Ini Cara Hitung HPP Paling Mudah!

Bagi orang yang bekerja di bidang akuntansi istilah Harga pokok penjualan atau disingkat HPP, tentunya sudah sangat familiar. Namun tidak bagi orang awam yang masih menganggap harga pokok penjualan adalah harga jual, pasalnya HPP merupakan total keseluruhan biaya yang dikeluarkan secara langsung oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan barang atau jasa yang dijual.

Biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan saat akan memproduksi barang atau jasa. Pada umumnya perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dibagi atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.

HPP juga menjadi laporan tentang laba rugi dari setiap biaya operasi dan biaya penjualan. Biasanya terjadi pada perusahaan dagang saja yang memperjualbelikan barang dagangan.

Secara sederhana Harga pokok penjualan adalah nilai tercatat barang yang dijual selama periode tertentu. Termasuk biaya yang dikaitkan dengan barang tertentu menggunakan salah satu dari beberapa rumus, termasuk identifikasi khusus, atau biaya rata-rata

Baca juga: Mari Mengenal Gross Profit Margin dan Contohnya!

Komponen HPP

1. Persediaan Awal Barang Dagangan

Bagi perusahaan dagang, stok barang menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Pasalnya kekosongan stok bisa berakibat pada kelangkaan barang dan berimbas pada penghasilan laba perusahaan. Biasanya tersedia di awal periode, dan untuk melihat saldo persediaan awal barang dagang sendiri dapat dilihat pada neraca saldo periode berjalan atau neraca awal perusahaan, atau tahun sebelumnya.

2. Pembelian Bersih

Untuk menjaga stok barang baik secara tunai maupun kredit, dan biaya-biaya lainnya seperti biaya angkut, transportasi lalu dikurangi dengan diskon atau potongan pembelian serta retur pembelian merupakan bagian dari komponen pembelian bersih.

Terkait dengan komponen ini, potongan dan retur pembelian tidak selalu ada. Sehingga pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan tidak terdapat potongan dan retur pembelian, maka komponen pembelian bersih hanya mencakup semua pembelian barang dagangan baik tunai maupun kredit ditambah dengan biaya angkut atau transportasi saja.

3. Persediaan akhir barang dagangan

Harga pokok penjualan memiliki bukan saja memiliki persediaan awal sebagai komponenanya, tapi juga ada persediaan akhir barang dagangan yang masuk di dalamnya. Bersifat untuk mengurangi jumlah barang yang siap dijual, yang totalnya dapat diperoleh dari persediaan awal barang, dan ditambah dengan pembelian bersih.

Berisi informasi mengenai stok akhir barang dagangan yang ada di akhir waktu tertentu, maupun tentang saldo persediaan akhir barang dagangan yang dapat ditemukan, pada data penyesuaian perusahaan di akhir periode yang ditentukan.

Tujuan menghitung Harga Pokok Penjualan

Dalam proses menghitung HPP tentunya Anda harus mengetahui tujuan yang pasti. Sehingga proses ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan saat akan memproduksi barang atau jasa. Pada umumnya perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dibagi atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.

Sederhananya HPP juga menjadi laporan tentang laba rugi dari salah satu komponen dalam laporan laba rugi.

Manfaat Menghitung Harga Pokok Penjualan

Bukan saja mengetahui tujuan menghitung HPP, Anda juga perlu tahu kalau ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan seperti menghitung laba rugi perusahaan, alat bantu untuk menentukan biaya produksi yang sesungguhnya, serta tentunya juga sebagai penentu harga jual barang.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Setelah membahas komponen HPP, selanjutnya kita akan membahas cara menghitungnya lebih lanjut. Akan tetapi perlu diperjelas kembali jika harga pokok penjualan menjadi acuan untuk menentukan harga jual barang sekaligus tingkat laba yang diinginkan perusahaan. 

Penghitungan harga pokok penjualan berjenjang pada setiap komponennya, dan diperngaruhi oleh unsur yang berbeda-beda. 

Menghitung Persediaan Barang Siap Jual

Unsur-unsur dalam penghitungan persediaan barang siap dijual terdiri dari persediaan awal dan pembelian bersih yang diformulasikan dalam rumus berikut:

Persediaan barang yang siap dijual = (persediaan awal + pembelian bersih)

Menghitung Pembelian Bersih

Untuk pembelian bersih sendiri diperlukan penyusun rumusnya seperti pembelian kotor, biaya angkut, potongan pembelian, dan retur pembelian. Adapun formulasi dari rumus pembelian bersih yakni:

Pembelian bersih = (Total pembelian tunai dan kredit + biaya angkut) – (retur pembelian + potongan pembelian)

Menghitung Penjualan Bersih

Sama halnya dengan penghitungan lainnya, diperlukan adanya unsur-unsur seperti penjualan, retur penjualan dan tentunya potongan penjualan. 

Penjualan Bersih = Penjualan – (Retur Penjualan + Potongan Penjualan

Baca juga: Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur, Jenis dan Manfaatnya

Menghitung Harga Pokok Penjualan

Untuk menghitung HPP maka Anda perlu melakukan penghitungan seperti di bawah ini

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Barang – Persediaan Akhir

Contoh Perhitungan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

PT Sukses Sejahtera pada Tanggal 1 Mei 2020 memiliki:

  • Persediaan barang dagangan (awal) sebanyak Rp 10 juta.
  • Pembelian sebesar Rp 20 juta.
  • Beban angkut pembelian Rp 1 juta.
  • Retur pembelian sebesar Rp 2 juta.
  • Potongan pembelian Rp1 juta.
  • Persediaan barang dagangan akhir sebesar Rp5 juta.

Untuk menghitung HPPnya adalah sebagai berikut:

Pembelian Bersih = (Pembelian + Biaya Angkut) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)
Pembelian Bersih = (20.000.000 + 1.000.000) – (2.000.000 + 1.000.000)
Pembelian Bersih = 21.000.000 – 3.000.000
Pembelian Bersih = 18.000.000

Barang tersedia dijual = (Persedian awal + Pembelian bersih)
Barang tersedia dijual = (10.000.000 + 18.000.000)

Harga Pokok Penjualan = (Barang Tersedia dijual – Persedian akhir)
Harga Pokok Penjualan = 28.000.000 – 5.000.000 = 23.000.000

Dapat dikatakan menyusun HPP harus disertai dengan data yang lengkap, dan akurat seperti neraca lajur. Perhitungan yang salah sedikit saja akan memengaruhi pengambilan harga pokok. Yang dimana sangat berpengaruh pada harga pengusaha dan kompetitior. Sehingga dapat dikatakan Anda perlu berhati-hati dan memiliki beberapa pertimbangan.

Scroll to Top