Resiko yang Mungkin Terjadi Tanpa Aplikasi Payroll Dan Slip Gaji

Resiko yang Mungkin Terjadi Tanpa Aplikasi Payroll dan Slip Gaji

Resiko yang Mungkin Terjadi Tanpa Aplikasi Payroll Dan Slip Gaji

Dalam memberikan gaji pada karyawan ada beberapa model yang dilakukan, seperti memberikan langsung di akhir bulan atau memberikan dua kali, yakni awal bulan dan pertengahan. Apapun model yang digunakan, kekeliruan dalam perhitungan gaji tetap masih ada. Pasalnya, setiap karyawan memiliki perbedaan gaji. Hal ini berkaitan dengan cuti, lembur dan ijin. Tidak hanya itu saja, berikut ini berbagai resiko pemberian gaji kepada karyawan tanpa menggunakan aplikasi payroll

 

Adanya kekurangan dan kelebihan gaji

 

Baik kekurangan ataupun kelebihan gaji cukup merugikan untuk perusahaan dan juga karyawan. Apabila kurang mungkin tak masalah sebab bisa ditambahkan untuk gaji bulan berikutnya. Namun jika terjadi terus menerus tentu karyawan cepat atau lambat akan rugi dan bisa menjadi perkara yang berujung merugikan bagi perusahaan.

 

Tetapi saat kelebihan gaji terjadi, maka perusahaan harus melakukan klaim pada karyawan dan hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Tim HR harus bisa menjelaskan dengan detail besaran gaji yang harus diterima. Pasalnya, kelebihan gaji bisa jadi dianggap sebagai hak mereka. 

 

Terlambat memberikan gaji

 

Melakukan perhitungan gaji harus hati – hati sehingga akurat dan tepat waktu untuk diberikan. Apabila gaji terlambat diberikan akan membuat perusahaan dicap tidak professional dan paling buruk adalah kehilangan kepercayaan dari karyawan. Hal ini bisa mengurangi produktivitas kerja karyawan juga. 

 

Perhitungan lembur kerja

 

Bagi karyawan yang melakukan lembur kerja, tidak semua atasan mengetahui akan hal tersebut. Sehingga saat memberikan gaji, karyawan yang lembur dan mendapatkan gaji yang setara akan merasa diperlakukan secara tidak adil. 

 

Dengan aplikasi payroll, karyawan bisa memberikan bukti ijin akan lembur dari atasan, secara online atau mandiri. Jadinya secara otomatis akan masuk ke dalam perhitungan gaji sehingga uang lemburan tidak ketinggalan ditambahkan pada pemberian gaji nantinya. 

 

Baca juga : Konflik Dunia Kerja Yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya 

 

Model perhitungan salah

 

Spreadsheet merupakan metode perhitungan gaji yang paling umum digunakan oleh beberapa perusahaan. Sayangnya, metode ini tidak bisa digabungkan dengan aplikasi payroll. Pasalnya, bisa saja resiko keliru lebih besar terjadi. Hal ini dikarenakan tidak adanya integrasi yang baik. Oleh karena itu, untuk masalah gaji karyawan lebih baik menggunakan aplikasi slip gaji saja yang memang sudah mencangkup segala tugas dari HR yang berhubungan dengan data karyawan. 

 

Pengarsipan pajak

 

Pajak menjadi hal yang harus dihitung dengan sangat cermat. Pasalnya, terkadang perusahaan akan dihadapkan dengan berbagai tagihan yang membuat kas menjadi berkurang dalam jumlah yang signifikan dalam satu waktu. Terlebih lagi, berbarengan dengan pemberian gaji pada karyawan. Tidak boleh ketinggalan pajak penggajian. 

 

Pajak penggajian ini tidak boleh terlambat. Pasalnya, kalau terlambat Direktorat Jenderal Pajak tidak segan – segan memberikan denda cukup besar. Namun dengan aplikasi payroll, ada fitur pengingat untuk HR dalam melakukan pembayaran. Dengan begitu, keuangan perusahaan bisa diatur dengan sangat baik.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by GreatDay HR (@greatdayhr_id) on