Kenali Ragam Penghasilan Tidak Kena Pajak!

Kenali Ragam Penghasilan Tidak Kena Pajak!

Buat mereka yang bekerja di dunia keuangan istilah Pajak Penghasilan (PPh) dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) pasti sudah akrab di telinga, namun diantara keduanya istilah di atas PPh lebih akrab sudah sering banyak orang tahu, lalu bagaimana dengan PTKP? 

 

Untuk itu tidak salahnya untuk sama-sama menguliknya lebih dalam, agar nantinya Anda tidak merasa kaget jika menemukan potongan pajak ini pada slip gaji, atau Anda bisa menjelaskannya kepada teman dan anggota keluarga yang belum mengerti 

 

Apa Sih Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

 

Menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah jumlah penghasilan yang tidak dikenai Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21). Dengan kata lain wajib pajak ini hanya dikenakan kepada mereka yang memiliki penghasilan dalam batas nominal tertentu. Masyarakat yang masuk dalam golongan PTKP ini adalah mereka yang seluruh penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya selama satu tahun. 

 

Untuk besaran PTKP sendiri setiap tahunnya akan berbeda dan bergantung pada kondisi perekonomian negara, namun tahun 2020 ini besaran PTKP masih menggunakan tarik PTKP 2016 yang ada pada PMK Nomor 101/PMK.010/2016.

 

Cara Menghitung PTKP

Sumber: Pexels.com

 

Bicara soal Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), tentunya Anda tidak boleh melupakan Pajak Penghasilan (PPh). Pasalnya saat menghitung pajak sendiri PTKP adalah komponen pengurangan dari penghasilan bruto (penghasilan kotor) yang didapat wajib pajak. Dari hasil pengurangan ini Anda bisa mendapatkan nominal dari besaran Penghasilan Kena Pajak. 

 

Sedangkan untuk jumlah pajak terutang atau yang biasa dikenal sebagai besaran pajak yang harus diberikan kepada negara, Anda bisa menghitungnya dengan penghasilan kena pajak selanjutnya yang dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku.

Baca Juga  Pengertian Insentif: Manfaat dan Apa Bedanya dengan Kompensasi?

 

Selain pengertian PTKP pertanyaan berikutnya yang sering diajukan berikutnya adalah

 

Mengapa perlu ada PTKP? 

 

Menurut ketentuan perpajakan di negara Indonesia, PPh tidak dikenakan pada penghasilan wajib pajak (penghasilan bruto), karena pasalnya pemungutan pajak ini hanya dikenakan pada Penghasilan Kena Pajak (PKP). Dengan lain kata semakin tinggi penghasilan makin besar juga tarif pajak yang dikenakan.

 

Untuk tahu jumlah PKP tentunya Anda harus tahu dulu pengurangan terhadap penghasilan bruto, dimana salah satunya adalah PTKP. Namun tujuan hal ini diadakan adalah untuk melindungi orang-orang yang berpenghasilan rendah, tidak harus membayar pajak lagi.

 

Tarif PTKP yang berlaku

 

Seperti yang sudah dikatakan di awal kalau besaran PTKP tidak tetap, kadang dapat mengalami kenaikan atau penurunan bergantung pada indeks biaya hidup dan upah minimum. Tak hanya itu inflasi juga menjadi salah satu pertimbangan Dirjen Pajak untuk melakukan penyesuaian PTKP terkini.

 

Namun pada tahun 2020 sendiri jumlah PTKP sendiri masih menggunakan acuan PTKP 2016,  yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No.101/PMK.010/2016. Dimana aturan mengenai PTKP ditetapkan melalui UU No. 7 Tahun 1983 yang merupakan cikal bakal UU No. 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan, Penghasilan Tidak Kena Pajak masih tergolong kecil.

 

Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No 101/PMK.010/2016 tentang penyesuaian PTKP, yang berdasarkan pada UU No. 38 Tahun 2008 Pasal 7, tarif PTKP terbaru adalah sebagai berikut:

 

  1. Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pribadi orang pribadi adalah sebesar Rp54.000.000.
  2. Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pribadi orang pribadi adalah sebesar Rp54.000.000.
  3. Penghasilan Tidak Kena Pajak tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin adalah Rp4.500.000.
  4. Penghasilan Tidak Kena Pajak tambahan untuk seorang istri yang penghasilan dengan suami digabung adalah Rp54.000.000.
  5. Penghasilan Tidak Kena Pajak tambahan untuk setiap anggota keluarga, baik yang sedarah maupun memiliki garis keturunan lurus dan anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya yaitu Rp4.500.000. Jumlah tanggungan tersebut maksimal 3 orang.
Baca Juga  Perusahaan Profesional dengan Absensi Online Dengan Smartphone

 

Nah, itu dia ulasan mengenai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) secara lengkap, dan mendalam. Semoga Anda mendapat pencerahan dan dapat menambah informasi setelah membaca artikel ini. Ingat warga negara yang baik selalu taat membayar pajak.