Serba Serbi Surat Perjanjian Hutang

Tahukah Anda banyak orang yang mengalami kerugian saat memberikan pinjaman kepada orang lain. Tunggu! bukan berarti Anda tidak boleh meminjamkan uang, namun ada baiknya untuk lebih bijaksana dan berhati-hati.

Sehingga sangat diperlukan adanya bukti pinjaman atau biasa yang dikenal sebagai perjanjian hutang. Bukan selalu dalam bentuk uang tapi juga benda. 

Definisi Surat Perjanjian Hutang

Surat Perjanjian Hutang merupakan landasan tertulis yang bersifat resmi, dan melibatkan kedua belah pihak seperti pemberi hutang dan penerima.

Dengan adanya pembuatan surat perjanjian hutang ini, pihak yang terlibat dapat menghindari tindak kriminal seperti penipuan yang dapat dilakukan oleh oknum manapun. Sehingga hal ini juga yang mendorong adanya pembuatan surat perjanjian hutang.

Selain jenis surat di atas ada juga surat hutang piutang, yang sangat erat dengan pembahasan kali ini. Pasalnya dalam kegiatan pinjam dan meminjamkan uang perlu ada acuan yang juga merupakan kesepakatan dan berisi informasi dari aturan yang berlaku. 

Perjanjian ini sangat berguna terutama jika jumlah uang yang dipinjamkan cukup besar dan ini berlaku bagi siapa saja termasuk relasi dekat Anda. 

Informasi yang Harus Ada Dalam Surat Hutang 

Agar fungsi dari surat ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka perlu dicantumkan informasi yang terkait dan bisa menjadi solusi untuk pihak pemberi atau penerima pinjaman. 

  • Pastikan jika dalam perjanjian kerjasama yang dibuat telah berisi tujuan, dan besar uang yang dipinjamkan kepada pihak peminjam. Sertakan juga tanggal terjadinya aktivitas ini secara terperinci.
  • Cantumkan periode waktu pengembalian yang telah disepakati bersama. Juga tenggang waktu yang diberikan jika terjadi keterlambatan saat pengembalian dana.
  • Memberikan penjelasan secara rinci, apa saja jaminan yang diberikan dan besaran kompensasi seperti bunga yang dibebankan dalam kurun waktu tertentu.
  • Dalam surat perjanjian harus tercantum kapan masa perjanjian akan dimulai dan diakhiri.
  • Jangan lupa untuk mencantumkan solusi jika di masa depan terjadi perselisihan akibat aktivitas pinjam meminjam ini. Buatlah secara adil dan tidak merugikan kedua belah pihak. 

Manfaat Surat Perjanjian Hutang

1. Bukti Keterlibatan Semua Pihak

Seperti yang telah dibahas sebelumnya jika dalam surat perjanjian hutang akan dicantumkan data diri pihak pihak yang terlibat.

Bukan tanpa alasan ini dilakukan, karena hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan identitas atau hal hal terburuk lainnya seperti ada pihak yang menghindari saat ditagih oleh pemberi hutang.

2. Bukti Otentik Besarnya Hutang dan Waktu Kejadian

Selain pentingnya data diri, ada komponen lain yang harus diperhatikan yaitu jumlah yang dipinjam dan disertai dengan waktu melakukan transaksi. Hal ini sangat bermanfaat jika ke depannya ada pihak yang melakukan kecurangan. 

Karena bukan tidak mungkin ada pihak yang bisa mengubah isi surat tanpa sepengetahuan, dan berakibat akan merugikan pihak lainnya.

3. Solusi Saat Terjadi Permasalahan

Dalam hal ini perselisihan dapat berarti sangat luas, misalnya saja adanya perbedaan pendapat sehingga berpotensi dapat berakhir dengan jalur hukum. Umumnya hal ini terjadi karena masalah tidak menemukan titik tengah antara pemberi maupun penerima.

Namun dengan adanya suart perjanjian diharapkan persoalan dapat diselsaikan secara baik dan cepat. Serta menjadi jalan terbaik bagi kedua belah pihak yang terlibat. 

4. Menjauhkan Dari Masalah yang Berpotensi Terjadi di Masa Depan

Biasanya aktivitas meminjam uang terjadi kepada mereka yang sudah memiliki relasi cukup dekat. Akan tetapi bukan berarti semua hal akan berjalan baik bukan? Sehingga kami menyarankan untuk tetap membuat surat perjanjian hutang.

Mungkin ada sebagian orang yang merasa risih untuk melakuakn hal ini kepada relasi terdekat, namun tidak ada salahnya untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi. Jangan sampai Anda menyepelekan hal ini ya!

Demikian pembahasan kami kali ini, semoga tulisan ini dapat membantu siapapun yang sedang mengalami atau bahkan belum pernah mengetahuinya sama sekali. Berbuat baik itu wajib, tapi berhati-hati juga sangatlah perlu.

Scroll to Top