Wajib Tahu! Pahami Bagaimana Ekonomi Makro akan Berdampak Pada Perusahaan Anda

Kehidupan masyarakat serta gaya hidup yang kian berubah karena globalisasi menyebabkan ilmu ekonomi untuk terus berkembang. Salah satu istilah yang umum dipelajari di bidang ekonomi adalah ekonomi makro. Ekonomi makro meliputi semua sistem ekonomi yang terdapat di dalam suatu negara dan hubungannya dengan masyarakat luas.

Istilah ekonomi makro merupakan salah satu dari dua studi ekonomi yang ada dalam dunia ekonomi, dengan ekonomi mikro menjadi studi kedua. Pada artikel ini, kami akan membahas ekonomi makro secara mendalam dan akan membahas hal-hal seperti pengertian, tujuan, ruang lingkup, hingga permasalahan ekonomi makro.

Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi makro merupakan salah satu ilmu ekonomi yang membahas secara mendalam tentang cara kerja perekonomian yang berhubungan dengan seberapa efisien penggunaan suatu faktor produksi secara menyeluruh. Studi ini dilakukan agar kemakmuran masyarakat dapat tercipta secara maksimal. 

Selain mempelajari efisiensi faktor produksi, ekonomi makro juga dapat melakukan analisa terhadap produsen secara komprehensif dan mengenai pembagian pendapatan konsumen saat memperoleh barang atau jasa. 

Ekonomi Makro di Indonesia

Ekonomi makro Indonesia adalah suatu sistem yang menyelidiki segala perubahan ekonomi yang terjadi di Indonesia yang dapat memberikan perubahan, baik secara positif maupun negatif, terhadap perusahaan, pasar, dan masyarakat secara menyeluruh. Dapat disimpulkan bahwa ekonomi makro di Indonesia dilakukan untuk mengupas tuntas mengenai perubahan ekonomi di Indonesia dan mencari tahu cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang positif.

Terdapat beberapa aspek yang dapat digunakan untuk melihat pembelajaran mengenai ekonomi makro di Indonesia dimana salah satunya adalah kebijakan pemerintah. Karena ekonomi makro meliputi kemakmuran masyarakat luas, maka tentunya pemerintah memiliki peran yang krusial. Berikut adalah peran pemerintah dalam ekonomi makro di Indonesia: 

  • Alokasi: aktif dalam menyiapkan segala kebutuhan yang melengkapi pembangunan infrastruktur
  • Distribusi: memberikan peluang kerja yang cukup demi meratakan pendapatan masyarakat di semua daerah
  • Stabilisasi: berusaha untuk menjamin kestabilan dan keamanan hal-hal seperti ekonomi, sosial, dan budaya.

Tujuan Ekonomi Makro 

Beberapa tujuan yang ada dalam ekonomi makro dapat memiliki dampak yang tidak kecil terhadap suatu negara karena memang ditujukan untuk menjadi solusi dari masalah yang muncul. Untuk memahami tujuan-tujuan ekonomi makro yang dapat menyelesaikan masalah tersebut, perhatikan penjelasan dibawah ini:

1. Meningkatkan Pendapatan dan Kapasitas Produksi Secara Nasional

Salah satu tujuan utama ekonomi makro di Indonesia merupakan untuk menyebabkan peningkatan pendapatan nasional Indonesia. Mengetahui pendapatan nasional Indonesia berarti pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan baik sehingga berbagai kebijakan ekonomi dapat dirancang untuk meningkatkan pendapatan nasional semaksimal mungkin.

Untuk mendukung peningkatan pendapatan nasional, kapasitas produksi secara nasional perlu ditingkatkan. Hal tersebut merupakan tujuan lain dari ekonomi makro, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi adalah dengan memperbaiki situasi investasi yang ada di Indonesia.

2. Meningkatkan Jumlah Lapangan Pekerjaan

Selain meningkatkan pendapatan dan kapasitas produksi secara nasional, ekonomi makro juga bertujuan untuk memberikan kesempatan-kesempatan baru kepada masyarakat dengan menambah lapangan pekerjaan. Meningkatnya jumlah lapangan pekerjaan  akan menyebabkan orang-orang yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan akan bekerja dan meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Baca Juga: Penghasilan Terbatas Saat Pandemi? Yuk Simak Peluang Bisnis di Tengah Corona

3. Mengendalikan Inflasi dan Perekonomian

Inflasi terjadi karena permintaan terhadap suatu barang atau jasa yang terlalu besar sehingga membuat harga naik dan menghambat pertumbuhan perekonomian. Dengan menerapkan kebijakan makro, seperti cash ratio dan politik diskonto, maka laju inflasi dapat diperlambat.

Inflasi tentunya akan berpengaruh terhadap kestabilan perekonomian negara dan akan sangat berpengaruh terhadap keyakinan pelaku ekonomi untuk menanamkan duitnya di Indonesia. Oleh karena itu, stabilitas perekonomian merupakan salah satu tujuan dilakukan analisis ekonomi makro. Pertanda bahwa stabilitas perekonomian tercapai adalah saat permintaan persediaan dan neraca pembayaran berada pada tingkat yang sama (seimbang). Untuk mencapai kestabilan ekonomi, pemerintah perlu menerapkan kebijakan ekonomi yang memperbaiki fungsi pasar di semua sektor.

4. Menyeimbangkan Neraca Pembayaran Luar Negeri

Tujuan terakhir namun bukan paling akhir dari ekonomi makro adalah untuk mencapai tingkat keseimbangan dari neraca pembayaran luar negeri. Neraca pembayaran adalah rangkuman dari semua transaksi, seperti pembelian dan dana hibah negara asing dalam satu periode. Alasan mengapa neraca pembayaran luar negeri harus seimbang adalah untuk menghindari defisit dari neraca tersebut.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Setelah memahami mengenai pengertian ekonomi makro dan berbagai tujuannya, kini saatnya Anda memahami apa saja ruang lingkup ekonomi makro. Terdapat beberapa ruang lingkup di dalam ekonomi makro, yaitu sebagai berikut:

1. Kebijakan Pemerintah

Pada satu titik atau yang lainnya, perekonomian dari suatu negara pasti akan menghadapi masalah-masalah seperti inflasi dan pengangguran. Dengan demikian, pemerintah harus membuat berbagai kebijakan untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut. 

Terdapat tiga jenis kebijakan yang dapat diterbitkan oleh pemerintah, yaitu kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan segi penawaran. Untuk mengetahui apa maksud dari ketiga kebijakan tersebut, perhatikan penjelasan berikut:

  • Kebijakan moneter merupakan kebijakan pemerintah yang berdampak pada jumlah uang yang beredar dalam perekonomian nasional. 
  • Kebijakan fiskal adalah sebuah gerakan pemerintah yang bermaksud untuk melakukan perubahan pada struktur dan jumlah pajak dengan tujuan untuk membuat dampak yang terlihat pada kegiatan ekonomi
  • Kebijakan segi penawaran berguna untuk menemukan tingkat seimbang dalam neraca keuangan dari sebuah perusahaan maupun negara dengan bantuan pakar ilmu ekonomi.

2. Pengeluaran Agregat

Masalah perekonomian umumnya akan timbul saat pengeluaran keseluruhan tidak mencapai tingkat ideal. Oleh karena itu, pengeluaran agregat harus ditingkatkan agar dapat menciptakan peluang kerja yang lebih banyak dan berkualitas serta mengontrol tingkat inflasi. 

3. Menentukan Tingkat Aktivitas Ekonomi Negara

Dalam ruang lingkup ini, ekonomi makro akan menjabarkan mengenai pada titik apa ekonomi dapat memproduksi produk dan layanan. Untuk mengetahui hal tersebut, rincian pengeluaran diberikan secara keseluruhan yang meliputi pengeluaran pemerintah, pengeluaran rumah tangga, pengeluaran perusahaan, dan ekspor-impor.

Jenis Faktor Ekonomi Makro

Lingkungan ekonomi makro dapat berdampak pada kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, seorang investor sebaiknya dapat memiliki pemahaman yang kuat sehingga dapat meramal perubahan kondisi ekonomi makro di masa depan. Agar Anda dapat dengan mudah memahami lingkungan ekonomi makro, maka Anda sebaiknya memahami faktor-faktor ekonomi makro. Berikut adalah penjelasannya:

1. Positif

Faktor pertama adalah faktor positif yang mencakupi serangkaian kejadian yang dapat memicu kestabilan dan peningkatan ekonomi dari suatu negara. Secara singkat, dapat dikatakah bahwa faktor ekonomi positif adalah segala perkembangan yang berujung meningkatkan permintaan barang atau jasa. 

Meningkatnya permintaan produk dan jasa akan membuat pemasok produk dalam dan luar negeri merasakan peningkatan pendapatan. Pendapatan yang bertambah ini pada akhirnya akan membuat harga saham lebih tinggi dari sebelumnya.

2. Negatif

Berkebalikan dengan faktor ekonomi makro positif, faktor negatif melingkupi kejadian yang akan merugikan kondisi perekonomian dari suatu negara atau kumpulan negara. Salah satu pemicu utama yang akan memperburuk ekonomi adalah apabila suatu negara terlibat dalam konflik sipil dan menimbulkan keresahan karena kondisi politik yang tidak pasti. Selain ketidakpastian politik, masyarakat juga pasti akan khawatir karena hampir pasti akan banyak perubahan seperti kerusakan properti dan prioritas sumber daya yang berbeda.

3. Netral

Walaupun mayoritas perubahan ekonomi pasti berdampak positif atau negatif, namun ada juga yang berdampak netral. Faktor ekonomi netral ini akan mengevaluasi konsekuensi dari tujuan dari masing-masing tindakan, dimana pengendalian perdagangan lintas batas regional adalah salah satu contohnya.

Pada beberapa tindakan tertentu, seperti penerapan embargo perdagangan akan memiliki konsekuensi tersendiri, tergantung dari negara yang terpengaruh dan alasan mengapa mengambil tindakan tersebut.

Permasalahan Ekonomi Makro

Sumber: Pixabay.com

Telah disebutkan sebelumnya bahwa perekonomian suatu negara pasti akan menghadapi berbagai macam masalah dan inflasi serta pengangguran telah disebutkan menjadi beberapa contohnya. Namun, permasalahan yang muncul dalam ekonomi makro bukan hanya kedua hal tersebut. Berikut adalah beberapa permasalahan ekonomi makro yang umum muncul dalam suatu negara:

1. Tingginya Tingkat kemiskinan

Pengangguran yang sebelumnya disebutkan sebagai salah satu contoh lambat laun akan membuat tingkat kemiskinan semakin tinggi. Mengapa? Karena apabila masyarakat menjadi pengangguran, maka hal tersebut akan mengurangi kemampuan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya dan membuat masyarakat tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Baca juga: Pertahankan Bisnis di Masa Pandemi dengan Aplikasi HR

2. Pertumbuhan Ekonomi yang Lambat

Lapangan pekerjaan yang tumbuh secara lambat tiap tahunnya membuat masyarakat yang telah lulus sekolah atau sudah menjadi sarjana sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut, jika digabungkan dengan kurangnya kemauan untuk membuat dan mengembangkan sebuah bisnis artinya ekonomi akan bertumbuh dengan lambat.

3. APBN yang Mengalami Defisit

Seperti yang kita ketahui, inflasi berdampak pada kenaikan harga barang, yang nantinya akan berpengaruh pada daya beli masyarakat dan perekonomian secara umum. Inflasi yang terlampau tinggi akan membuat Bank Indonesia (BI) untuk melakukan pengetatan moneter. Tetapi, perlu diingat bahwa pengetatan moneter ini akan dilakukan secara bertahap agar proses penyehatan perbankan dan restrukturisasi perusahaan dapat terus berjalan.

4. Meningkatnya Utang Luar Negeri

Nilai tukar rupiah yang menurun terhadap mata uang asing akan berakibat buruk pada perekonomian Indonesia. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar nilai dari utang luar negeri tidak dilindungi yang membuat nilai utang membengkak jika terjadi krisis ekonomi. Dengan demikian, pemerintah harus menjadwal ulang utang luar negeri dengan peminjam.

Dapat dilihat bahwa ekonomi makro merupakan salah satu ilmu ekonomi yang wajib untuk dipelajari apabila ingin mengetahui mengenai kondisi ekonomi suatu negara. Dapat dikatakan bahwa pemerintah berperan sentral untuk memastikan bahwa ekonomi makro suatu negara berjalan sebagaimana mestinya dengan menerapkan kebijakan seperti alokasi, distribusi, dan stabilisasi.

Pemerintah wajib mengatur ekonomi makro karena ekonomi makro memiliki tujuan-tujuan seperti, meningkatkan pendapatan dan kapasitas produksi secara nasional serta meningkatkan jumlah lapangan kerja yang tentunya akan berdampak positif bagi negara. Hal-hal yang berdampak positif tersebut termasuk dalam faktor ekonomi makro positif. Namun, hal-hal seperti tingginya tingkat kemiskinan dan meningkatnya hutang luar negeri termasuk dalam faktor ekonomi makro negatif. 

Telah disebutkan bahwa pemerintah wajib menerapkan berbagai kebijakan-kebijakan ekonomi demi mencapai tujuan ekonomi makro yang membuat Anda harus terus memantau dan mengimplementasi perubahan-perubahan tersebut. Apabila perusahaan Anda tidak up-to-date, maka dapat berakibat buruk. Oleh karena itu, Anda membutuhkan aplikasi pendukung seperti GreatDay HR untuk membantu Anda.

Dengan GreatDay HR, Anda tidak perlu terus-menerus memantau kebijakan-kebijakan terbaru dari pemerintah karena GreatDay HR akan melakukannya secara otomatis. Hal ini dapat memberikan Anda waktu lebih untuk melakukan kegiatan lain yang dapat mengembangkan bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga dapat berkontribusi secara langsung kepada salah satu tujuan ekonomi makro, yaitu meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, dengan fitur recruitment GreatDay HR. Fitur ini dapat memudahkan Anda menyaring kandidat-kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan melakukan wawancara langsung di dalam aplikasi.

Jadi, tunggu apalagi? Undang kami sekarang juga untuk memberikan demo aplikasi GreatDay HR dan Anda tidak perlu khawatir ketinggalan kebijakan ekonomi makro lagi!

Scroll to Top