya 7,00%
  • Rp18.450.001 s.d. 21.850.000 tarifnya 8,00%
  • Rp21.850.001 s.d. 26.000.000 tarifnya 9,00%
  • Rp26.000.001 s.d. 27.700.000 tarifnya 10,00%
  • Rp27.700.001 s.d. 29.350.000 tarifnya 11,00%
  • Rp29.350.001 s.d. 31.450.000 tarifnya 12,00%
  • Rp31.450.001 s.d. 33.950.000 tarifnya 13,00%
  • Rp33.950.001 s.d. 37.100.000 tarifnya 14,00%
  • Rp37.100.001 s.d. 41.100.000 tarifnya 15,00%
  • Rp41.100.001 s.d. 45.800.000 tarifnya 16,00%
  • Rp45.800.001 s.d. 49.500.000 tarifnya 17,00%
  • Rp49.500.001 s.d. 53.800.000 tarifnya 18,00%
  • Rp53.800.001 s.d. 58.500.000 tarifnya 19,00%
  • Rp58.500.001 s.d. 64.000.000 tarifnya 20,00%
  • Rp64.000.001 s.d. 71.000.000 tarifnya 21,00%
  • Rp71.000.001 s.d. 80.000.000 tarifnya 22,00%
  • Rp80.000.001 s.d. 93.000.000 tarifnya 23,00%
  • Rp93.000.001 s.d. 109.000.000 tarifnya 24,00%
  • Rp109.000.001 s.d. 129.000.000 tarifnya 25,00%
  • Rp129.000.001 s.d. 163.000.000 tarifnya 26,00%
  • Rp163.000.001 s.d. 211.000.000 tarifnya 27,00%
  • Rp211.000.001 s.d. 374.000.000 tarifnya 28,00%
  • Rp374.000.001 s.d. 459.000.000 tarifnya 29,00%
  • Rp459.000.001 s.d. 555.000.000 tarifnya 30,00%
  • Rp555.000.001 s.d. 704.000.000 tarifnya 31,00%
  • Rp704.000.001 s.d. 957.000.000 tarifnya 32,00%
  • Rp957.000.001 s.d. 1.405.000.000 tarifnya 33,00%
  • lebih dari Rp1.405.000.000 tarifnya 34,00%

3. Kategori TER C

PTKP: K/3

  • sampai dengan Rp6.600.000 tarifnya 0,00%
  • Rp6.600.001 s.d. 6.950.000 tarifnya 0,25%
  • Rp6.950.001 s.d. 7.350.000 tarifnya 0,50%
  • Rp7.350.001 s.d. 7.800.000 tarifnya 0,75%
  • Rp7.800.001 s.d. 8.850.000 tarifnya 1,00%
  • Rp8.850.001 s.d. 9.800.000 tarifnya 1,25%
  • Rp9.800.001 s.d. 10.950.000 tarifnya 1,50%
  • Rp10.950.001 s.d. 11.200.000 tarifnya 1,75%
  • Rp11.200.001 s.d. 12.050.000 tarifnya 2,00%
  • Rp12.050.001 s.d. 12.950.000 tarifnya 3,00%
  • Rp12.950.001 s.d. 14.150.000 tarifnya 4,00%
  • Rp14.150.001 s.d. 15.550.000 tarifnya 5,00%
  • Rp15.550.001 s.d. 17.050.000 tarifnya 6,00%
  • Rp17.050.001 s.d. 19.500.000 tarifnya 7,00%
  • Rp19.500.001 s.d. 22.700.000 tarifnya 8,00%
  • Rp22.700.001 s.d. 26.600.000 tarifnya 9,00%
  • Rp26.600.001 s.d. 28.100.000 tarifnya 10,00%
  • Rp28.100.001 s.d. 30.100.000 tarifnya 11,00%
  • Rp30.100.001 s.d. 32.600.000 tarifnya 12,00%
  • Rp32.600.001 s.d. 35.400.000 tarifnya 13,00%
  • Rp35.400.001 s.d. 38.900.000 tarifnya 14,00%
  • Rp38.900.001 s.d. 43.000.000 tarifnya 15,00%
  • Rp43.000.001 s.d. 47.400.000 tarifnya 16,00%
  • Rp47.400.001 s.d. 51.200.000 tarifnya 17,00%
  • Rp51.200.001 s.d. 55.800.000 tarifnya 18,00%
  • Rp55.800.001 s.d. 60.400.000 tarifnya 19,00%
  • Rp60.400.001 s.d. 66.700.000 tarifnya 20,00%
  • Rp66.700.001 s.d. 74.500.000 tarifnya 21,00%
  • Rp74.500.001 s.d. 83.200.000 tarifnya 22,00%
  • Rp83.200.001 s.d. 95.600.000 tarifnya 23,00%
  • Rp95.600.001 s.d. 110.000.000 tarifnya 24,00%
  • Rp110.000.001 s.d. 134.000.000 tarifnya 25,00%
  • Rp134.000.001 s.d. 169.000.000 tarifnya 26,00%
  • Rp169.000.001 s.d. 221.000.000 tarifnya 27,00%
  • Rp221.000.001 s.d. 390.000.000 tarifnya 28,00%
  • Rp390.000.001 s.d. 463.000.000 tarifnya 29,00%
  • Rp463.000.001 s.d. 561.000.000 tarifnya 30,00%
  • Rp561.000.001 s.d. 709.000.000 tarifnya 31,00%
  • Rp709.000.001 s.d. 965.000.000 tarifnya 32,00%
  • Rp965.000.001 s.d. 1.419.000.000 tarifnya 33,00%
  • lebih dari Rp1.419.000.000 tarifnya 34,00%

Baca juga: Pengertian, Tarif Pajak, Wajib Pajak dan Contoh Perhitungan PPh 21

Hitung pajak dalam penggajian tidak perlu repot lagi, ada GreatDay HR!

tarif pajak baru gdhr

Adanya pembaruan terkait peraturan penghitungan dan tarif pajak saat ini, menjadi tantangan baru dalam pengelolaan penggajian. Sebab, pajak merupakan salah satu elemen utama dalam menghitung gaji perusahaan. Selain itu, komponen gaji lainnya seperti potongan, bonus, dan BPJS juga harus dihitung secara akurat.

Menghitung dan mengelola penggajian adalah salah satu tugas yang paling memakan waktu dan menguras konsentrasi. Bahkan kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak pada karyawan dan perusahaan. Oleh karena itu, GreatDay HR menyediakan fitur Payroll yang dapat  membantu menyederhanakan pengelolaan payroll, termasuk di dalamnya pajak.

Anda juga tidak perlu khawatir dengan perubahan aturan pajak berkala, sebab GreatDay HR konsisten melakukan pembaharuan dan penyesuaian terhadap aturan pajak terbaru, termasuk aturan mengenai TER. Penghitungan gaji dan pajak kini dapat dilakukan lebih mudah dan cepat hanya dengan satu aplikasi.

Tunggu apa lagi? Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR untuk penghitungan pajak yang lebih efektif!

Baca juga: Penjelasan Lengkap Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email