Ketentuan dan Cara Hitung Lemburan Berdasarkan Depnaker 2019

Ketentuan dan Cara Hitung Lemburan Berdasarkan Depnaker 2019

Ketentuan dan Cara Hitung Lemburan Berdasarkan Depnaker 2019

Bagaimana ketentuan dan cara hitung lemburan berdasarkan Depnaker 2019? Pemerintah mengeluarkan ketentuan untuk melindungi hak-hak pekerja melalui UU No 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

 

Dalam UU itu disebutkan para pekerja sangat penting kedudukannya sebagai tenaga penggerak pembangunan. Jaminan soal gaji bulanan dan gaji lemburan juga sudah termaktub disana, termasuk soal tata cara menghitung lemburan.

 

Kapan Waktu Kerja Disebut Lemburan?

 

Pada umumnya, lemburan itu pekerjaan yang dikerjakan di luar jam kerja biasanya. Keputusan Kemenaterkans (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi) No Kep 102 Men VI 2004 Pasal 1 menyebutkan bahwa pekerja akan mendapatkan uang lemburan jika:

 

  • Waktu kerjanya lebih dari 7 jam sehari dan 40 jam seminggu selama 6 hari kerja.
  • Waktu kerjanya lebih dari 8 jam sehari dan 40 jam seminggu selama 5 hari kerja.
  • Hari libur nasional atau minggu tetap kerja.

 

Jika ingin mendapatkan hak lemburan dapatkanlah SPL (Surat Penugasan Lembur) antara Anda dan karyawan.

 

Cara Menghitung Upah Lembur

 

Untuk menghitung lemburan karyawan, maka dibedakan menjadi dua bagian:

 

Lembur yang dikerjakan pada hari kerja adalah 1,5 kali upah kerja selama sejam (jam pertama waktu lembur) dan 2 kali upah kerja selama sejam (jam berikutnya waktu lembur).

 

Lembur yang dikerjakan pada hari minggu dan libur nasional dibagi menjadi 3 bagian.

 

  • Jika perusahaan hanya memiliki 5 hari kerja, maka upah lemburannya adalah 2 kali upah kerja sejam (8 jam pertamanya), 3 kali upah kerja sejam (jam ke-9), dan 4 kali upah kerja sejam (jam ke-10 dan jam ke-11).
  • Jika perusahaan hanya memiliki 6 hari kerja, maka upah lemburannya adalah 2 kali upah kerja sejam (7 jam pertamanya), 3 kali upah kerja sejam (jam ke-8), dan 4 kali upah kerja sejam (jam ke-9 dan jam ke-10).
  • Jika lembur dilakukan pada hari kerja paling pendek (Jumat misalnya), maka upah lemburannya adalah 2 kali upah kerja sejam (5 jam pertamanya), 3 kali upah kerja sejam (jam ke-6), dan 4 kali upah kerja sejam (jam ke-7 dan jam ke-8).

 

Catatan: 1 jam dihitung dengan rumah 1/173 kali upah sebulan (upah pokok dan tunjangan).

 

 

format absensi pake aplikasi

 

Contoh Perhitungan Lembur Karyawan

 

Contohnya, Anda mempunyai satu orang karyawan yang kerja lembur selama 4 jam di hari Rabu. Upah bulanan karyawan Rp 4.000.000 (termasuk tunjangan tetap). Berapakah uang lemburan yang harus dibayarkan?

 

Anda harus menghitung upah kerja sejam terlebih dulu.

 

  • Upah kerja sejam = Rp 4.000.000 x 1/173 = Rp 23121.

 

Anda hitung lemburan karyawan di hari kerja, maka jumlah yang berlaku adalah 1,5 kali kerja upah sejam di jam pertama dan 2 kali upah kerja sejam di jam-jam berikutnya.

 

  • Upah kerja lembur jam pertama = 1,5 x  Rp 23121 = 34681,5
  • Upah kerja lembur jam kedua = 2 x  Rp 23121 = 46242
  • Upah kerja lembur jam ketiga = 2 x  Rp 23121 = 46242
  • Upah kerja lembur jam keempat = 2 x  Rp 23121 = 46242

 

Total upah kerja lembur yang harus dibayarkan adalah 34681,5 + 46242 + 46242 + 46242 = 173407,5

 

Namun, peraturan yang ditetapkan pemerintah soal upah lembur ini sering tidak berjalan seiringan dengan praktik di lapangan. Sebab, ada saja perusahaan yang selalu mencoba berbuat tidak adil ketika menetapkan peraturan jam kerja shift dan menghitung gaji pekerjanya. Salah satunya adalah rumitnya menghitung gaji lembur karyawan.

 

Berita baiknya, saat ini telah hadir teknologi bernama aplikasi payroll yang dapat menghitung upah lemburan para pekerja dengan lebih mudah. Payroll system mampu menghitung catatan jam kerja karyawan, gaji pokok, tunjangan, dan uang lembur.