Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Merger & Akusisi!

Dalam dunia industri maupun bisnis istilah merger dan akuisisi bukan lagi hal yang asing. Karena kedua istilah ini menjadi strategi yang digunakan untuk menaikan kapabilitas dan daya saing perusahaan. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai keduanya, kami akan menjelaskan mengenai definisinya terlebih dahulu. Karena kedua istilah ini meskipun terlihat sama, akan tetapi keduanya sangat berbeda.

Pengertian Merger

Mengacu pada proses penggabungan dua perseroan atau lebih yang membentuk perusahaan baru. Dalam kasus ini perusahaan yang telah bersepakat, akan menggabungkan aktivitas operasional dalam satu entitas tunggal. Dimana dalam entitas ini terdapat kontrol, kepemilikan, dan keuntungan bersama. 

Baca juga: Apa Itu Tanggung Jawab Sosial Perusahaan?

Besar harapan dengan adanya perusahaan baru yang beroperasi akan menjadi lebih baik. 

Selain itu merger juga menjadi alasan utama untuk mengurangi persaingan, dan dapat melakukan kerja sama yang menjadi hubungan simbiosis mutualisme atau menguntungkan pihak terkait, yang termasuk adalah para pemegang saham.

Contoh sederhana jika PT Elang Berdikari dan PT TOP Cahaya sepakat melakukan merger dan membentuk perusahaan baru dengan nama PT Sukses Jaya. 

Pengertian Akuisisi

Menurut PSAK No. 2 paragraf 08 tahun 1999 yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, akuisisi merupakan suatu penggabungan usaha dimana perusahaan tertentu, yang menjadi pengakuisisi akan mendapatkan kontrol atas aktiva neto dan operasi yang diakuisisi. 

Dalam istilah Akuisisi, perusahaan yang mengakuisisi perusahaan lain disebut sebagai acquiring company. Sementara itu perusahaan yang diakuisisi akan disebut dengan target company.

Dalam hal ini perusahaan pengakuisisi atau acquiring company memiliki kekuatan lebih terutama dalam hal struktur, ukuran, maupun kegiatan operasional bisnis. 

Sering ditemukan alasan mengapa banyak perusahaan memiliki akuisisi, agar mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri. Contoh sederhananya, PT Puff membeli 52% saham PT Provita. Ini berarti PT Puff memiliki kendali atas aktivitas atas perusahaan terkait. Tanpa menghilangkan eksistensi Pt Provita.

Perbedaan Utama Merger & Akuisisi

Selain perbedaan definisi di atas masih ada beberapa bagian yang menjadikan kedua istilah ini memiliki keunikan tersendiri. Berikut ulasannya:

MergerAkuisisi
Merupakan dua perusahaan atau lebih yang meleburkan diri, lalu bergabung menjadi satu estintas dan memiliki identitas baru, juga saling bekerja sama antara keduanya.Merupakan penggabungan antara dua perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan kendali atas perusahaan tertentu.
Pada umumnya dilakukan oleh sejumlah perusahaan dengan jenis dan ukuran yang sama. Meskipun terjadi akuisisi kedua perusahaan masih memiliki eksistensinya masing-masing.
Saat melakukan merger julah minimum perusahaan yang termasuk di dalamnya minimal adalah tiga.Perlu diketahui jika pengakuisisi atau acquiring company mempunyai  kekuatan yang lebih besar terhadap perusahaan yang diakuisisi akan disebut dengan target company.
Sebelum melakukan merger perusahaan harus mengetahui persayaratan dan formalitas hukum yang berlaku.Dalam melakukan proses akuisisi minimum harus ada dua perusahaan yang bergabung di dalamnya. 
 Memiliki persyaratan maupun formalitas hukum yang tidak terlalu rumit. Sehingga lebih mudah untuk diselsaikan.

Baca juga: Cara Mendirikan PT Secara Resmi dan Sukses

Dari penjelasan di atas secara singkat dapat terlihat jika  strategi akuisisi berbanding terbalik dengan merger. Sehingga jika ditelaah lebih jauh saat ini dapat dilihat juga, sudah tidak terlalu banyak perusahaan yang memilih untuk tidak menjalankan strategi merger, karena adanya persaingan bisnis yang semakin ekstrem. 

Selain itu dapat terlihat jelas jika proses akusisi cenderung lebih mudah baik dari hukum, persyaratan yang ada pada startegi merger. Akan tetapi tidak boleh dilupakan kalau kedua strategi di atas memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengurangi persaingan, mendapatkan keuntungan dengan hal-hal yang menyangkut finansial, perpajakan, sinergi hingga faktor lainnya yang berpengaruh dalam bisnis. 

Namun bukan hanya kelebihan  yang ditimbulkan atas keputusan diajak, karena bagi perusahaan yang menjalankan strategi merger dan akuisisi, harus bersiap dengan segala keumungkinan seperti adanya konflik dalam perbedaan budaya kerja, entitas, maupun peningkatan pergantian karyawan. 

Di samping itu laporan keuangan yang transparan juga sangat diperlukan, untuk menghindari terjadinya masalah. Juga hal ini diperlukan untuk mengkomunikasikan aktivitas operasional perusahaan, kepada para pemegang saham baik yang melakukan merger maupun akuisisi.

Scroll to Top