Apakah Karyawan Training Berhak Atas THR?

thr karyawan training

Apakah Karyawan Training Berhak Atas THR?

Sebentar lagi masa puasa dan lebaran akan tiba, semua karyawan dan buruh tentu menghadapkan tambahan income dari THR. Peraturan THR bisa dibilang wajib menurut undang – undang dan tentunya harus dipenuhi semua perusahaan. Jika ada yang tidak memberikan hak karyawan ini, perusahaan tersebut bisa kena tuntun dan mendapat masalah yang tidak kecil.

 

Walaupun sudah menjadi hal yang umum dibicarakan, THR ini ternyata masih membawa beberapa pertanyaan. Salah satu hal yang tidak banyak orang tahu adalah mengenai THR pada karyawan training. Tidak semua orang tahu batasan seberapa lama orang harus bekerja sebagai karyawan training sebelum diakui dan mendapatkan hak THR.

 

Nah, sebenarnya ada ukuran yang sudah bisa dijadikan patokan untuk ini, tapi sayangnya tidak banyak orang tahu. Peraturan ini berdasarkan dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Dalam aturan tersebut, karyawan training yang baru bekerja di bawah 1 bulan tidak berhak atas THR, tapi bagi yang sudah bekerja 1 bulan penuh secara berkali – kali tapi belum genap 1 tahun, karyawan tersebut berhak atas THR.

 

Nah, dengan aturan tersebut, sudah jelas bahwa karyawan training hanya berhak mendapatkan THR tergantung dari masa kerjanya, tapi bagaimana dengan jumlah yang didapat? Gaji masa training tentu bisa berbeda – beda tergantung dari pekerjaan yang digunakan dan tentunya membuat THR ini menjadi tidak pasti. Semisal Anda menggunakan software payroll terbaik sekalipun, aturan THR untuk karyawan training akan berbeda dari penghitungan THR biasa. Aturan standar THR adalah satu gaji penuh, tapi bagi karyawan training angka ini harus proporsional dengan waktu kerja-nya.

 

Penghitungan THR untuk karyawan training ternyata juga ada aturannya. Penentuan ini berdasarkan penghitungan gaji masa training secara normal dan dipengaruhi lama kerjanya. Penghitnyan ini menggunakan rumus sebagai berikut: Bulan hari kerja dikali jumlah gaji masa training lalu hasilnya dibagi dua belas bulan.

 

Jadi misalnya saja Anda adalah karyawan training dengan lama kerja sebanyak 4 bulan dan mendapat gaji training sebesar 2,5 juta per bulan. Dari informasi tersebut Anda dapatkan angka 10 juta yang nantinya dibagi 12 bulan. Hasil ini menghasilkan THR sebesar 833.333 Rupiah. Penghitungan ini tentunya tepat saat diaplikasikan pada gaji normal.

 

Bagaimana menurut Anda tentang informasi di atas? Apakah sekarang sudah jelas bahwa sebagai karyawan training Anda masih bisa mendapatkan THR asalkan sudah bekerja cukup? Jika status Anda sekarang ini masih training, hitung kembali masa kerja Anda agar memastikan sudah cukup untuk mendapatkan THR pada masa lebaran dan puasa besok.

 

Sekian bahasan tentang THR gaji masa training ini. Mudah – mudahan hal ini dapat berguna bagi Anda dalam lebih mengerti tentang