Contoh Pembukuan Sederhana dengan Langkah Lengkap

Amat disayangkan karena satu kesalahan akhirnya membuat sebuah usaha menjadi terhambat atau bahkan harus bangkrut di tengah jalan, dan salah satunya adalah mengabaikan pembukuan keuangan.

Umumnya sering terjadi pada pengusaha yang baru merintis bisnisnya. Hal ini tidak dapat disalahkan, karena kebanyakan para pemilik usaha awalnya berfokus pada produk dan pemasaran, yang memang dalam tahap ini mereka masih memasuki penetrasi pada target pasar, yang berlangsung selama beberapa bulan awal usaha. 

Namun jangan lupakan cash flow yang masuk setiap saat, dan  buatlah laporan keuangan sejak awal usaha Anda berdiri. Karena jika nantinya transaksi semakin banyak, maka bukan tidak mungkin untuk melihat secara jelas dana atau piutang di dalamnya.

Baca juga: Mengenal Whistle Blowing System di Dunia Kerja

Langkah-Langkah Membuat Pembukuan Sederhana

Pergunakan ilmu akuntansi dalam pembuatan pembukuan sederhana. Tenang jika Anda belum memiliki dasarnya karena kami akan membantu menjelaskan cara dan contohnya.

Secara singkat dalam pembukuan ada empat aktivitas yang tidak boleh dilupakan yaitu:

  • Pencatatan
  • Penggolongan
  • Pengikhtisaran
  • Pembukuan.

Selain empat komponen di atas ada beberapa hal yang perlu dicatat juga meliputi kewajiban, modal, penghasilan, mencatat harta,  biaya, dan jumlah pendapatan secara terus menerus. Agar nantinya bisa dipergunakan untuk menyusun neraca laporan laba dan rugi.

Berikut ini adalah langkah-langlah yang dapat dilakukan dalam pembuatannya.

Mencatat Setiap Transaksi

Dalam tahap awal Anda cukup memisahkan buku yang berisi pengeluaran baik pengeluaran maupun pemasukan. 

Jenis pengeluaran yang perlu dicatat sendiri adalah terkait dengan bahan baku, nominal gaji karyawan, biaya operasional usaha, dan biaya lainnya yang terkait dengan pengeluaran yang harus dikeluarkan. Dengan adanya catatan ini yang dibuat secara jelas Anda dapat mengetahui besar modal yang sudah dikeluarkan dan memudahkan untuk menentapkan harga, serta target kapan modal akan kembali.

Sedangkan mengenai pemasukan, tentunya dapat diketahui jika yang termasuk di dalamnya adalah berapa jumlah produk yang yang sudah terjual, piutang yang sudah dibayarkan dan aktivitas lainnya yang terkait. Sangat disarankan untuk membuatnya dari hari ke hari, agar mudah untuk mengetahui jumlah keuntungan yang telah didapatkan.

Buatlah secara terperinci seperti menulis tanggal, nama perusahaan dalam setiap transaksi yang dilakukan.

Miliki Buku Kas Utama

Setelah memiliki rincian transaksi pengeluaran dan pemasukan, langkah selanjutnya adalah membuat pembukuan sederhana dengan membuat buku kas utama. Caranya juga terbilang mudah cukup menggabungan kedua jenis transaksi yang dibuat sebelumnya. 

Bukan tanpa alasan mengapa Anda harus melakukan tahapan ini, pasalnya sebagai pemilik usaha dapat mengetahui secara jelas berapa keuntungan dan kerugian yang ada. 

Selain itu dengan adanya buku kas utama ini, Anda dapat menentukan besar  anggaran terkait dengan uang masuk dan keluar. Juga estimasi arus kas pada hari mendatang. Strategi ini wajib dimiliki setiap usaha karena untuk mengantisipasi keadaan yang tidak terduga, maupun untuk merencanakan menaikkan target atau  mengurangi biaya pengeluaran.

Baca juga: Cara Membuat Business Plan Sederhana dan Efektif

Membuat Laporan Secara Terperinci

Dalam hal ini semua yang terkait dengan pembukuan sederhana selalu berhubungan dengan beberapa komponen seperti

  1. Buku stok barang: Dimana bicara soal tingkat penjualan. Buku stok ini akan memudahkan untuk memonitor persediaan barang dalam perusahaan.
  2. Buku Inventaris Barang: Semua barang perusahaan yang telah dibeli baik melalui anggaran belanja,sumbangan, maupun hibah. Dengan adanya catatan ini maka menjadi salah satu langkah menjaga setiap aset perusahaan agar tetap aman dan terkendali.
  3. Buku Laba Rugi: Berguna untuk mencatat pendapatan dan beban perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Berfungsi untuk mengetahui kondisi perusahaan apakah sedang memiliki profit atau rugi. 
  4. Laporan Ekuitas: Menjadi modal atau kekayaan yang didapatkan dari selisih antara jumlah aktiva dan dikurangi dengan kewajiban atau pasiva dalam suatu periode.
  5. Neraca Keuangan: Menjadi bagian penting untuk mengetahui nilai setelah menjalankan ragam aktivitas yang terkait dengan keuangan.  Sangat penting untuk dilakukan setiap perusahaan karena di dalamnya termasuk harta, modal, kewajiban, utang, dan modal. 

Contoh Pembukuan Sederhana

This image has an empty alt attribute; its file name is e5fd51bccf9b209bbdfa23ee02fe2e79.jpg

Dapat terlihat bukan jika dalam pembuatan pembukuan sederhana ada banyak komponen yang harus diperhatikan, sesuai dengan kegunaanya masing-masing. Sehingga bagi Anda yang ingin merintis usaha atau sudah memiliki usaha ada baiknya untuk mempunyai pembukuan sederhana ini yang nantinya membantu di masa sekarang maupun mendatang. 

Scroll to Top