Panduan Lengkap Mengenai Business Model Canvas yang Wajib Diketahui!

Menjalankan sebuah bisnis membutuhkan sinergi antara semua departemen agar perusahaan berjalan lebih efisien sehingga dapat mencapai tujuan bisnis lebih cepat. Agar hal tersebut dapat direalisasikan, maka perusahaan dapat menggunakan model bisnis seperti bisnis model kanvas.

Di dalam sebuah bisnis, apapun bentuknya, pastinya ada beberapa orang yang mengoperasikan agar kegiatan usaha terus berjalan. Di dalam sebuah bisnis juga memerlukan strategi, manajemen, maupun sistem yang mempermudah orang-orang di dalamnya untuk bekerja secara efektif dan sesuai goals yang dimiliki perusahaan. Salah satu model bisnis yang terbukti efektif dan sering diterapkan adalah bisnis model canvas.

Jika Anda ingin mengembangkan perusahaan Anda dengan menggunakan bisnis model kanvas, maka Anda datang ke artikel yang tepat. Dari pengertian bisnis model kanvas hingga contohnya, GreatDay HR akan membahas tuntas mengenai bisnis model kanvas pada artikel ini.

Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai. 

Baca juga: Kenali Enterprise Resource Planning dan Manfaatnya untuk Perusahaan

Apa itu Business Model Canvas?

Business Model Canvas (BMC) merupakan kerangka kerja yang berguna untuk menunjang jalannya usaha kedepan. Kanvas disusun dengan tujuan untuk memvisualisasikan, menilai, menjelaskan, maupun mengubah model bisnis sehingga kinerja perusahaan dapat maksimal.

Sederhananya, model bisnis adalah strategi yang dibuat pada awal usaha dan mengatur hubungan antara bagian produksi, distributor hingga sampai di tangan konsumen.

Tujuan Pembuatan Business Business Model Canvas

Business Model Canvas dibuat untuk membantu perusahaan untuk merencanakan proses bisnis dan memberikan validasi terhadap berbagai aspek penting dalam perusahaan. Contoh dari poin-poin penting dalam sebuah bisnis yaitu: sumber daya, pengeluaran yang wajib dikeluarkan, serta aktivitas bisnis.

Elemen Business Model Canvas

Setelah mengetahui mengenai pengertian serta tujuan membuat business model canvas, kini saatnya Anda memahami mengenai elemen business model canvas. Perlu Anda ketahui bahwa BMC ini pertama kali dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan sejak itu terus dikembangkan hingga memiliki sembilan elemen yang dapat mendukung kelancaran sebuah bisnis.

Sembilan elemen BMC tersebut adalah customer segment, value proposition, channels, customer relationship, revenue streams, key resource, key activities, key partnership, cost structure. Berikut adalah penjelasan dari setiap elemen business model canvas

1. Customer Segment​

Salah satu elemen penting untuk memulai langkah awal untuk menentukan target pasar Anda. Dalam hal ini pebisnis harus tahu segment pelanggan sesuai dengan layanan/produk yang akan kita berikan.

Baca juga: Perusahaan Wajib Tahu! Contoh dan Komponen Surat Pemberhentian Kerja

Kategori di dalam Customer Segments:

  1. Mass Market : customer dalam jumlah besar dengan jenis kebutuhan dan membutuhkan solusi yang sama. 
  2. Niche Market : customer dengan kebutuhan yang spesifik.
  3. Segmented: Merupakan kategori customer yang memiliki kebutuhan yang sama, namun tetap dalam satu kategori.
  4. Diversified : dua segmen pasar dengan kebutuhan atau masalah  yang berbeda.
  5. Multi-sided Platform : sebuah hubungan yang terjadi antara  2 customer  atau lebih yang saling ketergantungan.

2. Value Proposition

Menjadi alasan mengapa pelanggan memilih jasa/barang yang perusahaan Anda tawarkan. Kesempatan ini juga dapat digunakan untuk menunjukan keunggulan dan menyelesaikan permasalahan pelanggan dengan cara baru. 

Praktisnya value proportion mengutamakan beberapa komponen seperti di bawah ini: 

  • Products & Services: Nilai dari produk dan jasa yang ditawarkan pada konsumen
  • Pain Relievers: Usaha untuk mengurangi kerugian kepada konsumen
  • Gain Creators: Memberikan keuntungan kepada konsumen melalui produk dan jasa yang ditawarkan.

3. Channels

Sederhananya channel adalah cara untuk menjangkau customer melalui media berupa website, aplikasi, sales person, hingga online advertisement. Penentuan channels ini sendiri menjadi elemen penting bagi keberhasilan sebuah  bisnis, 

4. Customer Relationship

Salah satu cara terbaik untuk menjalin hubungan baik dengan konsumen, sehingga dibutuhkan kebijaksanaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik, baik dari segi biaya, layanan maupun harga produk. 

Kategori Customer Relationship sendiri terbagi atas:

  • Self Service: panduan agar konsumen bisa melayani diri sendiri
  • Communities: bukan saja bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan pengalaman pelanggan, tapi juga menjadi dukungan secara emosional bagi anggota komunitas
  • Personal Assistance: Interaksi langsung dengan konsumen dan perlu dilakukan sebelum dan setelah penjualan terjadi.  
  • Co-Creation: Berhubungan langsung dengan produk/jasa yang digunakan.
  • Dedicated Personal Assistance: Adanya sekelompok pegawai perusahaan yang bertanggung jawab untuk memberikan kepuasaan pelanggan.
  • Automated Services: Bertujuan untuk meningkatkan kepuasan customer 

5. Revenue Streams

Aliran pendapatan yang masuk ke perusahaan yang di dapat dari pelanggan, karena dalam menjalankan bisnis perusahaan ada biaya yang harus dipertimbangkan seperti produk, bahan baku atau tenaga kerja. 

Secara umumnya revenue stream ini adalah pemasukan yang sudah dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan.

6. Key Resource

Merupakan daftar sumber daya yang harus direncanakan, serta menjadi asset penting agar

aktifitas bisnis dapat berjalan lancar dan terkontrol dengan baik. Dalam hal ini perhatikan semua jenis sumber daya seperti sumber daya manusia, proses operasional, pengelolaan bahan baku.

Baca juga: Melakukan Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Profitabilitas

7. Key Activities

Mencakup semua aktivitas yang berkaitan dengan sebuah produk untuk mendapatkan hasil dari bisnis, yang perlu diukur efektifitasnya setiap waktu. Selain itu key activities akan menghasilkan proposisi nilai. 

8. Key Partnership

Elemen penting yang sangat berpengaruh pada konsistensi dan kelanjutan bisnis dalam periode waktu yang lama. Partner kunci ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari key activites yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu sudah menjadi hal wajib untuk menjalin hubungan baik dalam sebuah kelancaran.

9. Cost Structure

Elemen terakhir yang tak kalah pentingnya adalah struktur biaya yang perlu dipantau dan diperhatikan agar bisnis tetap efisien dalam perjalanannya untuk mendapatkan Revenue.

Selain itu cost structure membantu bisnis yang dijalani menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian. Hal ini juga dilakukan agar Anda dapat menentukan proposisi nilai yang tepat untuk pelanggan.

Setelah mengetahui 9 elemen penting dalam Business model canvas, semoga Anda dapat merasa terbantu dalam menjalankan bisnis yang dijalankan.

Keuntungan Menerapkan Business Model Canvas

Kini setelah membaca berbagai penjelasan mengenai BMC diatas, Anda mungkin berpikir apa saja keuntungan yang dapat dirasakan oleh perusahaan jika menerapkan business model canvas.

Berikut adalah empat keuntungan utama membuat dan menerapkan bisnis model kanvas kepada perusahaan Anda:

1. Lebih Terfokus

Pada saat tahap perencanaan bisnis, jumlah hal yang harus dipertimbangkan dan harus diperhatikan secara detail tidaklah sedikit. Disinilah dimana business model canvas masuk. 

Dengan business model canvas, Anda dapat langsung meletakkan ide bisnis Anda serta data-data yang dimiliki pada setiap elemen BMC. Tentunya, hal ini akan membuat perencanaan bisnis Anda lebih terfokus dan mempercepat pengerjaannya.

2. Diskusi Bisnis yang Lebih Efisien dan Teratur

Selain mempercepat perencanaan bisnis, membuat business model canvas juga dapat menjadi wadah untuk diskusi yang lebih efisien dengan anggota perusahaan yang lain.

Selain itu, karena terbagi ke dalam sembilan elemen, diskusi dapat dilakukan dengan lebih teratur dan tidak melenceng ke hal-hal yang tidak berhubungan berkat adanya business model canvas.

3. Dapat Mengetahui Umpan Balik dari Konsumen

Menggunakan business model canvas dapat membantu perusahaan mengetahui layanan yang telah didapatkan oleh konsumen seperti apa. Selain itu, perusahaan juga dapat mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai permasalahan konsumen dan seberapa jauh perusahaan telah sukses membantu konsumen menyelesaikan masalah tersebut. 

4. Mengurangi Kemungkinan Terjadinya Kesalahan pada Tahap Eksekusi

Business model canvas yang dirancang dengan baik dapat dijadikan panduan yang dapat digunakan oleh perusahaan pada tahap eksekusi bisnis. Hal ini karena elemen-elemen yang komprehensif dan dapat menjabarkan setiap bagian.

Karena setiap elemen dapat memberikan penjabaran yang jelas, maka kemungkinan terjadinya kesalahan pada tahap eksekusi bisnis akan berkurang.

Contoh Business Model Canvas

Kini setelah mempelajari berbagai hal mengenai business model canvas, Anda mungkin berpikir untuk membuatnya sendiri dan menerapkannya kepada perusahaan Anda. Jika Anda masih bingung harus mulai dari mana, jangan khawatir, karena kami telah memberikan contoh business model canvas untuk membantu Anda.

Dapat dilihat bahwa BMC diatas ini dapat sangat membantu airbnb untuk memvisualisasikan perencanaan bisnis dan pengusaha cukup mengisi poin yang sesuai dengan elemen yang ada.

Jika setelah melihat contoh di atas Anda masih merasa kesulitan membuat BMC, terdapat metode alternatif, yaitu menggunakan daftar pertanyaan. Anda cukup mengisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk mengisi setiap elemen business model canvas. Berikut adalah pertanyaan dari setiap elemen BMC:

  • Customer Segment: Siapa yang akan membeli dan membayar produk anda? 
  • Value Proposition
    1. Mengapa orang ingin memilih untuk menggunakan produk/jasa Anda?
    2. Apa kelebihan bisnis Anda dibanding kompetitor?
    3. Aspek apa yang paling menarik dari model bisnis perusahaan Anda?
  • Channels
    1. Bagaimana cara pelanggan dapat mengetahui keberadaan produk atau jasa yang Anda tawarkan?
    2. Bagaimana caranya produk/jasa Anda bisa sampai hingga ke tangan pelanggan?
    3. Apakah metode yang Anda lakukan tersebut efektif?
  • Customer Relationships
    1. Bagaimana cara Anda mempertahankan hubungan dengan pelanggan?
    2. Bagaimana Anda memastikan kepuasan pelanggan setelah menggunakan produk atau jasa Anda?
  • Revenue Streams
    1. Bagaimana cara perusahaan Anda memperoleh penghasilan?
    2. Apa saja produk/jasa yang Anda perjual belikan?
  • Key Activities
    1. Apa saja aktivitas yang Anda lakukan untuk membuat value proposition?
    2. Bagaimana strategi bisnis yang telah Anda lakukan untuk mencapai target perusahaan?
  • Key Resources
    1. Apa sumber daya paling penting yang harus dimiliki perusahaan Anda agar bisnis berjalan lancar?
    2. Apa saja aset yang dibutuhkan agar bisnis Anda dapat bersaing dengan kompetitor?
  • Key Partnerships
    1. Siapa saja pihak yang dapat mengerjakan hal-hal kebutuhan perusahaan selain key activities?
    2. Siapa pemasok yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan Anda?
  • Cost Structures
    1. Apa saja pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan model bisnis?
    2. Apa komponen biaya yang dibutuhkan pada elemen channel, key activities, dan key resources?

Bonus: Lean Business Model Canvas

Jika Anda telah membaca hingga tahap ini, maka selamat! Nikmati konten bonus ini yang akan berguna untuk perusahaan Anda.

Sebelum membahas mengenai lean business model canvas, pertama-tama kita harus memahami apa arti dari lean startup karena disinilah lean business model canvas digunakan.

Lean Startup

Dapat dikatakan bahwa lean startup merupakan istilah yang semakin sering terdengar di dalam beberapa tahun terakhir. 

Singkatnya, istilah lean startup ini merupakan metode yang mempersingkat berbagai proses yang menyebabkan evolusi dari ide ke meluncurnya bisnis dapat dilakukan dengan lebih cepat dari metode konvensional.

Pada metode lean startup, pengusaha akan membuat produk minimum yang layak atau minimum viable product (MPV). Produk minimum yang layak ini merupakan produk paling dasar dan dibuat untuk diberikan kepada sekelompok orang tertentu.

Nantinya, sekelompok orang ini akan memberikan umpan balik kepada perusahaan mengenai produk tersebut. 

Apabila mereka suka dengan produk, maka perusahaan akan melanjutkan proses perkembangan dan meluncurkannya sesegera mungkin.

Sebaliknya, jika kelompok orang itu tidak menyukainya, maka perusahaan akan melakukan satu dari dua hal: mereka akan mengubah produk sesuai dengan umpan balik atau membuang produk tersebut dan mulai lagi dari awal.

Penyingkatan proses dalam lean startup ini akan membantu Anda meluncurkan produk Anda ke dalam pasar dengan waktu yang lebih singkat dan biaya yang lebih sedikit. 

Agar perusahaan dapat mengeksekusikan metode lean startup, dibutuhkan lean business model canvas sebagai panduan. Terdapat empat elemen yang wajib dicantumkan pada lean business model canvas. Berikut penjelasannya.

Masalah

Elemen masalah ini salah satu elemen yang paling penting untuk dicantumkan.

Kenapa? Karena salah satu kesalahan terbesar dari mayoritas pengusaha adalah menghabiskan waktu dan biaya untuk membuat produk yang sebenarnya tidak diperlukan karena tidak melakukan identifikasi masalah.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda sudah memikirkan secara matang-matang mengenai masalah yang ingin Anda cari solusinya.

Solusi

Berbicara mengenai solusi, tahap selanjutnya setelah melakukan identifikasi masalah adalah untuk mendapatkan jawaban atau solusi dari masalah tersebut.

Pada elemen ini, pengusaha harus memberikan deskripsi yang jelas mengenai produk minimum yang layak atau minimum viable product atau (MPV).

Metrik Utama

Elemen selanjutnya adalah metrik utama yang menjelaskan mengenai berbagai produk atau layanan yang ingin diluncurkan. Elemen ini vital untuk menentukan metrik yang sesuai untuk mengukur kesuksesan bisnis. Karenanya, pengusaha perlu memikirkan dengan baik mengenai metrik apa yang ingin digunakan agar terhindar dari bencana pada perencanaan bisnis.

Kelebihan Pelaku Usaha

Setelah ketiga elemen diatas, pengusaha juga perlu mengetahui apa kelebihan yang mungkin dimiliki oleh perusahaannya jika dibandingkan dengan kompetitor.

Selain itu, pelaku usaha juga perlu mengetahui keunggulan dari pesaing jika dibandingkan dengan perusahaannya.

Terakhir, agar perencanaan bisnis dapat benar-benar menerapkan lean business model canvas, pengusaha harus menghapus beberapa elemen dari BMC konvensional. Umumnya, empat elemen berikut dihapus dari business model canvas:

  • Sumber daya (key resource)
  • Aktivitas usaha (key activities)
  • Hubungan dengan konsumen (customer relationship)
  • Kemitraan (key partnerships)

Tentunya ini bergantung pada jenis usaha dan industri yang sedang digeluti. Sangat mungkin bahwa perusahaan Anda tetap membutuhkan elemen-elemen tersebut. 

Tetapi, empat elemen ini umumnya tidak lagi digunakan karena umumnya dihapus karena dianggap hanya membuang waktu secara percuma karena cakupannya yang terlalu luas dan tidak terfokus pada bisnis.

Kesimpulan

Dari penjelasan GreatDay HR mengenai business model canvas diatas, kami berharap Anda sudah memahami seberapa penting peran BMC terhadap perencanaan bisnis. 

Model bisnis ini yang memvisualisasikan, menilai, menjelaskan, maupun mengubah model bisnis sehingga kinerja perusahaan dapat maksimal dan dapat sangat mempermudah perencanaan bisnis.

Namun, tentunya perusahaan membutuhkan berbagai sumber data untuk mengisi setiap blok tersebut. Agar perusahaan dapat melakukannya dengan lebih mudah, maka dibutuhkan aplikasi pendukung. GreatDay HR dapat menjadi aplikasi tersebut.

Dengan GreatDay HR, berbagai data seperti data karyawan, data keuangan, dan data cuti serta lembur dapat Anda akses kapanpun Anda butuhkan dan dimanapun Anda berada dengan keamanan yang terjamin.

Hal ini dapat dilakukan berkat penyimpanan cloud yang dimiliki oleh GreatDay HR yang telah bersertifikasi internasional. Selain itu, Anda dapat melakukan hal-hal yang berhubungan dengan SDM dengan cepat berkat integrasi penuh dengan semua aktivitas SDM.

Jadi, tunggu apalagi? Undang GreatDay HR untuk memberikan demo sekarang juga dan rasakan perancangan business model canvas yang lebih mudah!

Scroll to Top