Pertimbangkan Hal ini Sebelum Resign

Stress dengan pekerjaan? Berpikir untuk mengundurkan diri? 

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang memutuskan untuk resign, mulai dari gaji yang dirasa terlalu kecil, lingkungan kerja yang tidak kondusif, tidak ada perkembangan jenjang karir hingga alasan kecil seperti bosan. 

Sejujurnya, resign atau tidak, kembali lagi kepada pilihan pribadi masing-masing karena alasan dan kondisi setiap orang berbeda-beda. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk resign, perlu banyak pertimbangan yang dipikirkan secara matang supaya tidak menyesal.

Baca juga: Ragam Konflik di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

3 Alasan Menunda Resign

Sumber Penghasilan Baru

Pertimbangan paling mendasar sebelum Anda memutuskan untuk resign. Anehnya, masih banyak orang yang tanpa pikir panjang memutuskan untuk resign meskipun tidak jelas bulan depan bisa makan atau tidak. Keputusan ini biasanya dihasilkan dari tekanan emosional. Akan tetapi, bukannya akan semakin tertekan dan menambah beban karena masalah semakin menumpuk? Ujung-ujungnya Anda akan asal-asalan memilih pekerjaan baru. Pastikan Anda sudah memiliki back-up plan yang bisa menyokong hidup Anda selama tidak bekerja.

Mendiskusikan Karir dengan Atasan

Banyak karyawan yang memutuskan untuk resign sebelum berbicara mengenai karir dengan atasan dengan alasan sungkan dan takut dianggap tidak sopan. Memang atasan yang seharusnya memulai pembicaraan mengenai karir, namun tidak ada salahnya Anda menunjukkan inisiatif untuk belajar dan mengembangkan diri. Bingung caranya? Ini 4 tips mengajak atasan diskusi karir,

  • Ajak atasan untuk berbicara 4 mata untuk menunjukkan keseriusan Anda
  • Jelaskan apa tujuan karir Anda
  • Minta pandangan atasan akan kekurangan yang harus Anda perbaiki
  • Diskusikan target (indikator keberhasilan,batas waktu, dan hasil akhir) yang jelas

Bukan untuk kesempatan yang lebih baik

3 alasan yang banyak diterima oleh HR ketika karyawan resign adalah ketidakcocokan dengan atasan, ketidakcocokan dengan rekan kerja, dan beban kerja yang terlalu berat. Ketiga alasan tersebut merupakan resiko setiap pekerja dan bukanlah alasan yang profesional. Seharusnya, resign hanya dilakukan sebagai pilihan jalan karir bukan keluar dari masalah. Jika setiap kali menemukan masalah yang sama di tempat kerja, apakah Anda akan selalu resign

Intinya, selalu pikir dan pertimbangkan segala keputusan secara logis bukan dorongan emosional. 

Nah, setelah mengetahui hal-hal krusial apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum resign, sekarang mari kita bahas kapan waktu yang tepat untuk resign.

Baca juga: Jenis Motivasi Kerja yang Meningkatkan Produktivitas Karyawan

  1. Kemampuan Tidak Berkembang
    Pertanyaan yang harus dijawab adalah bisakah pekerjaan Anda saat ini membuat Anda belajar dan berkembang? Jika sudah bertahun-tahun bekerja dan yang Anda lakukan hanya itu-itu saja dan sudah tidak mendapat skill baru, maka resign adalah pilihan yang terbaik.
  2. Ketidakjelasan Jenjang Karir
    Jika Anda masih di jenjang staff-supervisor, cukup bertahan di posisi yang sama maksimal 3 tahun. Karena jika dalam 3 tahun, levelmu tidak berubah maka ada 4 kemungkinan:
    • Kemampuan dianggap sudah maksimal
    • Pekerjaan Anda skillnya khusus
    • Atasan belum naik jabatan
    • Kategori jabatan sudah mentok
  3. Tidak Ada Lagi Kesempatan
    Bayangkan diri Anda beberapa tahun ke depan di kantor tersebut. Apakah masih ada kesempatan untuk Anda bisa berkembang secara profesional di sana? Misalnya dengan berbagai pelatihan, seminar, atau kesempatan pengembangan karier profesional lainnya yang diberikan perusahaan. Jenis pekerjaan yang membatasi kemampuan Anda atau menghambat perkembangan karier harus dipertimbangkan kembali.
  4. Mendapat Tawaran yang Lebih Baik
    Ketika Anda mendapatkan tawaran bekerja di kantor yang lebih menjanjikan dengan jenjang karir jelas, kesempatan training berlimpah, gaji yang lebih besar, tawaran tersebut mendukung jenjang karir Anda serta resikonya bisa Anda tanggung, maka resign adalah pilihan terbaik. 

Pertimbangkan segala sesuatu dengan logis dan matang sebelum mengambil keputusan. Semoga pembahasan di atas membantu Great People mempertimbangkan ulang keinginan untuk resign yah! 

Scroll to Top