Payroll

Apa Itu Payroll dan Bagaimana Cara Perhitungan Gaji Karyawan Tetap dan Tidak Tetap

Jika bicara soal sistem payroll, maka Anda akan mendapatkan proses mengenai soal penggajian yang mengacu pada pembayaran uang karyawan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Telah menjadi sebuah rutinitas yang dilakukan oleh bagian HRD, yang terbilang cukup menyulitkan jika dilakukan secara manual, dan memiliki karyawan dalam jumlah yang besar.

Belum lagi dalam penghitungan gaji setiap bulannya, harus ada gaji pokok, tunjangan transport, uang makan, dan uang lembur yang termasuk di dalamnya. Sehingga bisa dibayangkan bukan hanya harus teliti, tapi juga memperhatikan detail. 

Baca juga: Hitung Gaji Karyawan Lebih Praktis Menggunakan Sistem Payroll

Dalam hal ini sistem payroll juga akan memberikan kemudahan proses hitung gaji karyawan yang berbeda, seperti menghitung gaji karyawan tetap dan tidak tetap. Untuk itu simak penjelasan lengkapnya disini 

Manfaat Menggunakan Sistem Payroll di Setiap Industri Bisnis

Sistem penggajian sudah terkomputerisasi dapat membantu Anda menjalankan pembayaran dengan kecepatan, efisiensi, dan yang lebih tinggi. Ada berbagai keuntungan dari perangkat lunak penggajian.

  • Mengerjakan kalkulasi dan pemotongan gaji lebih cepat
  • Menghasilkan slip gaji yang akurat
  • Menghitung bonus, pengeluaran, pembayaran liburan, dll dengan usaha minimal
  • Mengotomatiskan tugas-tugas tertentu, seperti pelaporan akhir tahun
  • Mengurangi beban pekerjaan
  • Mencegah terjadinya pelanggaran undang-undang perpajakan.
  • Menyimpan data seperti slip gaji dan laporan tahunan dalam sistem yang aman dan mudah diakses
  • Perangkat lunak penggajian juga dapat memberikan data dan analisis tambahan untuk membuat informasi penggajian lebih berguna bagi bisnis Anda.
  • Menghubungkan perangkat lunak penggajian dengan pencatatan waktu
  • Mentransfer informasi tentang jam kerja ke dalam sistem penggajian secara otomatis dan membuat penghitungan penggajian jauh lebih sederhana.

Setelah mengetahui manfaat sistem payroll, selanjutnya kita akan membahas lebih dalam tentang bagaimana cara menghitung perbedaan hitung gaji karyawan tetap dan tidak tetap. 

Cara Menghitung Perbedaan Hitung Gaji Karyawan Tetap dan Tidak Tetap

Jika dilihat berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 100/MEN/IV.2004, maka perjanjian kerja terbagi atas dua yaitu yaitu Karyawan Tetap dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan Karyawan Kontrak dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). 

PKWT sendiri merupakan perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk melakukan pekerjaan tertentu. Sementara itu, PKWTT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan untuk mengadakan hubungan kerja yang sifatnya tetap.

Jika ditinjau lebih jauh ada beberapa perbedaan antara dua jenis karyawan ini, bukan hanya besaran yang diterima tapi juga dalam prosesnya. Apa saja perbedaannya, berikut adalah penjelasannya

Perbedaan PKWT & PKWTT Berdasarkan Indikatornya

  1. Waktu
    Jika PKWT memiliki batas waktu yang telah ditentukan, berbeda dengan PKWTT yang akan terus mengikat hingga pekerja pensiun, meninggal dunia, atau memutuskan untuk mengundurkan diri. 
  2. Pemutusan Hubungan Kerja
    Bagi mereka yang berstatus karyawan tidak tetap, atau sementara, maka saat terjadi PHK maka proses ini dengan sendirinya terjadi secara hukum sesuai dengan aturan yang tertera tanpa perlu melalui proses Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI). Namun bagi pekerja yang menerima PKWTT, PHK hanya boleh terjadi karena alasan yang pasti dan harus melalui proses LPPHI tersebut. 
  3. Kewajiban perusahaan
    Dalam PKWT atau karyawan kontrak tidak berhak menerima uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja saat terjadi PHK. Akan tetapi bagi PKWTT maka perusahaan memiliki kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan. 
  4. Masa percobaan
    Perbedaan lainnya yang menonjol antara karyawan kontrak dan tidak adalah tidak ada masa percobaan pada PKWT, berbeda dengan PKWTT dimana harus melewati masa percobaan atau probation yang diberikan oleh perusahaan.
  5. Kontrak Kerja
    Dalam penulisan kontrak kerja PKWT harus ditulis dengan huruf latin dan dalam bahasa Indonesia. Sementara untuk kontrak kerja PKWTT bisa berupa tertulis atau lisan 

Baca juga: Kenali Kelebihan Aplikasi Payroll, Juga Kekurangannya!

Cara Menghitung Gaji Karyawan PKWTT & PKWT

PKWTT

Sebagai contoh Ariel adalah karyawan tetap, dengan satu anak. Setiap bulannya ia menerima gaji sebesar Rp 10.000.000. Berapa gaji bersih yang diterimanya?

Gaji Sebulan Rp.10.000.000
Pengurangan dari Biaya Jabatan5% x Rp. 10.000.000(-) Rp.500.000
Gaji Netto Sebulan Rp.9.500.000
   
Gaji Netto Setahun12 x Rp. 9.500.000Rp.114.000.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) (-) Rp. 63.000.000*
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp.51.000.000
   
PPh 21 Terutang5% x Rp. 51.000.000Rp.2.550.000
PPh 21 per BulanRp. 2.550.000 / 12Rp.212.500
Gaji yang Harus DibayarRp. 10.000.000 – Rp. 212.500Rp.787.500

*Nilai PTKP sudah ditetapkan oleh pemerintah. Klik di sini untuk melihat nilai PTKP terbaru

PKWT

Aldo adalah merupakan karyawan di sebuah advertising. Memiliki upah bulanan sebesar Rp5.000.000, kemudian ia mengambil cuti unpaid leave selama 3 hari. Berapa gaji bersih yang diterimanya?

Gaji = (jumlah hari kerja :  jumlah hari kerja sebulan) x gaji satu bulan

Dalam contoh di atas, misalnya Aldo hanya bekerja selama 22 hari dari 25 hari dalam 1 bulan. Berarti perhitungan gajinya adalah

(22/25) x Rp5.000.000 = Rp4.400.000

Dari hasil inilah Anda bisa mulai perhitungan gaji bersih Aldo dengan rumus sama seperti di atas. Bedanya hanyalah pada PTKP di mana jika karyawan belum menikah dan tidak memiliki tanggungan, maka PTKPnya adalah sebesar Rp54.000.000.

Memang sangat terlihat jika penghitungan gaji karyawan memang cukup merepotkan. Karena memiliki banyak komponen di dalamnya. Kesalahan sedikit saja maka akan merugikan perusahaan dan juga karyawan.  Untuk itulah sangat penting untuk memahami cara menghitung yang benar.

Baca juga: Perhitungan Gaji Karyawan hanya Dalam Hitungan Detik, Percaya Bisa? 

Selain itu sangat disarankan untuk menggunakan sistem yang mempermudah perusahaan dalam perhitungannya seperti menggunakan GreatDay HR, yang bukan saja membantu untuk menghitung absensi karyawan serta payroll gaji lebih tepat. Bicara soal kemanaan tidak perlu takut karena software ini sudah memiliki tingkat keamanan, dan hanya terintergrasi dengan orang yang bersangkutan. Tunggu apa lagi? Ajukan demo GreatDay HR sekarang!

Scroll to Top