SCM

Pengertian Supply Chain Management,Tujuan, Serta Prosesnya

Umumnya, salah satu kegiatan utama sebuah perusahaan yang menjual produk adalah mengolah bahan mentah menjadi barang jadi dan mengirimnya kepada pembeli. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan seperti yang disebutkan diatas merupakan beberapa contoh dari berbagai kegiatan yang termasuk dalam rantai pasok atau supply chain.

Dapat dikatakan bahwa rantai pasok adalah salah satu faktor yang paling mempengaruhi kesuksesan dari berbagai macam perusahaan, khususnya yang berada pada bidang manufaktur, grosir, dan ritel. Oleh karena itu, kegiatan yang masuk dalam supply chain harus dikelola dengan baik sehingga muncul istilah supply chain management

Dalam artikel ini, kami membahas secara detail tentang apa itu supply chain management, apa saja komponennya, dan tips sederhana untuk mengoptimalkannya.

Apa itu Supply Chain Management? 

Arti Supply chain management (SCM) secara umum merupakan kegiatan yang meliputi perencanaan, pengaturan, dan penjadwalan arus produk dari mulai pengadaan hingga didistribusikan kepada konsumen. Dengan supply chain management, rantai pasok dirancang dengan sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Untuk lebih memahami apa itu supply chain management, kami sudah menyiapkan beberapa pengertian dan penjelasan singkat dari para ahli:

Heizer dan Rander

Menurut Heizer dan Rander, Supply Chain Management adalah, suatu aktivitas pengelolaan berbagai kegiatan demi mengubah bahan mentah hingga menjadi barang jadi dan dikirim oleh sistem distribusi kepada konsumen.

Chase, Aquilano, dan Jacob

Sedangkan menurut Chase, Aquilano, dan Jacob, Supply Chain Management merupakan sistem yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan total dalam mengatur semua arus informasi, material, dan jasa yang terlibat dari bahan mentah hingga sampai ke tangan konsumen.

James A dan Mona J. Fitzsimmons

Lalu menurut James A dan Mona Fitzsimmons, Supply Chain Management adalah kegiatan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengatur seluruh pihak rantai pasok yang dimulai hingga distributor.  

Dapat disimpulkan bahwa menurut para ahli, manajemen rantai pasok merupakan kegiatan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengelola semua proses yang terlibat dalam pembuatan produk mulai dari pengolahan bahan mentah hingga sampai ke konsumen.

Tujuan Supply Chain Management

Tujuan utama dari supply chain management adalah mengkoordinasi penawaran (supply) dan permintaan (demand) secara efisien dan efektif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada.

Beberapa masalah yang mungkin muncul dalam rantai pasokan adalah biasanya berhubungan dengan hal-hal berikut:

  • Manajemen pengadaan barang, pemasok, dan risiko
  • Pengelolaan hubungan dengan pelanggan
  • Penentuan tingkat outsourcing

Sedangkan tujuan strategis dari supply chain management yaitu untuk menjadi pihak yang mendominasi pasarnya atau paling tidak, tetap dapat menjalankan bisnisnya. Agar dapat memenangkan persaingan pasar, rantai pasok dari sebuah perusahaan harus dapat menghasilkan produk dengan kriteria sebagai berikut:

  • Murah
  • Berkualitas
  • Tepat waktu
  • Bervariasi

Proses Supply Chain Management

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Supply chain management adalah semua kegiatan yang meliputi segala proses dari saat barang masing berbentuk bahan mentah hingga diproses menjadi produk yang siap untuk digunakan. 

Setiap proses yang berada di dalam supply chain serta penjelasannya dapat dilihat sebagai berikut:

Pelanggan

Pelanggan adalah tahapan pertama dimana pesanan untuk produk yang ditawarkan oleh perusahaan dilakukan. Dalam tahapan ini, perusahaan akan mendapatkan informasi dari pelanggan seperti jumlah produk yang dibutuhkan oleh pelanggan dan tanggal produk akan dikirimkan. 

Perencanaan

Setelah perusahaan menerima pesanan dari pelanggan, selanjutnya perusahaan akan merencanakan proses produksi untuk membuat barang yang pelanggan inginkan. Dalam tahapan ini, perusahaan akan melihat, memperhitungkan, serta mengambil keputusan terhadap pemasok untuk memenuhi kebutuhan material yang diperlukan oleh perusahaan.

Pengadaan

Sesudah menentukan rencana dan jumlah barang yang tepat, tahap berikutnya yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah pengadaan barang. Pengadaan merupakan prosedur yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang yang memiliki harga paling rendah namun dengan kualitas tertinggi yang sesuai dengan standar perusahaan.

Persediaan

Material yang telah dipesan selanjutnya disimpan di dalam gudang untuk kebutuhan produksi yang akan dilakukan di tahap selanjutnya. Bahan baku yang disimpan ini wajib dipertahankan kualitasnya sehingga barang yang dibuat dengan bahan baku ini juga memiliki kualitas yang sama. 

Produksi

Proses produksi merupakan tahapan yang krusial untuk kesuksesan perusahaan. Hal ini karena semua bahan baku mentah akan diolah menjadi produk jadi siap jual dimana kualitas produk sangat berkaitan dengan hasil dari tahapan ini. 

Dapat dikatakan bahwa semakin baik kualitas proses produksi, kualitas dari produk jadi akan semakin baik juga dan kemungkinan konsumen puas akan meningkat. Setelah berhasil diproduksi, produk jadi akan disimpan di gudang sebelum didistribusikan kepada konsumen.

Transportasi

Pada umumnya, tahap ini merupakan bagian terakhir dari supply chain management. Produk jadi yang sebelumnya disimpan di dalam gudang akan didistribusikan kepada customer sesuai tanggal pengiriman yang disebutkan di awal. 

Pengembalian Produk

Apabila terdapat kerusakan pada barang saat diterima oleh konsumen, maka tahapan ini perlu dilakukan. Tidak hanya dalam keadaan rusak, apabila terjadi hambatan yang membuat proses distribusi barang terlampau lama atau bahkan terjadi kesalahan saat melakukan pengiriman, maka perusahaan butuh melewati proses ini.

Agar kejadian ini dapat dihindari, perusahaan sebaiknya mempunyai inventory di dalam gudang agar dapat langsung dikirim kepada konsumen serta membuat proses pengembalian dana yang cepat.

Perbedaan Supply Chain Management dengan Logistik

SCM

Logistik dan supply chain management kerap digunakan untuk mengartikan satu sama lain dan tidak jarang membuat bingung sedangkan keduanya memiliki makna yang berbeda. Logistik merupakan salah satu elemen dari supply chain management yang berfokus kepada proses perpindahan produk atau bahan baku dengan metode yang memiliki tingkat efisiensi tertinggi.

Sedangkan Supply Chain Management memiliki lingkup kegiatan yang lebih banyak, yang dimulai dari mencari sumber bahan baku yang dapat diandalkan, mendapatkan barang dan bahan baku dengan harga dan kualitas yang sesuai, dan melakukan pengaturan secara menyeluruh di setiap pihak yang terlibat di dalam rantai pasok.

Dapat disimpulkan bahwa Supply Chain Management merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang vital untuk dilakukan secara optimal oleh perusahaan. Hal ini karena tentunya perusahaan ingin melakukan setiap proses bisnisnya seefisien mungkin.

Dengan manajemen rantai pasok yang baik, maka setiap proses dalam membuat produk, yang dimulai dari pengolahan bahan mentah sehingga akhirnya menjadi produk jadi akan dilakukan dengan waktu sesingkat mungkin dengan kualitas yang terbaik. 

Agar kegiatan supply chain management berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan aplikasi yang dapat memudahkan komunikasi serta pelaporan pada setiap tahap. GreatDay HR dapat membantu perusahaan Anda menjalin komunikasi yang mulus dari setiap divisi dengan fitur chat yang telah terintegrasi di dalam aplikasi.

Selain itu, Anda juga dapat mengakses laporan dari setiap karyawan dengan cepat dan aman di dalam Feed GreatDay HR. Laporan tersebut juga dapat anda unduh sesuai dengan format yang anda inginkan.

Berikan kami kesempatan untuk membantu perusahaan anda hari ini juga! Mungkin saja kegiatan Supply Chain Management anda berjalan dengan lancar.

Scroll to Top