Penjelasan Lengkap Investor, Ragam Jenis, dan Cara Mendapatkannya!

Dalam buku Yuk Nabung Saham: Selamat Datang, Investor Indonesia! Karya Nicky Hogan, tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia per akhir bulan Juli 2015, kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia didominasi oleh investor asing. Rp 1.750 triliun atau sebesar 64% dipegang oleh investor asing, sedangkan sisanya Rp 990 triliun atau 34% dipegang oleh investor lokal, baik instansi maupun perorangan. Nilai persentase investor lokal Indonesia kalah jauh jika dibandingkan dengan dua negara tetangga yaitu, Malaysia dan Thailand. Dua negara ini sama-sama memiliki komposisi 24% investor asing dan 76% investor lokal negaranya sendiri, yang berarti investor lokal Indonesia kalah lebih dari dua kali lipat.

Masyarakat Indonesia harus mulai menyadari bahwa sekarang adalah zamannya investment society bukan lagi saving society. Investment Society memiliki makna yaitu Masyarakat Investasi, dan Saving Society adalah Masyarakat Menabung. Lantas, apa sebenarnya investor itu? 

Pengertian Investor

Sebelum mengerti arti investor, kita harus lebih dulu mengetahui pengertian investasi. Menurut Frank K. Reily dan Keith C. Brown, penulis buku Investment Analysis and Portfolio Management, investasi adalah

the current commitment of dollars for a period of time in order to derive future payments that will compensate the investor for (1) the time the funds are committed, (2) the expected rate of inflation during this time period, and (3) the uncertainty of the future payments.

Jika diartikan ke Bahasa Indonesia, investasi adalah komitmen sejumlah uang saat ini selama periode tertentu untuk menghasilkan tingkat pengembalian di masa depan sebagai bentuk kompensasi investor atas waktu yang dihabiskan selama komitmen, tingkat inflasi, dan ketidakpastian di masa depan.

Jadi bisa disimpulkan, investor adalah seseorang yang mengkomitmenkan sejumlah uangnya saat ini selama periode waktu tertentu untuk mendapatkan kompensasi di masa depan. 

Terdapat berbagai macam investasi yang bisa dipilih oleh investor, seperti saham, obligasi, reksa dana, komoditas, opsi, valuta asing, futures, emas, perak, perumahan, rencana pensiun, dan banyak lagi. Investor harus mampu menganalisis peluang dan resiko dari berbagai sudut untuk memaksimalkan return.

Baca juga: Cloud Computing, Investasi Masa Depan

Hakikat Investasi

  1. Mengamankan harta kekayaan
  2. Menjaga nilainya tetap “utuh”
  3. Memberikan imbalan hasil yang (minimal) sebanding dengan tingkat inflasi

Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Berdasarkan jangka waktu, investasi dibagi menjadi 2:

1. Jangka Pendek

Sering disebut sebagai investasi sementara karena hasil dapat terlihat dalam kurun waktu 3-12 bulan dan dilakukan hanya untuk mengamankan dana yang dimiliki sambil menunggu peluang investasi lain yang lebih baik.

Ciri: 

  1. Berkualitas tinggi
  2. Likuiditas tinggi dan mudah dijual kembali 
  3. Return lebih rendah dibandingkan investasi jangka panjang

Contoh: Reksa dana

2. Jangka Panjang

Disebut jangka panjang karena membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan dana. Jenis investasi dipilih karena hasilnya lebih optimal, namun membutuhkan kesabaran dan modal yang cukup besar. 

Contoh: Investasi saham

Jenis-Jenis Investor

Investor dapat dibagi menjadi beberapa jenis, pembagiannya tergantung pada cara pikir dan sikap yang diambil ketika berinvestasi. Investor dapat dibagi berdasarkan bagaimana sikapnya saat menghadapi resiko, juga dapat dibagi berdasarkan cara yang dipakainya ketika memilih saham, atau bahkan dibagi berdasarkan preferensinya saat memilih jenis perusahaan yang akan diinvestasikannya. Beberapa investor lebih memilih untuk berinvestasi di perusahaan start-up, seperti:

1. Investor “Malaikat”

Investor dapat dikategorikan sebagai “malaikat” karena memiliki kekayaan yang melimpah dan menggunakan kekayaan itu untuk memberikan suntikan dana untuk perusahaan kecil seperti startup. Tujuannya untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan startup. 

2. Inkubator

Inkubator adalah sebuah institusi, lembaga, ataupun perusahaan yang menawarkan modal uang dan bantuan dalam bentuk arahan bisnis bagi perusahaan baru. Biasanya inkubator memberikan program pengarahan yang membantu mengarahkan dan mempercepat keberhasilan usaha seperti bimbingan, training, fasilitas, dan sebagainya. 

3. Venture Capital

Berbeda dengan inkubator, venture capital hanya memberikan modal berupa uang tanpa pemberian arahan menjalankan bisnis. Imbalan yang diharapkan sebagai imbalan dari pendanaan modal adalah sejumlah ekuitas.

Jenis-Jenis Investor Berdasarkan Kecenderungan Sikap Terhadap Resiko

1. “Penghindar” Resiko 

Investor dapat dikategorikan sebagai “penghindar” jika ia cenderung memilih investasi yang beresiko rendah meskipun keuntungan yang didapatkan juga relatif kecil. 

2. Pengambil Jalan Tengah

Investor jenis ini biasanya bermain di jenis investasi yang beresiko sedang dan mengharapkan imbalan yang sedang-sedang saja (tidak tinggi dan tidak rendah). 

3. Pengambil Resiko

Investor dapat dikategorikan dalam jenis ini karena keberaniannya mengambil resiko kehilangan uang. Investasi yang dipilih adalah investasi yang menghasilkan keuntungan yang tinggi tanpa terlalu terpaku pada resikonya yang juga besar. 

Baca juga: Mengenal Analisis SWOT lebih Dalam

Jenis-Jenis Investor Berdasarkan Metode Pemilihan Saham

1. Investasi Nilai

Investor berfokus pada nilai. Ketika berinvestasi, investor akan memilih sekuritas yang bernilai intrinsik tinggi dibandingkan dengan nilai kapitalisasinya. 

2. Investasi Pendapatan

Strategi pemilihan saham yang transparan karena investor memilih perusahaan yang loyal dalam pembagian dividen sehingga lebih aman dan mendapatkan penghasilan rutin (biasanya tahunan). Semakin tinggi yield dividen, semakin menarik pula saham di mata investor. Yield Dividen merupakan istilah untuk persentase nilai dividen dibandingkan harga saham dalam persentase

3. Investasi Pertumbuhan

Investor fokus pada pertumbuhan perusahaan. Dalam investasi, investor juga mempertimbangkan rencana manajemen, pertumbuhan jangka menengah dan jangka panjang, perilaku manajemen, dan sebagainya. Perusahaan yang menarik adalah perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi. 

Baca juga: Sistem HRD Tepat untuk Usaha Kecil Menengah

Setelah mengetahui jenis-jenis investor, sekarang saatnya membahas mengenai dari mana datangnya modal dari investor pribadi. 

Jenis Modal dari Investor Pribadi

1. Pembagian hasil 

Sistem ini dilakukan antara investor dengan peminjam. Perjanjian bagi hasil keuntungan dibuat sebagai ganti modal yang akan dipinjamkan, biasanya besar hasil keuntungan yang dibagikan ditetapkan dalam periode tertentu. Hal ini terjadi karena sifat pinjaman bukan kepemilikan usaha, tetapi keuntungan bagi hasil yang telah disetujui dalam kontrak

2. Perkongsian

Dalam sistem ini, peminjam dan investor sama-sama mengeluarkan dana. Investor akan mendapatkan beberapa persen keuntungan sebagai “kembalian” dari dana yang dipinjamkannya. Dibutuhkan kepercayaan yang besar untuk melakukan sistem ini.

3. Kerja Sama

Kerja sama dapat dijalin jika terdapat investor yang berniat atau sudah mendirikan usaha sejenis. Bentuk kerja sama bisa bermacam-macam, mulai dari kerja sama modal, operasional, hingga promosi usaha. Usaha yang membutuhkan investor bisa bekerja sama  untuk menjaga agar kedua pihak tidak dirugikan

Cara Mendapatkan Modal dari Investor

1. Proposal

Cara pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengajukkan proposal usaha. Proposal dapat menjadi jembatan perusahaan untuk mencari modal tambahan kepada investor. Dengan membuat proposal yang menarik dan sesuai dengan kondisi nyata perusahaan, dilengkapi dengan informasi detail profil, visi, misi, perkembangan, tujuan, alur kas, dan rencana matang untuk berkembang, investor pasti tertarik untuk mempertimbangkan perusahaan Anda.

2. Presentasi

Setelah proposal selesai, Anda juga akan diminta untuk menjelaskan secara langsung perusahaan lewat presentasi. Presentasi yang menarik dan menjanjikan akan berdampak dan berpengaruh besar terhadap keputusan investor, Buatlah presentasi yang simple, jelas, menarik, dan tepat sasaran sehingga calon investor tertarik untuk mendengarkan. Jelaskan secara detail kondisi perusahaan dan rencana kedepannya, sertakan juga informasi manajemen keuangan, prospek usaha dan tim kerja Anda.

3. Resiko Usaha

Tidak menutup kemungkinan, semua bidang usaha pasti memiliki resiko. Anda juga perlu menjelaskan resiko usaha yang kemungkinan akan terjadi kepada investor agar investor tahu hambatan apa yang kemungkinan dialami perusahaan. Investor juga bisa memberikan solusi untuk mengurangi ataupun menangani resiko tersebut. Bangun kepercayaan sejak awal dengan investor.

4. Pameran dan Kompetisi

Salah satu jalan yang bisa Anda lakukan untuk menggaet investor adalah lewat pameran dan kompetisi. Pameran dan kompetisi merupakan sarana yang tepat untuk memperkenalkan usaha kepada banyak investor. Konsep usaha yang menarik dan menjanjikan tentu akan menarik minat investor untuk berinvestasi di bisnis Anda.

5. Strategi Usaha

Strategi sangat diperlukan dan harus ada jika Anda ingin mengembangkan bisnis dan mencapai tujuan. Dalam mencari investor pun Anda butuh strategi yang tepat. Strategi yang tepat dalam menarik perhatian investor dengan menunjukkan strategi matang dan menyeluruh usaha Anda untuk mencapai tujuan usaha. Tunjukkan kemampuan diri Anda dan prospek yang bisa Anda bangun untuk usaha Anda. 

Baca juga: Pebisnis Wajib Tahu! 7 Komponen Perencananaan Usaha Agar Berhasil

6. Laporan Neraca

Ketika Anda sudah mendapatkan investor yang setuju untuk berinvestasi di bisnis Anda, pastikan laporan neraca perusahaan Anda rapi dan jelas. Investor pasti mengharapkan keuntungan dengan berinvestasi di bisnis Anda, laporan yang rapi, detail dengan perhitungan kas, utang, aktiva lancar, aktiva tetap, dll. Akan membuat investor lebih puas dan percaya untuk tetap berinvestasi dalam bisnis Anda.

Jadi kesimpulannya, investor adalah individu atau perusahaan yang memberikan uangnya sebagai modal dengan harapan menerima keuntungan. Investor dibagi berdasarkan beberapa tipe, seperti kecenderungan sikap terhadap resiko dan pemilihan saham. Di Indonesia, keberadaan investor lokal masih sangat minim dan pasar modal masih dikuasai oleh investor asing. Masyarakat harusnya mula menyadari bahwa sekarang adalah zamannya untuk mulai berinvestasi dan meninggalkan metode lama menabung. 

Great People, tahukah Anda bahwa aplikasi GreatDay HR menyediakan berbagai macam pilihan investasi di Fitur Benefit? Bekerja sama dengan partner-partner terpercaya dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GreatDay HR menyediakan berbagai pilihan investasi untuk para pekerja. Tidak hanya investasi tetapi juga ada pinjaman online dan asuransi loh!

Scroll to Top