Pasti Dilirik! Cara Mempromosikan Diri saat Interview Kerja

Saat melamar pekerjaan, ada kenyataan yang harus diterima yaitu banyaknya kandidat yang akan melamar. Beberapa dari kandidat ini mungkin kurang berpengalaman dibandingkan diri Anda, atau sama berpengalaman, atau bahkan memiliki kemampuan yang lebih dari Anda. Menghadapi volume persaingan ini, Anda harus tahu cara mempromosikan diri dengan baik agar lebih menari perhatian rekruter. Anda harus mampu menjual nilai lebih dalam diri Anda sehingga Anda terpillih menjadi kandidat terbaik dari sekian banyak kandidat lain.

Mungkin untuk sebagian orang ini terasa tidak nyaman, tetapi ini benar-benar penting. Jika bukan Anda yang menunjukkan kualitas terbaik Anda sebagai kandidat, lalu siapa yang akan membantu Anda?

Ada kalanya rasa malu, rendah diri, atau tidak nyaman, berputar di kepala Anda. Tapi cobalah untuk berpikir seperti seorang marketing. Bedanya yang akan dijual adalah diri sendiri, bukan sebagai produk tapi sebagai orang yang akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. 

Melakukan hal ini akan membantu Anda menilai kekuatan Anda, memperkuat kinerja Anda selama proses aplikasi, dan mengembangkan merek yang kuat yang akan membuat Anda menonjol dari lautan pelamar.

Baca juga: 5 Situs Lowongan Kerja Terpercaya Indonesia

Cara Mempromosikan Diri agar Mendapatkan Pekerjaan

Dengan mengikuti strategi yang digunakan oleh kebanyakn profesional di dunia kerja, hal ini akan memperbesar peluang Anda untuk dipekerjakan.

Identifikasi Kekuatan Anda

Pikirkan langkah ini sebagai menentukan produk —dalam hal ini, itu Anda!

Kapan Anda bersinar di tempat kerja? Pertimbangkan tugas-tugas yang Anda lakukan dengan baik dan cobalah untuk mengingat pujian di tempat kerja. Lihat resume kembali dan buat daftar kekuatan, keterampilan, dan pencapaian yang telah dicapai selama ini. Pikirkan juga tentang mengapa Anda mengejar karir tersebut: Mengapa itu menarik minat Anda? Cobalah untuk menjelaskan dengan kata-kata apa yang membuat Anda bersemangat tentang karier ini bersama dengan tanggung jawab terkait pekerjaan yang paling dinikmati.

Meskipun terlihat sederhanan mengambil waktu untuk melakukan ini, dapat membantu saat menulis surat lamaran Anda, dan menjawab pertanyaan wawancara seperti “Mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini?”

Gunakan Cerita yang Menarik dan Contoh

Di resume Anda, sangat disarankan untuk mengidentifikasi keahlian Anda, baik dalam daftar poin di bagian keahlian atau di tulisan untuk setiap pekerjaan yang Anda pegang.

Namun, ketika Anda menulis surat lamaran dan menjawab pertanyaan wawancara, bagikan contoh dan ceritakan kisah yang menunjukkan kemampuan Anda. Bagi pewawancara, ini menciptakan pengalaman yang lebih persuasif dan menarik. Misalnya jika Anda pernah bekerja di dunia advertising, cobalah untuk berpikir tentang bagaimana cara membuat iklan untuk sebuah produk

Jadi, daripada mengatakan, “Saya memiliki keterampilan komunikasi yang kuat,” Anda dapat mengatakan, “Dalam posisi terakhir saya sebagai kepala pemasaran, ada gangguan nyata dalam komunikasi antara departemen pemasaran dan penjualan. Saya bertemu dengan para pemimpin kunci di kedua tim, dan setelah mendapatkan umpan balik, melembagakan survei tahunan di departemen penjualan.

Ini membantu pemasaran untuk mengetahui dengan tepat apa yang dibutuhkan penjualan. Selanjutnya, departemen pemasaran mulai mendistribusikan buletin bulanan yang menyoroti aset baru, dan juga menyoroti kesepakatan penjualan. Sejak melembagakan praktik ini, penjualan meningkat, dan omset di departemen penjualan menurun. “

Tidak yakin bagaimana membingkai contoh keterampilan sebagai cerita? Coba gunakan metode STAR yang adalah singkatan dari Situation, Task, Action, Result, untuk mengembangkan sebuah narasi.

Baca juga: Mari Beradaptasi dengan New Normal

Kembangkan Brand Diri

Ada beberapa langkah sederhana yang harus dilakukan untuk membangun brand diri seperti:

  • Buat pernyataan tentang diri Anda melalui Social Media
    Tulis ringkasan satu hingga dua kalimat tentang tujuan dan kekuatan karier Anda. Buatlah seperti “Pengacara yang berorientasi pada detail yang ingin bergabung dengan firma hukum di jalur kemitraan”. Atau, bisa juga “Editor berpengalaman yang ingin beralih ke peran menulis sepenuh waktu”. Anda dapat menggunakan pernyataan ini di bagian ringkasan LinkedIn, di resume Anda dan saat Anda berinteraksi dengan orang lain dan ingin membagikan info pencarian pekerjaan Anda.
  • Buat portofolio
    Tujuan pencarian pekerjaan dan pilihan karier Anda dapat membantu menentukan yang terbaik. Jika Anda berada di bidang tempat Anda membuat sesuatu — artikel, karya seni, desain situs web, buatlah portofolio online untuk mempromosikan contoh karya Anda. Dalam banyak bidang, kehadiran di situs media sosial, seperti Twitter atau LinkedIn, atau mengembangkan buletin pribadi dapat membantu. Bagaimana memilih foto profesional yang bagus, dan bagaimana media sosial dapat membantu karir Anda.

Setelah Anda mengetahui atau memiliki brand diri Anda sendiri, secara otomatis promosi itu akan datang. Namun perlu diingat juga dalam hal ini jangan hanya melamar pekerjaan tanpa memilih. Sebaliknya, targetkan usaha Anda dan gunakan waktu dengan bijak. Seorang pemasar akan mengidentifikasi calon pembeli yang tepat untuk produknya; maka dari itu Anda harus melakukan hal yang serupa.

Pertimbangkan untuk membuat daftar perusahaan yang ditargetkan tempat Anda ingin melamar pekerjaan. Bergabunglah hanya dengan kelompok profesional yang relevan dan hadiri acara jejaring secara langsung di industri Anda.

Scroll to Top