Cara Membuat Faktur Pajak yang Harus Diketahui Setiap Pengusaha!

Cara Membuat Faktur Pajak yang Harus Diketahui Setiap Pengusaha!

Sebagai Pengusaha yang masuk dalam kategori pengusaha kena pajak (PKP) tentunya wajib membuat faktur pajak sebagai bukti bahwa PKP sudah memungut pajak dari transaksi tersebut.

 

Jenis transaksi yang terlibat adalah Barang Kena Pajak (BKP) atau melakukan Jasa Kena Pajak (PKP), faktur pajak sendiri yang terbit selama masa pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan dilaporkan dalam bentuk laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

 

Saat ini, sudah ada dua jenis faktur pajak, yaitu manual dan faktur pajak elektronik yang juga dikenal dengan sebutan e-faktur. Untuk mengetahui selengkapnya tentang cara pembuatannya berikut ada beberapa komponen dan langkah yang harus Anda tahu.

 

Pengukuhan PKP Oleh Pengukuhan PKP oleh Direktorat Jenderal Pajak

 

Sebelum dikenai kewajiban untuk membayar pajak pertambahan nilai (PPN), wajib pajak mempunyai tugas untuk memberikan faktur pajak untuk dikukuhkan terlebih dahulu oleh Direktorat Jenderal Pajak. 

 

Dalam UU PPN disebutkan jika ada sedikitnya tiga jenis faktur pajak yaitu: 

 

1.faktur pajak bentuk standar 

 

2.faktur pajak bentuk gabungan

 

3.faktur pajak bentuk sederhana

 

Lalu bagaimana cara pembuatannya, mari simak selengkapnya di penjelasan yang sudah kami rangkum

 

Cara Membuat Faktur Pajak Bentuk Standar

 

Mengacu pada ketentuan Dirjen Pajak No. Kep-53/PJP/1994, berlaku sejak 29 Desember 1994. Kewajiban ini dilaksanakan per Januari 1995, faktur pajak dibuat dalam bentuk kuarto. 

 

Untuk membuat faktur pajak ini pesertanya harus menyertakan keterangan seperti:

 

  • Nama PKP yang melakukan penyerahan atau pembelian BKP/JKP, alamat, serta NPWP.
  • Mencantumkan informasi barang secara lengkap mengenai barang atau jasa, dengan total harga jual, penggantian dan pemotongan harga.
  • Nominal PPN dan PPnBM 
  • Informasi mengenai nomor, kode, seri, serta tanggal pembuatan faktur pajak.
  • Memberikan nama lengkap, jabatan dan tanda tangan pihak terkait.
Baca Juga  Bukti Transaksi yang Biasa Digunakan Dalam Dunia Bisnis

 

Panduan mengisi faktur pajak standar juga tidaklah sulit, cukup dengan mengikuti langkah berikut:

 

  1. Mengisi lengkap kolom kode dan Nomor Seri Faktur Pajak Standar.
  2. Mengisi biodata lengkap, NPWP dan tanggal pengukuhan PKP sesuai dengan keterangan dari Direktorat Jenderal Pajak. 
  3. Dalam kolom BKP/JKP tulis nomor urut, nama, keterangan uang muka, cicilan dan angsuran yang telah diterima atas pembelian BKP/JKP. 
  4. Masukan nominal potongan harga, uang muka yang telah dikurangi potongan harga pada kolom yang disediakan.
  5. Pada kolom PPN = 10% x dasar pengenaan pajak, isi dengan jumlah PPN terutang sebesar 10% dari dasar pengenaan pajak.
  6. Isi kolom pajak penjualan dengan besar tarif PPnBM x dasar pengenaan pajak yang menjadi dasar penghitungan PPnBM.
  7. Masukan tanggal faktur pajak standar, dan bubuhkan tanda tangan pada faktur, disertai nama pemilik kegiatan usaha.

 

Cara Membuat Faktur Pajak Bentuk Gabungan 

 

PKP hanya diizinkan untuk menggunakan faktur pajak ini jika terjadi beberapa kali penyerahan BKP/JKP kepada pembeli atau penerima jasa yang sama atau dilakukan dalam satu kurun waktu pajak tertentu. 

 

Mengacu pada landasan hukum berupa Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) pada Pasal 13. Sementara itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.03/2010 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak, menyebutkan kalau faktur pajak gabungan harus dibuat paling lama pada akhir bulan penyerahan BKP/JKP.

 

Cara membuat faktur pajak gabungan berisi PKP harus menulis sejumlah keterangan seperti invoice yang berisikan sejumlah transaksi dan disertai surat Jalan. Dapat dibuat melalui e-Faktur dengan mengisi keterangan 

 

  • Nama, alamat dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menyerahkan/pembeli dan penerima BKP/JKP.
  • Jenis barang atau jasa, serta harga jual, penggantian, dan potongan harga.
  • Mencantumkan PPN, PPnBM, kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan faktur pajak serta nama hingga tanda tangan. 
Baca Juga  Aplikasi Absensi Online Untuk Menuju Revolusi Industri 4.0

 

Cara Membuat Faktur Pajak Bentuk Sederhana

 

Dokumen yang berbentuk sobekan kecil, hampir sama seperti karcis. Bisa juga berbentuk bon kontan atau faktur bukti penjualan BKP atau penggunaan JKP dan memiliki fungsi yang sama dengan faktur pajak.

 

Saat ini pemerintah telah menerbitkan faktur elektronik agar memudahkan dan mendorong masyarakat agar tertib pajak. Seperti yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik.