Seluk Beluk Revolusi Industri 4.0

Belum lama ini banyak negara di dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0, yang mana diikuti juga oleh Indonesia. Banyak pihak yang cukup antusias dalam memberikan pandangan positifnya mengenai dampak Revolusi Industri di Indonesia.

Perubahan atau titik balik yang cukup besar ini dianggap bisa membuat industri Indonesia memiliki teknologi yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan adanya transfer teknologi dari perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi yang berinvestasi langsung di Indonesia, dimana nantinya diharapkan kemampuan industri Indonesia dapat meningkat dan mampu untuk memproduksi barang lebih banyak dan harga jual yang lebih murah.

Menurut Presiden Joko Widodo pada April 2018 lalu, Indonesia telah berkomitmen dan siap menerapkan industri 4.0 demi membangun industri manufaktur yang memiliki daya saing tingkat global. Jokowi juga menyebutkan jika ini menjadi sebuah langkah yang baik bagi perindustrian Indonesia, dimana semuanya akan mengarah kepada era baru pada revolusi industri keempat dan merevitalisasi industri nasional secara menyeluruh.

Meskipun pembaharuan ini telah didengungkan oleh pemerintah sejak beberapa tahun lalu, namun ternyata masih ada saja yang belum benar-benar memahami revolusi industri 4.0 . Maka dari itu, berikut ini adalah ulasan lengkap yang sudah kami rangkum dalam blog GreatDay HR kali ini.

Baca juga: Dampak Globalisasi pada Berbagai Komponen Dunia

Sejarah Revolusi Industri 

Revolusi Industri 1.0

Kemunculan revolusi industri 1.0 dipicu oleh penemuan teknologi mesin uap pada awal abad ke-18. Proses produksi dan manufaktur yang sebelumnya dilakukan manual oleh manusia, dapat dilakukan dengan bantuan mesin uap. Pekerjaan tentu dapat dilakukan dengan lebih cepat, dimana distribusi barang yang semulanya menghabiskan banyak waktu, dapat dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat, dan dilakukan secara besar-besaran karena kehadiran kereta uap. 

Masalah yang dihadapi hanya satu, mesin uap tidak bisa bekerja 24 jam sehari. 

Revolusi Industri 2.0

Revolusi industri 2.0 ditandai dengan penemuan listrik. Mesin yang awalnya mengandalkan tenaga uap kini mampu beroperasi dengan mengandalkan tenaga listrik. Fase revolusi industri 2.0 dikenal juga dengan zaman mass production, yaitu zaman dimana industri manufaktur mampu memproduksi barang secara massal atau dengan jumlah besar. 

Revolusi Industri 3.0

Revolusi Industri 3.0 terjadi pada awal 1950-an, dimana komputer mulai digunakan dalam proses produksi. Di revolusi 1.0 dan 2.0, meskipun tenaga manusia sudah tidak begitu digunakan namun bagian “otaknya” masih diperankan oleh manusia. Pada revolusi industri 3.0, mesin sudah mampu berpikir dan bergerak otomatis lewat bantuan komputer dan robot.

Revolusi ini berperan besar dalam merubah masyarakat negara khususnya Eropa Barat dan Amerika Serikat. Revolusi industri 3.0 dikenal juga dengan sebutan Digital Revolution karena merupakan cikal bakal perubahan dari data analog menjadi digital 

Revolusi Industri 4.0

Istilah yang sudah tidak asing di telinga masyarakat, istilah ini juga sudah banyak tertulis di media cetak maupun online. Kehadirannya diyakini dapat membawa pengaruh yang besar bagi dunia industri serta mampu mengubah  perilaku masyarakat itu sendiri.

Revolusi industri diartikan sebagai sebuah fenomena dimana teknologi cyber dan otomatisasi digabungkan. Inti dari revolusi ini berorientasi pada otomatisasi, dimana segala sesuatu dilakukan oleh teknologi dan tidak lagi membutuhkan tenaga kerja manusia dalam prosesnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dimana waktu digunakan semaksimal mungkin. 

Salah satu bukti asli dari Revolusi Industri 4.0 adalah dalam proses produksi barang. Dahulu, banyak industri masih menggunakan tenaga manusia, sedangkan kini dapat dikerjakan lebih cepat dengan kuantitas yang lebih besar dengan mesin yang berteknologi tinggi. 

Tak hanya itu, teknologi juga membuat siapa saja dapat mengakses informasi dari mana saja tanpa terbatas waktu dan ruang, asalkan terhubung dengan jaringan internet. Bahkan, kini bukan saja terbatas untuk komunikasi, akan tetapi juga saat banyak orang melakukan transaksi mulai dari jual-beli, jasa, hingga transaksi pembayaran. 

Jika dilihat sekilas memang konsep otomatisasi lebih memudahkan dalam pekerjaan, serta memiliki efektifitas dan efisiensi waktu yang meningkat.  Namun, tentunya akan berimbas pada pengurangan tenaga manusia. 

4 Prinsip Penting Revolusi Industri 4.0 

  1. Interkoneksi. Hubungan antara manusia, alat, dan mesin yang saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain dengan Internet of Things (IoT) dan Internet of People (IoP). 
  2. Transparansi. Pengumpulan berbagai data penting dalam proses produksi dipermudah dengan kehadiran teknologi. 
  3. Bantuan Teknis. Informasi yang relevan dan penting digunakan sebagai bantuan teknis yang dipakai untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dengan cepat. Contohnya kehadiran cyber physical system digunakan untuk melakukan pekerjaan berbahaya jika dilakukan manual. 
  4. Pengambilan keputusan. Seperti contoh yang disebutkan di atas,  cyber physical system juga mampu secara otomatis mengambil keputusan untuk menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya. 

Unsur Utama Dalam Revolusi Industri 4.0

Artificial Intelligence

Teknologi komputer yang membuat mesin memiliki kecerdasan seperti  manusia. Bayangkan dengan adanya kemajuan ini, pelaksanaan tugas, mengambil keputusan,  memprediksi hingga menganalisa data secara terus menerus dapat dilakukan tanpa bantuan manusia. 

Integrated System

Kini semua sistem komputer dan software dapat terhubung secara langsung, serta dapat menyatukan setiap komponen sub sistem agar bisa berfungsi dengan baik dan maksimal. Dengan sistem, semua rangkaian proses dapat dilakukan dengan sangat efektif dan efisien.

Internet of Things

Kini siapa saja dapat berseluncur di dunia maya, menjelajahi berbagai situs, bahkan mentransfer data dengan mudah, asalkan  jika media yang digunakan sudah terhubung dengan jaringan internet.

Baca juga: Manfaat HRIS Untuk Bisnis Anda!

Cyber Security

Bicara soal keamanan maka tidak perlu ditakutkan, karena pada umumnya setiap informasi yang ada tersimpan secara daring, sudah memiliki keamanan tersendiri, yaitu cyber security,. Teknologi ini dibuat untuk melindungi ada aktivitas yang memang disengaja untuk mengubah, merusak atau mencuri ketersedian informasi yang bersifat rahasia

Big Data

Mungkin istilah ini kurang familiar bagi Anda, namun perlu diketahui. Pasalnya, Big Data menjadi istilah penting untuk menjabarkan volume sebuah informasi, baik yang terstruktur dan tidak. Nantinya, setiap data yang ada dapat dianalisa, diolah, dan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk menentukan arah bisnis sebuah perusahaan. 

Additive Manufacturing

Di era yang serba digital ini, semua design berbentuk digital dapat diubah menjadi wujud nyata menggunakan komputer, dan software khusus dimana. Hasilnya juga akan sama seperti gambar yang dibuat sebelumnya. Umumnya, teknologi percetakan 3D ini digunakan oleh industri manufaktur, untuk membuat prototipe dan direct digital manufacturing.

Cloud Computing

Selain point-point yang sudah disebutkan, salah satu unsur utama dalam revolusi yang tidak boleh terlupakan adalah internet itu sendiri. Cloud computing adalah pusat untuk menyimpan data, mengelola, serta memberikan kebebasan kepada para penggunanya untuk bisa mengakses, atau menjalankan program tanpa instalasi terlebih dahulu.

Manfaat Revolusi Industri 

  1. Berpotensi memberdayakan individu dan masyarakat serta menciptakan peluang baru di bidang ekonomi, sosial, dan pengembangan diri
  2. Resiko human error lebih kecil karena komputer memiliki kontrol penuh akan pekerjaan sehingga hasilnya lebih konsisten
  3. Efisiensi dalam proses produksi meningkat karena mampu memproduksi barang dengan volume besar dengan sumber daya yang lebih sedikit
  4. Keamanan data terjamin karena terhubung dengan penyimpanan berbasis cloud
  5. Sistem canggih sehingga dapat dikontrol secara real- time 
  6. Penghematan biaya dalam pengelolaan rantai pasokan 
  7. Meningkatkan visibilitas status ketersediaan barang hingga proses pengiriman

Dampak Negatif Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Tidak sedikit orang yang memberikan pandangan negatif terutama jika dilihat dari segi sosial karena tentu yang akan paling terkena dampaknya adalah masyarakat Indonesia secara umum. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang dianggap bisa jadi resiko dari Revolusi Industri di Indonesia.

Rentan dengan Serangan Siber

Revolusi Industri 4.0 akan sangat lekat dengan dunia teknologi di mana salah satu hal yang bisa Anda lihat mulai banyak ditemukan saat ini adalah IoT (internet of things). Produk-produk IoT menghilangkan batas fisik antara proses produksi dengan sistem jaringan oleh karena itu sangat rentan dengan serangan cyber apabila tidak dijaga dengan sistem keamanan yang solid dan tangguh.

Salah satu produk IoT adalah aplikasi absensi karyawan gratis dimana data absensi karyawan dapat langsung terhubung ke manajemen HRD melalui internet namun dengan sistem keamanan yang lebih baik sehingga keamanan data aset Anda terjamin.

Baca juga: 5 Tips Efektif Perusahaan Dalam Menghadapi Karyawan Milenial

Investasi SDM yang tidak murah

Perusahaan yang ingin menggunakan sistem otomatisasi dan juga teknologi tinggi tentunya harus memiliki sumber daya manusia yang mampu dan terampil dalam  menggunakan sarana-sarana canggih tersebut. Oleh karena itu, perusahaan harus rela mengeluarkan dana untuk memberikan pelatihan keterampilan dan juga sertifikasi pada karyawan yang sudah dimiliki.

Perusahaan juga harus siap memberikan gaji yang layak dan lebih tinggi bagi tenaga kerja yang memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Dapat dilihat bahwa dampak Revolusi Industri di Indonesia ini berisiko menggerus para pelaku bisnis kecil yang tidak memiliki investasi besar untuk SDM berkompetensi tinggi.

format absensi pake aplikasi

Dampak Teknologi terhadap Lingkungan

Selama manusia menggunakan mesin untuk bekerja, maka kebutuhan energi akan tetap tinggi. Hingga saat ini, belum ada sumber energi yang dapat mencukupi kebutuhan kegiatan produksi dalam skala yang lebih besar selain menggunakan bahan bakar fosil.

Anda tentu tahu bahwa penggunaan bahan bakar fosil bukanlah hal yang ramah untuk lingkungan. Dengan tingginya penggunaan mesin dan juga penggunaan bahan yang diperlukan untuk membuat alat-alat berteknologi tinggi, maka kelestarian alam lingkungan akan semakin terancam.

Makin tingginya kegiatan produksi manufaktur juga akan berbanding lurus dengan tingginya pembuangan limbah yang bisa mengancam lingkungan hidup secara global. Demikian adalah beberapa dampak Revolusi Industri di Indonesia yang bisa terjadi dari sisi negatif dan juga resikonya.

Kesimpulan

Revolusi industri merupakan fenomena dimana terjadi perubahan cara kerja yang dilakukan oleh orang-orang, dari manual ke otomatis/digital lewat proses inovasi. Dimulai sejak awal abad ke-18, revolusi industri sudah melewati 4 fase.

Fase pertama atau 1.0, ditandai dengan penemuan mesin uap, 2.0 ditandai dengan penemuan listrik, 3.0 ditandai dengan penggunaan komputer, dan yang terbaru, 4.0 ditandai dengan otomatisasi pekerjaan. Terdapat 4 prinsip dalam revolusi industri 4.0 yaitu: interkoneksi, transparansi, bantuan teknis, dan pengambilan keputusan. 

Unsur utama dalam revolusi industri 4.0 adalah artificial intelligence, integrated system, internet of things, cyber security, big data, additive manufacturing, dan cloud computing. Manfaat-manfaat seperti terciptanya peluang baru, resiko human error yang berkurang, peningkatan efisiensi produksi, keamanan yang lebih terjamin, hingga visibilitas status proses pemesanan dan pengiriman yang meningkat dapat dirasakan karena revolusi industri.

Meskipun banyak manfaat yang dirasakan, revolusi industri juga memiliki beberapa dampak negatif seperti rentan serangan cyber dan investasi SDM yang tidak murah. Agar terhindar dari dampak-dampak negatif tersebut, sebaiknya Anda menggunakan aplikasi pendukung yang terjamin aman dari serangan cyber dengan harga yang terjangkau.

GreatDay HR adalah salah satu aplikasi yang dapat membantu Anda. Dengan GreatDay HR, keamanan data Anda terjamin karena GreatDay HR memiliki sertifikasi Manajemen Kualitas ISO 9001:2015 dan Keamanan Informasi ISO 27001:2013. Selain itu, Anda juga dapat merasakan berbagai manfaat revolusi industri 4.0 seperti meningkatnya efisiensi perusahaan dan transparansi pada setiap proses berkat integrasi penuh semua pekerjaan HR dari kehadiran hingga penggajian.

Jadi, tunggu apalagi? Undang kami sekarang juga untuk menikmati demo GRATIS dan rasakan semua manfaat revolusi industri 4.0 secara maksimal pada perusahaan Anda!

Scroll to Top