Jadwalkan Demo

Jangan Putus Asa! Ini Tips Hadapi Kondisi Saat Terkena Layoff

Rizka Maria Merdeka | November 23, 2022 | HRIS
by GreatDay HR

Gelombang layoff karyawan masih berlangsung hingga saat ini, terutama di perusahaan-perusahaan unicorn. Jumlah karyawan yang terkena layoff pun telah mencapai ribuan bahkan puluhan ribu di seluruh dunia.

Adanya gelombang layoff ini salah satunya disebabkan oleh perkiraan adanya resesi di tahun 2023. Sehingga perusahaan melakukan efisiensi dan layoff secara besar-besaran untuk menghindari terkena dampak resesi. Akibatnya, banyak karyawan yang kehilangan sumber penghasilannya.

Tidak sampai di situ, dampak dari layoff nyatanya bukan hanya mempengaruhi kondisi finansial, namun juga mental seseorang. Banyak dari karyawan yang berpikir bahwa terkena layoff artinya akhir dari segalanya. Sebagian ada yang putus asa hingga depresi.

Bagi Anda dan orang sekitar Anda yang terkena layoff, jangan mudah menyerah! GreatDay HR akan memberikan tips-tips jitu untuk bangkit kembali dan hadapi kondisi saat terkena layoff. Yuk, simak tipsnya dalam artikel berikut ini!

Baca juga: Pahami Pengertian dan Dampak Layoff serta Perbedaannya dengan Pemecatan

1. Minta surat laid-off dari kantor

Hal pertama yang perlu Anda lakukan saat terkena layoff adalah meminta surat keterangan laid-off dari kantor. Surat ini penting untuk dokumentasi bahwa Anda berhenti bekerja di perusahaan bukan karena melakukan kesalahan atau pelanggaran.

Melainkan karena mengikuti kebijakan perusahaan. Selain itu, surat laid-off ini juga dapat digunakan sebagai dokumen pendukung untuk melamar pekerjaan baru.

2. Pastikan hak Anda terpenuhi

Selanjutnya, pastikan hak-hak Anda berupa gaji, pesangon, dan kompensasi lainnya dipenuhi dengan baik oleh perusahaan. Periksa kembali payslip yang Anda terima, apakah besaran gaji dan pesangon sudah sesuai dengan yang disepakati atau belum. Jika nominal yang diberikan tidak sesuai kesepakatan, maka Anda dapat mengajukan protes ke perusahaan.

Ketahui juga bahwa saat karyawan terkena layoff artinya karyawan tersebut berhak memperoleh kompensasi berupa UPMK, uang penggantian cuti yang belum terpakai, reimbursement, dan lain-lain. Pastikan Anda memperoleh hak-hak tersebut agar tidak menyesal nantinya.

3. Rasakan emosi dan tenangkan diri

Saat Anda terkena layoff, tentu banyak perasaan yang berkecamuk di dalam diri. Misalnya merasa kecewa, sedih, marah, kaget, khawatir, dan lain sebagainya. Terutama jika Anda sudah nyaman dengan lingkungan dan pekerjaan di perusahaan tersebut.

Perasaan-perasaan tersebut wajar dirasakan oleh siapa pun, jadi sebaiknya jangan dipendam. Anda bisa luapkan dan rasakan perasaan tersebut dengan cara paling nyaman yang biasanya dilakukan. Contohnya dengan menangis atau bercerita kepada orang terdekat.

Dengan begitu, Anda bisa melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu menenangkan diri. Setelah meluapkan dan mengungkapkan perasaan yang ada, orang cenderung lebih lega dan tenang. Jika Anda tenang, Anda bisa berpikir lebih jernih dan mencari solusi bijak untuk menentukan langkah ke depannya.

Baca juga: 12 Alasan Karyawan Terkena PHK yang Dilarang Digunakan Berdasarkan Undang-Undang

4. Buat rencana keuangan

Tips selanjutnya adalah membuat rencana keuangan. Terkena layoff artinya seseorang telah kehilangan salah satu atau bahkan satu-satunya sumber penghasilan untuk bertahan hidup. Anda tentu sebelumnya telah memiliki rencana keuangan dengan berbagai wishlist yang ingin Anda penuhi.

Kali ini, Anda harus merevisi rencana keuangan tersebut dengan pertimbangan bahwa bulan berikutnya Anda tidak akan menerima gaji yang biasanya diterima. Jangan sampai gaji terakhir dan pesangon yang Anda peroleh dari perusahaan habis begitu saja.

Buat rencana keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu. Sebelum mendapatkan pekerjaan baru, sebaiknya kesampingkan dulu keinginan membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan dan liburan. Terutama jika Anda tidak memiliki penghasilan sampingan.

5. Perbarui CV untuk cari pekerjaan baru

Ketika Anda mendadak kehilangan pekerjaan yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari tentu rasanya akan hampa. Tidak punya kegiatan dalam waktu yang lama juga akan membuat Anda bosan, stress, dan tidak produktif. Selain itu, skill yang Anda miliki juga perlahan akan terlupakan jika tidak sering digunakan.

Oleh sebab itu, mulailah mencari-cari dan melamar pekerjaan baru ke perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja. Jangan lupa untuk perbarui CV dan profil di situs jobseeker seperti LinkedIn, Jobstreet, dan lain-lain. Dengan begitu, Anda akan memiliki kans yang lebih besar untuk direkrut dan mendapatkan pekerjaan lagi.

6. Lakukan hobi atau kegiatan yang bermanfaat

Saat Anda terkena layoff artinya Anda juga kehilangan rutinitas dan banyak waktu luang. Beberapa orang akan langsung giat mencari pekerjaan baru, sedangkan beberapa lainnya memilih untuk memanfaatkan waktu luang tersebut untuk istirahat sejenak sambil membenahi diri terlebih dahulu.

Jika Anda sudah melakukan hal-hal tersebut namun masih tidak menemukan jalan keluar atau pekerjaan baru, Anda bisa mulai mencari kegiatan yang bermanfaat untuk pengembangan diri. Anda bisa mulai menekuni hobi, lebih bagus lagi kalau hobi tersebut bisa sekaligus menghasilkan uang atau minimal memperluas koneksi.

Atau Anda juga bisa mengikuti webinar, workshop, bootcamp, training, dan lain sebagainya. Selain bisa menambah dan memperbarui skill, Anda juga bisa menjalin hubungan/koneksi dengan orang-orang baru di dalamnya. Dalam dunia kerja, koneksi merupakan hal yang penting yang bisa membantu Anda memperoleh pekerjaan, lho!

Baca juga: Ketahui Penyebab Peningkatan Turnover Karyawan Pasca Libur Lebaran

Proses rekrutmen jadi lebih mudah dan efektif dengan aplikasi GreatDay HR

layoff artinya gdhr

Seperti yang dijelaskan dalam pembahasan di atas bahwa layoff bukan akhir dari segalanya. Sebab, adanya layoff bukan berarti tidak ada lowongan kerja lain. Faktanya, layoff juga menjadi pemicu munculnya perusahaan startup yang akan membuka lapangan pekerjaan baru.

Dalam hal ini, peran HR adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat HR kewalahan.

Selain itu, prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga tidak jarang membuat pekerjaan lainnya terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan terkesan berantakan

Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman serta ramah lingkungan.

GreatDay HR juga menyediakan fitur yang memungkinkan HR untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi yang dapat diakses melalui ponsel pintar. Segera unduh aplikasinya di AppStore dan PlayStore atau kunjungi websitenya, lalu jadwalkan demonya, gratis!

Baca juga: Begini Konsekuensi Jika Resign Tanpa One Month Notice

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email