Jadwalkan Demo

Simak 7 Tips Mengatasi Karyawan Underperformance di Perusahaan

Rizka Maria Merdeka | May 31, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Mengatasi karyawan yang mengalami underperformance adalah tantangan yang sering dihadapi oleh banyak perusahaan. Underperformance, atau kinerja yang tidak memenuhi harapan, dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya keterampilan, motivasi yang rendah, masalah pribadi, atau lingkungan kerja yang tidak mendukung.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai pengertian underperformance pada karyawan, mengidentifikasi penyebab-penyebab umumnya, dan memberikan 7 tips efektif untuk mengatasi karyawan yang mengalami underperformance. Dari evaluasi kinerja hingga menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, Anda akan menemukan strategi yang dapat membantu meningkatkan kinerja dan produktivitas tim Anda secara keseluruhan.

Simak artikel selengkapnya!

Baca juga: KPI 101: Panduan Awal untuk Menyusun Key Performance Indicators

Pengertian underperformance

Underperformance adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang, kelompok, atau entitas tidak memenuhi standar atau harapan kinerja yang ditetapkan. Ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk dalam dunia kerja, pendidikan, olahraga, atau kinerja finansial suatu perusahaan atau investasi. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang underperformance dalam berbagai konteks:

Dalam dunia kerja, seorang karyawan dikatakan underperformance jika hasil kerjanya tidak memenuhi target atau standar yang diharapkan oleh perusahaan. Ini bisa mencakup ketidakmampuan mencapai kuota penjualan, ketidaktepatan waktu dalam menyelesaikan proyek, atau kurangnya keterampilan yang diperlukan untuk tugas tertentu.

Sebuah tim dapat dianggap underperforming jika tidak berhasil mencapai tujuan atau target proyek, meskipun telah diberikan sumber daya yang memadai dan waktu yang cukup.

Baca juga: 9 Tips Paling Efektif dalam Pengelolaan Kinerja Karyawan

Penyebab underperformance pada karyawan

Underperformance pada karyawan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut adalah beberapa penyebab umum underperformance pada karyawan:

1. Kurangnya Keterampilan dan Pengetahuan

  • Pelatihan yang Tidak Memadai: Karyawan mungkin tidak memiliki pelatihan yang cukup atau tidak diperbarui untuk menjalankan tugas mereka dengan efektif.
  • Kurangnya Pengalaman: Karyawan baru atau yang kurang pengalaman mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai tingkat kinerja yang diharapkan.

2. Motivasi dan Keterlibatan yang Rendah

  • Kurangnya Pengakuan: Kurangnya apresiasi atau pengakuan atas kerja keras dapat menurunkan motivasi.
  • Tujuan yang Tidak Jelas: Karyawan yang tidak memahami tujuan atau visi perusahaan mungkin merasa tidak terlibat atau tidak termotivasi.
  • Stres dan Burnout: Tingkat stres yang tinggi atau burnout bisa menyebabkan penurunan kinerja.

3. Masalah Pribadi

  • Masalah Kesehatan: Kondisi kesehatan fisik atau mental yang buruk dapat mengganggu kinerja.
  • Masalah Keluarga atau Pribadi: Masalah di rumah atau dalam kehidupan pribadi bisa berdampak negatif pada kinerja kerja.

4. Lingkungan Kerja yang Tidak Mendukung

  • Kepemimpinan yang Buruk: Gaya kepemimpinan yang otoriter, kurangnya komunikasi, atau manajemen yang tidak efektif dapat menurunkan moral dan kinerja.
  • Kurangnya Sumber Daya: Tidak adanya alat, teknologi, atau sumber daya lain yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan baik.
  • Budaya Kerja yang Negatif: Lingkungan kerja yang toksik atau tidak mendukung bisa menyebabkan karyawan kehilangan motivasi.

5. Masalah dengan Pengelolaan Kinerja

  • Umpan Balik yang Tidak Memadai: Karyawan yang tidak menerima umpan balik yang konstruktif atau reguler mungkin tidak tahu bagaimana meningkatkan kinerja mereka.
  • Penetapan Target yang Tidak Realistis: Target yang terlalu tinggi atau tidak realistis bisa menyebabkan karyawan merasa gagal dan tidak termotivasi.

6. Ketidakcocokan Peran

  • Ketidaksesuaian Antara Keterampilan dan Pekerjaan: Jika keterampilan karyawan tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi harapan.
  • Kurangnya Tantangan: Pekerjaan yang terlalu mudah atau monoton bisa membuat karyawan merasa bosan dan tidak termotivasi.

Mengidentifikasi penyebab spesifik underperformance sangat penting untuk mengambil tindakan korektif yang tepat. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi menyediakan pelatihan tambahan, meningkatkan komunikasi dan umpan balik, menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif, menyesuaikan tugas dengan keterampilan karyawan, dan mengatasi masalah pribadi yang mungkin mempengaruhi kinerja.

Baca juga: Alasan Pentingnya Evaluasi Kinerja Karyawan dan Cara Melakukannya

7 tips mengatasi karyawan underperformance

Mengatasi karyawan yang mengalami underperformance adalah tugas yang menantang namun penting untuk menjaga produktivitas dan moral tim. Berikut adalah penjelasan tentang tujuh tips untuk mengatasi karyawan underperformance:

1. Lakukan Evaluasi dan Identifikasi Masalah

  • Analisis Kinerja: Langkah pertama dalam mengatasi underperformance adalah dengan melakukan evaluasi kinerja yang menyeluruh. Ini bisa dilakukan melalui penilaian kinerja formal seperti review tahunan, atau melalui observasi sehari-hari dan analisis data kinerja. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi area spesifik di mana karyawan mengalami kesulitan dan memahami penyebab yang mendasarinya.
  • Diskusi Terbuka: Setelah melakukan analisis, penting untuk mengadakan pertemuan dengan karyawan tersebut. Dalam diskusi ini, ajak karyawan untuk berbicara tentang pandangan mereka terhadap kinerjanya sendiri. Tanyakan apakah mereka menyadari masalah tersebut dan apakah ada faktor eksternal atau internal yang mempengaruhi kinerja mereka. Mendengarkan perspektif karyawan dapat memberikan wawasan yang berguna dan menunjukkan bahwa Anda peduli dengan kesejahteraan mereka.

2. Berikan Umpan Balik yang Konstruktif

  • Umpan Balik Spesifik: Umpan balik yang diberikan harus spesifik, objektif, dan berdasarkan fakta. Misalnya, alih-alih mengatakan “Anda tidak bekerja dengan baik,” lebih baik mengatakan “Saya perhatikan bahwa laporan Anda sering terlambat selama tiga bulan terakhir. Bisakah kita membahas mengapa hal ini terjadi?”
  • Pendekatan Positif: Umpan balik harus disampaikan dengan cara yang mendukung dan mendorong. Fokuslah pada bagaimana karyawan dapat memperbaiki kinerja mereka daripada hanya menyoroti kesalahan mereka. Menggunakan bahasa yang positif dan empati dapat membantu karyawan merasa lebih termotivasi untuk melakukan perbaikan.

3. Tawarkan Pelatihan dan Pengembangan

  • Program Pelatihan: Jika underperformance disebabkan oleh kurangnya keterampilan atau pengetahuan, menyediakan pelatihan tambahan adalah solusi yang efektif. Pelatihan ini dapat berupa kursus formal, workshop, atau pelatihan on-the-job.
  • Mentoring: Menugaskan mentor yang lebih berpengalaman untuk membimbing karyawan juga bisa sangat membantu. Mentor dapat memberikan dukungan praktis, berbagi pengetahuan, dan memberikan umpan balik yang konstruktif dalam konteks sehari-hari.

4. Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Realistis

  • Sasaran SMART: Pastikan tujuan yang Anda tetapkan untuk karyawan adalah SMART: Spesifik, Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-bound (berbatas waktu). Misalnya, daripada menetapkan tujuan umum seperti “Meningkatkan kinerja,” tetapkan tujuan yang lebih spesifik seperti “Meningkatkan jumlah laporan bulanan yang tepat waktu dari 60% menjadi 90% dalam tiga bulan.”
  • Rencana Aksi: Bersama dengan karyawan, buatlah rencana aksi yang detail. Rencana ini harus mencakup langkah-langkah konkret yang harus diambil karyawan untuk mencapai tujuan mereka. Diskusikan bagaimana Anda akan mendukung mereka dalam mencapai tujuan ini dan tetapkan jadwal untuk meninjau kemajuan secara berkala.

5. Monitor dan Evaluasi Kemajuan

  • Review Berkala: Adakan pertemuan secara rutin untuk meninjau kemajuan karyawan terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Ini bisa dilakukan bulanan atau sesuai kebutuhan. Dalam pertemuan ini, berikan umpan balik tentang kemajuan yang telah dicapai dan diskusikan area yang masih memerlukan perbaikan.
  • Penyesuaian Rencana: Jika karyawan tidak mencapai kemajuan yang diharapkan, evaluasi rencana aksi dan buat penyesuaian jika diperlukan. Diskusikan hambatan apa saja yang mungkin dihadapi karyawan dan bagaimana mengatasinya.

6. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Mendukung

  • Budaya Positif: Lingkungan kerja yang positif dan mendukung sangat penting untuk memotivasi karyawan. Budaya kerja yang menghargai kolaborasi, komunikasi terbuka, dan penghargaan terhadap kinerja yang baik dapat meningkatkan semangat kerja dan produktivitas.
  • Sumber Daya yang Memadai: Pastikan karyawan memiliki akses ke alat, teknologi, dan sumber daya lain yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Jika karyawan mengalami kesulitan karena kurangnya sumber daya, bantu mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

7. Pertimbangkan Kesejahteraan Karyawan

  • Keseimbangan Kerja dan Kehidupan: Bantu karyawan mencapai keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Overworking atau tekanan yang berlebihan dapat menyebabkan burnout dan penurunan kinerja. Fleksibilitas dalam jadwal kerja atau cuti untuk mengatasi masalah pribadi bisa sangat membantu.
  • Dukungan untuk Masalah Pribadi: Jika karyawan menghadapi masalah pribadi atau kesehatan yang mempengaruhi kinerja mereka, berikan dukungan yang diperlukan. Ini bisa berupa konseling, waktu fleksibel, atau program kesejahteraan lainnya. Menunjukkan bahwa Anda peduli dengan kesejahteraan mereka dapat meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan.

Dengan mengikuti tips-tips ini, perusahaan dapat membantu karyawan mengatasi underperformance dan mencapai kinerja yang lebih baik. Pendekatan yang empatik, komunikatif, dan berbasis solusi akan membantu membangun hubungan kerja yang lebih baik dan mendorong karyawan untuk mencapai potensi penuh mereka.

Baca juga: Apakah Skema Bonus Berbasis Kinerja Bisa Meningkatkan Produktivitas Karyawan? Simak Penjelasannya!

Pantau kinerja dan perkembangan karyawan lebih efektif dengan GreatDay HR

karyawan underperformance adalah

 

Mengukur produktivitas di perusahaan adalah kunci penting untuk pengembangan karir dan peningkatan kinerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan perlu merumuskan sistem KPI dan komponen lain yang dinilai demi hasil yang terukur. Dengan demikian, baik atasan maupun perusahaan dapat memantau perkembangan performa setiap karyawan.

GreatDay HR menawarkan fitur Performance yang dapat menjadi solusi dalam pengelolaan performa karyawan. Penyusunan KPI, pemberian feedback dan penilaian, serta perencanaan tugas kini bisa dilakukan melalui satu aplikasi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Tidak perlu lagi menggunakan banyak alat untuk mengelola komponen performa karyawan.

Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR sekarang! Dapatkan informasi lebih lengkap dan jadwalkan demo gratis dengan klik di sini!

Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Pengukuran Produktivitas Bagi Perusahaan

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email