Pemimpin yang Baik

Dapat dilatih! Ini Sikap Seorang Pemimpin yang Baik

Pemimpin merupakan sebuah posisi yang sangat menggiurkan dan begitu diinginkan oleh banyak orang. Disamping gaji yang diperoleh, menjadi pemimpin dianggap memiliki otoritas penuh terhadap bawahannya. Menurut Henry Pratt Fairchild, pemimpin merupakan orang yang berinisiatif untuk mengorganisasi, mengarahkan, mengawasi usaha orang lain. Hal itu dilakukan karena beranggapan bahwa ia lebih mampu, atau memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari orang-orang tersebut. 

Akan tetapi untuk menjadi pemimpin yang baik bukan tentang uang atau otoritas, melainkan karakter ketika harus mengayomi orang banyak. Perlu diingat juga, bahwa pemimpin yang baik bukan pemimpin yang tidak pernah salah, tetapi pemimpin yang selalu mau belajar untuk menjadi yang lebih baik. 

Potensi tersebut ada di dalam masing-masing individu, tergantung bagaimana individu tersebut dapat menggali potensinya sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari attitude, hingga menjadi inspirasi bagi orang lain. Oleh karena itu, Anda perlu memiliki kemampuan memimpin dengan baik. “Tapi aku gak berbakat jadi pemimpin” begitu mungkin katamu. Jangan khawatir, karena bakat bukan syarat mutlak untuk jadi pemimpin. Anda bisa mempelajari keterampilannya. Misalnya, Anda bisa mengupayakan 6 hal ini supaya jadi pemimpin yang baik.

  1. Jujur dan bisa dipercaya 
    Pertama, kamu harus bersikap jujur dalam memimpin. Kejujuran akan membuat rekan kerjamu semakin mempercayaimu. Jika mereka tidak mempercayaimu, bagaimana kamu dapat memimpin dan mengarahkan mereka. Maka dari itu, janganlah curang, berbohong, dan memanfaatkan status pemimpin demi keuntunganmu sendiri. 
  1. Bijaksana dalam mengambil keputusan
    Pengambilan keputusan berada di tangan seorang pemimpin. Bukan hal yang mudah untuk bisa memilih keputusan yang tepat untuk masa depan. Namun, kamu bisa bersikap bijaksana dengan tidak mementingkan kepentingan sendiri atau  beberapa orang saja, tetapi berfokus pada kebaikan perusahaan. Meskipun, keputusanmu tidak bisa menyenangkan banyak pihak, Anda perlu memberikan alasan yang bijak terhadap keputusan yang sudah diambil. 
  1. Membangun komunikasi yang menyenangkan
    Seorang pemimpin juga perlu membangun interaksi dan komunikasi dengan rekan kerja dan orang-orang yang dibawahi.Tidak harus setiap saat atau terlalu dekat, sebab menjadi pemimpin memiliki banyak kesibukan dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Hal yang terpenting adalah upaya untuk terus membangun komunikasi dan interaksi yang menyenangkan saat berada di lingkungan kerja. Tunjukkan sikap ramah misalnya dengan tersenyum atau menyapa karyawan. 
  1. Mau mendengarkan masukan
    Ada beberapa tipe pemimpin yang tidak mau menerima pendapat, kritik atau saran dari orang lain. Memang salah satu tugas seorang pemimpin adalah memberikan masukan pada bawahannya. Akan tetapi, pemimpin yang baik dan benar juga harus mau mendengarkan dan menerima masukan dari orang lain. Sebab sebanyak apapun hal yang dipelajari, pengetahuan seseorang tetap terbatas. Dengan mendengarkan pendapat orang lain, memungkinkan seorang pemimpin bisa belajar lebih banyak hal baru yang belum diketahui sebelumnya.Tidak ada yang salah dengan menerima kritik dan saran dari bawahan.
    Berikan kesempatan pada siapa saja yang mau menyampaikan aspirasi maupun pendapat yang berbeda. Sebab pemimpin juga membutuhkan cara pandang orang lain untuk melengkapi cara pandangnya dalam menghadapi masalah.
  1. Percaya pada orang lain
    Sebagai pemimpin, kamu harus memberi instruksi soal apa yang harus dikerjakan dan sebagainya. Setelah kamu memberi instruksi, percayakan sepenuhnya kepada anggota timmu untuk menjalankan instruksi tersebut. Jangan berburuk sangka bahwa mereka pasti gak mampu. Biarkan saja mereka mencoba, sehingga dengan demikian mereka jadi terlatih karena terbiasa.
  1. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf
    Sebagai manusia, kita tak pernah luput dari yang namanya kesalahan. Hal ini berlaku juga bagi seorang pemimpin. Namun tak sedikit orang yang enggan untuk mengakui kesalahannya tersebut atas nama gengsi belaka. Hindari hal ini jika Anda ingin dicap sebagai seorang pemimpin sejati. Alih-alih Anda terlihat lemah dan tidak berintegritas, mengakui kesalahan justru akan membuat Anda dihormati oleh orang lain.

6 tips diatas kamu bisa terapkan untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih baik. Perlu kamu ketahui, pemimpin juga menjadi role model anggotannya! Ibarat kata Anda adalah ‘cermin’ bagi bawahan Anda. Segala tindakan Anda akan menentukan bagaimana mereka bersikap. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin, Anda harus memberikan contoh yang baik kepada bawahan.

Scroll to Top