Apa yang Menghambat Perdagangan Internasional?

Dalam era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas, perdagangan internasional merupakan hal yang penting bagi negara. Perdagangan internasional dapat digunakan sebagai sarana sebuah negara untuk memenuhi kebutuhan yang tidak tersedia dalam negaranya sendiri. 

Apa itu perdagangan internasional? 

Perdagangan internasional merupakan kegiatan jual beli barang atau jasa yang saling menguntungkan yang dilakukan antar negara atas dasar kesepakatan bersama. Biasanya berbentuk impor dan ekspor, kegiatan ini mendorong berkembangnya industrialisasi, globalisasi, dan investasi asing.

Dalam pelaksanaan perdagangan internasional, tidak semua hal serta merta berjalan dengan lancar. Terdapat beberapa hambatan dalam proses perdagangan internasional. 

Hambatan Perdagangan Internasional

  1. Regulasi atau Kebijakan Pemerintah

Meskipun mendukung perdagangan internasional, negara juga tetap harus melindungi industri dalam negeri dengan membatasi jumlah produk asing di pasar domestik. Bentuk hambatannya, antara lain:

  • Tarif atau bea cukai

Lebih dikenal dengan sebutan pajak impor/ekspor, merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan kepada pemerintah untuk membawa masuk (impor) barang ke negaranya. 

  • Non tarif 

Segala bentuk usaha untuk menghambat arus masuk barang ke dalam negara, namun bukan dalam bentuk pungutan. Misalnya, kebijakan pelanggaran, penerapan kuota, penentuan standar produk, hingga aturan yang ketat seputar masalah kesehatan dan isu lingkungan.

Baca juga: Mari Pelajari Seputar Unsang-Undang Ketenagakerjaan!

  • Pembatasan jumlah (quantity)

Dilakukan dengan membatasi jumlah barang/kuota yang diizinkan untuk diimpor dalam satu periode waktu

  • Mata uang (kurs)

Negara eksportir biasanya mengajukan pembayaran dalam bentuk mata uang negara pengekspor kepada negara pengimpor. Oleh karena itu, ditetapkan mata uang internasional yang digunakan.

Selain itu, peraturan administrasi, peraturan antidumping, dan konflik perang juga menjadi penghambat. 

  1. Perbedaan bahasa

Sebelum melakukan perdagangan internasional, ada kesepakatan yang harus disetujui kedua belah pihak. Bahasa bisa menjadi hambatan karena bisa menyebabkan kesalahpahaman. 

  1. Perbedaan peraturan negara

Setiap negara memiliki regulasinya tersendiri terkait dengan kegiatan ekspor dan impor. Perbedaan aturan ini terkadang menimbulkan kendala yang menghambat perdagangan internasional. Misalnya ketika negara pengimpor harus mematuhi peraturan negara pengekspor atau sebaliknya. 

  1. Proses yang memakan waktu

Proses ekspor/impor biasanya melalui persyaratan yang cukup rumit, hal ini menyebabkan waktu yang dihabiskan lebih lama.

Baca juga: 9 Cara Efektif Mengatasi Korupsi

  1. Organisasi ekonomi

Terdapat banyak organisasi ekonomi yang berdiri dengan tujuan untuk melindungi kepentingan anggotanya. Organisasi ini lebih mementingkan keuntungan anggotanya sehingga bisa menghambat negara lain yang bukan anggotanya dalam menjalankan perdagangan internasional. Contohnya Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), kebijakan ekonomi yang mereka keluarkan akan lebih mengutamakan kepentingan anggotanya. Banyak kemudahan dan manfaat yang didapatkan anggota organisasi daripada mereka yang bukan anggota, misalnya penerapan tarif impor yang lebih murah bahkan tanpa tarif.

Hambatan-hambatan di atas menguntungkan produsen dan pemerintah. Produsen diuntungkan dari perlindungan yang didapatkan, pemerintah mendapatkan pemasukan tambahan dari pajak. Namun, menghambat pengusaha karena selain mengurangi efisiensi ekonomi, pengusaha tidak bisa mengambil kesempatan dan keuntungan dari berdagang dengan negara lain. 

Hambatan-hambatan ini memberikan perlindungan untuk industri dan tenaga kerja lokal. Jika tidak ada hambatan yang diterapkan, harga produk dan jasa impor akan menurun dan permintaan untuk produk asing akan semakin besar. Hal ini akan menurunkan permintaan untuk produk lokal, dan membunuh ekonomi dalam negeri. Contohnya Indonesia yang membatasi kuota impor untuk produk-produk pertanian, untuk melindungi kesejahteraan petani Indonesia. 

Meskipun disebut sebagai hambatan, tetapi tujuan dibentuknya hambatan ini adalah untuk kesejahteraan negara itu sendiri. 

Scroll to Top