Mengapa Sistem HR Penting Untuk Perusahaan Startup?

HRIS untuk startup

Mengapa Sistem HR Penting Untuk Perusahaan Startup?

Sistem HR, atau yang lebih akrab dikenal sebagai HRIS ternyata memiliki peranan yang cukup penting untuk perusahaan yang masih tergolong sebagai “startup”. Startup sendiri memiliki acuan dari bahasa Inggris yang berarti, “start” dan “up” yang mengartikan sebuah bentuk bisnis yang baru dirintis. Bisnis tersebut baru berkembang dan memiliki beragam fitur digital yang masih membutuhkan dukungan dana untuk bekerja dengan kelompok pekerja yang cukup minim. Kata serapan “startup” memang sudah cukup lama dikenal, adapun karakteristik perusahaan rintis atau perusahaan startup sebagai berikut:

 

  • Berusia kurang dari 3 tahun
  • Jumlah karyawan kurang dari 30 orang
  • Karyawan sedikit, namun bisa memaksimalkan konsep multi-tasking
  • Didirikan oleh mereka yang berusia di bawah 40 tahun
  • Umumnya menggeluti bidang teknologi
  • Mengandalkan website sebagai sarana utama penjualan
  • Memprioritaskan konsumer

 

Di Indonesia sendiri, perusahaan startup cukup naik daun di tahun 2010 dimana beberapa perusahaan startup Indonesia mendapatkan pendanaan yang cukup fantastis untuk berkembang hingga memiliki value lebih dari US$1 Miliar. Namun, dengan jumlah karyawan yang tergolong sedikit, bagaimana startup bisa bertahan dalam segi pengelolaan karyawan?

 

HRIS atau HR Information System merupakan sistem HR yang khusus dirancang untuk mempermudah tugas petugas HR, atau satu departemen HR (Sumber Daya Manusia) di perusahaan. Sesuai dengan kriteria startup di atas, tentunya dengan jumlah karyawan yang terbatas, tugas seorang HRD akan cukup kewalahan. Terutama, dengan berbagai tugas SDM seperti;

 

  • Memperhatikan absensi karyawan
  • Mengikuti pencapaian karyawan
  • Mengelola sistem penggajian
  • Membuat jadwal kerja atau shift karyawan
  • Mengelola cuti dan absensi
  • Menghitung klaim dan reimbursement
  • Mempertahankan employee engagement

 

Biasanya, di dalam perusahaan startup hanya ada satu petugas HR atau kurang dari 3 orang yang bertugas. Pastinya tugas akan terasa berat bukan? Nah, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengadaptasi HRIS ke dalam perusahaan. Ada berbagai macam HRIS yang cocok untuk perusahaan startup; yang berbasis website dan berbasis aplikasi. Berbasis website berarti HR admin dan karyawan diwajibkan untuk mengakses website penyedia HRIS untuk melakukan segala sesuatu aktivitas HR. Walaupun cukup praktis, namun HRIS berbasis website akan memakan waktu yang cukup lama apabila koneksi internet tidak stabil. Sebaliknya, HRIS berbasis aplikasi akan lebih mudah dan cepat digunakan.

Baca Juga  Cara Meningkatkan Fokus Kerja Agar Tidak Melakukan Kesalahan

 

GreatDay HR merupakan salah satu penyedia HRIS yang berbasis aplikasi, yang berarti mengharuskan pengguna untuk mengunduh aplikasi ke dalam ponsel pintar masing-masing. Tentunya dengan bobot yang ringan, sehingga tidak akan memakan memori terlalu banyak dan akan tetap lancar saat digunakan. HRIS yang berbasis aplikasi umumnya menyediakan mode offline, yaitu mode yang tetap bisa memperbolehkan pengguna untuk menggunakan aplikasi apabila tidak ada koneksi internet sekali pun.

 

GreatDay HR termasuk salah satu penyedia HRIS yang memiliki semua fitur tersebut. Dengan menggunakan GreatDay HR, perusahaan startup tidak akan lagi kerepotan untuk merekam kehadiran, aktivitas karyawan, mengajukan cuti, mengajukan klaim, dan bahkan admin HR bisa merancang jadwal shift karyawan dari ponsel sekalipun. Hebatnya lagi, GreatDay HR juga langsung mengintegrasikan data kehadiran, cuti, klaim, reimbursement, dan shift karyawan ke sistem penggajian. Apabila perusahaan startup tersebut masih menggunakan sistem yang lain, maka GreatDay HR juga bisa diintegrasikan dengan berbagai sistem manual.

 

Pada masa transisi ke New Normal, GreatDay HR juga menyediakan berbagai macam promo untuk mendukung keamanan karyawan. Selain kemudahan pekerjaan, perusahaan startup juga bisa berhemat dengan menggunakan HRIS. Cek promo lainnya di sini.