analisis beban kerja

Sudah Tahu Cara Menghitung Analisis Beban Kerja Secara Akurat?

Jika bicara soal pekerjaan rasanya seperti tanggung jawab yang tidak berujung, terkadang tanpa disadari beban pekerjaan inlah  yang terkadang menjadi kendala,serta membuat hasil pekerjaan menjadi tidak maksimal. 

Pasalnya setiap pegawai yang dianggap sebagai sumber daya utamanya, memiliki keterbatasan. Sehingga sangat disarankan bagi setiap perusahaan untuk melakukan analisis beban kerja atau workload analysis, yang disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan, dan menggunakan metode yang bisa menentukan, ataupun menghitung beban kerja pada individu atau perusahaan tertentu. 

Jika Anda bertanya bagaimana cara kerja, dan manfaatnya, maupun metode perhitungannya, kami akan mengulas lebih detil mengenai analisis beban kerja. Yuk, disimak!

Metode Analisis Beban Kerja

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Laporan Pertanggungjawaban!

Untuk menghitung analisis beban kerja Anda dapat menggunakan empat cara, seperti yang akan dibahas berikut ini

1. Metode daftar pertanyaan 

Merupakan salah satu cara yang terbilang mudah, karena cukup menyusun beberapa pertanyaan yang mendalam dan terbuka, dimana berisi tentang pejabaran tugas dari setiap invidu yang terkait di dalam perusahaan. Selain itu uraikan juga tugas-tugas yang masih berhubungan dengan tugas yang akan datang. 

Dengan cara ini setiap perubahan yang terjadi akan disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku, mengetahui yang menjadi sasaran dari perusahaan, serta hasil kerja setiap jabatan akan terlihat jelas

2. Metode Wawancara

Metode selanjutnya yang akan dibahas adalah teknik wawancara. Menjadi salah satu metode pengumpulan data dan informasi  dengan cara memberikan pertanyaan langsung kepada karyawan yang dituju. 

Biasanya digunakan untuk melakukan tanya jawab dengan pegawai maupun orang-orang yang memiliki tugas atau fungsi tertentu dalam suatu perusahaan. Wawancara sendiri dapat dibagi menjadi beberapa cara seperti

  • Wawancara individual: mengajukan pertanyaan dengan orang tertentu, dan bersifat lebih personal. Karena dalam moment ini terkadang ada orang yang dapat bercerita secara mendalam. 
  • Wawancara kelompok: berguna bagi sebagian orang yang mengerjakan jenis pekerjaan  yang sama, serta melakukan wawancara dengan supervisor atau atasan yang memiliki wewenang terhadap pekerjaan yang dimaksud. 

3. Metode Kuesioner

Metode pengumpulan data melalui pertanyaan yang diberikan. Sekilas cara ini mirip dengan teknik wawancara yang pertama kali dibahas. Namun kelebihannya sendiri adalah bagaimana sejumlah informasi akan terkumpul dalam waktu yang singkat, biaya yang relatif hemat, dan hasil yang akurat.

Akan tetapi kekurangan dari wawancara jenis ini adalah hasil yang mungkin bias, dan subjektif. Karena kemungkinan karyawan yang mengisi kuesioner ini memiliki pandangan pribadi terhadap suatu pertanyaan. 

4. Metode Observasi

Baca juga: Cara Mengelola Karyawan Paling Mudah, HRD Wajib Tahu!

Teknik terakhir yang dapat dipraktekan untuk menganalisis beban kerja adalah, dengan menggunakan observasi. Mengamati, mencatat setiap tugas yang diberikan, kelemahan, keterampilan yang dimiliki,serta solusi yang dibutuhkan untuk memecahkan tantangan tersebut. 

Meskipun terlihat mudah, dalam menjalankan metode ini perlu pertimbangan yang baik, karena setiap orang memiliki cara untuk mengamati sesuatu dan cara berpikir yang berbeda-beda. Selain itu perasaan suka tidak suka bisa memberikan hasil yang bias.

Dari 4 metode di atas dapat dilihat jika setiap teknik memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga sangat disarankan untuk mengkombinasikannya dengan beberapa metode sekaligus.

Manfaat Analisis Beban Kerja

  1. Menjadi tolak ukur untuk menentukan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Maupun salah satu faktor untuk menambah atau mengurangi karyawan pada suatu divisi. 
  2. Menyempurnakan tugas seseorang, apakah perlu dilakukan pengurangan beban kerja, penambahan, atau sudah mencapai pada rentang kerja yang standar. 
  3. Menyempurnakan struktur organisasi, seperti perlukah memisahkan jabatan, menggabungkan, atau menciptakan suatu jabatan baru. 
  4. Melakukan penyempurnaan Standard Operating Procedure (SOP), yang terkait dengan tugas, aktivitas pekerjaan, jabatan, maupun penyempurnaan struktur organisasi. 
  5. Menjadi indikator untuk menentukan standard waktu tugas dari setiap tugas yang diberikan, serta aktivitas terkait di dalam perusahaan itu sendiri.
  6. Mengukur kebutuhan setiap karyawan, termasuk dalam hal pengembangan diri. Hal ini sendiri dapat dihitung melalui lama waktu bekerja, atau kebutuhan karyawan tersebut, yang dimana dapat menjadi keuntungan bagi perusahaan. 

Demikianlah pembahasan mengenai analisis beban kerja kali ini, semoga artikel ini bisa membantu setiap perusahaan untuk dapat berkembang, dan membagi beban kerja lebih baik di masa depan.

Scroll to Top