Jadwalkan Demo

Turnover Rate vs. Attrition Rate: Dua Metrik Penting bagi HR Perusahaan

Rizka Maria Merdeka | February 20, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Turnover rate dan attrition rate karyawan merupakan dua aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia yang dapat signifikan memengaruhi kinerja dan keberlanjutan suatu perusahaan. Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, memahami perbedaan dan dampak keduanya menjadi krusial bagi pemimpin perusahaan dan profesional sumber daya manusia. 

Artikel ini akan membahas tentang konsep turnover dan attrition, membahas manfaat dan tantangannya, serta cara menghitungnya. Simak artikelnya lebih lanjut untuk memahami cara mengelola turnover dan attrition secara efektif demi mencapai keberhasilan jangka panjang!

Baca juga: Penting bagi HR! Memahami Attrition Rate, Penyebab, dan Cara Menghitungnya

Definisi turnover rate dan attrition rate

Turnover rate

Turnover rate, atau tingkat pergantian karyawan, merujuk pada persentase atau rasio karyawan yang meninggalkan sebuah perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah total karyawan dalam perusahaan pada saat itu. Tingkat pergantian ini biasanya diukur secara tahunan, tetapi juga dapat diukur dalam periode waktu yang lebih singkat, seperti bulanan atau per kuartal.

Attrition rate

Attrition rate adalah parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat kehilangan karyawan atau pelanggan selama periode waktu tertentu. Dalam konteks manajemen sumber daya manusia (SDM), tingkat attrition dapat merujuk pada tingkat perpindahan karyawan, termasuk resignasi, pensiun, atau pemutusan hubungan kerja.

Cara menghitung turnover rate dan attrition rate

Rumus menghitung turnover rate

Cara menghitung tingkat turnover karyawan, yaitu dengan rumus:

rumus menghitung turnover rate

Dalam rumus ini:

  • “Jumlah Karyawan yang Keluar” adalah jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode waktu tertentu.
  • “Jumlah Karyawan Awal” adalah jumlah total karyawan di awal periode waktu yang sama.

Menghitung turnover rate dapat memberikan wawasan tentang stabilitas tenaga kerja dan keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan karyawan. Tingkat pergantian yang tinggi dapat menunjukkan masalah seperti ketidakpuasan karyawan, kurangnya pengembangan karir, atau masalah manajemen. Sebaliknya, tingkat pergantian yang rendah dapat menunjukkan keberhasilan dalam mempertahankan dan memotivasi karyawan.

Rumus menghitung attrition rate

Sedangkan cara menghitung attrition rate, adalah dengan rumus berikut:

rumus menghitung attrition rate karyawan

Dalam rumus ini:

  • “Jumlah Karyawan yang Keluar” adalah jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan atau sistem selama periode waktu tertentu.
  • “Jumlah Karyawan Awal” adalah jumlah total karyawan di awal periode waktu yang sama.

Tingkat attrition diukur sebagai persentase dari total populasi karyawan atau pelanggan pada awal periode waktu. Pengukuran ini memberikan wawasan tentang seberapa besar perubahan yang terjadi dalam populasi tersebut selama periode waktu tersebut, membantu perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah atau perubahan yang terjadi.

Baca juga: Pahami 21 HR Metrics yang Penting bagi HR Profesional dan Cara Menghitungnya

Turnover rate vs. attrition rate, apa bedanya?

Anda dapat menggunakan turnover dan attrition bersama-sama untuk mendapatkan wawasan tentang kepergian karyawan di sebuah organisasi. Ada juga beberapa perbedaan mencolok antara kedua istilah tersebut, termasuk:

1. Niat pemilik usaha atau pemberi kerja

Perbedaan utama antara turnover dan attrition adalah apakah pihak pengusaha berencana untuk menggantikan karyawan yang pergi. Ketika suatu organisasi mengalami turnover, pihak pengusaha bermaksud untuk mencari pengganti bagi karyawan yang pergi sehingga mereka dapat mengisi kembali posisi tersebut. Ketika attrition terjadi, pihak pengusaha mungkin memilih untuk tidak mencari pengganti, atau mereka dapat menghapus posisi tersebut sepenuhnya.

2. Pentingnya

Meskipun kedua metrik tersebut penting, suatu organisasi mungkin lebih menghargai data tentang tingkat turnover daripada tingkat attrition. Hal ini karena perusahaan mungkin perlu mengalokasikan sumber daya untuk menggantikan karyawan saat terjadi turnover. Untuk memastikan perusahaan menggunakan sumber daya dengan bijak, seorang profesional sumber daya manusia dapat menganalisis tingkat turnover dan menentukan alasan umum kepergian untuk meningkatkan retensi karyawan. Sebaliknya, attrition seringkali merupakan proses yang efisien secara biaya.

3. Manfaat

Turnover dan attrition dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dengan cara yang berbeda. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari turnover:

  1. Organisasi dapat mengeluarkan karyawan yang tidak sejalan dengan budaya perusahaan.
  2. Perusahaan dapat merekrut karyawan yang lebih efektif.
  3. Pihak pengusaha dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang mungkin menyebabkan karyawan meninggalkan perusahaan.

Jika dibandingkan dengan turnover rate, berikut adalah beberapa manfaat dari attrition:

  1. Karyawan sering keluar dengan hubungan yang baik.
  2. Perusahaan dapat mengurangi biaya mereka.
  3. Organisasi dapat menyusun kembali sumber daya dan menyesuaikan tugas karyawan.

4. Tantangan

Turnover dan attrition mungkin menjadi tantangan bagi perusahaan, namun Anda dapat membantu suatu organisasi untuk bersiap dengan membuat rencana untuk kepergian karyawan. Beberapa isu yang mungkin perlu diatasi oleh perusahaan ketika mengelola turnover karyawan melibatkan:

  1. Mengalokasikan sumber daya untuk menggantikan karyawan.
  2. Melatih karyawan baru.
  3. Menentukan penyebab utama dari turnover karyawan.

Sebaliknya, sebuah perusahaan mungkin menghadapi tantangan-tantangan ini terkait dengan attrition:

  1. Pengurangan jumlah tenaga kerja.
  2. Beberapa karyawan produktif pensiun.
  3. Perubahan beban kerja bagi karyawan yang tersisa.

Baca juga: Dampak Turnover Karyawan pada Bisnis dan Cara Mengatasinya

Tips mengelola turnover dan attrition rate karyawan di perusahaan

Berikut beberapa tips yang dapat membantu dalam mengelola turnover dan attrition rate karyawan:

1. Analisis dan identifikasi penyebab

Lakukan analisis menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab turnover atau attrition. Dengan memahami akar permasalahan, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk meminimalkan kepergian karyawan.

2. Pengembangan budaya perusahaan yang positif

Bangun budaya perusahaan yang mendukung karyawan, memberikan kesempatan pengembangan karir, dan menghargai kontribusi mereka. Karyawan yang merasa dihargai dan terlibat cenderung lebih setia terhadap perusahaan.

3. Program pelatihan dan pengembangan

Sediakan program pelatihan dan pengembangan yang memungkinkan karyawan untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Hal ini dapat membantu mencegah kepergian karyawan yang mencari peluang pengembangan.

4. Komunikasi terbuka

Penting untuk memiliki saluran komunikasi yang terbuka antara manajemen dan karyawan. Dengarkan umpan balik, tanggapi kekhawatiran, dan berikan solusi yang sesuai untuk membangun kepercayaan dan keterlibatan.

5. Work-life balance

Upayakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan. Fasilitas fleksibilitas waktu atau opsi kerja jarak jauh dapat membantu meningkatkan kepuasan dan retensi karyawan.

6. Pengakuan dan penghargaan

Berikan pengakuan dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Rasa dihargai dapat menjadi faktor kunci dalam mempertahankan tim.

7. Perencanaan suksesi

Buat rencana suksesi yang efektif untuk mengidentifikasi dan mempersiapkan karyawan yang dapat menggantikan posisi kunci. Ini membantu mengurangi dampak kepergian karyawan yang penting.

8. Analisis kompensasi dan manfaat

Pastikan bahwa paket kompensasi dan manfaat yang ditawarkan sesuai dengan standar industri dan memadai. Ketidakpuasan terhadap kompensasi dapat menjadi pemicu kepergian.

Dengan menerapkan tips ini, perusahaan dapat meminimalkan dampak turnover dan attrition serta membangun tim yang stabil dan produktif.

Baca juga: Employee Turnover – Sebab Akibat dan Cara Mengendalikannya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email