Pengertian, Tujuan dan Fungsi Dari Manajemen Sumber Daya Manusia

Pada dasarnya, tidak ada perusahaan yang tidak memiliki divisi HR (Human Resource). Divisi inilah yang bertanggung jawab untuk mengurus berbagai keperluan perusahaan yang terkait dengan sumber daya manusia (SDM), termasuk manajemen sumber daya manusia (MSDM) agar semua pekerjaan berlangsung tanpa adanya hambatan. 

Namun, apa yang dimaksud dengan manajemen SDM? Apa saja fungsi dan manfaatnya yang membuat manajemen sumber daya manusia penting bagi perusahaan? Pada artikel ini, kami akan menjawab kedua pertanyaan tersebut dan masih banyak lagi.

Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai.

Baca juga: Kenali Enterprise Resource Planning dan Manfaatnya untuk Perusahaan

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

Pengertian dari manajemen sumber daya manusia telah ditafsirkan oleh berbagai pakar. Berikut adalah beberapa pengertian manajemen sumber daya manusia menurut ahli.

Melayu SP. Hasibuan

Merupakan ilmu dan seni yang mengatur peran hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.

Mutiara S. Panggabean

Proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, perencanaan, kepemimpinan dan pengendalian kegiatan yang terkait dengan pengadaan, pengembangan, evaluasi pekerjaan, kompensasi, analisis pekerjaan, promosi dan pemutusan hubungan kerja untuk mencapai tujuan yang telah diputuskan.

Tulus (1992)

Menurut Tulus dalam Suharyanto dan Hadna (2005:13) pengertian manajemen sumber daya Manusia sangat berkaitan dengan pengarahan, perencanaan, pengorganisasian, serta pengawasan atas pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, hingga pemutusan hubungan tenaga kerja yang bertujuan untuk membantu individu, organisasi, dan masyarakat.

Amstrong (1990:1)

Berlandaskan pada empat prinsip dasar yang menggunakan pendekatan terhadap manajemen manusia, seperti harta yang dimiliki oleh suatu organisasi, serta harus diingat manajemen yang efektif adalah kunci keberhasilan. Kedua hal ini bisa dicapai jika adanya pertalian peraturan, kebijaksanaan, hingga prosedur dengan manusia yang saling mendukung dan berhubungan.

Selain itu kultur dan nilai perusahaan, suasana organisasi dan perilaku manajerial yang berasal dari kultur akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil pencapaian yang maksimal. Namun tentunya manajemen sumber daya manusia juga harus saling terintegrasi untuk mencapai tujuan bersama. 

Moses N. Kiggundu (1989)

Human resources management is the development and utilization of personal for the effective achievement of individual, organizational, community, national, and international goals and objectives. 

MSDM adalah pengembangan dan pemanfaatan pekerja dengan tujuan agar tercapainya tujuan dan sasaran individu, organisasi, masyarakat, bangsa dan internasional yang efektif.

Definisi ini diambil dari Moses N. Kiggundu dalam Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah (2003:11). 

Mary Parker Follett

Suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas atau pekerjaan yang diperlukan.

Sofyandi (2009:6)

Suatu strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, leading, organizing, and controlling, dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya manusia, mulai dari pelatihan dan pengembangan, proses penarikan, seleksi, promosi, demosi dan transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga pemutusan hubungan kerja, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dari tujuan organisasi.

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Untuk mencapai tujuan perusahaan ini tentunya perlu ada Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), yang bisa diartikan sebagai cara untuk mengatur pengadaan tenaga kerja, memberikan kompensasi, pemeliharaan, pemisahan tenaga kerja serta pengembangan dan beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Menurut pemaparan Barry Cushway, penulis buku Human Resource Management (1996), ada beberapa tujuan dasar Manajemen Sumber Daya Manusia seperti:

  1. Bertujuan untuk mendorong agar perusahaan memiliki motivasi kerja tinggi, namun agar mencapai tujuan tersebut perlu kebijakan dan pertimbangan dari manajemen yang kemudian nanti akan diputuskan oleh pihak terkait.
  2. Membantu perusahaan agar bisa mencapai tujuan, tanpa melupakan jika MSDM bertanggung jawab untuk memikirkan dan memperhatikan dampak kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk para karyawan.
  3. Perekrutan SDM yang berkualitas dan menciptakan kondisi yang mendukung di sebuah perusahaan. Semakin banyak dan nyata dukungan yang diberikan maka perusahaan juga akan berkembang dengan baik.
  4. Mempersiapkan solusi untuk hal yang terduga maupun tidak terduga. Selain itu perlu disadari jika peran MSDM sangat besar untuk membantu perusahaan terhindar dari situasi krisis, yang bisa berdampak besar bagi banyak pihak. 
  5. MSDM juga memiliki media komunikasi antara para pekerja, dan perusahaan, karena tanpa disadari jarak maupun faktor lainnya membuat komunikasi tidak dapat berlangsung dengan baik. Disinilah peran manajemen sangat diperlukan.

Baca juga: 8 Langkah Tepat Saat Melakukan Rekrutmen Karyawan

Fungsi dan Peran Manajemen Sumber Daya Manusia

Setelah mengetahui tentang pengertian manajemen sumber daya manusia serta tujuannya, kini saatnya Anda memahami mengenai fungsi dari manajemen sumber daya manusia. Berikut adalah beberapa peran manajemen sumber daya manusia yang dapat Anda terapkan pada perusahaan Anda:

1. Mengelola Pekerja

Terdapat tiga langkah kritis pada fungsi manajemen sumber daya manusia yang berguna untuk mengatur pekerja ini:

  • Perencanaan
  • Penarikan
  • Seleksi

Tiga tahap tersebut wajib untuk dilakukan demi mendapatkan kualitas tenaga kerja yang mumpuni agar mereka dapat melakukan pekerjaan yang sesuai dengan job description secara maksimal.

2. Menilai Kinerja

Departemen SDM bertugas untuk membina, mengawasi, dan menilai kinerja dari karyawan yang telah dipilih sebelumnya. Umumnya, divisi HR ini melakukan penilaian berdasarkan target yang telah ditentukan oleh perusahaan.

3. Memberikan Kompensasi

Manajemen sumber daya manusia juga berperan dalam pengambilan kebijakan perihal gaji yang akan digunakan sebagai bentuk apresiasi terhadap performa karyawan. Struktur gaji harus dikelola secara adil dan baik sehingga dapat berkontribusi dalam membuat iklim kerja yang positif.

4. Melatih dan Mengembangkan

Departemen SDM memiliki tanggung jawab terhadap semua program yang dijalankan untuk melatih karyawan. Pihak manajemen harus menemukan solusi terhadap permasalahan apapun yang dialami oleh SDM sehingga performa karyawan tetap dalam tingkat optimal.

Baca juga: Tugas HRD di Era Digital Apakah Semakin Kompleks atau Lebih Simpel?

5. Membina Hubungan dengan Karyawan

Karyawan adalah aset paling penting dari sebuah perusahaan sehingga wajib hukumnya bagi pihak manajemen untuk membina hubungan yang baik dengan mereka. Terdapat dua pihak karyawan yang sebaiknya dipelihara hubungannya, yaitu pihak luar dan pihak internal.

Pihak luar yang harus dibina hubungannya adalah serikat pekerja. Perusahaan sebaiknya berhubungan baik dengan serikat pekerja agar dapat memecahkan masalah dengan baik, tanpa terjadinya hal-hal seperti demonstrasi.

Sedangkan pihak internal yang hubungannya harus dipelihara oleh manajemen SDM adalah dengan karyawan sendiri, dimana melakukan integrasi antar kepentingan perusahaan dan karyawan adalah krusial.

6. Mengatasi Permasalahan

Di dalam sebuah perusahaan, pasti akan ada berbagai permasalahan yang muncul. Hal ini terutama benar pada karyawan, dan disinilah dimana departemen SDM masuk. Divisi ini bertanggung jawab untuk menganalisa masalah-masalah yang ada dan mencari solusi paling efektif untuk menyelesaikannya.

7. Menangani Kesehatan dan Keselamatan Pekerja

Keselamatan dan kesehatan karyawan penting untuk dijaga agar mereka dapat bekerja secara maksimal. Hal ini adalah salah satu tanggung jawab yang dimiliki oleh manajemen sumber daya manusia.

Ekspektasi Perusahaan Terhadap Manajemen Sumber Daya Manusia

Agar perusahaan dapat bersaing lebih baik dengan kompetitornya, atau bahkan dalam skala global, mempunyai departemen SDM yang kompeten tidak cukup. 

Melainkan, harus dapat merancang strategi, bersaing dengan baik, beradaptasi dengan cepat pada lingkungan baru, dan mempunyai wawasan yang luas.

Pendistribusian dan pengalokasian SDM juga harus dilakukan dengan efisien agar dapat unggul bersaing. Terakhir, manajemen SDM juga harus sanggup membela perusahaan dari berbagai masalah eksternal, seperti tuntutan hukum atau gugatan.

Model Manajemen Sumber Daya Manusia

Untuk memilih model manajemen SDM yang tepat, perlu dipikirkan juga kebutuhan dan tujuan perusahaan. Contohnya, model SDM yang digunakan oleh perusahaan pada skala kecil belum tentu efektif jika digunakan oleh perusahaan besar. 

Untuk menemukan model yang tepat untuk perusahaan Anda, berikut adalah enam model manajemen SDM yang dapat Anda terapkan:

1. Model Finansial

Model finansial mewajibkan keterlibatan departemen SDM dalam mendata keuangan yang berhubungan dengan karyawan. Kompensasi, tunjangan, bonus, serta biaya-biaya lain harus diatur dengan benar agar karyawan dan perusahaan tetap merasa adil.

2. Model Klerikal

Sedangkan model klerikal memiliki fokus lebih terhadap pencatatan laporan yang dilakukan dengan rutin. Data administrasi nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar saat melakukan aktivitas yang berhubungan dengan performa karyawan.

3. Model Hukum

Setiap negara tentunya memiliki peraturan tersendiri yang berhubungan dengan tenaga kerja. Adanya hukum akan dijadikan dasar bagi perusahaan untuk mengatur aktivitas karyawan, mengawasi kinerja mereka, membuat kontrak kerja, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan tetaplah up-to-date dengan peraturan-peraturan terbaru pemerintah.

4. Model Ilmu Perilaku

Lalu model ilmu perilaku adalah model yang melakukan pendekatan terhadap tingkah laku karyawan dalam perusahaan. Model ini bertujuan untuk mencari tahu dan memberikan solusi pada permasalahan apapun yang timbul sehingga tidak berdampak pada produktivitas.

5. Model Humanistis

Model humanistis membantu karyawan menyadari potensi mereka selama bertugas dalam perusahaan. Pada model ini, pengelolaan hubungan kemanusiaan menjadi sorotan utama agar perusahaan dapat merasakan dampak positif sehingga iklim kerja menjadi kondusif.

6. Model Manajerial

Terakhir, model manajerial merupakan model manajemen SDM yang memberikan tugas yang lebih kompleks dari model yg lain. Ini karena divisi SDM dituntut untuk menjadi pelaksana, negosiator, serta mengawasi tingkat produktivitas karyawan dan perusahaan secara bersamaan dengan lebih detail.

Kesimpulan

Dapat dilihat bahwa manajemen sumber daya manusia memegang peran penting dalam perusahaan. Tingkat produktivitas, keharmonisan internal dan eksternal, serta berbagai permasalahan keuangan harus dikelola dengan baik agar sumber daya manusia perusahaan tetap bekerja secara optimal.

Hal tersebut belum termasuk memikirkan model manajemen sumber daya manusia yang tepat untuk perusahaan seperti apa. Tentunya, untuk menarik keputusan mengenai hal tersebut Anda butuh semua data akurat dan tersedia untuk Anda, serta dapat diakses kapanpun dibutuhkan.

Dengan GreatDay HR, semuanya dapat dilakukan. Perhitungan gaji otomatis, selalu mengikuti peraturan pemerintah, serta berbagai fitur yang dapat mendukung keharmonisan internal dan juga eksternal membuat GreatDay HR aplikasi yang tepat untuk mengelola SDM Anda.

Jadi, tunggu apalagi? Undang GreatDay HR untuk memberikan demo sekarang juga dan rasakan manajemen SDM yang lebih mudah!

Scroll to Top