profesional

Apa itu Profesional? Pengertian, Kode Etik, Ciri, dan Cara

Tidak peduli di bidang apa Anda bekerja, Anda pasti ingin memiliki julukan profesional. Memang kata profesional dapat didefinisikan dengan cara yang berbeda oleh orang yang berbeda, tetapi menjadi karyawan yang berpengetahuan dan berdedikasi, pemimpin yang kuat, dan orang yang jujur ​​semuanya dapat membuat perbedaan besar dalam menjadikan Anda seorang profesional dalam bidang apa pun. 

Tidak peduli bagaimana Anda menentukan tujuan atau bidang pekerjaan Anda, memperkuat keterampilan profesional Anda, membangun hubungan profesional, dan menjadi profesional yang memotivasi diri dapat membantu Anda mencapai kesuksesan dan kepuasan dalam karir Anda.

Pengertian Profesional

Dalam bagian ini, GreatDay HR akan membantu Anda mengerti apa yang disebut profesional. Menurut KBBI, terdapat tiga arti profesional, yang pertama adalah profesional menurut kata sifat yaitu bersangkutan dengan profesi. Kedua, profesional diartikan dengan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Contohnya, Deni merupakan penyanyi profesional, artinya ia memiliki kepandaian khusus dalam menyanyi. Terakhir, profesional diartikan dengan mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya, misalnya pertandingan basket profesional. 

Pengertian lain datang dari pembahasan filsafat terkait kata profesional. Profesional memiliki ikatan kuat dengan kata profesi dan profesionalisme. Kata profesi diartikan dengan pekerjaan yang menghasilkan nafkah, dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan khusus.

Kode Etik Profesional

Anda mungkin sering mendengar tentang kode etik profesi yang harus dipenuhi seseorang saat bekerja. Kode etik profesi adalah acuan perilaku perseorangan atau korporasi yang dianggap harus diikuti pelaku aktivitas profesional. Kode etik berbeda beda sesuai dengan profesi yang digeluti oleh masing-masing profesi. Kode etik profesional hadir sebagai “pembatas” seseorang agar keahlian dan keterampilan yang dimiliki tidak disalahgunakan untuk mencelakai orang lain.

Kode etik profesi diperlukan untuk melindungi keluhuran suatu profesi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan memiliki niat untuk mencoreng nama baik suatu profesi. Kode etik ini akan membantu memantau profesionalitas seorang profesional. Melalui kode etik, masyarakat mendapat jaminan keselamatan dari para profesional yang telah mereka beri kepercayaan untuk urusan tertentu. Hal ini akan meminimalisir kemungkinan kerugian yang diakibatkan oleh kelalaian profesional, baik secara sengaja ataupun tidak.

Baca juga: Pengertian Etika Bisnis, Tujuan dan Contohnya

Ciri Profesional 

Standar profesional adalah seperangkat praktik, etika, dan perilaku yang harus dipatuhi oleh anggota kelompok profesional tertentu. Rangkaian standar ini sering kali disetujui oleh badan pengatur yang mewakili kepentingan grup.

Contoh standar profesional meliputi:

  1. Akuntabilitas – bertanggung jawab atas tindakan mereka
  2. Kerahasiaan – dapat menjaga kerahasiaan semua informasi penting
  3. Kejujuran – memiliki karakter yang jujur 
  4. Integritas – memiliki prinsip moral yang kuat
  5. Taat hukum – mengikuti semua hukum yang mengatur di yurisdiksi tempat mereka melakukan aktivitas
  6. Loyalitas – memiliki komitmen yang kuat pada profesinya
  7. Objektivitas – tidak terpengaruh atau dipengaruhi oleh bias
  8. Transparansi – mengungkapkan semua informasi yang relevan dan tidak menyembunyikan apapun sesuai dengan porsinya

Cara menjadi Profesional

Ada 3 poin penting jika kamu ingin menjadi profesional dalam bidang apapun.

1. Kembangkan Keterampilan Anda

Untuk mengembangkan keterampilan Anda, banyak langkah yang dapat diambil, seperti:

a. Melatih keterampilan komunikasi.

Keterampilan komunikasi akan membantu Anda dalam arena profesional apa pun, dan bahkan dapat bermanfaat bagi kehidupan pribadi Anda juga. Cara Anda berkomunikasi dapat mempengaruhi kesan pertama yang dimiliki orang lain tentang Anda, dan mungkin membuat atau menghancurkan peluang profesional Anda. Anda juga perlu memahami tujuan percakapan dan bersikap empati terhadap orang lain saat berkomunikasi.

b. Kembangkan keterampilan interpersonal.

Keterampilan interpersonal adalah kemampuan seseorang secara efektif untuk berinteraksi dengan orang lain maupun dengan rekan kerja, seperti pendengar yang baik, menyampaikan pendapat secara jelas dan bekerja dalam satu tim. Keterampilan ini sangat penting jika Anda ingin menjadi bagian dari tim profesional mana pun. Kemampuan untuk bergaul dengan orang lain dan bekerja secara kolaboratif adalah bagian penting dari bisnis apapun, dimanapun bidang profesional tempat Anda bekerja,karakter interpersonal yang nantinya akan mendukung Anda untuk menjadi profesional

2. Membangun Hubungan Profesional

Hubungan profesional dapat diartikan sebagai hubungan yang membangun sesama rekan kerja melalui keahlian dan keterampilan yang dimiliki satu sama lain. Dengan perbedaan keterampilan yang ada, akan membantu tim kerja Anda semakin baik.  Anda dapat membangun hubungan yang lebih profesional antar sesama rekan kerja, dengan cara:
Anda dapat membangun hubungan yang lebih profesional antar sesama rekan kerja, dengan cara:

Baca juga: Bekerja Cerdas dengan Manajemen Waktu

a. Tawarkan bantuan tanpa diminta. 

Kebanyakan orang yang bekerja dengan Anda akan membantu ketika mereka diminta, tetapi menawarkan bantuan Anda sebelum orang lain bertanya akan membuat Anda berbeda dari rekan-rekan Anda. Menawarkan bantuan terlebih dahulu juga akan memberikan banyak keuntungan kedepannya. Misal, Anda akan memiliki reputasi yang lebih baik di mata rekan kerja, karakter Anda akan semakin baik dan bertumbuh, dapat dijadikan contoh pagi karyawan yang lain, dan terakhir, memungkinkan jika Anda membutuhkan bantuan, banyak orang yang akan membantu Anda. Perhatikan apa yang orang lain sedang kerjakan atau perjuangkan dan tawarkan cara spesifik untuk membantu proyek itu.

b. Tunjukkan apresiasi di setiap langkah. 

Salah satu kunci untuk membina hubungan profesional yang kuat adalah, Anda harus menghormati dan menghargai semua orang yang bekerja dengan Anda dan semua orang yang bekerja untuk Anda. Beri pujian orang itu atas apa yang telah dilakukan dengan benar dan tawarkan bimbingan (bukan kritik) tentang bagaimana tugas itu bisa diselesaikan dengan lebih baik di masa depan. Bersikaplah tulus dalam memuji orang lain. Beri tahu orang lain bahwa Anda menghargai pekerjaan yang mereka lakukan dan upaya mereka berkontribusi terhadap semua proyek yang datang melalui kantor Anda.

c. Tunjukkan minat pada rekan kerja dan karyawan.

Dalam banyak pekerjaan perusahaan, mudah bagi karyawan untuk merasa seperti roda penggerak daripada individu. Jika Anda ingin membangun dan membina hubungan profesional yang kuat, tunjukkan minat yang nyata pada kehidupan rekan kerja dan karyawan Anda. Ingatlah bahwa setiap karyawan adalah manusia yang memiliki pengalaman berarti dan memiliki pikiran serta perasaan pribadi.

d. Membangun networking. 

Jaringan adalah cara penting untuk membangun dan memperluas hubungan profesional. Tapi upaya jaringan yang dilakukan dengan buruk menimbulkan keputusasaan dan keinginan. Alih-alih masuk ke situasi yang berharap secara membabi buta akan semacam koneksi yang terbentuk, bersiaplah untuk membangun jaringan dan dilengkapi dengan keterampilan yang tepat.

3. Mengatur Karir Anda

Maksudnya, Anda harus memegang kendali penuh atas karir Anda. Karir Anda ditentukan 100% oleh kendali Anda sendiri. Ini dia beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk karir Anda:

a. Bertanggung jawab atas tindakan Anda. 

Anda juga perlu bertanggung jawab atas kesalahan Anda. Belajar untuk tidak menyalahkan, dan jangan terlalu defensif tentang kesalahan Anda. Terimalah saja bahwa kesalahan telah dibuat, akui apa yang seharusnya Anda lakukan secara berbeda, dan gunakan kejadian tersebut sebagai pengalaman belajar.

b. Motivasi diri sendiri

Dalam dunia profesional, tidak ada orang yang akan membantu Anda dalam mengatur waktu atau menawarkan motivasi untuk proyek yang Anda takuti. Anda perlu mengumpulkan kekuatan dan tanggung jawab untuk menjadi motivator Anda sendiri. Nantinya, seiring berjalannya waktu Anda semakin bisa mengambil risiko dengan baik, banyak muncul ide-ide baru yang dapat memotivasi diri sendiri.

Baca juga: Bekerja di Luar Negeri, Banyak Keuntungannya!

c. Berani untuk bertanya. 

Baik Anda meminta bantuan, meminta klarifikasi, atau meminta promosi, Anda harus mau dan tidak malu bertanya. Peluang jarang datang tanpa usaha apa pun, begitu pula dengan peluang profesional. Jika Anda tidak tahu pasti tentang instruksi manajer untuk suatu proyek, jangan ragu untuk mencari penjelasan. Jika Anda memerlukan bantuan untuk suatu proyek, tanyakan kepada seseorang yang pekerjaannya Anda percayai apakah mereka dapat melihat rencana tersebut bersama Anda. Jika Anda menginginkan promosi atau kenaikan gaji, Anda harus memberanikan diri untuk memintanya. 

d. Buat SMART Goals

Tujuan atau goals penting untuk memperbaiki diri Anda, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional Anda. Mereka memberi Anda sesuatu untuk diusahakan dan itu membantu mengisi pekerjaan dan kehidupan Anda dengan tujuan yang lebih besar. Tetapi penting bagi Anda untuk membuat tujuan yang bermanfaat dan dapat dicapai. Di situlah mungkin berguna untuk membuat dan berjuang untuk S.M.A.R.T. (singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Result-focused, and Time-bound) goals Anda masing masing.

Jadi, apakah Anda seorang profesional? Sudahkah memenuhi ciri-ciri profesional di atas? Dalam profesi apapun, Anda dapat menjadi seorang profesional di bidang tertentu. Meskipun tidak mudah menjadi profesional, banyak langkah dan karakter yang dapat Anda latih dengan menerapkan cara-cara di atas sehingga Anda terus menjadi seorang profesional dalam bidang masing-masing. Jangan lupakan keberadaan kode etik dalam setiap profesi, gunakan profesionalitas Anda untuk menyejahterakan masyarakat umum.

Scroll to Top