Konsinyasi

Serba-Serbi Konsinyasi yang Perlu Anda Ketahui

Dalam menjalankan sebuah bisnis, banyak cara yang dapat diambil untuk mendapatkan keuntungan. Pemilik usaha perlu memilih metode yang tepat agar mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang lebih besar. Salah satu metode yang menarik dan cukup diminati di kalangan pengusaha adalah konsinyasi atau sistem penitipan. 

Praktik penjualan dengan sistem konsinyasi ini sudah banyak diterapkan oleh para pelaku bisnis, diantaranya dalam bisnis online, bidang makanan, elektronik dan lainnya. Mengapa banyak pelaku usaha menerapkan sistem penjualan konsinyasi ini? Apa sebenarnya sistem konsinyasi itu? Lalu, apa saja manfaat yang didapat dan kerugian apa saja yang sering diderita oleh penjual yang menerapkan sistem penjualan konsinyasi?

Pengertian Konsinyasi

Menurut KBBI, konsinyasi dalam pengertiannya yang kelima adalah penitipan barang dagangan kepada agen atau orang untuk dijualkan dengan pembayaran kemudian; jual titip. Sistem pemasaran konsinyasi adalah cara yang umumnya digunakan oleh pedagang besar ke pedagang kecil, ini merupakan salah satu bagian dari strategi marketing yang dilakukan pengusaha atau perusahaan besar tersebut.

Perusahaan besar atau penyedia barang biasa disebut konsinyor, dan pedagang kecil atau penerima barang disebut konsinyi, sedangkan barang yang dititipkan dan diperdagangkan disebut barang konsinyasi. Sebelum melakukan konsinyasi, kedua pihak yang melakukannya biasanya akan membuat sebuah kesepakatan dan perjanjian terlebih dahulu. Hal ini sangat penting dilakukan agar kedua belah pihak saling menguntungkan satu sama lain.

Keuntungan Sistem Konsinyasi

Mendapat keuntungan adalah tujuan utama seseorang dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagi para pemula dalam dunia usaha, relasi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya memasarkan produknya. Apalagi produk yang dipasarkan merupakan produk baru yang belum dikenal di pasaran. Dengan begitu, maka sistem pemasaran konsinyasi adalah solusi tepat yang dapat dilakukan. Nah, untuk lebih lengkap dan jelas, berikut keuntungan konsinyasi yang baik bagi konsinyor maupun konsinyi.

a. Bagi Pemilik Produk Atau Konsinyor

1. Lebih Hemat

Perusahaan biasanya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk merekrut karyawan baru atau sales untuk memberikan pelayanan, memasarkan, dan menjual produknya. Namun, dengan sistem konsinyasi, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk penambahan karyawan juga untuk berbagai layanannya karena telah dilakukan pihak konsinyi. Dengan begitu, tentu akan menekan dan menghemat biaya.

2. Fokus pada Produk

Kelebihan yang akan diperoleh selanjutnya dengan melakukan sistem pemasaran konsinyasi adalah dapat membuat konsinyor lebih fokus melakukan produksi sehingga ketersediaan produk tetap terjaga. Sebab dengan melakukan konsinyasi, maka berbagai aktivitas seperti pemasaran, penjualan, dan pelayanan telah ditangani oleh konsinyi atau penjual. Dengan begitu konsinyor tidak perlu melayani konsumen secara langsung. Inovasi-inovasi baru terhadap produk juga dapat dilakukan dengan maksimal sehingga produk yang diproduksi lebih unggul dari segi kualitas.

Baca juga: Apa Itu Tanggung Jawab Sosial Perusahaan?

3. Memperluas Pasar

Dengan melakukan konsinyasi, pihak konsinyor akan mendapatkan keuntungan berupa semakin luasnya pasar yang dapat dijangkau karena konsinyi-konsinyi yang bekerja sama dengannya pasti lah telah memiliki pasar yang potensial. Dengan begitu, maka secara tidak langsung, konsinyor telah melakukan promosi tanpa biaya.

b. Bagi Penjual Produk Atau Konsinyi

1. Mendapat Profit Tanpa Modal

Sistem pemasaran konsinyasi adalah pemasaran yang dilakukan dengan menitipkan produk untuk dijual oleh konsinyi, dengan begitu, tugas konsinyi yaitu hanya menjual produk saja. Dengan begitu, maka konsinyi akan mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal sedikitpun. Ada juga beberapa konsinyi yang menaikkan harga produk yang telah ditetapkan konsinyor. Dengan begitu, maka tambahan harga pada produk tersebut menjadi keuntungan yang akan didapatkan konsinyi. Selain keuntungan dari penambahan harga, biasanya pihak konsinyor juga akan memberikan fee kepada konsinyi.

2. Risiko Kecil

keuntungan selanjutnya yang akan didapatkan konsinyi dari sistem konsinyasi adalah resiko kerugian yang sangat kecil. Kemungkinan resiko terburuk yang akan dihadapi oleh konsinyi adalah pendapatan yang akan berkurang jika barang yang dijual tidak laku. Hal ini disebabkan karena konsinyi hanya akan mendapat fee atau komisi jika produk laku terjual. Namun, selama produk laku terjual, maka konsinyi akan terus mendapatkan keuntungan.

3. Display Produk Bertambah

Dengan adanya penitipan produk akan membuat jumlah produk yang dijual konsinyi semakin banyak dalam display toko. Apalagi penambahan produk tersebut tanpa menambah atau mengeluarkan modal sehingga sangat membantu penjual untuk meningkatkan keuntungan.

Kekurangan Sistem Konsinyasi

1. Risiko Kerugian

Risiko kerugian yang dimaksud disebabkan jika salah dalam pemilihan penjual. Jika penjual yang Anda pilih tidak menjual produk dengan baik atau produk yang tidak laku maka Anda dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu, Anda juga harus memastikan penjual atau penyalur atau pihak consignee merupakan penjual yang baik dan dapat diandalkan.

2. Promosi Tidak Sesuai

Karena pihak pemilik produk tidak melakukan penjualannya secara langsung, maka ada kemungkinan jika promosi yang dilakukan oleh penjual tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini wajar terjadi jika Anda menitipkan produk kepada toko-toko kelontong, biasanya mereka tidak akan mempromosikan produk Anda. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menempatkan SPG di supermarket atau mall. Sementara untuk toko kelontong, dapat Anda berikan tawaran fee atau bonus yang menarik.

3. Uang Tidak Dapat Langsung Diterima

Dengan sistem konsinyasi pembayaran yang tidak langsung atau uang tidak dapat langsung diterima setelah produk terjual. Hal ini karena sistem pembayaran yang ada mengikuti sistem pembayaran dari penjual biasanya per minggu atau per bulan.

Baca juga: Contoh Company Profile dan Panduan Lengkap Membuatnya

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Konsinyasi

Keuntungan yang ditawarkan apabila melakukan konsinyasi tentunya menarik banyak pengusaha untuk melakukannya, mungkin Anda salah satunya. Agar saat mempraktikkannya tidak mengalami kegagalan dan mendatangkan kerugian, berikut hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan konsinyasi.

1. Lokasi harus Strategis

Sebelum Anda memilih toko untuk menitipkan barang konsinyasi, wajib untuk melakukan riset sebelum memilih toko yang tepat. Penting untuk melakukan riset terkait lokasi toko. Pastikan lokasi toko konsinyi berada di tempat yang strategis. Hal ini merupakan faktor penting untuk meningkatkan penjualan produk perusahaan Anda.

Lokasi yang strategis umumnya berada di pusat kota dengan pemukiman penduduk yang padat dan mobilitas tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Tempat yang strategis juga menjadi tempat yang ramai dikunjungi karena memiliki akses mudah untuk dijangkau transportasi publik maupun pribadi. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah tempat yang memiliki keamanan tinggi yang menyediakan satpam. Kebersihan dan area parkir yang luas juga merupakan indikator strategis tidaknya sebuah tempat.

2. Target Market yang Sesuai

Sebelum memasarkan produk dengan sistem konsinyasi, pilihlah target pasar yang tepat untuk produk Anda agar sesuai dengan kebutuhan. Buatlah perusahaan Anda sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, produk Anda akan selalu menjadi pilihan dan dicari konsumen.

3. Sistem Pencatatan Harus Rapi

Periksa seluruh catatan penjualan yang dicatat oleh konsinyi, apakah telah sesuai standar yang Anda tetapkan atau tidak. Bagus juga untuk membuat dan memberikan format khusus terkait apa saja yang perlu dicatat oleh konsinyi. Dengan begitu pelaporan akan dilakukan dengan lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Selektif Memilih Konsinyi

Pilihlah konsinyi dengan kriteria yang baik dan dapat dipercaya untuk menitipkan produk Anda. Jangan sampai kejadian buruk seperti konsinyi membawa kabur produk, atau tidak membayar uang setoran dari hasil penjualan terjadi pada Anda. Hal ini tentunya akan sangat merugikan Anda.

5. Lakukan Evaluasi

Lakukanlah pengecekan rutin kepada setiap toko yang menjalin kerjasama konsinyasi dengan Anda. Buatlah jadwal setidaknya sebulan sekali untuk melakukan kunjungan evaluasi. Perhatikan berapa jumlah produk yang mampu dijual setiap bulannya. Tanyakan juga apakah penyebab barang yang tidak laku adalah karena kualitas produk atau hal lainnya. Dengan evaluasi yang rutin, Anda dapat mengetahui kualitas produk di toko dan dapat meningkatkan kualitas produk agar lebih baik.

6. Berikan Apresiasi

Hal terakhir yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan sistem pemasaran konsinyasi adalah memberikan penghargaan kepada konsinyi. Penghargaan yang diterima oleh konsinyi atas keberhasilan yang mereka lakukan akan membuat konsinyi semakin royal kepada Anda dan mengeratkan hubungan kerjasama. Berikan apresiasi dengan menambah komisi atau memberikan produk secara gratis.

Apakah Anda sudah lebih memahami apa itu konsinyasi? Banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menjalankan bisnis dengan metode konsinyasi. Pertimbangkan beberapa hal di atas yang dapat mendukung berjalannya bisnis Anda. 

Jika Anda memiliki kesulitan dalam menjalankan bisnis, tak perlu takut, GreatDay HR hadir untuk membantu Anda menyelesaikan permasalahan dalam bisnis Anda. Dilengkapi dengan modul absensi, penggajian, hingga benefit karyawan, memudahkan Anda dalam mengelola karyawan hanya dengan satu aplikasi.

Scroll to Top