Harus Tahu! Ini Cara Membuat Jurnal Umum untuk Perusahaan

Bagi seorang akuntan jurnal umum bukan lagi menjadi hal yang asing, karena selain dekat dalam keseharian, jurnal umum juga dapat menjadi laporan transaksi keuangan secara kronologi kepada perusahaan.

Dalam jurnal ini terdapat pencatatan transaksi secara terperinci seperti nama transaksi, tanggal, nominal dan keterangan penting lainnya yang diperlukan. Namun dalam pembuatannya Anda harus memperhatikan ketentuan dasar dan siklus akuntansi. Maka tidak mengeherankan jika nantinya ada sebagian orang, yaneg memang tidak memiliki ilmu akuntansi akan kesulitan saat dalam pembuatannya. Oleh karena itu GreatDay HR akan membahasnya secara detail 

Pengertian Jurnal Umum

Memahami pengetahuan dasar tentang jurnal umum sangat penting, karena untuk membuat jurnal umum tentunya Anda harus  paham mengenai saldo normal masing-masing akun terlebih dahulu.

Baca juga: Cara Membuat Business Plan Sederhana dan Efektif

Dalam akuntansi ada lima akun yang perlu diketahui posisi saldo normalnya. Berikut rinciannya:

  • Aset (Harta/Aktiva): sesuatu barang yang memiliki nilai ekonomi (economic value), nilai tukar (exchange value), dan nilai komersial (commercial value) yang diharapkan dapat dimiliki dan memberi manfaat untuk perusahaan maupun individu. Merupakan aset yang dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. 
  • Utang/kewajiban: bukan selalu tentang beban perusahaan, tapi kewajiban terhadap pihak ketiga. Sering disebut sebagai sumber dana atau sumber modal, dari pemberi utang atau kreditor. Terbagi dalalm utang jangka pendek seperti utang biaya, utang pajak, utang wesel. Tak hanya itu ada juga utang jangka menengah dan panjang. 
  • Modal: Sejumlah uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan suatu pekerjaan dan bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Umumnya berbentuk dana atau uang, serta bersifat vital dalam sebuah bisnis. Modal terbagi menjadi jenis modal berdasarkan sumber modal, jenis modal berdasarkan fungsi, jenis modal berdasarkan wujud.
  • Pendapatan: Sejumlah uang yang diterima oleh perusahaan, yang bersumber dari aktivitas bisnis. Pada umumnya berasal dari hasil penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. 
  • Beban: pengurang dari pendapatan yang akan menghasilkan laba bersih sebelum pajak pada laporan laba/rugi. Beban dapat diklasifikasikan menjadi:
  1. Beban perolehan pendapatan
  2. Beban rutin
  3. Beban operasional lainnya

Tahapan Membuat Jurnal

1. Memahami Persamaan Akuntansi

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memahami persamaan dasar akuntansi, adalah dengan mengetahui persamaan dasar akuntansi yaitu:

  • Aset = Utang + Modal yang diperluas menjadi Aset = Utang + Modal + (Pendapatan – Beban)

Persamaan dasar akuntansi ini juga berkaitan dengan kelompok-kelompok akun yang masuk didalamnya, seperti piutang usaha maupun persediaan yang juga termasuk dalam aset. Selain persamaan akuntansi, pahami saldo normal dari setiap akun. Dengan begitu jika menemui sebuah transaksi, nantinya Anda akan lebih mudah mengelompokkannya.

2. Mengumpulkan Bukti Transaksi

Langkah berikutnya, Anda wajib harus mempunyai bukti transaksi yang menjadi dasar dalam sebuah pencatatan. Karena tanpa bukti transaksi maka tidak dapat dicatat dalam jurnal umum. Beberapa contoh yang dapat diketahui seperti faktur, nota, kwitansi, maupun invoice. 

3. Mengidentifikasi Transaksi

Transaksi yang boleh dicatat hanyalah transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan dan dapat dinilai dengan satuan moneter. Sehingga Anda harus mengidentifikasi transaksi sebelum melakukan pencatatan.

Dari hasil identifikasi inilah, tentukan pengaruh nya terhadap posisi keuangan. 

Baca juga: Ini Cara yang Benar Membuat SOP!

4. Pencatatan Jurnal Umum

Proses pencatatan transaksi kedalam jurnal disebut dengan penjurnalan. Dalam pencatatan ini menggunakan sistem double-entry system, dimana setiap transaksi yang dicatat akan berpengaruh pada dua posisi keuangan debit dan kredit dalam jumlah yang sama. 

Fungsi Jurnal dalam Akuntansi

Dalam siklusnya akuntansi memiliki 5 fungsi penting untuk sebuah perusahaan: 

  • Fungsi historis – Melakukan pencatatan berdasarkan tanggal terjadinya transaksi secara sitematis dan kronologis. Juga menggambarkan kegiatan secara berurutan dan berkala. 
  • Fungsi pencatatan – Untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi seperti perubahan kekayaan, biaya. Modal dan pendapatan.  
  • Fungsi analisis – Merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebitan dan pengkreditan akun yang tekait. Masuk dalam penggolongan nama akun, serta jumlahnya.
  • Fungsi instruksi – Perintah untuk mendebit dan mengkredit akun sesuai dengan catatan dalam jurnal. Bukan hanya sebatas dokumen transaksi, akan tetapi bersifat instruksi atau petunjuk dalam proses memasukkan data ke buku besar.
  • Fungsi informatif – Catatan dalam jurnal yang memberikan penjelasan mengenai bukti transaksi yang sudah terjadi. 
Scroll to Top