Wajib Dipahami! Strategi Pemasaran Untuk Membuat Perusahaan Anda Berkembang dengan Pesat!

By Rifqi Renanda   |  

Pelaku usaha manapun pasti ingin bisnisnya berkembang dengan cepat dan mencapai segala target. Agar perusahaan dapat melakukannya, maka harus memiliki rencana yang solid. Salah satu hal terpenting yang harus direncanakan adalah strategi pemasaran.

Perancangan strategi pemasaran ini dikatakan penting karena mau seberapa baik kualitas sebuah produk, jika tidak dibarengi dengan strategi pemasaran yang mumpuni, maka tidak akan memberikan untung kepada perusahaan.

Bahkan, dapat dikatakan bahwa perusahaan dapat kalah saing dengan kompetitornya jika tidak memiliki strategi pemasaran yang baik. Namun, bagaimana cara merancang strategi pemasaran? Apa saja fungsi strategi pemasaran sebenarnya? 

Di dalam artikel ini, GreatDay HR akan menjawab kedua pertanyaan tersebut dan masih banyak lagi demi membantu Anda mengembangkan bisnis Anda dengan pesat. 

Tanpa basa-basi lagi, mari kita ulas.

Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah segala usaha yang dilakukan untuk memasarkan dan memperkenalkan jasa atau produk kepada masyarakat luas. Jika strategi pemasaran ini direncanakan secara matang dan menggunakan taktik yang sesuai sasaran, maka akan meningkatkan kemungkinan penjualan Anda untuk meningkat.

Selain itu, penting untuk diketahui bahwa terdapat tiga unsur yang dapat menentukan harga jual barang:

  1. Produksi
  2. Pemasaran
  3. Konsumsi

Terlihat bahwa pemasaran terletak di antara produksi dan konsumsi. Maka, dapat disimpulkan bahwa pemasaran ini yang menghubungkan antara produsen dan konsumen.

Definisi Strategi Pemasaran Menurut Ahli

Sebelumnya telah dijelaskan mengenai apa itu strategi pemasaran sebenarnya. Namun, beberapa pakar pemasaran memiliki penafsiran mereka masing-masing mengenai strategi pemasaran ini. Berikut adalah definisi strategi pemasaran menurut Phillip Kotler, profesor pemasaran Amerika Serikat.

Strategi pemasaran menurut Kotler (Kotler and Amstrong, 2012) adalah logika pemasaran dimana perusahaan berharap dapat menciptakan nilai bagi customer dan dapat mencapai hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan. 

Tujuan Strategi Pemasaran

Setelah mengetahui mengenai pengertian strategi pemasaran, selanjutnya Anda perlu memahami apa saja tujuan dari merancang strategi pemasaran. 

  1. Membantu bisnis lebih termotivasi untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki hingga bisa beradaptasi dengan situasi dan beroperasi dengan optimal.
  2. Membantu pelaku usaha memperkirakan arah bisnis di masa depan.
  3. Menjadi acuan saat mengambil keputusan apapun yang terkait dengan pemasaran.
  4. Membuat standar penilaian prestasi kerja karyawan sehingga memastikan kualitas dan mutu dari produk atau layanan tetap konsisten.
  5. Melancarkan koordinasi antara anggota tim pemasaran sehingga dapat berjalan secara efisien dan on target.

Komponen Strategi Pemasaran

Untuk membuat strategi pemasaran, terdapat beberapa komponen yang harus dianalisa. Strategi pemasaran 4P  — Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), dan Place (tempat) adalah komponen-komponen yang umum dipakai oleh bisnis.

Strategi pemasaran 4P, atau dikenal juga sebagai bauran pemasaran merupakan variabel yang dikendalikan oleh pelaku usaha demi memberikan kepuasan kepada pelanggan, menonjolkan perbedaan bisnis dari pesaing, dan mencari nilai plus pada bisnis.

Agar Anda dapat lebih paham mengenai 4P pemasaran, berikut penjelasan lengkap dari empat komponen tersebut.

1. Product (Produk)

Komponen produk pada strategi pemasaran 4P berfokus pada produk dan/atau layanan yang dijual oleh bisnis. Pada komponen ini, bisnis harus memikirkan kebutuhan dan keinginan pelanggan, dan mengembangkan produk yang dapat menjawab kebutuhan dan keinginan tersebut.

Pelaku usaha juga harus mempertimbangkan fitur dan kelebihan yang dapat dinikmati oleh pelanggan karena inilah yang akan dipikirkan oleh mereka.

2. Price (Harga)

Harga berhubungan dengan strategi penentuan harga produk atau jasa dan seperti apa pengaruhnya terhadap pelanggan. Perlu diketahui bahwa dalam menentukan harga, bukan hanya harga jual saja yang dipikirkan, hal-hal seperti posisi bisnis di pasar, diskon, persyaratan kredit, dan pengaturan pembayaran juga harus dipertimbangkan.

3. Promotion (Promosi)

Promosi terkait dengan berbagai kegiatan yang meningkatkan kesadaran konsumen akan adanya bisnis. Hal-hal seperti membuat iklan dan menjadi sponsor suatu acara adalah beberapa contoh dari aktivitas pemasaran. Agar promosi berjalan lancar, maka analisis titik impas perlu dilakukan agar biaya promosi dapat diatur sesuai dengan kapasitas perusahaan.

4. Place (Tempat)

Komponen tempat berhubungan dengan tempat produk atau layanan dari sebuah bisnis dapat dibuat, didistribusikan, atau dijual sehingga dapat disalurkan kepada target pasar secara efektif.

Dengan meletakkan usaha di lokasi yang strategis, maka produk atau layanan Anda dapat lebih mudah di akses pelanggan, sehingga meningkatkan kemungkinan pelanggan menemukan bisnis Anda di waktu yang tepat.

Contoh Strategi Pemasaran 4P dalam Pemasaran

Agus ingin membuat toko speed boat yang melayani wisatawan. Agar bisnisnya dapat terposisikan dengan benar, maka Agus menggunakan strategi 4P pemasaran dengan hasil sebagai berikut.

  • Produk: Penyewaan speed boat per jam untuk turis atau wisatawan dan mengharuskan mereka mendeposit uang jika terjadi kerusakan serta menandatangani formulir pertanggungjawaban. 
  • Harga: Murah agar sesuai dengan anggaran terbatas dari turis.
  • Promosi: membuat halaman media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk mempromosikan bisnis.
  • Tempat: Lokasi yang dekat dengan rute kendaraan umum.

6 Langkah Merancang Strategi Pemasaran yang Efektif

Setelah mengetahui berbagai hal tentang strategi pemasaran dari pengertian hingga komponen, selanjutnya Anda perlu mengetahui langkah apa saja yang perlu Anda lakukan dalam merancang strategi pemasaran.

Dibawah ini, GreatDay HR telah memberikan tujuh langkah untuk merancang strategi pemasaran yang baik dan benar.

1. Menganalisa Kondisi Internal dan Eksternal Perusahaan

Pertama, Anda perlu memahami dan menilai bagaimana kondisi perusahaan Anda saat ini. Agar bisa mengetahuinya, Anda bisa menanyakan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

  • Bagaimana tingkat konsumen terhadap produk?
  • Apakah target pendapatan sudah tercapai?
  • Apakah ada rencana untuk membuka cabang baru?

Apabila ketiga pertanyaan tersebut masih kurang menggambarkan, Anda dapat menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT.

2. Tentukan Target Pasar

Selanjutnya, Anda perlu melakukan riset yang mendalam tentang siapa target pasar Anda. Ini sebaiknya Anda lakukan karena, paling tidak saat tahap awal, akan sangat sulit untuk menjual ke semua orang.

Jadi, Anda harus menentukan target pasar yang jelas, karena semakin spesifik target pasar Anda, maka semakin besar juga kemungkinan bisnis Anda untuk berkembang dengan pesat.

3. Menetapkan Anggaran

Agar strategi pemasaran Anda dapat berjalan dengan efektif dan on target maka pastikan bahwa anggaran untuk melakukan kegiatan ini dapat mencukupi. Penting untuk diingat bahwa uang yang keluar tidak harus besar, asalkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat sebelumnya.

4. Membuat Target Pemasaran yang Jelas 

Strategi pemasaran dirancang dan dieksekusi untuk membantu meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, keberhasilan dari sebuah rencana pemasaran akan bergantung pada penjualan yang berhasil dilakukan. 

Agar dapat mendapatkan gambaran yang jelas mengenai progress strategi pemasaran, maka perlu dibuat target yang spesifik. Namun, bukan hanya target dari segi angka penjualan saja, batas waktu eksekusi rencana pemasaran juga harus dibuat.

Adanya target yang spesifik ini, selain memperlihat perkembangan strategi pemasaran, juga dapat mempermudah penilaian strategi dan melancarkan penyesuaian strategi jika diperlukan.

5. Mempertahankan Konsistensi

Agar biaya pelaksanaan strategi pemasaran bisa efisien dan penciptaan merek juga dapat berjalan dengan lebih efektif, maka Anda harus mempertahankan konsistensi.

Strategi pemasaran yang sebelumnya telah dibuat dengan matang juga harus dipertahankan demi kelancaran berjalannya perusahaan secara keseluruhan.

6. Antisipasi Hal Tak Terduga

Dalam pembuatan strategi pemasaran, harus dipikirkan juga tentang hal tak terduga yang mungkin terjadi. Dengan demikian, Anda juga harus mempertimbangkan risiko yang berkemungkinan hadir di tahap strategi pemasaran manapun.

Jika Anda dapat melakukan langkah ini dengan benar, maka Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai berbagai gangguan atau hambatan yang mungkin akan muncul. Tentunya, ini juga dapat membuat Anda langsung memikirkan solusi yang dapat Anda lakukan untuk melawan hambatan potensial ini.

Kesimpulan

Pada tahap ini, kami berharap Anda sudah mendapatkan gambaran yang jauh lebih jelas mengenai strategi pemasaran.

Dapat dilihat bahwa ternyata strategi pemasaran memegang peran yang penting dalam perkembangan sebuah produk dan perusahaan secara menyeluruh.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sangat penting bagi Anda sebagai pelaku usaha untuk merancang strategi pemasaran yang baik agar bisnis Anda dapat berkembang dengan pesat dan mencapai tujuan perusahaan.

Bagaimana caranya? Riset, riset, riset! Lalu lakukan eksperimen hingga Anda menemukan strategi pemasaran yang tepat. Semangat, GreatPeople!

Tags : Strategi pemasaran

Related Topics