Iklan Lowongan Kerja

Hindari Kesalahan Ini Saat Membuat Iklan Lowongan Kerja

Di tengah maraknya gejolak tenaga kerja, portal kerja atau iklan lowongan kerja datang seperti angin segar bagi para pencari kerja atau job seekers.

Umumnya para job seekers mencari lowongan baik melalui internet, media sosial, web perusahaan atau bahkan informasi dari rekan kerja, dengan harapan mendapatkan peluang yang lebih besar.

Namun sayangnya seringkali iklan lowongan kerja atau job vacancy yang tersebar luas di masyarakat, kurang menggambarkan apa job desk mereka atau bahkan terkesan seadanya. Padahal dalam membuat iklan lowongan kerja harus tepat dan sesuai. Hal ini bukan saja berguna untuk menemukan talenta yang tepat, tapi juga memudahkan pencari kerja.

Kesalahan-Kesalahan saat Membuat Iklan Lowongan Kerja:

1. Persyaratan yang tidak sesuai

Pernahkah menemukan sebuah iklan, dimana perusahaan membutuhkan karyawan yang sudah memiliki pengalaman lebih dari satu atau dua tahun lebih, namun lebih memberikan fokus kepada mereka yang fresh graduate. Terkait hal ini tentunya terkadang bisa memberikan kesan yang ambigu bagi para pembacanya. Sehingga sangat disarankan untuk menulis dengan seksama dan mendetail. 

Baca juga: Budget Rekrutmen, Bukan Masalah!

2. Penggunaan Tata Bahasa yang Kurang Baik

Perlu diperhatikan bagi seorang recruiter untuk menampilkan setiap tawaran pekerjaan yang bukan saja menarik, tapi juga menggunakan tata bahasa yang mudah dimengerti. Boleh saja menggunakan bahasa yang menggambarkan identitas perusahaan, akan tetapi harus tetap profesional, agar lowongan pekerjaan tersebut tidak dianggap palsu.

3. Deskripsi Pekerjaan Yang Terlalu Panjang

Alih-alih berharap agar kandidat mengerti persyaratan yang diberikan, ternyata hanya membuat kandidat tidak tertarik, dan kurang memahami apa yang dimaksud. Buatlah deskripsi pekerjaan yang efektif dan sistematis. Berisi poin apa saja yang menjadi kualifikasi paling penting, dan utama. 

4. Penjelasan yang Kurang Lengkap

Tahukan Anda saat melamar sebuah pekerjaan, sangat penting bagi pencari kerja untuk mengetahui apa saja manfaat yang akan mereka dapatkan. Bukan berarti ini menjadi point utama, atau melupakan hal penting lainnya. Namun manfaat akan menjadi salah satu daya tarik bagi kandidat kerja.

Misalnya coba untuk menuliskan kisaran gaji yang diberikan, fasilitas di tempat pekerjaan, atau mungkin bonus yang didapakan untuk menarik para pelamar. 

Dengan adanya hal ini tentunya kandidat dapat mempertimbangkan tawaran pekerjaan tersebut, bahkan bukan tidak mungkin membuka peluang untuk perusahaan mendapatkan kandidat terbaik. Ingat kalau perusahaan juga perlu memberikan benefit sebagai kompensasi pekerjaan karyawannya.

5. Membiarkan Lowongan yang Sudah Terisi

Baca juga: Ragam Konflik di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Tampaknya bukan kesalahan dari kandidat yang terus mengirimkan lamaran kerja, atau berharap akan panggilan selanjutnya pada suatu perusahaan yang sepertinya masih memberikan harapan baik untuk mereka.

Pasalnya perusahaan seringkali membiarkan lowongan yang sudah terisi, tetap terpublikasikan di media sosial atau portal kerja. Perlu disadari jika hal ini dapat membuat kesalahpahaman atau bahkan harapan yang tak kunjung pasti bagi para jobseekers.

Selain itu lowongan kerja yang sudah berbulan-bulan lamanya akan membuat nilai perusahaan menjadi berkurang.

Contoh Iklan Lowongan Kerja 

1. Lowongan pekerjaan di Koran 

a. Iklan kolom 

Disebut sebagai iklan display, ikan ini sesuai untuk promosi lowongan kerja karena dapat berisi banyak informasi dan juga gambar. Iklan juga bisa dibuat berwarna dan tidak hanya hitam putih agar lebih menarik. 

Biaya pemasangan iklan dihitung berdasarkan:

  • Warna 
  • Periode pemasangan iklan 
  • Ukuran iklan (per milimeter kolom/mmk) 

Gunakan kolom secara maksimal dengan menuliskan informasi penting terkait pekerjaan secara singkat, padat, jelas, dan lengkap.

b. Iklan baris 

Berbeda dengan iklan kolom yang berjenis iklan display, batas dan tampilan iklan baris terbatas dan tidak bisa disisipkan gambar. Pemilihan warna juga terbatas pada hitam putih. Dinamakan iklan baris karena biaya pemasangan tergantung pada jumlah baris dalam iklan dengan batasan karakter per baris. 

Untuk memaksimalkan iklan baris, umumnya digunakan singkatan-singkatan yang sudah sering didengar seperti misalnya:

Cr = dicari 

Gp = gaji pokok

Hub = hubungi 

Pastikan semua informasi penting seperti kriteria, kontak yang bisa dihubungi, dan sebagainya dicantumkan. 

2. Iklan lowongan pekerjaan menarik 

Anda bisa membuat iklan lowongan pekerjaan yang kreatif untuk menarik minat pelamar kerja. Apalagi jika lowongan pekerjaan adalah pekerjaan kreatif seperti copywriter. Sesuaikan desain iklan dengan jenis pekerjaan dan kriteria yang dibutuhkan. 

3. Brosur lowongan kerja 

Brosur merupakan salah satu media cetak yang paling sering digunakan sebagai alat promosi lowongan pekerjaan. Tampilan dengan desain menarik akan menarik calon pelamar kerja, pastikan desain sesuai dengan posisi pekerjaan yang ditawarkan. Misalnya, untuk pekerjaan yang formal seperti akuntan, tampilan bisa dibuat lebih profesional dan bersih. Sebaliknya untuk pekerjaan kreatif seperti desain grafis bisa dibuat lebih artistik dengan ilustrasi. Pertimbangkan juga jenis dan ukuran kertas yang digunakan untuk mencetak brosur, semakin baik kualitas kertas semakin sesuai digunakan untuk iklan lowongan pekerjaan 

4. Iklan poster

Poster lowongan kerja biasanya dipasang dan digunakan di event seperti job fair. Berbeda dengan brosur yang disebar, poster dipasang di tempat-tempat strategis yang sering dilewati pencari kerja seperti di kampus-kampus. 

5. Iklan lowongan di job portal 

Di zaman modern serba digital sekarang, banyak platform yang disediakan untuk mencari pekerjaan secara online. Iklan bisa dibuat semenarik mungkin, berwarna, dengan informasi yang detail, gratis tanpa bayar.

Baca juga: 5 Situs Lowongan Kerja Terpercaya Indonesia

Membuat Iklan Melalui Media Cetak

Wah, jika perusahaan Anda masih melakukan hal ini, ada baiknya untuk beralih menggunakan teknologi. Pasalnya saat ini penggunaan media cetak seperti koran, hanya membuang uang dari perusahaan karena dinilai tidak efektif lagi. Selain itu masih banyak situs portal kerja yang dapat dipergunakan untuk melakukan rekrutmen karyawan. 

Karena perlu diketahui saat ini para pencari kerja yang berusia muda, lebih memilih media sosial untuk mencari tawaran pekerjaan. Bahkan Instagram sendiri yang dulunya hanya tempat berbagi foto, kini sudah banyak dipergunakan oleh perusahaan untuk meluaskan iklan lowongan kerja yang dibuat. Jika ingin lebih profesional lagi, Anda dapat menggunakan Linkedin sebagai sarana untuk mencari kandidat terbaik, dan menyebarkan pekerjaan yang ada. 

Agar HRD dapat menemukan kandidat yang tepat tanpa menyita waktu, Anda juga bisa mempergunakan aplikasi yang berfokus pada karyawan seperti GreatDay HR, yang menjadi solusi bagi semua perusahaan di bidang industri manapun.

Scroll to Top