Surat Perjanjian Kerja

Perhatikan Komponen Penting di Surat Perjanjian Kerja Ini!

Saat menjadi karyawan dalam sebuah perusahaan, tentunya akan ada beberapa peraturan yang berlaku, hak dan kewajiban yang biasanya akan tercantum dalam surat perjanjian kerja. 

Hal ini berlaku bagi mereka yang akan diangkat menjadi karyawan tetap maupun kontrak. Di Indonesia sendiri contoh surat kontrak kerja yang sering diterapkan di Indonesia adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Perlu diingat PKWT dan PKWTT ini berbeda, namun tetap memiliki fungsi sebagai bukti jika terjadi pelanggaran hak dan kewajiban di masa depan. 

Landasan Hukum

Seperti yang telah dibahas sebelumnya perjanjian kerja adalah perjanjian yang dibuat tertulis dan dibuat antara karyawan dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban yang melibatkan kedua pihak. Hukum ini terrtulis dalam Undang-Undang No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan

Dasar inilah yang menunjukan jika setiap perusahaan yang bekerja di industri manapun, harus mempekerjakan karyawan diatas kerta hitam putih. Bukan saja memastikan agar legalitas hubungan kerja, namun juga menjadi bukti yang sah bagi pekerja.

Baca juga: Perhatikan Poin Penting dalam Penggajian Ini!

4 Komponen Penting Dalam Pembuatan Surat Perjanjian Kerja

Syarat Perjanjian Kerja

Menurut pasal 52 UU Ketenagakerjaan, perjanjian hukum yang sah menurut hukum harus dibuat dengan dasar-dasar yang ada di bawah ini:

  • Kesepakatan diantara kedua belah pihak baik pekerja dan pemberi kerja
  • Mengandung unsur pekerjaan yang jelas pekerjaan yang diberikan sesuai kesepakatan
  • Harus disertai dengan adanya kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum
  • Setiap pekerjaan yang diberikan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, berlawanan dengan kesusilaan, dan ketertiban umum.

Selain dasar dasar yang telah disebutkan, pengusaha dan pekerja harus saling sepakat dan setuju tentang hal-hal yang dimuat dalam perjanjian kerja. Serta pekerja harus memiliki umur minimal 18 tahun.

Terakhir yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa perjanjian kerja harus memiliki obyek, dimana ada ketentuan yang berlaku seperti pekerjaan yang halal, berjalan beriringan dengan hukum yang ada, dan memenuhi syarat yang sudah disebutkan dalam empat point di atas. Jika ditemukan pelanggaran maka perjanjian tersebut dianggap tidak sah atau batal.

Ketentuan Isi Perjanjian Kerja

Dalam membuat isi perjanjian antara karyawan dan perusahaan, semuanya telah diatur dalam pasal 54 UU Ketenagakerjaan. Setidaknya mengandung beberap unsur penting, yang dibuat secara tertulis

  • Profil Perusahaan yang terdiri atas nama, lokasi perusahaan, dan jenis usaha yang digeluti.
  • Profil pekerja yang berisikan nama, umur, alamat, jenis kelamin.  Nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pekerja/buruh
  • Keterangan pekerjaan yang diberikan termasuk di dalamnya tertulis jabatan dan jenis pekerjaan yang diberikan.  
  • Memiliki keterangan yang jelas terkait tempat pekerjaan
  • Mencantumkan jumlah upah yang akan diberikan dan bagaimana cara pembayarannya. 
  • Pengusaha maupun pekerja wajib mengetahui syarat-syarat yang berlaku, serta hak dan kewajiban kedua belah pihak. 
  • Menuliskan kapan akan berlakunya perjanjian kerja ini akan dimulai dan jangka waktu berlakunya. 
  • Kejelasan mengenai tempat dan kapan tanggal perjanjian ini dibuat.
  • Wajib mencantumkan tanda tangan para pihak yang terlibat dalam perjanjian kerja

Baca juga: Serba Serbi Surat Perjanjian Hutang

Selain itu perlu diingat jika pemberian upah harus mengikuti aturan pemerintah yang telah disesuaikan dengan upah minimum (UMP/UMK/UMR).

Bentuk Perjanjian Kerja

Sebelum dibuat perjanjian kerja pastikan jika terdapat kejelasan di dalamnya sesuai dengan pasal 56-60 UU Ketenagakerjaan yang menjelaskan aturan keduanya.

  1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
    PKWT dibuat kedua belah pihak yang memengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu dan diatur dalam aturan UU No 13 Tahun 2003. Berlandaskan hukum ini harus diketahui kalau tidak semua perusahaan dapat memberikan status PKWT pada semua jenis pekerjaan.Karyawan yang mendapatkan ini memiliki status kontrak.
  1. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)
    Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau disingkat sebagai PKWTT, yang dilakukan antara pemberi kerja dengan pekerja dalam hubungan kerja yang sifatnya tetap. Selain itu sifatnya terus menerus dan tidak terbatas oleh waktu. Karyawan yang mendapat surat ini berstatus sebagai karyawan tetap.

Scroll to Top