balance scorecard

Balance Scorecard: Pengertian, Perspektif, Karakteristik, dan Manfaatnya Untuk Perusahaan.

Setiap perusahaan membutuhkan sebuah strategi atau cara untuk tetap menjalankan perekonomian perusahaan. Balance scorecard adalah salah satu cara yang dapat dipilih perusahaan untuk menjaga kestabilan ekonomi perusahaan. Balance scorecard menjadi cara paling cepat dan mudah untuk tahu adalah dari peningkatan/penurunan penjualan perusahaan.

Simak penjelasan lengkap Balance Scorecard bersama GreatDay HR!

Pengertian Balance Scorecard

Pada tahun 1990-an konsep balance ScoreCard dipaparkan oleh Robert Kaplan dan David Norton dari Harvard University, namun metodologi Balance ScoreCard masih terlalu jauh dari literatur manajemen mapan tentang pengukuran kinerja. Pada tahun 1992, Kaplan dan Norton menetapkan konsep dasar dari Balance ScoreCard di Harvard Business Review dengan menerbitkan 7 buku dan sejumlah artikel tentang pengembangan konsep menjadi metodologi manajemen utama. Keberhasilan ini melahirkan literatur akademis dan praktisi yang luas. 

Banyaknya pemahaman tentang metodologi Balanced ScoreCard saat ini telah berkembang jauh dari penggunaan awal sebagai alat pengukur kerja yang sederhana untuk daerah non-keuangan menjadi alat perencanaan dan manajemen strategis yang kompleks.

Balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategik atau lebih tepat dinamakan suatu “Strategic based responsibility accounting system” yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi kedalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja untuk empat perspektif yang berbeda, yaitu perspektif keuangan (Financial Perspektif), perspektif pelanggan (Customer Perspektif ), perspektif proses usaha internal (internal business process perspective), dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective). Dalam pendekatan balanced scorecard, penekanan adalah pada perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) bukan hanya mencapai tujuan khusus seperti laba sekian milyar rupiah. Apabila suatu organisasi tidak melakukan perbaikan yang berkesinambungan, organisasi tersebut mungkin akan kalah bersaing.

Perspektif Balance Scorecard

Konsep Balanced Scorecard pada dasarnya merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan. Konsep Balanced Scorecard mengukur kinerja suatu organisasi dari empat perspektif yaitu:

1. Financial Perspective

Dalam balance scorecard, financial perspektif merupakan hal yang penting. Dari perspektif ini akan memudahkan pengukuran finansial dan memberikan ringkasan konsekuensi dari tindakan ekonomis yang sudah diambil oleh perusahaan. Ukuran kinerja finansial memberikan petunjuk apakah strategi perusahaan, implementasi, dan pelaksanaannya memberikan kontribusi atau tidak pada peningkatan laba perusahaan.

Tujuan dengan adanya perspektif finansial berhubungan dengan profit perusahaan, misalnya laba operasi, Return On Capital Employed (ROCE) atau yang paling baru, nilai tambah ekonomis (economic value added). Tujuan finansial lainnya mungkin berupa pertumbuhan penjualan yang cepat atau terciptanya arus kas.
Ada tiga tolak ukur dalam perspektif keuangan, yaitu:

  • Pertumbuhan dari pertambahan yang didapatkan selama proses bisnis berlangsung.
  • Penurunan aset ke arah yang optimal dan memaksimalkan strategi investasi.
  • Penurunan biaya dan peningkatan produktivitas kerja.

Ketiga tolak ukur di atas dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan bisnis. Dengan begitu, pemilik perusahaan mengetahui di tahap mana perusahaan tersebut berada.

Baca juga: Serba Serbi Pajak yang Wajib Kamu Baca!

2. Customer Perspective

Perspektif pelanggan adalah perspektif kedua yang digunakan mengukur pada balance scorecard. Customer perspective berkaitan erat dengan cara perusahaan melayani pelanggan. Dalam hal ini, setiap pelanggan harus diperlakukan dengan layak sehingga pelanggan mendapatkan rasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Adanya pelayanan yang baik, akan mendukung peningkatan loyalitas konsumen kepada perusahaan. Sebaliknya, jika perusahaan memberikan pelayanan yang buruk, pasti konsumen mencari perusahan lain yang memiliki sistem atau pelayanan yang lebih baik. 

Ukuran yang dapat diterapkan perusahaan dalam perspektif pelanggan adalah: 

  •  Seberapa besar omzet penjualan.
  • Tingkat keuntungan yang didapatkan perusahaan.
  • Berapa banyak pelanggan yang didapatkan.
  • Persentase loyalitas pelanggan terhadap produk.
  • Tingkat kepuasan pelanggan.
  • Kebutuhan pelanggan.

3. Internal Process Perspective

Internal process perspective, yaitu melakukan penilaian seberapa besar ukuran dan sinergi dari setiap unit kerja. Jadi penilaian fokus kepada internal perusahaan. Untuk mengukur point ini, pemimpin  perusahaan harus rutin mengamati bagaimana kondisi internal dalam perusahaan. Kemampuan dan keahlian yang dimiliki setiap karyawan akan menghasilkan proses bisnis internal yang bagus. Selain bertambahnya jumlah konsumen, omzet dan keuntungan yang didapat perusahaan juga akan bertambah. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam perspektif proses bisnis internal, antara lain:

  • Proses inovasi berkaitan dengan ide-ide terhadap produksi barang.
  • Proses operasi berkaitan dengan aktivitas dan rutinitas sehari-hari yang dilakukan bagian internal.
  • Proses pasca penjualan berkaitan dengan metode pemasaran yang tepat untuk meningkatkan omzet penjualan.

4. Learning and Growth Perspective

Dalam perspective ini, karyawan menjadi aset berharga perusahaan yang harus dijaga. Tanpa adanya karyawan, proses pertumbuhan dan perkembangan perusahaan akan menghadapi banyak kendala. Selain itu, karyawan juga menjadi faktor pendukung dalam perspektif keuangan dan pelanggan. Di sisi lain, perusahaan juga perlu memperhatikan sistem dan prosedur kerja yang seperti apa yang perlu diterapkan dalam internal perusahaan. Ada baiknya jika semua elemen terkontrol dan terkoordinasi dengan baik sehingga timbul keselarasan selama bisnis berlangsung. Ada tiga hal yang dijadikan tolak ukur dalam perspektif ini, antara lain:

  • Kapabilitas atau kemampuan karyawan.
  • Kemampuan mengelola sistem informasi
  • Motivasi, dorongan, dan garis tanggung jawab

Karakteristik Balance Scorecard

Balanced Scorecard merupakan sebuah sistem manajemen yang berfungsi sebagai pengimplementasian strategi dan pengukur kinerja, bukan hanya dari sisi finansial namun juga melibatkan sisi non finansial, serta berfungsi untuk menyampaikan visi, strategi, dan kinerja yang diharapkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja tidak hanya dilakukan pada jangka pendek saja, tetapi juga untuk jangka panjang. Sehingga manfaat dari penggunaan suatu organisasi dalam menggunakan metode pengukuran Balanced Scorecard adalah dalam rangka menghasilkan berbagai proses manajemen penting, yaitu

1. Mengklarifikasi visi dan strategi perusahaan

Guna menentukan standar ukuran kinerja suatu perusahaan, visi perusahaan perlu dijabarkan kedalam tujuan dan sasaran. Visi adalah gambaran kondisi yang diharapkan dapat terwujud di masa mendatang oleh perusahaan terkait yang biasanya dinyatakan dalam suatu pernyataan singkat. Dalam mewujudkannya, perusahaan perlu merumuskan suatu strategi. Tujuan merupakan penjabaran lebih lanjut dari suatu visi perusahaan dan menjadi landasan perumusan strategi. Dalam proses perencanaan strategis, tujuan ini dijabarkan ke dalam beberapa sasaran strategis dengan beberapa kuran pencapaiannya

Baca juga: Penjelasan Lengkap tentang Visi dan Misi

2. Komunikasi dan hubungan

Dalam balanced scorecard, karyawan diperlihatkan hal yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan atau keinginan pemegang saham dan konsumen karena oleh tujuan tersebut dibutuhkan kinerja karyawan yang baik. Oleh karena itu, balanced scorecard menunjukkan strategi yang menyeluruh, terdiri dari tiga kegiatan:

  • Communicating dan educating
  • Setting goals
  • Linking reward to performance measures

3. Rencana bisnis

Rencana bisnis berperan sebagai pengintegrasi dalam sebuah perusahaan atau organisasi antara rencana bisnis dan rencana keuangan mereka. Dalam mengimplementasikan berbagai macam program, masing-masing pasti memiliki keunggulannya sendiri dan saling bersaing antara satu dengan yang lainnya. Hal ini membuat manajer mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan berbagai ide yang muncul dari tiap departemen. Namun dengan penggunaan balanced scorecard sebagai dasar pengalokasian sumber daya dapat mempermudah perusahaan dalam mengatur hal yang lebih penting untuk diprioritaskan, balanced scorecard juga menggerakkan perusahaan ke arah tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh.

4. Umpan balik dan pembelajaran strategis

Proses keempat ini akan memberikan strategic learning kepada perusahaan. Dengan balanced scorecard sebagai pusat sistem perusahaan, maka perusahaan dapat melakukan monitoring terhadap apa yang telah dihasilkan perusahaan dalam jangka pendek, dari tiga perspektif yang ada yaitu konsumen, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan untuk dijadikan sebagai umpan balik dalam mengevaluasi strategi.

Manfaat Balance Scorecard

Proses penilaian menggunakan balance scorecard bukan proses yang singkat. Beberapa tahap analisis perlu dilewati dengan teliti. Namun, adanya balance scorecard akan berguna untuk merencanakan strategi perusahaan selanjutnya dan menjadi alat bantu pengambilan keputusan bisnis yang dilakukan perusahaan. Berikut adalah manfaat penggunaanya: 

1. Perencanaan Strategis yang lebih baik

Balanced Scorecard menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk membangun dan mengkomunikasikan strategi. Model bisnis divisualisasikan dalam Peta Strategi yang membantu manajer untuk berpikir tentang hubungan sebab akibat antara beberapa tujuan strategis yang berbeda. Proses menciptakan peta strategis memastikan bahwa keberhasilan dalam suatu perusahaan bisa dicapai melalui serangkaian tujuan strategis yang saling terkait. Hal ini berarti bahwa hasil kinerja serta faktor pendukung kinerja diidentifikasi untuk membuat gambaran utuh tentang strategi perusahaan.

2. Peningkatan Komunikasi Strategis dan Eksekusi

Adanya gambaran strategi bersama menyeluruh dan saling terkait tentu membuka peluang bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan strategi secara internal dan eksternal. Dalam Balanced Scorecard setiap divisi dalam perusahaan harus berkolaborasi dengan divisi lain untuk bisa mencapai tujuan. Adanya Balanced Scorecard mendorong peningkatan komunikasi strategi dalam perusahaan, baik internal maupun eksternal. Kolaborasi dan keterlibatan staf dan pemangku kepentingan dalam perusahaan tentu akan berlangsung secara rutin dalam perusahaan. Tidak hanya itu, adanya saling keterkaitan antar divisi juga berdampak pada sistem kinerja perusahaan yang lebih terbuka dan dinamis.

3. Penyelarasan Proyek dan Inisiatif yang lebih baik

Balanced Scorecard membantu organisasi memetakan proyek dan inisiatif ke dalam berbagai tujuan strategis yang berbeda, di mana pada akhirnya akan memastikan bahwa proyek dan inisiatif sangat terfokus pada penyampaian tujuan yang paling strategis.

4. Informasi Manajemen yang Lebih Berkualitas

Pendekatan Balanced Scorecard membantu organisasi mendesain indikator kinerja utama untuk berbagai tujuan strategis perusahaan. Hal ini memastikan bahwa perusahaan mengukur apa yang sebenarnya penting untuk dilakukan. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard cenderung memiliki manajemen informasi dan pengambilan keputusan dengan kualitas yang lebih baik.

5. Peningkatan Pelaporan Kinerja

Baca juga: Pentingnya Talent Management bagi Perusahaan dan Karyawan

Balanced Scorecard dapat menjadi panduan dari desain laporan perusahaan. Hal ini memastikan bahwa pelaporan manajemen berfokus pada isu-isu strategis yang penting dan membantu perusahaan melakukan monitoring dari pelaksanaan rencana perusahaan.

6. Penyelarasan Organisasi yang Lebih Baik

Balanced Scorecard memungkinkan perusahaan untuk lebih menyelaraskan struktur organisasi mereka dengan tujuan strategis. Untuk melaksanakan rencana dengan baik, organisasi perlu memastikan bahwa semua unit bisnis dan fungsi pendukung bekerja menuju tujuan yang sama. Mengimplementasikan Balanced Scorecard ke dalam unit-unit tersebut akan membantu mencapai penyelarasan organisasi yang lebih baik dan menyelaraskan strategi dan operasional.

7. Penyelarasan Proses yang Lebih Baik

Penerapan Balanced Scorecard yang baik juga membantu menyelaraskan proses organisasi seperti penganggaran, manajemen risiko dan analitik dengan prioritas strategis. Ini akan membantu menciptakan organisasi yang benar-benar berfokus pada strategi.

Keputusan yang tepat bagi perusahaan jika dapat menerapkan penilaian balance scorecard. Dengan menggunakan balance scorecard memudahkan tim manajemen dalam mengevaluasi sebuah kegiatan, menentukan keberhasilan, mengambil keputusan, dan mencapai tujuan besar perusahaan. Perusahaan dan tim manajemen harus mengetahui dan memahami apa yang dibutuhkan perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Scroll to Top