Dampak Negatif Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Dampak Negatif Revolusi Industri 4.0 Di Indonesia

Dampak Negatif Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Banyak pihak yang cukup antusias dalam memberikan pandangan positifnya mengenai dampak Revolusi Industri di Indonesia. Perubahan atau titik balik yang cukup besar ini dianggap bisa membuat industri Indonesia memiliki teknologi yang lebih tinggi karena adanya transfer teknologi dari perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi yang berinvestasi langsung di Indonesia, dan kemampuan industri Indonesia yang nantinya bisa memproduksi barang lebih banyak dan harga jual yang lebih murah.

 

Tapi tidak sedikit pula yang memberikan pandangan negatifnya terutama jika dilihat dari segi sosial karena tentu yang akan paling terkena dampaknya adalah masyarakat Indonesia secara umum. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang dianggap bisa jadi resiko dari Revolusi Industri di Indonesia.

 

Rentan dengan serangan siber

 

Revolusi Industri 4.0 akan sangat lekat dengan dunia teknologi di mana salah satu hal yang bisa Anda lihat mulai banyak ditemukan saat ini adalah IoT (internet of things). Produk-produk IoT menghilangkan batas fisik antara proses produksi dengan sistem jaringan oleh karena itu sangat rentan dengan serangan siber apabila tidak dijaga dengan sistem keamanan yang solid dan tangguh.

 

Salah satu produk IoT adalah aplikasi absensi karyawan gratis yang data absensi karyawan bisa langsung terhubung ke manajemen HRD melalui internet namun dengan sistem keamanan yang lebih baik sehingga data aset Anda bisa lebih aman.

 

Investasi SDM yang tidak murah

 

Perusahaan yang ingin menggunakan sistem otomatisasi dan juga teknologi tinggi tentunya harus memiliki sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan keterampilan untuk bisa menggunakan sarana-sarana canggih tersebut. Oleh karena itu perusahaan harus rela mengeluarkan dana untuk investasi dalam memberikan pelatihan keterampilan dan juga sertifikasi pada karyawan yang sudah dimiliki atau siap memberikan gaji yang layak dan lebih tinggi bagi tenaga kerja yang memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

 

Dampak Revolusi Industri di Indonesia ini bisa berisiko menggerus para pelaku bisnis kecil yang tidak memiliki investasi besar untuk SDM berkompetensi tinggi.

 

format absensi pake aplikasi

 

Dampak teknologi terhadap lingkungan

 

Selama manusia menggunakan mesin untuk bekerja maka kebutuhan energi akan tetap tinggi dan hingga sekarang belum ada sumber energi yang mencukupi bisa digunakan untuk kegiatan produksi dalam skala yang lebih besar selain dengan menggunakan bahan bakar fosil.

 

Anda tentu tahu penggunaan bahan bakar fosil bukanlah hal yang ramah untuk lingkungan. Dengan tingginya penggunaan mesin dan juga penggunaan bahan yang diperlukan untuk membuat alat-alat berteknologi tinggi maka kelestarian alam lingkungan akan makin terancam.

 

Makin tingginya kegiatan produksi manufaktur juga akan berbanding lurus dengan tingginya pembuangan limbah yang bisa mengancam lingkungan hidup secara global. Demikian adalah beberapa dampak Revolusi Industri di Indonesia yang bisa terjadi dari sisi negatif dan juga risikonya.

 

 

View this post on Instagram

 

Quarter Life Crisis atau Krisis Seperempat Abad merupakan sebuah kondisi yang kerap dialami generasi milenial. Krisis diri ini umumnya timbul di usia awal 20 hingga awal 30, pemicu utamanya adalah tekanan yang baru muncul pada saat transisi ke masa kedewasaan. “Kaget” dengan berbagai permasalahan, keputusan, dan situasi baru inilah yang mendatangkan rasa sedih, cemas, dan ketakutan akan masa depan. Jangan takut! Kami merangkum beberapa tips untuk menyiasati situasi ini, baca selengkapnya dalam tautan di bio! _ #greatdayhr #dosomethinggreateveryday #HR #HRD #HRsoftware #humanresources #softwarepayrollindonesia #softwarepayroll #Accounting #payrollsistem #HRsystem #UKM #Businesstools #UkmIndonesia #HRevent #eventHR #QuarterLifeCrisis #LifeHacks #LifeTips

A post shared by GreatDay HR (@greatdayhr_id) on